أُولَٰئِكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَعْلُومٌ

Mereka itu yang memperoleh rezeki yang sudah ditentukan,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
  2. لَهُمْ رِزْقٌ مَعْلُومٌlahum rizqun ma'luumunbagi mereka rezeki yang sudah ditentukan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
  2. لَهُمْlahumbagi mereka
  3. رِزْقٌrizqunrezeki
  4. مَعْلُومٌma'luumunyang diketahui

Inti bacaan

Rangkaian (رِزْقٌ مَعْلُومٌ, rizqun ma'luumun) hanya ada satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:41, dan kata (مَعْلُومٌ, ma'luumun) berbentuk nominatif tak tentu muncul empat kali, yaitu di 15:4, 37:41, 37:164, dan 70:24.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (أُولَٰئِكَ, ulaa'ika) yang berarti "mereka itu", kata penunjuk jamak yang menunjuk kelompok di ayat sebelumnya, yaitu (عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ, 'ibaada llaahi l-mukhlashiina) yang berarti "hamba-hamba Allah yang dimurnikan". Di surah ini ulaa'ika hanya muncul satu kali, yaitu di 37:41. Di 39:33, (أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ, ulaa'ika humu l-muttaquuna) yang berarti "mereka itu orang-orang yang bertakwa" memakai kata penunjuk yang sama dan menyusulkan sebutan bagi kelompoknya, sedangkan di 37:41 ulaa'ika langsung disusul kata kepemilikan.

Kata (لَهُمْ, lahum) yang berarti "bagi mereka" tersusun dari huruf (لَ, la) yang berarti "bagi" dan (هُمْ, hum) yang berarti "mereka". Terjemahan memakai kata kerja "memperoleh" untuk menyatakan kepemilikan itu, seperti di 18:31, 34:4, dan 34:5, ketika susunan ulaa'ika lahum juga diterjemahkan dengan kata kerja yang tidak ada di Arabnya. Kata (رِزْقٌ, rizqun) yang berarti "rezeki" berakar ر-ز-ق dan memakai akhiran -un yang menandai benda tak tentu, sehingga terjemahan tidak memakai kata "itu". Bentuk ini muncul enam kali di lima surah, yaitu 8:4, 8:74, 22:50, 24:26, 34:4, dan 37:41. Di lima ayat pertama kata itu bergandengan dengan sifat (كَرِيمٌ, kariimun) yang berarti "mulia" dan didahului ampunan, yaitu (مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ, maghfiratun wa-rizqun kariimun) yang berarti "ampunan dan rezeki yang mulia". Di 37:41 rezeki itu berdiri sendiri tanpa ampunan di sampingnya, dan sifat yang menyertainya ma'luumun, tidak kariimun. Di surah 37 akar ر-ز-ق hanya ada di ayat ini.

Kata (مَعْلُومٌ, ma'luumun) yang berarti "yang diketahui" berakar ع-ل-م dan menyatakan sesuatu yang dikenai pengetahuan, bukan yang mengetahui. Arti harfiahnya "diketahui", sedangkan terjemahan ayat ini memakai "sudah ditentukan". Pada waktu dan hari kata yang sama diterjemahkan "telah ditentukan", yaitu di 15:38, 38:81, 26:38, 56:50, dan 22:28. Dalam bentuk nominatif tak tentu seperti di 37:41, ma'luumun muncul empat kali di tiga surah, yaitu 15:4, 37:41, 37:164, dan 70:24, dan benda yang disifatinya berbeda tiap kali: ketetapan di 15:4, rezeki di 37:41, kedudukan di 37:164, dan bagian di 70:24. Terjemahan 15:4 memakai "yang diketahui", dan terjemahan 37:164 serta 70:24 memakai "tertentu".

Dari empat ayat bentuk nominatif itu, tiga memuat huruf la yang menyatakan kepemilikan, yaitu 15:4, 37:41, dan 37:164. Di 15:4 bunyinya (وَلَهَا كِتَابٌ مَعْلُومٌ, wa-lahaa kitaabun ma'luumun) yang berarti "dan baginya ada ketetapan yang diketahui", dan di 37:164 bunyinya (إِلَّا لَهُ مَقَامٌ مَعْلُومٌ, illaa lahu maqaamun ma'luumun) yang berarti "kecuali baginya ada kedudukan tertentu". Ayat 70:24 memakai (فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَعْلُومٌ, fii amwaalihim haqqun ma'luumun) yang berarti "dalam harta mereka ada bagian tertentu", dengan huruf fii yang menggantikan huruf la. Susunan kepemilikan dengan lahum dan rizqun hanya ada di 37:41.

Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 37:42, yang merinci rezeki itu dengan (فَوَاكِهُ, fawaakihu) yang berarti "buah-buahan".

