فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ
di dalam taman-taman kenikmatan,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِfii jannaati n-na'iimidi dalam taman-taman kenikmatan
Terjemahan per kata (3 kata)
- فِيfiidi dalam
- جَنَّاتِjannaatitaman-taman
- النَّعِيمِn-na'iimikenikmatan
Inti bacaan
Seluruh ayat ini, (فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ, fii jannaati n-na'iimi), muncul dua kali sebagai satu ayat utuh di Al-Qur'an (37:43, 56:12).
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فِي, fii) yang berarti "di dalam", lalu disusul (جَنَّاتِ, jannaati) yang berarti "taman-taman". Kata jannaati berakar ج-ن-ن dan merupakan bentuk jamak dari jannah. Kata dasar yang sama dipakai untuk kebun milik manusia di dunia, misalnya (جَنَّتَيْنِ, jannatayni) di 18:32 yang berarti "dua kebun", (أَصْحَابَ الْجَنَّةِ, ashaaba l-jannati) di 68:17 yang berarti "para pemilik kebun", dan (جَنَّةٌ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ, jannatun min nakhiilin wa-a'naabin) di 2:266 yang berarti "sebuah kebun kurma dan anggur". Terjemahan membedakan keduanya lewat kata Indonesia saja: "kebun" untuk yang berada di dunia, dan "taman" untuk yang menjadi balasan seperti di ayat ini. Kata Arabnya tidak berganti, sehingga "taman" di sini bukan nama bagi tempat yang asal katanya berbeda dari kebun di 68:17.
Bentuk jamak (جَنَّاتِ, jannaati) dengan akhiran -i seperti di ayat ini muncul dua belas kali, dan setiap kali bersambung dengan kata sesudahnya, yaitu di 5:65, 9:72, 10:9, 19:61, 22:56, 37:43, 38:50, 40:8, 42:22, 56:12, 61:12, dan 68:34. Enam di antaranya bersambung dengan (النَّعِيمِ, n-na'iimi), yaitu 5:65, 10:9, 22:56, 37:43, 56:12, dan 68:34. Lima bersambung dengan (عَدْنٍ, 'adnin), yaitu 9:72, 19:61, 38:50, 40:8, dan 61:12, yang oleh terjemahan ditulis 'Adn tanpa diartikan. Satu sisanya, 42:22, memuat (رَوْضَاتِ الْجَنَّاتِ, rawdhaati l-jannaati). Dengan demikian enam kemunculan menamai taman dari isinya, yaitu kenikmatan, dan lima kemunculan menamainya 'Adn.
Kata (النَّعِيمِ, n-na'iimi) yang berarti "kenikmatan" berakar ن-ع-م. Bentuknya dengan kata sandang al- muncul sepuluh kali, yaitu di 5:65, 10:9, 22:56, 26:85, 31:8, 37:43, 56:12, 68:34, 83:24, dan 102:8. Delapan di antaranya mendampingi kata jannah, yaitu 5:65, 10:9, 22:56, 26:85, 31:8, 37:43, 56:12, dan 68:34. Dua sisanya berdiri tanpa taman: (نَضْرَةَ النَّعِيمِ, nadhrata n-na'iimi) di 83:24 yang berarti "cahaya kenikmatan", dan (عَنِ النَّعِيمِ, 'ani n-na'iimi) di 102:8 yang berarti "tentang kenikmatan".
Tanpa kata sandang, (نَعِيمٍ, na'iimin) muncul lima kali, yaitu di 52:17, 56:89, 70:38, 82:13, dan 83:22. Tiga di antaranya bersanding dengan taman: (فِي جَنَّاتٍ وَنَعِيمٍ, fii jannaatin wa-na'iimin) di 52:17, (وَجَنَّتُ نَعِيمٍ, wa-jannatu na'iimin) di 56:89, dan (جَنَّةَ نَعِيمٍ, jannata na'iimin) di 70:38. Dua lainnya, (لَفِي نَعِيمٍ, la-fii na'iimin) di 82:13 dan 83:22, menyebut kenikmatan sebagai keadaan tanpa kata taman. Terjemahan ayat ini memakai "kenikmatan" untuk kata yang menamai taman itu.
