فَإِنَّهُمْ يَوْمَئِذٍ فِي الْعَذَابِ مُشْتَرِكُونَ

Maka, sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama dalam azab.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَإِنَّهُمْ يَوْمَئِذٍ فِي الْعَذَابِ مُشْتَرِكُونَfa-innahum yawma'idzin fi l-'adzaabi musytarikuunamaka, sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama dalam azab

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. فَإِنَّهُمْfa-innahummaka sesungguhnya mereka
  2. يَوْمَئِذٍyawma'idzinpada hari itu
  3. فِيfidalam
  4. الْعَذَابِl-'adzaabiazab
  5. مُشْتَرِكُونَmusytarikuunaorang-orang yang bersekutu

Inti bacaan

Frasa fii l-'adzaabi muncul di delapan ayat (5:80, 30:16, 34:8, 34:14, 34:38, 37:33, 43:39, 50:26), dan hanya di 37:33 didahului yawma'idzin.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَإِنَّهُمْ, fa-innahum) yang berarti "maka sesungguhnya mereka". Bentuk ini tersusun dari awalan (فَ, fa) yang berarti "maka", penegas (إِنَّ, inna) yang berarti "sesungguhnya", dan akhiran (هُمْ, -hum) yang berarti "mereka". Ucapan yang dibuka di 37:29 memakai "kami" dan "kalian" sampai 37:32, dan di 37:33 kata gantinya menjadi "mereka", yaitu bentuk orang ketiga. Ayat ini tidak mendaftar siapa saja yang termasuk "mereka", dan terjemahan tidak menambahkan "kedua pihak" atau "para pemimpin dan pengikut", karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.

Kata (يَوْمَئِذٍ, yawma'idzin) yang berarti "pada hari itu" dapat dibaca menunjuk hari yang sama dengan yang disebut di 37:26, (بَلْ هُمُ الْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُونَ, bal humu l-yawma mustaslimuuna) yang berarti "bahkan, mereka pada hari itu berserah". Dua ayat itu memakai dua kata Arab yang berbeda untuk "hari itu", yaitu (الْيَوْمَ, l-yawma) di 37:26 dan yawma'idzin di 37:33, dan terjemahan memakai "pada hari itu" untuk keduanya. Susunan (يَوْمَئِذٍ فِي الْعَذَابِ, yawma'idzin fi l-'adzaabi) hanya muncul di 37:33.

Frasa (فِي الْعَذَابِ, fii l-'adzaabi) yang berarti "dalam azab" muncul di delapan ayat pada enam surah, yaitu 5:80, 30:16, 34:8, 34:14, 34:38, 37:33, 43:39, dan 50:26. Di lima dari delapan ayat itu frasa tersebut disusul kata pelaku jamak yang menyebut hubungan orangnya dengan azab. Di 5:80, (وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ, wa-fii l-'adzaabi hum khaaliduuna) berarti "dan dalam azab mereka kekal". Di 30:16 dan 34:38, (فِي الْعَذَابِ مُحْضَرُونَ, fii l-'adzaabi muhdharuuna) berarti "dihadirkan dalam azab". Di 37:33 dan 43:39 kata pelakunya (مُشْتَرِكُونَ, musytarikuuna). Tiap kata menyebut hubungan yang berbeda: kekal di 5:80, dihadirkan di 30:16 dan 34:38, dan di 37:33 serta 43:39 hubungannya berbagi.

Kata (مُشْتَرِكُونَ, musytarikuuna) yang berarti "bersama-sama" berakar ش-ر-ك. Bentuk persis ini muncul dua kali, yaitu di 37:33 dan 43:39. Di 43:39, (أَنَّكُمْ فِي الْعَذَابِ مُشْتَرِكُونَ, annakum fii l-'adzaabi musytarikuuna) berarti "bahwa kalian bersama-sama dalam azab". Akar yang sama membentuk (وَلَا الْمُشْرِكِينَ, wa-laa l-musyrikiina) yang berarti "dan tidak pula orang-orang musyrik" di 2:105, (لِلَّذِينَ أَشْرَكُوا, li-lladziina asyrakuu) yang berarti "kepada orang-orang yang mempersekutukan" di 6:22, dan (شُرَكَاؤُكُمُ, syurakaa'ukumu) yang berarti "sekutu-sekutu kalian" di 6:22. Di 6:22 terjemahan memakai "mempersekutukan" dan "sekutu-sekutu" untuk dua kata terakhir itu, sehingga musytarikuuna diterjemahkan "bersama-sama" agar tidak terbaca sebagai sekutu bagi Allah. Ayat 37:33 membicarakan orang yang berbagi azab, dan tidak ada kata di ayat ini yang menyebut sekutu bagi siapa pun.

Ayat 43:39 menambahkan keterangan yang tidak ada di 37:33: (وَلَنْ يَنْفَعَكُمُ, wa-lan yanfa'akumu) yang berarti "dan sekali-kali tidak berguna bagi kalian". Ayat 37:33 tidak menyatakan apakah kebersamaan dalam azab itu berguna atau tidak. Terjemahan memakai "bersama-sama" tanpa menambahkan "sehingga ringan" atau "sehingga tidak ringan".

Tafsiran

Ayat 37:33 menutup percakapan panjang yang dimulai di 37:27 dengan satu kalimat dari suara penutur. Dari 37:28 sampai 37:32 dua pihak saling menunjuk, dan 37:33 tidak memutuskan pihak mana yang lebih bersalah. Kalimat itu menyebut kedudukan mereka pada hari itu, yaitu sama-sama berada dalam azab. Tuduhan balik di 37:29 dan 37:30 serta pengakuan di 37:32 tidak diberi peringkat, dan ayat ini tidak mengurangi atau menambah beban salah satu pihak.