Tafsiran

Ayat ini membuka sisi kedua dari rangkaian 37:38 sampai 37:42. Sampai 37:39 pembicaraan memuat azab dan ukuran balasan, 37:40 menyisihkan satu kelompok, dan 37:41 menyebut apa yang dimiliki kelompok itu. Arah rangkaian berbalik dari apa yang dirasakan kalian menjadi apa yang dimiliki mereka itu, dan pembalikan itu ditandai oleh kata penunjuk ulaa'ika.

Bentuk kalimatnya berbeda dari 37:38. Di 37:38 yang tertulis berupa bentuk pelaku merasakan untuk sesuatu yang dialami pihak yang disapa. Di 37:41 yang tertulis berupa keterangan milik, yaitu rezeki yang menjadi bagian mereka. Keduanya tanpa kata kerja, dan sisi kedua rangkaian ini menyatakan apa yang dimiliki, sementara sisi pertama menyatakan apa yang dialami.

Kelompok yang di 37:40 disebut hamba-hamba Allah yang dimurnikan menerima di 37:41 benda pertama yang tertulis bagi mereka. Dari mana rezeki itu datang, siapa yang memberikannya, dan di tempat apa rezeki itu berada belum dinyatakan di sini. Tempat baru disebut di 37:43, yaitu (فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ, fii jannaati n-na'iimi) yang berarti "di dalam taman-taman kenikmatan", dan rincian rezekinya baru muncul di 37:42. Rezeki karenanya disebut lebih dahulu daripada rinciannya, dan rinciannya lebih dahulu daripada tempatnya.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 37:38 memakai bentuk pelaku merasakan untuk azab, sedangkan 37:41 memakai keterangan milik untuk rezeki, dan keduanya tanpa kata kerja. Pembaca yang beralih dari satu ayat ke ayat lain mendengar dua jenis kalimat, yaitu kalimat tentang apa yang dialami dan kalimat tentang apa yang menjadi bagian. Dari bentuk kalimatnya, sisi kedua tidak menggambarkan gerak apa pun. Apakah pembaca lebih mudah membayangkan sebuah balasan sebagai peristiwa yang dialami atau sebagai keadaan yang sudah ada?
  • Ayat 37:41 menyebut rezeki yang sudah ditentukan tanpa menyebut pemberinya. Ayat 11:6 menyebut bahwa rezeki setiap hewan yang bergerak di bumi berada pada Allah, dan 20:131 menyebut rezeki Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal. Dua ayat itu menaruh nama pada rezeki, dan 37:41 tidak melakukannya, sehingga pembaca diberi kata rezeki tanpa nama. Nama itu hadir di ayat-ayat lain dan tidak hadir di ayat ini. Dari ketiga kalimat itu, siapa yang pertama dibayangkan pembaca sebagai pemberi rezeki?
  • Rezeki di 37:41 digambarkan lewat batasnya, yaitu sudah ditentukan, sedangkan rezeki di 8:4 digambarkan lewat mutunya, yaitu mulia, dan di 8:4 itu rezeki disebut sesudah derajat di sisi Tuhan mereka serta ampunan. Pembaca yang menimbang rezekinya sendiri bisa melihat sifat apa yang lebih dahulu diberikannya. Bila pembaca diminta menggambarkan rezekinya, apa yang disebutnya lebih dahulu, batasnya atau mutunya?
  • Kelompok yang di 37:40 disebut hamba-hamba Allah menjadi pemilik rezeki di 37:41. Ayat ini menyambungkan dua hal itu dengan kata penunjuk ulaa'ika dan tidak menyebut alasan atau hubungan sebab antara keduanya. Pembaca yang membaca dua ayat itu berurutan menemukan hamba milik Allah lebih dahulu dan rezeki bagi hamba itu sesudahnya. Kepemilikan mana yang pertama kali terasa nyata bagi pembaca?
  • Arti harfiah kata ma'luum di ayat ini adalah diketahui, dan ayat 22:28 menaruh hari-hari yang telah ditentukan bersama rezeki yang diberikan-Nya dalam satu kalimat. Kata diketahui menyiratkan adanya pihak yang mengetahui, tetapi pihak itu tidak diberi nama. Pembaca yang menimbang kata itu dapat membedakan rezeki yang diketahui dari rezeki yang sedang dikejar tanpa kepastian. Bila rezeki disebut sudah diketahui, siapa yang menurut pembaca mengetahuinya lebih dahulu daripada penerimanya?
  • Surah ini memuat dua kalimat dengan bagian yang pasti, yaitu rezeki yang sudah ditentukan di 37:41 dan kedudukan tertentu di 37:164. Kalimat kedua berada dalam ucapan orang pertama jamak di 37:164 sampai 37:166, sehingga keduanya tidak disamakan. Keduanya memakai kata yang sama untuk bagian yang sudah ada batasnya. Pembaca bisa menimbang bagaimana bagian yang sudah ada batasnya terasa baginya, sebagai kekangan atau sebagai kepastian. Pada bagian yang sudah ditetapkan bagi pembaca, perasaan mana yang lebih dahulu muncul?