وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُو آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَجْنُونٍ
dan mereka berkata, “Apakah kami benar-benar akan meninggalkan tuhan-tuhan kami karena seorang penyair gila?”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُو آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَجْنُونٍwa-yaquuluuna a-innaa la-taarikuu aalihatinaa li-syaa'irin majnuunindan mereka berkata, apakah kami benar-benar akan meninggalkan tuhan-tuhan kami karena seorang penyair gila
Terjemahan per kata (6 kata)
- وَيَقُولُونَwa-yaquuluunadan mereka berkata
- أَئِنَّاa-innaaapakah sesungguhnya kami
- لَتَارِكُوla-taarikuubenar-benar akan meninggalkan
- آلِهَتِنَاaalihatinaatuhan-tuhan kami
- لِشَاعِرٍli-syaa'irinbagi seorang penyair
- مَجْنُونٍmajnuuninorang gila
Inti bacaan
Susunan (لِشَاعِرٍ مَجْنُونٍ, li-syaa'irin majnuunin) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:36.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَيَقُولُونَ, wa-yaquuluuna) yang berarti "dan mereka berkata". Awalan (وَ, wa) yang berarti "dan" menyambungnya langsung dengan 37:35, dan kata kerja yaquuluuna berakar ق-و-ل. Ayat ini tidak mengulang kata (كَانُوا, kaanuu) yang berarti "mereka dahulu" dari 37:35. Di 56:47, (وَكَانُوا يَقُولُونَ, wa-kaanuu yaquuluuna) yang berarti "dan mereka dahulu berkata" mengulangnya di depan kata kerja yang sama, sedangkan 37:36 tidak, sehingga terjemahan tidak menambahkan "dahulu". Karena wa- menyambung langsung, ucapan ini dapat dibaca masih berada dalam masa yang sama dengan sikap di 37:35, tetapi ayat tidak menyatakannya.
Kata (أَئِنَّا, a-innaa) yang berarti "apakah sesungguhnya kami" tersusun dari huruf tanya (أَ, a), penegas inna, dan akhiran -naa yang berarti "kami". Kata a-innaa muncul juga di sepuluh ayat pada delapan surah, yaitu 13:5, 17:49, 17:98, 23:82, 27:67, 32:10, 37:16, 37:53, 56:47, dan 79:10. Di kesepuluhnya kata sesudahnya diawali huruf (لَ, la-) yang ditandai penegas dalam morfologi korpus, dan terjemahan memakai "benar-benar akan". Contohnya (أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ, a-innaa la-mab'uutsuuna) di 37:16 yang berarti "apakah kami benar-benar akan dibangkitkan". Di 37:36 kata sesudahnya juga diawali la-, dalam (لَتَارِكُو, la-taarikuu), sehingga terjemahan memakai pola yang sama, "apakah kami benar-benar akan meninggalkan". Kata "harus" tidak punya kata Arab pasangannya di ayat ini, jadi terjemahan tidak memakainya.
Kata (لَتَارِكُو, la-taarikuu) yang berarti "benar-benar meninggalkan" berakar ت-ر-ك dan berupa bentuk pelaku jamak, yaitu orang yang meninggalkan. Bentuk pelaku dari akar itu muncul di tiga ayat, yaitu 11:12, 11:53, dan 37:36. Di 11:53, (وَمَا نَحْنُ بِتَارِكِي آلِهَتِنَا عَنْ قَوْلِكَ, wa-maa nahnu bi-taariki aalihatinaa 'an qawlika) berarti "dan kami tidak akan meninggalkan tuhan-tuhan kami karena perkataanmu". Dua ayat itu sama-sama memuat meninggalkan dan tuhan-tuhan kami, tetapi alasan yang disebut berbeda. Di 11:53 alasannya perkataan, (قَوْلِكَ, qawlika), dan di 37:36 alasannya seseorang, (لِشَاعِرٍ, li-syaa'irin). Ayat 11:53 berbentuk pernyataan yang menolak, dan 37:36 berbentuk pertanyaan.
Kata (آلِهَتِنَا, aalihatinaa) yang berarti "tuhan-tuhan kami" berasal dari bentuk jamak sebuah kata yang berakar أ-ل-ه, ditambah akhiran -naa. Bentuk persis ini muncul di tujuh ayat pada lima surah, yaitu 11:53, 11:54, 21:59, 21:62, 25:42, 37:36, dan 46:22. Terjemahan menulis "tuhan" dengan huruf kecil, seperti kata tunggalnya di 37:35, karena kata itu menyebut sesembahan milik pembicara. Akhiran -naa pada kata ini menunjuk pemilik, dan ayat tidak mengatakan siapa yang termasuk di dalamnya.
