إِنَّكُمْ لَذَائِقُو الْعَذَابِ الْأَلِيمِ
Sesungguhnya kalian pasti akan merasakan azab yang pedih,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّكُمْ لَذَائِقُو الْعَذَابِ الْأَلِيمِinnakum la-dzaa'iqu l-'adzaabi l-aliimisesungguhnya kalian pasti akan merasakan azab yang pedih
Terjemahan per kata (4 kata)
- إِنَّكُمْinnakumsesungguhnya kalian
- لَذَائِقُوla-dzaa'iqubenar-benar akan merasakan
- الْعَذَابِl-'adzaabiazab
- الْأَلِيمِl-aliimiyang pedih
Inti bacaan
Gabungan (الْعَذَابِ الْأَلِيمِ, l-'adzaabi l-aliimi) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:38.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِنَّكُمْ, innakum) yang berarti "sesungguhnya kalian", tersusun dari (إِنَّ, inna) yang berarti "sesungguhnya" dan (كُمْ, -kum) yang berarti "kalian". Akhiran -kum menyapa beberapa orang, padahal 37:35 dan 37:36 membicarakan mereka dengan (لَهُمْ, lahum) yang berarti "kepada mereka" dan (وَيَقُولُونَ, wa-yaquuluuna) yang berarti "dan mereka berkata". Di antara 37:36 dan 37:38 tidak ada pengantar ucapan, dan ayat ini tidak menyebut apakah yang disapa adalah pihak yang sama dengan yang dibicarakan sebelumnya. Rangkaian innakum dengan huruf la pada kata sesudahnya muncul dua kali di surah ini, yaitu di 37:38 dan di 37:137, (وَإِنَّكُمْ لَتَمُرُّونَ, wa-innakum la-tamurruuna) yang berarti "dan sesungguhnya kalian benar-benar melintasi".
Kata (لَذَائِقُو, la-dzaa'iqu) yang berarti "pasti akan merasakan" tersusun dari huruf (لَ, la) yang berarti "pasti" dan (ذَائِقُو, dzaa'iqu) yang berarti "yang merasakan", dan berakar ذ-و-ق. Bentuk dengan la ini muncul dua kali, keduanya di surah ini, yaitu 37:31 dan 37:38. Di 37:31, (إِنَّا لَذَائِقُونَ, innaa la-dzaa'iquuna) yang berarti "sesungguhnya kami benar-benar akan merasakannya" diucapkan dalam percakapan sesama mereka yang dibuka 37:27. Di 37:38 benda yang dirasakan disebut langsung, sehingga tidak ada yang perlu ditambahkan dalam terjemahan.
Bentuk pelaku yang sama dengan akhiran perempuan tunggal ada di (ذَائِقَةُ الْمَوْتِ, dzaa'iqatu l-mawti) yang berarti "merasakan kematian", yaitu di 3:185, 21:35, dan 29:57. Dengan demikian lima ayat memakai bentuk pelaku dari akar ذ-و-ق, yaitu 3:185, 21:35, 29:57, 37:31, dan 37:38. Tiga di antaranya menyebut kematian bagi setiap jiwa, dan dua menyebut azab. Terjemahan memakai "akan merasakan" di kelima tempat itu, padahal bentuk Arabnya sendiri tidak memuat penanda waktu.
Kata (الْعَذَابِ, l-'adzaabi) yang berarti "azab" berakar ع-ذ-ب, dan kata (الْأَلِيمِ, l-aliimi) yang berarti "yang pedih" berakar أ-ل-م. Rangkaian (الْعَذَابِ الْأَلِيمِ, l-'adzaabi l-aliimi) dengan bentuk akhir seperti ini hanya muncul di 37:38. Dengan bentuk akhir lain, (الْعَذَابَ الْأَلِيمَ, l-'adzaaba l-aliima), rangkaian itu muncul empat kali di tiga surah, yaitu 10:88, 10:97, 26:201, dan 51:37. Kata yang mendahuluinya di empat ayat itu berbeda dari 37:38. Di 10:88, 10:97, dan 26:201 kata kerjanya (يَرَوُا, yarawu) yang berarti "mereka melihat", dan di 51:37 kata kerjanya (يَخَافُونَ, yakhaafuuna) yang berarti "mereka takut". Dari kelima ayat itu, hanya 37:38 yang memasangkannya dengan kata merasakan.
Tafsiran
Ayat ini mengubah sudut bicara dari menceritakan mereka menjadi menyapa kalian. Ayat 37:33 sampai 37:36 memakai orang ketiga jamak untuk mereka, 37:34 memakai kata Kami untuk pihak yang memperlakukan para pendosa, dan 37:37 memakai orang ketiga tunggal untuk orang yang dituduh. Ayat 37:38 memakai kalian tanpa pengantar ucapan di antaranya, sehingga pembaca mendengar kepastian ini sebagai sapaan yang datang mendadak sesudah bantahan.