Ayat 37:25 bertanya, (مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَرُونَ, maa lakum laa tanaasharuuna) yang berarti "mengapa kalian tidak saling menolong?", dan 37:26 menjawabnya dengan keadaan berserah. Sesudah dua ayat itu dan percakapan yang menyusul, kebersamaan yang disebut ayat ini berupa berbagi azab, dan ayat tidak menyebut pertolongan sama sekali. Dapat dibaca bahwa kebersamaan yang ditanyakan di 37:25 tidak terwujud sebagai pertolongan dan terwujud sebagai kesamaan nasib, tetapi ayat tidak menyatakan hubungan itu secara langsung.

Ke depan, 37:34 memakai kata "Kami" dan menyatakan bahwa demikianlah perlakuan terhadap para pendosa, sehingga kalimat di 37:33 menjadi gambaran pertama yang kemudian dirangkum sebagai kebiasaan di ayat berikutnya. Ayat 37:40 membuka kemungkinan lain di ujung bagian ini, yaitu pengecualian bagi hamba-hamba Allah yang dimurnikan, sedangkan 37:33 sendiri tidak memuat pengecualian apa pun.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 37:25 menanyakan mengapa mereka tidak saling menolong, dan setelah deretan tuduhan balik dari 37:28 sampai 37:32 kebersamaan yang disebut ayat 37:33 adalah berbagi azab. Kata musytarikuuna menaruh dua pihak yang tadi berhadapan dalam satu keadaan, dan ayat tidak menyebut satu pun tindakan menolong di antara mereka. Pembaca dapat memperhatikan kebersamaan seperti apa yang selama ini diandalkan, apakah kebersamaan dalam tujuan, dalam pekerjaan, atau dalam nasib yang kebetulan sama. Bila kebersamaan itu baru terlihat setelah semuanya terlambat, kebersamaan macam apa yang sebenarnya dimiliki?
  • Di 43:39 kebersamaan dalam azab disebut tidak berguna bagi "kalian" yang diajak bicara, dengan kata sekali-kali tidak berguna pada hari ini, karena kalian telah berbuat zalim. Di 37:33 bagian yang sama tersusun tanpa keterangan itu, sehingga manfaat atau kerugian dari kebersamaan tidak dinyatakan. Ayat 37:33 juga tidak memuat alasan berupa kezaliman, sehingga keterangan 43:39 tidak dipindahkan ke 37:33. Pembaca dapat bertanya apakah pernah muncul harapan bahwa beban terasa lebih ringan karena orang lain menanggung hal yang sama. Apa yang biasanya diharapkan dari orang yang senasib, dan apa yang dikatakan ayat tentang harapan itu?
  • Di 37:29 dan 37:30 tiap pihak menyebut pihak lain sebagai sumber kesalahan, dan di 37:31 pembicara menyebut perkataan Tuhan yang berlaku atas pihaknya. Ayat 37:33 menyebut mereka bersama-sama dalam azab, dan tidak ada kata yang menaruh satu pihak lebih berat daripada yang lain. Orang yang terbiasa menghitung siapa yang lebih salah dalam sebuah perselisihan dapat memperhatikan bahwa kalimat ini tidak memuat hitungan itu. Apa yang berubah pada sebuah perselisihan bila hitungan siapa lebih salah tidak pernah diputuskan oleh siapa pun yang berhak memutuskan?
  • Di 37:22 dan 37:23 perintah mengumpulkan menyebut tiga hal sekaligus, yaitu orang-orang yang zalim, pasangan mereka, dan apa yang dahulu mereka sembah selain Allah. Ayat 37:33 tidak menyebut sesembahan itu, tetapi kebersamaan yang disebutnya menyusul pengumpulan yang sudah menyertakan semuanya. Dapat dibaca bahwa kebersamaan di 37:33 sudah terbentuk sejak pengumpulan di 37:22, meskipun ayat tidak menyatakannya. Pembaca dapat bertanya apa yang akan ikut dikumpulkan bersamanya pada hari yang disebut ayat ini, dan siapa yang berdiri di sampingnya. Apakah yang dahulu disembah selain Allah dan yang dahulu mendampingi akan hadir sebagai kebersamaan, dan apa artinya kebersamaan itu?
  • Di 37:40 muncul pengecualian, yaitu hamba-hamba Allah yang dimurnikan, sesudah kalimat tentang azab dan balasan di 37:38 dan 37:39, dan kebersamaan di 37:33 tidak memuat pengecualian itu. Dua bagian itu dipisahkan beberapa ayat, dan 37:33 berdiri sebagai kalimat tentang orang-orang yang disebutnya saja. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kata bersama-sama di ayat ini punya batas, karena ayat yang lebih jauh menyebut orang yang tidak termasuk di dalamnya. Di mana pembaca menaruh diri sendiri ketika mendengar kata bersama-sama, di dalam kalimat itu atau di luar kalimat itu?
  • Ayat 37:26 memakai al-yawma untuk hari itu dan 37:33 memakai yawma'idzin, dua kata Arab untuk hari yang sama dalam bagian yang sama. Dalam satu bagian itu hari tersebut dilihat dari dua sudut, yaitu berserah di 37:26 dan berbagi azab di 37:33. Orang yang menceritakan sebuah hari dalam hidupnya dapat memperhatikan bahwa satu hari bisa disebut dengan dua kata yang menunjuk dua sisi. Sisi mana dari hari itu yang lebih dulu terucap, dan sisi mana yang baru terucap sesudah orang lain menyebutnya?