وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُو آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَجْنُونٍ

dan mereka berkata, “Apakah kami harus meninggalkan tuhan-tuhan kami karena seorang penyair gila?”

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُو آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَجْنُونٍwa-yaquuluuna a-innaa la-taarikuu aalihatinaa li-syaa'irin majnuunindan mereka berkata, apakah kami harus meninggalkan tuhan-tuhan kami karena seorang penyair gila

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. وَيَقُولُونَwa-yaquuluunadan mereka berkata
  2. أَئِنَّاa-innaaapakah sesungguhnya kami
  3. لَتَارِكُوla-taarikuuyang meninggalkan
  4. آلِهَتِنَاaalihatinaatuhan-tuhan kami
  5. لِشَاعِرٍli-syaa'irinbagi seorang penyair
  6. مَجْنُونٍmajnuuninorang gila

Inti bacaan

Alasan penolakan yang dangkal: 'apakah kami harus meninggalkan tuhan-tuhan kami karena seorang penyair gila?', tuduhan personal terhadap pembawa pesan digunakan sebagai alasan menghindari evaluasi jujur atas substansi pesan itu sendiri.

Tafsiran

Ayat ini menampilkan tuduhan ganda terhadap penerima wahyu: dituduh sebagai penyair sekaligus gila, dua tuduhan yang saling bertentangan namun dilontarkan bersamaan sebagai bentuk penolakan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam dua tuduhan yang bertabrakan. Penyair butuh akal. Gila kehilangan akal.
  • Yang dibahas orangnya, bukan pesannya. Mereka menilai pembawanya. Isinya dilewati.
  • Kalimatnya berbentuk pertanyaan, padahal keputusannya sudah diambil. Allah merekam gayanya. Bertanya untuk menolak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, t-r-k, a-l-h, sh-'-r, j-n-n): taarikuu aalihatinaa diterjemahkan 'meninggalkan tuhan-tuhan kami' (akar t-r-k + ilaah); shaa'ir majnuun diterjemahkan 'penyair gila' (akar sh-'-r + akar j-n-n, tuduhan ke Nabi, cf. 21:5, 52:30). Selaras.