Kata (لِشَاعِرٍ, li-syaa'irin) yang berarti "karena seorang penyair" tersusun dari huruf (لِ, li-) dan (شَاعِرٍ, syaa'irin) yang berakar ش-ع-ر. Huruf li- berarti "bagi" atau "untuk", dan terjemahan memakai "karena" supaya kalimat tanya terbaca sebagai pertanyaan tentang alasan, seperti 11:53 memakai "karena" untuk (عَنْ, 'an). Kata syaa'ir tunggal muncul di empat ayat, yaitu 21:5, 37:36, 52:30, dan 69:41. Di 69:41, (بِقَوْلِ شَاعِرٍ, bi-qawli syaa'irin) berarti "dengan perkataan seorang penyair", dan di 21:5 serta 52:30 kata itu diucapkan sebagai sebutan bagi seseorang oleh orang yang menolaknya.
Kata (مَجْنُونٍ, majnuunin) yang berarti "gila" berakar ج-ن-ن. Akar yang sama membentuk (جِنَّةٍ, jinnatin) yang berarti "kegilaan" di lima ayat, yaitu 7:184, 23:25, 23:70, 34:8, dan 34:46. Di 34:8, (أَمْ بِهِ جِنَّةٌ, am bihi jinnatun) berarti "ataukah ada kegilaan padanya". Ayat 53:32 memuat kata lain, (أَجِنَّةٌ, ajinnatun), yang bukan kegilaan dan tidak dihitung. Kata majnuun muncul di sebelas ayat pada sembilan surah, yaitu 15:6, 26:27, 37:36, 44:14, 51:39, 51:52, 52:29, 54:9, 68:2, 68:51, dan 81:22. Surah 51 dan surah 68 masing-masing memuatnya di dua ayat, sehingga sebelas ayat itu berada di sembilan surah. Di 51:39 dan 51:52, (سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ, saahirun aw majnuunun) menghubungkan dua kata dengan aw yang berarti "atau". Di 44:14, (مُعَلَّمٌ مَجْنُونٌ, mu'allamun majnuunun) menyusun dua kata tanpa penghubung, dan di 37:36 syaa'irin dan majnuunin disusun dengan cara yang sama, tanpa penghubung, sehingga terbaca sebagai satu sebutan.
Tafsiran
Ayat ini memuat ucapan yang menyusul sikap di 37:35. Ucapan itu berbentuk pertanyaan tentang dua hal, yaitu meninggalkan tuhan-tuhan dan orang yang menjadi alasannya. Kalimat yang dikatakan kepada mereka di 37:35 berisi penegasan bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan ucapan mereka tidak menyebut isi kalimat itu secara langsung. Ucapan mereka menyebut apa yang akan ditinggalkan dan siapa yang menjadi alasannya, dan dengan itu mereka mempersoalkan harga meninggalkan serta pembawa kalimat, sedangkan isi kalimat tidak dibahas secara langsung.
Di 37:35 kalimat itu dikatakan oleh pihak yang tidak disebut, karena kata kerjanya tidak menyebut pelaku. Di 37:36 pihak itu muncul dalam ucapan mereka sebagai "seorang penyair gila". Dapat dibaca bahwa penyampai kalimat di 37:35 hanya tampak lewat sebutan yang dipakai orang yang menolaknya, tetapi ayat tidak mengatakan bahwa keduanya orang yang sama.
