إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ

Sesungguhnya dahulu, apabila dikatakan kepada mereka, “Tidak ada tuhan selain Allah,” mereka menyombongkan diri,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُinnahum kaanuu idzaa qiila lahum laa ilaaha illa llaahusesungguhnya dahulu, apabila dikatakan kepada mereka, tidak ada tuhan selain Allah
  2. يَسْتَكْبِرُونَyastakbiruunamereka menyombongkan diri

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
  2. كَانُواkaanuumereka adalah
  3. إِذَاidzaaapabila
  4. قِيلَqiiladikatakan
  5. لَهُمْlahumkepada mereka
  6. لَاlaatidak
  7. إِلَٰهَilaahatuhan
  8. إِلَّاillakecuali
  9. اللَّهُllaahuAllah
  10. يَسْتَكْبِرُونَyastakbiruunamereka menyombongkan diri

Inti bacaan

Momen kunci yang terungkap: kesombongan justru muncul tepat saat kalimat paling sederhana dan murni 'laa ilaaha illallaah' diucapkan, penolakan terhadap pernyataan paling mendasar, bukan terhadap sesuatu yang rumit atau ambigu, menyingkap akar masalah sesungguhnya adalah kesombongan, bukan kebingungan intelektual.

Penjelasan pilihan kata

Draf internal menyisipkan transliterasi Arab '“Laa ilaaha illallaah”' disertai terjemahan dalam kurung: keduanya dihapus, diganti terjemahan Indonesia langsung tanpa transliterasi maupun tanda kurung, konsisten disiplin proyek.

Tafsiran

Ayat ini kembali ke narasi tentang kesombongan mereka semasa hidup, bahkan pernyataan paling mendasar tentang keesaan Allah pun disambut dengan penolakan yang penuh kesombongan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mereka menyombongkan diri ketika dikatakan tidak ada tuhan selain Allah. Kalimat sependek itu. Yang memicu bukan tuntutan berat, melainkan satu pernyataan.
  • Yang Allah rekam bukan alasan mereka, melainkan sikapnya. Tidak ada argumen yang disebut. Yang menahan penerimaan ternyata sesuatu yang tak bisa dijawab dengan keterangan.
  • Allah memakai bentuk kebiasaan: dahulu apabila dikatakan kepada mereka. Berulang kali. Yang digambarkan bukan satu penolakan, melainkan tanggapan yang selalu sama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.