Azab sudah muncul di 37:33 sebagai tempat mereka berada bersama-sama pada hari itu. Ayat 37:38 menyebutnya lagi sebagai sesuatu yang dirasakan oleh pihak yang disapa. Dengan demikian azab hadir dua kali di rangkaian ini, pertama sebagai keadaan yang digambarkan dari luar, kedua sebagai peristiwa yang dialami.
Kalimat yang diucapkan sendiri oleh salah satu pihak di 37:31 tentang diri mereka sendiri, bahwa mereka benar-benar akan merasakannya, kembali di 37:38 sebagai pernyataan tentang kalian. Teks memperlihatkan bentuk yang sama dipakai dua kali di surah yang sama, sekali dari mulut penutur dan sekali dalam sapaan.
Ayat ini memuat kepastian tanpa sebab. Sebab dan ukuran balasan menyusul di ayat berikutnya, dan ayat 37:35 serta 37:36 sudah memuat dua perbuatan mereka yang dapat dibaca sebagai bahan sebab itu.
Renungan dan Hikmah
- Dari 37:33 sampai 37:37 pembaca mendengar tentang mereka dan tentang orang yang dituduh, sehingga pembaca berdiri sebagai penonton. Ayat 37:38 memakai kata kalian tanpa pengantar, dan penonton itu mendadak berada di posisi yang disapa. Karena siapa yang disapa tidak disebut, sapaan itu dapat terdengar sebagai kalimat tentang orang lain atau sebagai kalimat yang masih menunggu penerimanya. Di bagian mana dari rangkaian ini pembaca berhenti menjadi penonton?
- Kelima ayat tadi memasangkan azab yang pedih dengan tiga kata yang berbeda, yaitu takut di 51:37, melihat di 10:97 dan 26:201, dan merasakan di 37:38. Ayat 10:88 menaruh kata melihat dalam doa Musa kepada Tuhannya, sehingga kata itu di sana menandai batas yang belum dilewati orang-orang yang disebut. Ketiga kata itu menggambarkan jarak yang berbeda antara orang dan sebuah peringatan, yaitu jarak sebelum kejadian, jarak penglihatan, dan jarak pengecapan. Pembaca dapat menimbang di jarak mana pembaca sendiri berdiri terhadap sebuah peringatan sekarang, apakah masih takut, menunggu sampai melihat, atau sudah merasakan?
- Di 37:31 salah satu pihak berkata bahwa perkataan Tuhan mereka telah berlaku atas mereka, lalu menyatakan bahwa mereka benar-benar akan merasakannya. Di 37:38 bentuk yang sama muncul lagi dalam sapaan kepada kalian, kali ini dengan benda yang disebut jelas, yaitu azab yang pedih. Ucapan yang mula-mula keluar dari mulut penutur tentang diri sendiri kembali sebagai kalimat yang ditujukan kepada pihak lain. Dua kelompok itu tidak dinyatakan sama. Kalimat apa yang pernah diucapkan pembaca tentang diri sendiri, dan bagaimana kalimat itu terdengar bila orang lain mengucapkannya kepada pembaca?
- Kata pelaku dari akar yang sama dipakai di 3:185, 21:35, dan 29:57 untuk setiap diri yang akan merasakan kematian, dan di 37:38 untuk kalian yang akan merasakan azab yang pedih. Ayat 3:185 melanjutkan bahwa balasan disempurnakan pada Hari Kiamat, sehingga di sana merasakan kematian dan menerima balasan dibedakan dalam satu ayat. Bentuk pelaku yang sama dengan demikian menjangkau semua jiwa dalam tiga ayat itu dan pihak yang disapa dalam 37:38. Pembaca yang menyadari bahwa kematian akan dirasakan oleh setiap diri dapat bertanya apa yang menurut ayat-ayat itu menyusul sesudahnya, dan apa yang dirasakan pada tahap yang berbeda itu.
- Ayat 37:38 berdiri sebagai kalimat tegas, dan alasan serta ukurannya baru datang di ayat sesudahnya. Pembaca yang berhenti di titik ini mendengar kepastian, sedangkan pembaca yang melanjutkan mendengar ukuran. Jeda antara dua ayat itu memberi tempat bagi pertanyaan mengapa, dan 37:35 serta 37:36 sudah memuat dua perbuatan mereka yang dapat dibaca sebagai bahan jawabannya. Bila kalimat sekeras itu dibaca sendirian, pertanyaan apa yang muncul lebih dulu di benak pembaca, dan apakah pertanyaan itu terjawab oleh kalimat sesudahnya?
- Ayat 37:35 memuat bentuk kebiasaan, yaitu dahulu setiap kali dikatakan kepada mereka tidak ada tuhan selain Allah, mereka menyombongkan diri. Ayat 37:38 memakai bentuk pelaku merasakan, yaitu pernyataan tunggal tentang azab. Kebiasaan yang berulang pada banyak kesempatan bertemu dengan satu akibat. Adakah kalimat yang selalu disambut pembaca dengan cara yang sama, dan apakah kalimat itu pernah didengar sampai selesai?