Ayat sesudahnya, 37:37, membalas dengan (بَلْ جَاءَ بِالْحَقِّ وَصَدَّقَ الْمُرْسَلِينَ, bal jaa'a bi-l-haqqi wa-shaddaqa l-mursaliina) yang berarti "bahkan, ia datang dengan kebenaran dan membenarkan para rasul". Jawaban itu menyebut pembawa kalimat sekaligus apa yang dibawanya, sehingga pertanyaan di 37:36 dan jawaban di 37:37 bertemu pada orang yang sama. Bersama 37:35, tiga ayat itu menyusun urutan yang dimulai dengan kalimat yang dikatakan, disusul sikap menolak, lalu ucapan tentang pembawanya, dan ditutup jawaban tentang pembawa yang sama.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 37:36 berbentuk pertanyaan, apakah kami benar-benar akan meninggalkan tuhan-tuhan kami, dan tidak memuat jawaban dari pembicaranya. Ayat 37:35 sudah mencatat sikap mereka, jadi pertanyaan itu terbaca sebagai pertanyaan yang jawabannya telah mereka pegang. Kalimat yang dikatakan kepada mereka di 37:35 adalah tidak ada tuhan selain Allah, dan pertanyaan di 37:36 menanyakan hal lain, yaitu soal meninggalkan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa sebuah pertanyaan dapat dipakai untuk memindahkan pokok pembicaraan, dari benar atau tidaknya sebuah kalimat ke soal apa yang harus dilepaskan bila kalimat itu diterima. Apakah pertanyaan itu sedang menanyakan sesuatu, atau memindahkan perbincangan ke pokok lain?
- Di 11:53 alasan menolak meninggalkan tuhan-tuhan adalah perkataan, qawlika, dan di 37:36 alasannya seorang penyair gila. Menurut 37:35, kalimat yang dikatakan kepada mereka berbunyi tidak ada tuhan selain Allah, dan ucapan di 37:36 tidak menyebut kalimat itu secara langsung. Pembaca dapat memperhatikan bahwa alasan untuk menolak sebuah kalimat kadang diambil dari orang yang mengucapkannya dan tidak dari isinya. Bila sebuah alasan menyebut orang dan tidak menyebut isi, isi apa yang sebenarnya tidak sempat dinilai?
- Kata aalihatinaa di 37:36 menaruh kata kami pada tuhan-tuhan yang akan ditinggalkan, sehingga yang dipertahankan adalah sesuatu yang diakui sebagai milik. Di 37:31 akhiran yang sama menempel pada Tuhan, dalam frasa perkataan Tuhan kami. Dua frasa itu berada di bagian yang berdekatan, dan ayat tidak menjelaskan hubungan antara keduanya. Pembaca dapat memperhatikan kata apa yang menempel pada sesuatu yang dibela, apakah kata milik atau kata benar. Apa yang berubah pada cara seseorang mempertahankan sesuatu bila alasan utamanya adalah bahwa sesuatu itu miliknya?
- Dalam 37:36 kata penyair dan kata gila bersambung tanpa kata penghubung, sehingga terbaca sebagai satu sebutan. Di 51:39 dan 51:52 dua kata serupa dihubungkan dengan atau, jadi pembicaranya masih menimbang dua kemungkinan, sedangkan di 37:36 timbangan itu tidak tampak. Pembaca dapat memperhatikan bahwa dua tuduhan yang dirangkai tanpa penghubung terdengar seperti sudah menjadi satu kesimpulan. Bila sebuah sebutan sudah terdengar sebagai kesimpulan, pertanyaan apa lagi yang masih mungkin diajukan kepada orang yang disebut?
- Kata gila muncul di sebelas ayat pada sembilan surah, dan di 52:29 dan 68:2 ayat menjawabnya dengan menyebut Tuhan, dalam rumusan "dengan nikmat Tuhanmu, engkau bukan orang gila". Di 51:52 kata gila disebut bersama penyihir sebagai sesuatu yang dikatakan kepada setiap rasul yang datang kepada orang-orang sebelum mereka. Kata yang diucapkan di 37:36 juga dipakai di ayat-ayat lain, dan ayat ini tidak menjelaskan apa yang membuat kata itu terus dipakai. Pembaca dapat memperhatikan kata-kata yang sudah sering terdengar untuk menilai seseorang, dan apakah kata itu pernah diperiksa. Dari mana datangnya kata yang dipakai pembaca untuk menyebut orang yang membawa kalimat yang tidak disukainya?
- Ayat 37:37 menjawab ucapan di 37:36 dengan bal, yang berarti bahkan, lalu menyebut apa yang dibawa orang itu, yaitu kebenaran, dan siapa yang dibenarkannya, yaitu para rasul. Jawaban itu tidak menyanggah kata penyair dan kata gila satu per satu, dan menyebut apa yang dibawa orang itu. Pembaca dapat memperhatikan bahwa ketika sebuah tuduhan tentang pribadi dijawab, jawabannya berupa penunjukan pada apa yang dibawa dan dibenarkan oleh pribadi itu. Bila sebuah tuduhan dijawab dengan menunjuk pada apa yang dibawa seseorang, apa yang sebenarnya diperiksa oleh pembaca, orangnya atau yang dibawanya?