Bentuk jamak di ayat ini juga menunjukkan bahwa tamannya lebih dari dua. Al-Qur'an memakai bentuk dual untuk dua taman, yaitu (جَنَّتَانِ, jannataani) di 34:15, 55:46, dan 55:62, serta (جَنَّتَيْنِ, jannatayni) di 18:32, 18:33, 34:16, dan 55:54, sehingga bentuk jamak di 37:43 menunjuk lebih dari dua. Jumlah taman yang sebenarnya tidak ditetapkan di ayat ini. Letak, ukuran, dan bentuknya juga tidak dirinci, dan ayat ini tidak memuat satu pun kata kerja.
Tafsiran
Ayat ini menggenapi rangkaian yang bermula di 37:40, dan terjemahan menandainya dengan koma di ujung tiap ayat. Ayat 37:40 menyebut hamba-hamba Allah yang dimurnikan sebagai pengecualian, 37:41 menyebut rezeki yang sudah ditentukan bagi mereka, 37:42 menyebut buah-buahan dan kemuliaan, lalu 37:43 menyebut tempat mereka berada. Urutannya memperlihatkan bahwa tempat datang paling akhir, sesudah orangnya, rezekinya, dan kemuliaannya.
Lima ayat berturut-turut, 37:40 sampai 37:44, tidak memuat kata kerja. Kata kerja baru muncul di 37:45 dalam (يُطَافُ, yuthaafu), sedangkan 37:39 masih memuatnya. Karena itu 37:43 menyebut tempat sebagai keadaan yang sudah ada, dan perjalanan memasukinya tidak digambarkan. Di 5:65 gambaran yang sama didahului tindakan, yaitu (وَلَأَدْخَلْنَاهُمْ, wa-la-adkhalnaahum) yang berarti "dan tentu Kami masukkan mereka", sehingga ayat itu menyebut proses masuk, sedangkan 37:43 hanya menyebut keberadaan di dalamnya.
Seluruh ayat ini muncul sekali lagi sebagai ayat utuh di 56:12, dan di sana tempatnya juga disebut sesudah gambaran orang-orangnya, yaitu (أُولَٰئِكَ الْمُقَرَّبُونَ, ulaa'ika l-muqarrabuuna) di 56:11. Di 10:9 dan 22:56 taman itu menjadi tempat orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan di 68:34 ayatnya dibuka dengan orang-orang yang bertakwa serta menyebut taman-taman itu berada di sisi Tuhan mereka. Satu nama tempat dipakai untuk beberapa golongan yang digambarkan dengan cara berbeda, dan tiap ayat berdiri dengan konteksnya sendiri.
Bagi alur surah, 37:43 membuka bagian yang merinci apa yang ada di taman itu. Ayat 37:44 menyebut dipan dan arah duduk, 37:45 sampai 37:47 menyebut gelas dan isinya, 37:48 sampai 37:49 menyebut pendamping, lalu 37:50 menyebut mereka saling menghadap dan saling bertanya. Sesudah itu 37:62 menanyakan apakah semua itu lebih baik sebagai jamuan ataukah pohon zaqqum, sehingga gambaran taman ini menjadi satu sisi dari pembandingan dua jamuan.
Renungan dan Hikmah
- Taman di ayat ini tidak diberi nama tempat atau nama orang. Namanya diambil dari isinya, yaitu kenikmatan, seperti di 5:65, 10:9, 22:56, 26:85, 31:8, 56:12, dan 68:34. Di 102:8 kata yang sama muncul dalam kalimat yang suasananya jauh berbeda: pada hari itu orang-orang akan ditanya tentang kenikmatan. Ayat 102:8 datang sesudah 102:1, "Berlomba memperbanyak telah melalaikan kalian", dan tidak menyebut taman, sehingga kedua ayat itu tidak disamakan. Dapat dicatat bahwa kata yang menamai tempat itu juga kata yang di ayat lain menjadi pokok pertanyaan. Pembaca dapat bertanya, kenikmatan apa dalam hidupnya yang sudah disebut dengan namanya, dan kenikmatan apa yang baru disadari sesudah tidak ada lagi?
- Di 26:85 gambaran yang sama muncul dalam sebuah doa, "dan jadikanlah aku termasuk pewaris taman kenikmatan," yang di 26:83 dibuka dengan seruan "Wahai Tuhanku". Doa itu memakai kata "pewaris" dan "termasuk", sehingga permintaannya menyangkut kedudukan di antara para penerima warisan. Ayat 37:43 melukiskan taman itu dari sisi orang-orang yang sudah berada di dalamnya, sedangkan 26:85 dari sisi orang yang masih meminta, jadi satu tempat tampak dari dua kedudukan yang berbeda. Ayat 26:85 tidak menyebut apa yang diperbuat orang yang berdoa untuk pantas memperolehnya. Pembaca dapat bertanya, dalam doa-doanya kepada Tuhan, apakah pembaca meminta sesuatu untuk dimiliki atau meminta tempat di antara orang-orang yang menerima?
