إِنَّا كَذَٰلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِينَ

Sesungguhnya demikianlah Kami perlakukan para pendosa.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنَّا كَذَٰلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِينَinnaa ka-dzaalika naf'alu bi-l-mujrimiinasesungguhnya demikianlah Kami perlakukan para pendosa

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
  2. كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
  3. نَفْعَلُnaf'aluKami perlakukan
  4. بِالْمُجْرِمِينَbi-l-mujrimiinapara pendosa

Inti bacaan

Susunan (نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِينَ, naf'alu bi-l-mujrimiina) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:34 dan 77:18.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (إِنَّا, innaa) yang berarti "sesungguhnya Kami". Kata ini tersusun dari penegas (إِنَّ, inna) yang berarti "sesungguhnya" dan akhiran -naa yang berarti "kami". Akhiran yang sama ditulis "kami" dengan huruf kecil di 37:31 dan 37:32, karena pembicaranya manusia di dalam percakapan, dan ditulis "Kami" dengan huruf besar di 37:34, karena pembicaranya dibaca sebagai Allah. Huruf Arabnya sama, dan perbedaan itu datang dari pembacaan terhadap siapa yang berbicara.

Kata (كَذَٰلِكَ, ka-dzaalika) yang berarti "demikianlah" menunjuk ke sesuatu yang sudah digambarkan sebelumnya, dan ayat ini tidak membatasinya pada satu ayat tertentu. Rangkaian (إِنَّا كَذَٰلِكَ, innaa ka-dzaalika) muncul di enam ayat pada dua surah, yaitu 37:34, 37:80, 37:105, 37:121, 37:131, dan 77:44. Di lima dari enam ayat itu rangkaian tersebut disusul (نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ, najzii l-muhsiniina) yang berarti "Kami membalas orang-orang yang berbuat baik", yaitu di 37:80, 37:105, 37:121, 37:131, dan 77:44. Ayat 37:34 menyusulinya dengan kata kerja lain, (نَفْعَلُ, naf'alu).

Kata (نَفْعَلُ, naf'alu) yang berarti "Kami perlakukan" berakar ف-ع-ل, akar kata kerja yang berarti berbuat. Kata kerja itu dipakai dengan huruf (بِ, bi-) yang berarti "terhadap", dan bahasa Indonesia menyatukan kata kerja dan huruf itu menjadi "memperlakukan". Susunan (كَذَٰلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِينَ, ka-dzaalika naf'alu bi-l-mujrimiina) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:34 dan 77:18. Kata kerja untuk membalas, (نَجْزِي, najzii) yang berarti "Kami membalas", dipakai bersama para pendosa di tiga ayat, yaitu (نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ, najzii l-mujrimiina) di 7:40 dan (نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ, najzii l-qawma l-mujrimiina) di 10:13 dan 46:25. Al-Qur'an memiliki kata kerja membalas untuk para pendosa, dan 37:34 serta 77:18 memilih kata kerja berbuat. Terjemahan mengikuti pilihan itu dengan "perlakukan", tidak dengan "balas". Kata kerja untuk membalas muncul lima ayat sesudahnya sebagai (تُجْزَوْنَ, tujzawna) yang berarti "kalian dibalas" di 37:39, sehingga bagian yang sama memuat dua kata kerja yang berbeda.

Di 77:18 ada keterangan tentang apa yang ditunjuk "demikianlah", karena dua ayat sebelumnya menyebut (أَلَمْ نُهْلِكِ الْأَوَّلِينَ, a-lam nuhliki l-awwaliina) yang berarti "bukankah Kami telah membinasakan orang-orang terdahulu?" dan (ثُمَّ نُتْبِعُهُمُ الْآخِرِينَ, tsumma nutbi'uhumu l-aakhiriina) yang berarti "kemudian Kami susulkan mereka dengan orang-orang yang kemudian". Di 37:34 keterangan semacam itu tidak ada dalam ayat itu sendiri, sehingga terjemahan tidak menambahkan "azab" atau "pembinasaan" sesudah "perlakukan".

Kata (الْمُجْرِمِينَ, l-mujrimiina) yang berarti "para pendosa" berakar ج-ر-م. Bentuk definit jamak ini, dengan atau tanpa huruf di depannya, muncul di dua puluh empat ayat pada dua puluh satu surah, yaitu 6:55, 6:147, 7:40, 7:84, 10:13, 12:110, 14:49, 15:12, 18:49, 19:86, 20:102, 25:22, 25:31, 26:200, 27:69, 28:17, 32:22, 37:34, 43:74, 46:25, 54:47, 68:35, 74:41, dan 77:18. Dua puluh empat ayat itu berada di dua puluh satu surah, karena surah 6, surah 7, dan surah 25 masing-masing memuat dua ayat. Di 37:34 kata itu memakai kata sandang al-, sehingga menunjuk golongan dan tidak menunjuk orang tertentu, dan terjemahan memakai "para pendosa" tanpa keterangan tentang dosanya.

Tafsiran

Ayat ini mengubah arah pembicaraan. Dari 37:27 sampai 37:33 yang dituturkan adalah keadaan dua pihak dalam adegan tertentu, dan 37:34 mengucapkan sebuah rangkuman yang berlaku bagi golongan. Kata ganti "mereka" di 37:33 berganti menjadi "para pendosa", dan "pada hari itu" berganti menjadi "demikianlah", sehingga adegan yang baru dituturkan terbaca sebagai satu contoh dari kebiasaan yang disebut ayat ini. Ayat tidak menyatakan bahwa "mereka" dan "para pendosa" sama, jadi hubungan itu tetap bacaan.

