بَلْ جَاءَ بِالْحَقِّ وَصَدَّقَ الْمُرْسَلِينَ

Bahkan, ia datang dengan kebenaran dan membenarkan para rasul.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. بَلْ جَاءَ بِالْحَقِّ وَصَدَّقَ الْمُرْسَلِينَbal jaa'a bi-l-haqqi wa-shaddaqa l-mursaliinabahkan, ia datang dengan kebenaran dan membenarkan para rasul

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. بَلْbalbahkan
  2. جَاءَjaa'adatang
  3. بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
  4. وَصَدَّقَwa-shaddaqadan membenarkan
  5. الْمُرْسَلِينَl-mursaliinapara rasul

Inti bacaan

Susunan (جَاءَ بِالْحَقِّ, jaa'a bi-l-haqqi) tanpa kata ganti muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:37, dan dengan kata ganti -hum muncul dua kali, yaitu di 23:70 dan 40:25.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (بَلْ, bal) yang berarti "bahkan". Kata bal muncul lima kali di surah ini, yaitu di 37:12, 37:26, 37:29, 37:30, dan 37:37. Di 37:26, (بَلْ هُمُ الْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُونَ, bal humu l-yawma mustaslimuuna) yang berarti "bahkan mereka pada hari itu berserah" menjawab pertanyaan di 37:25. Di 37:29, (قَالُوا بَلْ لَمْ تَكُونُوا مُؤْمِنِينَ, qaaluu bal lam takuunuu mu'miniina) yang berarti "mereka menjawab, bahkan kalian tidak beriman" menolak tuduhan yang baru diucapkan di 37:28, dan 37:30 memakainya lagi dalam (بَلْ كُنْتُمْ قَوْمًا طَاغِينَ, bal kuntum qawman thaaghiina) yang berarti "bahkan kalian kaum yang melampaui batas". Di 37:37 bal juga menjawab ucapan yang baru selesai, yaitu 37:36, sehingga terjemahan memakai "bahkan" seperti di keempat ayat lain itu.

Kata kerja (جَاءَ, jaa'a) yang berarti "datang" bersambung dengan huruf bi dan benda yang dibawa. Di 6:160, 27:89, dan 28:84 bendanya (بِالْحَسَنَةِ, bi-l-hasanati) yang berarti "dengan kebaikan", sedangkan di 6:160, 27:90, dan 28:84 bendanya (بِالسَّيِّئَةِ, bi-s-sayyi'ati) yang berarti "dengan keburukan". Di 39:33 bendanya (بِالصِّدْقِ, bi-sh-shidqi) yang berarti "dengan kebenaran", dan di 37:37 bendanya (بِالْحَقِّ, bi-l-haqqi) yang juga berarti "dengan kebenaran". Dua kata Arab itu diterjemahkan sama karena bahasa Indonesia memiliki satu kata untuk keduanya, padahal akarnya berbeda, yaitu ص-د-ق di 39:33 dan ح-ق-ق di 37:37. Susunan (جَاءَ بِالْحَقِّ, jaa'a bi-l-haqqi) tanpa kata ganti hanya muncul satu kali, yaitu di 37:37. Dengan kata ganti -hum susunannya muncul dua kali, yaitu (جَاءَهُمْ بِالْحَقِّ, jaa'ahum bi-l-haqqi) di 23:70 dan 40:25.

Ayat 23:70 memuat urutan yang sama dengan 37:36 dan 37:37. Sebelum kata bal ada ucapan (بِهِ جِنَّةٌ, bihi jinnatun) yang berarti "padanya ada kegilaan", lalu muncul (بَلْ جَاءَهُمْ بِالْحَقِّ, bal jaa'ahum bi-l-haqqi) yang berarti "bahkan ia datang kepada mereka dengan kebenaran". Ayat 37:36 memakai (مَجْنُونٍ, majnuunin) yang berarti "gila" dari akar yang sama dengan jinnatun, yaitu ج-ن-ن, dan 37:37 menjawabnya dengan bal dan bi-l-haqqi seperti di 23:70. Di 40:25 kata kerja yang sama bersambung ke sambutan yang lain, yaitu (اقْتُلُوا, uqtuluu) yang berarti "bunuhlah", ketika kebenaran itu datang dari sisi yang disebut dengan kata Kami.