- Nama tempat yang sama mendampingi lima gambaran orang yang berlainan: hamba-hamba Allah yang dimurnikan di 37:40, orang-orang yang beriman dan beramal saleh di 10:9 dan 22:56, orang-orang yang didekatkan di 56:11, orang-orang yang bertakwa di 68:34, dan ahlulkitab yang beriman serta bertakwa di 5:65. Ayat-ayat itu berdiri dalam konteksnya masing-masing dan tidak saling menjelaskan, sehingga tidak ada rumus tunggal yang dapat ditarik dari semuanya. Di 10:9 disebutkan bahwa Tuhan mereka memberi mereka petunjuk karena keimanan mereka, dan di 22:56 kalimat sebelumnya menyatakan bahwa segala kekuasaan pada hari itu milik Allah dan Dia memberi keputusan di antara mereka. Pembaca yang menimbang jalan menuju tempat itu dapat bertanya, dari kelima gambaran itu, gambaran mana yang paling jarang dipakai pembaca untuk mengenali dirinya sendiri?
- Kata jannah yang menamai taman ini juga menamai kebun di dunia. Di 18:39 seseorang ditegur karena saat memasuki kebunnya orang itu tidak berkata, "Apa yang Allah kehendaki, tidak ada kekuatan kecuali dengan Allah", dan di 18:42 kebun itu roboh di atas penyangganya. Ayat 18:39 berbicara tentang kebun di dunia dan 37:43 tentang balasan, sehingga isi keduanya tidak disamakan. Kesamaannya terletak pada kata itu: satu kata menamai tempat yang bisa roboh dan tempat yang digambarkan bersama kenikmatan. Dalam 18:39 ucapan pengakuan kepada Allah diharapkan saat memasuki kebun, dan dalam rangkaian 37:40 sampai 37:43 para penghuni taman lebih dulu disebut sebagai hamba-hamba Allah. Orang yang memiliki sebidang kebun dapat bertanya, kapan terakhir kebun itu dimasuki, dan kata apa yang terucap saat melangkah masuk?
- Dalam urutan 37:40 sampai 37:43, para penghuni lebih dulu disebut sebagai hamba-hamba Allah yang dimurnikan, kemudian rezeki, kemudian kemuliaan, dan baru terakhir tempat. Kata hamba-hamba Allah di 37:40 menyebut mereka lewat siapa pemiliknya, sedangkan 37:43 menyebut mereka lewat tempat tinggalnya. Urutan itu memberi pembaca satu bahan untuk menimbang cara pembaca memperkenalkan dirinya: lewat alamat, jabatan, dan kepemilikan, atau lewat siapa yang diakui sebagai tuannya. Urutan itu tidak memberi penilaian tentang pentingnya tempat tinggal, dan hanya memperlihatkan letak tempat dalam kalimat ini. Pembaca dapat bertanya, bila diminta memperkenalkan diri dengan satu keterangan, keterangan mana yang akan didahulukan, dan apakah Allah termasuk di dalamnya?
- Lima ayat berturut-turut, 37:40 sampai 37:44, tidak memuat kata kerja, sehingga tidak ada orang yang berlari, memilih, atau berjuang di dalam gambaran itu. Hanya keadaan yang disebut: rezeki yang sudah ditentukan, kemuliaan, taman, dan dipan. Di 5:65 gambaran yang sama didahului tindakan memasukkan, "tentu Kami masukkan mereka", sedangkan di 37:43 tindakan itu tidak ditulis. Bila pembaca menilai harinya dari apa yang berhasil dikerjakan, rangkaian ayat tanpa kata kerja ini menyajikan keadaan yang berbeda dari penilaian semacam itu. Kerja sebelumnya tetap tersirat, sebab 37:39 masih memuat kata kerja tentang apa yang dikerjakan. Pembaca dapat bertanya, kapan terakhir pembaca berada di suatu tempat tanpa ada yang harus diselesaikan di dalamnya?