فَوَاكِهُ ۖ وَهُمْ مُكْرَمُونَ

buah-buahan, dan mereka orang-orang yang dimuliakan,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَوَاكِهُfawaakihubuah-buahan
  2. وَهُمْ مُكْرَمُونَwa-hum mukramuunadan mereka orang-orang yang dimuliakan

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. فَوَاكِهُfawaakihubuah-buahan
  2. وَهُمْwa-humdan mereka
  3. مُكْرَمُونَmukramuunaorang-orang yang dimuliakan

Inti bacaan

Bentuk (مُكْرَمُونَ, mukramuuna) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 21:26, 37:42, dan 70:35.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَوَاكِهُ, fawaakihu) yang berarti "buah-buahan", bentuk jamak dari akar ف-ك-ه. Huruf fa di depannya termasuk huruf dasar kata itu, sebab analisis morfologinya tidak memuat awalan apa pun, sehingga terjemahan tidak memakai "maka". Bentuk jamak ini muncul tiga kali di tiga surah, yaitu (فَوَاكِهُ, fawaakihu) di 23:19 dan 37:42 serta (وَفَوَاكِهَ, wa-fawaakiha) di 77:42. Di 23:19 kata itu diikuti (كَثِيرَةٌ, katsiiratun) yang berarti "yang banyak", dan di 77:42 diikuti (مِمَّا يَشْتَهُونَ, mimmaa yasytahuuna) yang berarti "dari apa yang mereka inginkan". Di 37:42 kata itu tidak diikuti sifat apa pun, sehingga terjemahan tidak menambahkan "banyak" atau "yang diinginkan". Terjemahan memakai "buah-buahan" untuk bentuk jamak ini dan untuk bentuk tunggal (فَاكِهَةٌ, faakihatun) di 36:57, 43:73, 55:11, dan 55:68, serta (وَفَاكِهَةً, wa-faakihatan) di 80:31.

Kata fawaakihu berakhiran penanda nominatif yang sama dengan (رِزْقٌ, rizqun) di ayat sebelumnya, dan tidak ada kata penghubung di antara keduanya. Terjemahan memisahkan keduanya dengan koma tanpa kata "yaitu", karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya.

Kata (مُكْرَمُونَ, mukramuuna) yang berarti "orang-orang yang dimuliakan" berakar ك-ر-م, dan bentuknya menyatakan sesuatu yang dikenakan kepada orang. Akar itu memiliki kata kerja, misalnya (فَأَكْرَمَهُ, fa-akramahu) di 89:15 yang berarti "lalu memuliakannya", dan di ayat itu pelakunya disebut, yaitu (رَبُّهُ, rabbuhu) yang berarti "Tuhannya". Bentuk yang dikenakan itu, dengan akhiran jamak -uuna atau -iina, muncul lima kali di lima surah, yaitu 21:26, 36:27, 37:42, 51:24, dan 70:35. Di 36:27, (وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُكْرَمِينَ, wa-ja'alanii mina l-mukramiina) yang berarti "dan menjadikanku termasuk orang-orang yang dimuliakan" menyebut pelakunya, yaitu Tuhan yang disebut dalam ucapan itu, dan ucapan itu menyusul perintah masuk ke taman di 36:26. Di 37:42 pelaku pemuliaan tidak disebut.

Tiga dari lima ayat itu berdekatan dengan taman, yaitu 36:27 yang menyusul 36:26, 70:35, dan 37:42 yang disusul 37:43. Di 70:35, (أُولَٰئِكَ فِي جَنَّاتٍ مُكْرَمُونَ, ulaa'ika fii jannaatin mukramuuna) yang berarti "mereka itu berada di taman-taman, dimuliakan" memuat keduanya dalam satu ayat, sedangkan di 37:42 taman baru disebut di 37:43. Di 21:26, (بَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَ, bal 'ibaadun mukramuuna) yang berarti "bahkan mereka hamba-hamba yang dimuliakan" memakai kata hamba bersama kata ini, seperti 37:40 dan 37:42 yang memisahkannya dua ayat. Di 51:24, (ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ الْمُكْرَمِينَ, dhayfi ibraahiima l-mukramiina) yang berarti "tamu Ibrahim yang dimuliakan" memakainya untuk tamu.

Akar ك-ر-م yang sama dipakai pada sifat rezeki di lima ayat, yaitu 8:4, 8:74, 22:50, 24:26, dan 34:4, dalam (رِزْقٌ كَرِيمٌ, rizqun kariimun) yang berarti "rezeki yang mulia". Di 37:41 rezeki disifati ma'luumun, dan sifat dari akar ك-ر-م baru muncul di 37:42, yaitu pada orangnya.

Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 37:43, yang dibuka (فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ, fii jannaati n-na'iimi) yang berarti "di dalam taman-taman kenikmatan".

Tafsiran

Ayat ini merinci rezeki di 37:41 dengan satu benda, yaitu buah-buahan, lalu menambahkan satu keterangan yang tidak berkaitan dengan makanan, yaitu bahwa mereka dimuliakan. Kedua unsur itu dihubungkan oleh wa-hum dan dipisahkan tanda jeda di tengah ayat. Rangkaian 37:41 dan 37:42 dengan demikian memuat benda yang diterima dan keadaan orang yang menerimanya.

Sifat yang dipasang di 37:38 dan di 37:42 menunjuk sasaran yang berbeda. Di 37:38 sifat pedih menempel pada azab, yaitu benda yang dirasakan. Di 37:42 sifat dimuliakan menempel pada orangnya, yaitu pihak yang menerima rezeki. Sisi pertama rangkaian ini menggambarkan sesuatu yang menimpa, dan sisi kedua menggambarkan keadaan orang yang berada di dalamnya.