Surah 37 memakai rangkaian innaa ka-dzaalika lima kali, yaitu 37:34, 37:80, 37:105, 37:121, dan 37:131. Empat yang terakhir menutup kisah para tokoh yang diceritakan surah ini dengan kata "Kami membalas orang-orang yang berbuat baik", dan satu yang pertama menutup adegan orang-orang yang terkumpul dengan kata "Kami perlakukan para pendosa". Dengan begitu rangkaian itu muncul sebagai kalimat penutup di dua jenis adegan yang berlawanan, dan pembaca surah ini mengenalnya dari dua arah. Kata kerja yang dipilih berbeda, yaitu membalas untuk orang yang berbuat baik dan berbuat untuk para pendosa.

Ke depan, 37:35 membuka dengan kata ganti "mereka" lagi dan menyebut apa yang mereka lakukan dahulu apabila dikatakan sesuatu kepada mereka. Susunan itu dapat dibaca sebagai keterangan bagi kalimat di 37:34, meskipun tidak ada kata sebab yang menghubungkannya. Ayat 37:39 menyebut balasan atas apa yang dikerjakan, dan 37:40 menyebut pengecualian, sehingga kalimat di 37:34 berada di antara adegan yang telah lewat dan rincian yang menyusul.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 37:34 datang sesudah gambaran panjang tentang dua pihak yang saling menunjuk, dan ayat ini merangkumnya dengan kata demikianlah. Gambaran itu terbaca sebagai satu contoh dari sesuatu yang berlaku lebih luas, dan pembaca mendengar kaidahnya setelah melihat kejadiannya. Orang yang terbiasa menilai suatu peristiwa sebagai kasus khusus dapat memperhatikan bahwa ayat ini menaruh peristiwa itu di dalam golongan yang lebih besar. Apa yang berubah pada cara membaca sebuah kejadian bila kejadian itu lebih dulu disebut sebagai satu dari banyak yang serupa?
  • Kata kerja di 37:34 menyebut berbuat terhadap para pendosa, dan tidak memakai kata membalas yang dipakai di 7:40, 10:13, dan 46:25. Lima ayat sesudahnya, 37:39 memakai kata kerja membalas untuk apa yang dikerjakan orang, sehingga pembaca bertemu kedua kata itu dalam rangkaian yang berdekatan. Orang yang terbiasa menyebut apa pun yang menimpa orang lain sebagai balasan dapat memperhatikan bahwa teks ini memisahkan kata untuk apa yang dilakukan dan kata untuk apa yang dibalaskan. Bila sebuah akibat disebut sebagai sesuatu yang diperbuat dan tidak sebagai sesuatu yang dibalaskan, pertanyaan apa yang tersisa bagi pembaca tentang perbuatannya sendiri?
  • Para pendosa di 37:34 disebut dengan kata sandang al-, yaitu sebagai golongan, tanpa nama dan tanpa perbuatan yang dirinci di ayat itu sendiri. Ayat tidak memberi daftar siapa yang termasuk, dan tidak memberi daftar siapa yang tidak termasuk. Kata itu dapat ditaruh pada orang lain, dan ayat sendiri tidak melakukan penaruhan itu. Orang dapat menyadari bahwa kata sebuah golongan yang tidak disertai daftar nama membuka dua kemungkinan sekaligus, yaitu menunjuk orang lain dan menunjuk dirinya sendiri. Kemungkinan mana yang lebih cepat terpikir ketika kata para pendosa terbaca, dan mengapa?
  • Surah 37 memakai rangkaian innaa ka-dzaalika di lima ayat, empat di ujung kisah orang yang berbuat baik dan satu di 37:34. Sesudah 37:34, ayat 37:40 menyebut pengecualian, yaitu hamba-hamba Allah yang dimurnikan, dan 37:81 menyebut seorang yang termasuk hamba-hamba Kami. Dua adegan yang berlawanan memakai kalimat penutup yang berbentuk sama, dengan kata kerja yang berbeda. Pembaca dapat memperhatikan bahwa surah ini menimbang dua kelompok dengan susunan kalimat yang sama, tidak dengan susunan yang berbeda untuk yang satu dan yang lain. Dalam timbangan yang sama itu, di sisi mana pembaca menaruh dirinya, dan kata apa yang dipakai untuk menaruhnya?
  • Akhiran yang sama berbunyi kami di 37:31 dan 37:32, ketika para pembicara di dalam adegan berbicara tentang dirinya, dan Kami di 37:34, yang oleh terjemahan dibaca sebagai suara Allah. Dalam tiga ayat itu huruf Arabnya tidak berubah, dan yang berganti adalah siapa yang berbicara. Pembaca dapat memperhatikan bahwa satu kata ganti bisa menyimpan dua suara yang sangat berbeda di dalam satu bagian, dan bahwa arah maknanya baru jelas setelah pembicaranya diketahui. Bila sebuah kalimat memakai kata kami, bagaimana pembaca memastikan siapa yang berbicara, dan apa yang ia lewatkan bila hanya membaca kata itu?
  • Sesudah kaidah di 37:34, ayat 37:35 kembali memakai kata mereka dan menyebut apa yang dilakukan apabila dikatakan kepada mereka bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Ayat 37:34 tidak memakai kata sebab untuk menghubungkan keduanya, jadi hubungan itu dapat dibaca sebagai keterangan, dan ayat tidak menyatakannya. Pembaca dapat memperhatikan urutan ini, kaidah lebih dulu lalu keterangan sesudahnya, dan bukan sebaliknya. Mengapa sebuah kaidah dapat terdengar sebelum alasannya didengar, dan apa yang dibayangkan pembaca tentang isi alasan itu selama menunggu?