Kata (وَصَدَّقَ, wa-shaddaqa) yang berarti "dan membenarkan" berakar ص-د-ق, dan awalan wa menyambungnya ke jaa'a sebagai dua kata kerja berurutan dengan pelaku yang sama. Bentuk (وَصَدَّقَ, wa-shaddaqa) muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 37:37, 39:33, dan 92:6. Hanya 39:33 yang memuat dua kata kerja itu dalam urutan yang sama dengan 37:37, yaitu (جَاءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِ, jaa'a bi-sh-shidqi wa-shaddaqa bihi) yang berarti "datang membawa kebenaran dan membenarkannya". Perbedaannya, shaddaqa di 39:33 bersambung dengan bi dan kata ganti (بِهِ, bihi) yang kembali ke benda yang dibawa, sedangkan di 37:37 kata kerja itu langsung bertemu (الْمُرْسَلِينَ, l-mursaliina) tanpa huruf bi. Terjemahan memakai "membenarkan" di ketiga ayat itu.

Kata (الْمُرْسَلِينَ, l-mursaliina) yang berarti "para rasul" berakar ر-س-ل dan memakai kata sandang al-. Di surah ini kata itu muncul enam kali, yaitu 37:37, 37:123, 37:133, 37:139, 37:171, dan 37:181. Di 37:123, (لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ, la-mina l-mursaliina) yang berarti "benar-benar termasuk para rasul" dipakai untuk Ilyas, dan susunan yang sama dipakai untuk Lut di 37:133 dan Yunus di 37:139.

Pelaku kata kerja jaa'a dan shaddaqa adalah orang ketiga tunggal laki-laki, dan ayat ini tidak menyebut namanya. Karena bal menyambung langsung ke tuduhan di 37:36, pelaku itu terbaca sebagai orang yang disebut dengan (لِشَاعِرٍ مَجْنُونٍ, li-syaa'irin majnuunin) yang berarti "bagi seorang penyair gila". Susunan syaa'irin majnuunin dengan dua kata berurutan itu hanya muncul di 37:36. Terjemahan memakai "ia" untuk pelaku, tanpa gelar atau nama.

Tafsiran

Ayat ini menjawab tuduhan di 37:36 tanpa pengantar ucapan apa pun, sehingga jawaban terdengar langsung sesudah tuduhannya dan pengucapnya tidak disebut. Ayat 37:35 dan 37:36 memuat dua perbuatan mereka, yaitu menyombongkan diri ketika dikatakan tidak ada tuhan selain Allah, dan bertanya apakah mereka harus meninggalkan tuhan-tuhan mereka karena seorang penyair gila. Ayat 37:37 menjawab perbuatan yang kedua.

Letaknya berada di antara alasan dan putusan. Ayat 37:34 menyatakan bahwa demikianlah Kami memperlakukan para pendosa, lalu 37:35 dan 37:36 menunjukkan apa yang mereka lakukan, dan 37:38 menyebut azab yang pedih. Di tengahnya 37:37 memberi tuduhan itu satu bantahan sebelum azab yang pedih disebut di 37:38, sehingga tuduhan penyair gila tidak berdiri sendirian di rangkaian ini.