Ayat 37:43 dan 37:44 menyebut tempat dan posisi duduk, lalu 37:45 menyebut gelas yang diedarkan. Ayat 37:42 menjadi ayat yang menggabungkan benda dan kemuliaan sebelum rincian tempat dan suasana itu muncul. Teks tidak menyebut siapa yang memuliakan mereka di ayat ini, sehingga kemuliaan itu hadir sebagai keadaan.

Kata ganti mereka dipakai untuk dua kelompok yang berbeda dalam rangkaian ini. Di 37:35 dan 37:36 mereka menunjuk pihak yang menyombongkan diri dan mengucapkan tuduhan, sedangkan di 37:41 dan 37:42 mereka menunjuk hamba-hamba Allah yang dimurnikan. Di antara keduanya 37:38 dan 37:39 memakai kalian, dan 37:40 memakai sebutan hamba-hamba Allah, sehingga pembaca perlu menelusuri rujukan kata ganti dari ayat ke ayat. Ayat 37:42 memakai wa-hum yang menunjuk kelompok di 37:40, dan sesudah ayat ini 37:43 sampai 37:44 melanjutkan gambaran tentang kelompok yang sama tanpa mengganti sasaran kata ganti.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 37:42 menyebut mereka dimuliakan tanpa menyebut siapa yang memuliakan. Di 36:27 ucapan yang menyusul perintah masuk ke taman memuat pelakunya, yaitu Tuhanku yang mengampuni dan menjadikanku termasuk orang-orang yang dimuliakan. Dua ayat itu memakai kata dimuliakan, dan hanya yang kedua menyebut pelaku pemuliaan. Ayat 37:42 tidak memuat nama itu, dan 36:27 berbicara tentang satu orang. Pembaca yang menimbang kata dimuliakan dapat melihat bahwa kata itu bisa hadir dengan pelaku dan bisa hadir tanpa pelaku. Bila pembaca merasa dimuliakan oleh sesuatu, siapa yang pertama disebutnya sebagai pihak yang memuliakan?
  • Kelompok yang di 37:40 disebut hamba-hamba Allah menerima di 37:42 dua hal yang berbeda jenis, yaitu buah-buahan yang dimakan dan kemuliaan yang disandang. Ayat ini menyebut keduanya dalam satu kalimat, dihubungkan oleh kata dan, dengan makanan lebih dahulu dan kemuliaan menyusul. Pembaca yang menyusun daftar tentang penerimaan yang baik bisa memeriksa apakah daftarnya berisi benda saja atau juga cara diperlakukan. Bila pembaca diminta menyebut apa yang membuat sebuah penerimaan terasa lengkap, apakah kata dimuliakan termasuk di daftarnya?
  • Di 21:26 ucapan bahwa Ar-Rahman telah menjadikan anak dijawab dengan Mahasuci Dia, lalu disebut bahwa mereka adalah hamba-hamba yang dimuliakan. Kata hamba dan kata dimuliakan berpasangan di ayat itu, sedangkan di rangkaian ini keduanya terpisah dua ayat, yaitu hamba-hamba Allah di 37:40 dan dimuliakan di 37:42. Pihak yang dibicarakan di 21:26 dan di rangkaian ini berbeda, jadi keduanya tidak disamakan. Apakah kata hamba terdengar merendahkan bagi pembaca, dan bila ya, dari mana pendengaran itu berasal?
  • Di 70:35 kata dimuliakan berada dalam satu ayat dengan taman, yaitu mereka itu berada di taman-taman, dimuliakan. Di 37:42 kata itu berdiri di ayatnya sendiri dan taman baru disebut di 37:43, yaitu di dalam taman-taman kenikmatan. Pada kedua tempat kemuliaan disebut berdampingan dengan tempat, dan pada 37:42 kemuliaan itu muncul sebelum tempatnya. Pembaca yang menilai sebuah tempat dari fasilitasnya bisa mengamati bahwa dua ayat ini menyebut orangnya lebih dahulu atau bersamaan. Apa yang pertama kali dinilai pembaca dari sebuah tempat, mutu tempat itu atau cara orang di dalamnya diperlakukan?
  • Rangkaian 37:35 sampai 37:42 memuat dua jenis nama untuk orang. Ayat 37:36 memuat nama yang diucapkan sekelompok orang tentang orang lain, yaitu penyair gila, sedangkan 37:40 sampai 37:42 memuat nama yang tertulis pada kelompok lain, yaitu hamba-hamba Allah, yang dimurnikan, dan yang dimuliakan. Ayat-ayat ini tidak menghubungkan dua kelompok itu, sehingga tidak ada dasar untuk menyatakan bahwa orang yang dituduh berada di antara mereka yang dimuliakan. Pembaca bisa mengingat nama apa yang paling sering dipakainya untuk orang lain, dan nama apa yang akan diterimanya dengan senang bila ditulis tentang diri sendiri. Apakah dua daftar nama itu pernah bertemu?
  • Di 51:24 tamu Ibrahim disebut orang-orang yang dimuliakan, lalu 51:26 dan 51:27 menyebut anak sapi yang didekatkan kepada mereka. Di 37:42 orang yang dimuliakan menerima buah-buahan. Makanan yang sampai kepada penerimanya berdampingan dengan kemuliaan di kedua tempat, padahal penerimanya berlainan, yaitu tamu Ibrahim dan kelompok di 37:40. Saat menyiapkan makanan untuk orang lain, apakah pembaca memperlakukannya sebagai orang yang dimuliakan atau sebagai orang yang perlu kenyang?