Isi bantahannya dua hal, yaitu datang dengan kebenaran dan membenarkan para rasul. Jawaban itu menyebut apa yang dibawa orang tersebut dan pihak yang dibenarkannya, yaitu sebuah kelompok yang anggotanya baru disebut namanya sesudah ayat ini. Surah ini menyebut para rasul lagi di 37:171, ketika perkataan Kami disebut telah tetap bagi hamba-hamba Kami para rasul, lalu 37:172 menyatakan bahwa merekalah yang pasti akan ditolong. Ayat 37:181 dan 37:182 menutup surah dengan salam atas para rasul dan puji bagi Allah, Tuhan seisi alam. Kelompok yang dibenarkan di 37:37 itu karenanya kembali di bagian akhir surah, tetapi ayat-ayat itu tidak menyebut orang yang dituduh di 37:36, sehingga hubungan antara orang itu dan pertolongan di 37:172 tidak dinyatakan teks.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 37:35 mencatat bahwa ketika dikatakan kepada mereka tidak ada tuhan selain Allah, mereka menyombongkan diri, dan 37:36 mencatat tuduhan penyair gila. Ayat 37:37 menjawab dengan bal dan dengan isi, yaitu kebenaran yang dibawa dan para rasul yang dibenarkan. Pemakaian bal di 37:29 dan 37:30 berbeda, sebab di sana bal dipakai untuk melemparkan tuduhan kembali kepada lawan bicara dan jawabannya berupa kalimat tentang pihak lain itu. Dua cara menjawab ini sama-sama tersedia bagi pembaca yang sedang dituduh. Apakah jawaban pembaca lebih sering menunjuk kesalahan orang yang menuduh, atau menunjuk apa yang sedang dibawanya?
  • Ayat 37:36 memuat kecemasan bahwa mereka harus meninggalkan tuhan-tuhan mereka karena seorang penyair gila, dan 37:37 menyebut orang itu membenarkan para rasul. Kata meninggalkan menggambarkan pemutusan, sedangkan kata membenarkan menggambarkan penyambungan ke barisan yang sudah ada. Di 3:3 ada Kitab yang membenarkan apa yang ada sebelumnya, sehingga gagasan menyambung muncul juga di sana, meskipun 3:3 berbicara tentang Kitab dan 37:37 tentang satu orang. Pembaca yang cemas bahwa sesuatu yang baru akan memutus kebiasaan lamanya dapat mengingat bahwa kecemasan semacam itu pernah dijawab dengan penyambungan. Apa yang sebenarnya dikhawatirkan hilang?
  • Di 39:33 orang yang datang membawa kebenaran dan membenarkannya disebut orang-orang yang bertakwa, lalu 39:34 menyusulkan bahwa bagi mereka ada apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Dua kata kerja di 37:37, datang lalu membenarkan, berurutan seperti di 39:33, tetapi 37:37 tidak memberi sebutan kepada pelakunya dan tidak menyebut ganjaran. Urutan itu dapat dibaca sebagai dua tahap pada diri seorang penyampai, yaitu membawa sesuatu lalu membenarkannya sendiri. Bila pembaca menyampaikan sesuatu kepada orang lain, sudahkah ia sendiri membenarkannya?
  • Ayat 6:160, 27:89 sampai 27:90, dan 28:84 membicarakan orang yang datang membawa kebaikan dan orang yang datang membawa keburukan, dan pembicaraan itu segera beralih ke pembalasan. Ayat 37:37 menyebut benda ketiga yang dibawa orang, yaitu kebenaran, dan menyebutnya pada satu pelaku yang sedang dituduh. Pembaca yang membandingkan ketiganya dapat melihat bahwa kata datang membawa dipakai untuk kebaikan, keburukan, dan kebenaran, tiga benda yang berlainan jenis. Hari ini, bila pembaca mendatangi orang lain, barang apa yang sedang dibawanya?
  • Surah ini menyebut para rasul lagi di 37:171 sebagai hamba-hamba yang disebut dengan kata Kami, di 37:172 sebagai pihak yang pasti akan ditolong, dan di 37:181 sebagai penerima salam, lalu 37:182 menutup dengan puji bagi Allah, Tuhan seisi alam. Para rasul yang dibenarkan di 37:37 itu kembali di ujung surah, dalam rangkaian salam dan puji yang berseberangan dengan suasana tuduhan di 37:36. Kata para rasul menghubungkan dua suasana itu, tetapi teks tidak menyatakan bahwa orang yang dituduh termasuk di antara mereka. Ketika orang lain datang membawa sesuatu kepada pembaca, mana yang lebih dahulu keluar dari mulut pembaca, tuduhan atau salam?
  • Ayat 23:70 mencatat bahwa kebanyakan mereka membenci kebenaran yang datang itu, dan 40:25 mencatat perintah membunuh sebagai sambutan atas kebenaran yang datang. Ayat 37:37 menyebut kedatangan kebenaran tanpa mencatat sambutan sesudahnya, dan ayat yang menyusul beralih ke azab. Apakah pembaca pernah membenci sesuatu sambil mengetahui bahwa sesuatu itu benar?