يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ

Kepada mereka diedarkan gelas dari mata air yang mengalir,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍyuthaafu 'alayhim bi-ka'sin min ma'iinindiedarkan kepada mereka gelas dari mata air yang mengalir

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. يُطَافُyuthaafudiedarkan
  2. عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
  3. بِكَأْسٍbi-ka'sindengan gelas
  4. مِنْmindari
  5. مَعِينٍma'iininyang mengalir

Inti bacaan

Rangkaian (كَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ, ka'sin min ma'iinin) hanya dijumpai dua kali di Al-Qur'an (37:45, 56:18), sedangkan bentuk (مَعِينٍ, ma'iinin) saja dijumpai empat kali (23:50, 37:45, 56:18, 67:30).

Penjelasan pilihan kata

Kata kerja (يُطَافُ, yuthaafu) yang berarti "diedarkan" berakar ط-و-ف dan tidak menyebut siapa yang mengedarkan. Bentuk (يُطَافُ عَلَيْهِمْ, yuthaafu 'alayhim) muncul tiga kali, yaitu di 37:45, 43:71, dan 76:15. Bentuk (يَطُوفُ عَلَيْهِمْ, yathuufu 'alayhim) menyebut pelakunya dan juga muncul tiga kali, yaitu di 52:24, 56:17, dan 76:19, dan di ketiganya pelakunya tertulis: (غِلْمَانٌ, ghilmaanun) di 52:24 serta (وِلْدَانٌ, wildaanun) di 56:17 dan 76:19, dua kata berbeda yang oleh terjemahan ditulis "anak-anak muda" atau "para pemuda". Di 37:45 tidak ada kata semacam itu, sehingga terjemahan memakai "diedarkan" tanpa menambahkan "oleh pelayan" atau pelaku lain. Kata (عَلَيْهِمْ, 'alayhim) ditulis "kepada mereka" di 37:45, 43:71, dan 76:15, sedangkan di 52:24, 56:17, dan 76:19 kata yang sama mengikuti "melayani" sehingga ditulis "melayani mereka".

Kata (بِكَأْسٍ, bi-ka'sin) terdiri dari huruf bi- yang secara harfiah berarti "dengan" dan kata ka'sin yang berarti "gelas". Huruf bi- tidak diterjemahkan tersendiri di 37:45, 43:71, dan 76:15, karena kata kerja "diedarkan" dalam bahasa Indonesia sudah membawa bendanya langsung. Kata ka's berakar ك-أ-س dan muncul enam kali di lima surah, yaitu di 37:45, 52:23, 56:18, 76:5, 76:17, dan 78:34; surah 76 memuatnya dua kali, yaitu di 76:5 dan 76:17. Di 76:5 dan 76:17 gelas disusul keterangan campuran, (مِزَاجُهَا, mizaajuhaa) yang berarti "campurannya", yaitu kafur di 76:5 dan jahe di 76:17, sedangkan keterangan yang menyusul gelas di 37:45 menyangkut asal. Di 37:45 hanya satu wadah yang disebut. Di 43:71 yang disebut dua jenis wadah, yaitu (بِصِحَافٍ, bi-shihaafin) dan (أَكْوَابٍ, akwaabin). Di 76:15 juga dua jenis, yaitu (بِآنِيَةٍ, bi-aaniyatin) dan akwaabin, dan di 56:18 tiga jenis dalam (بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ, bi-akwaabin wa-abaariiqa wa-ka'sin).

Kata (مَعِينٍ, ma'iinin) dalam (مِنْ مَعِينٍ, min ma'iinin) berakar ع-ي-ن, akar yang sama dengan (عَيْنٌ, 'aynun) di 88:12 yang berarti "mata air". Bentuk persis ma'iinin muncul empat kali, yaitu di 23:50, 37:45, 56:18, dan 67:30. Susunan (كَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ, ka'sin min ma'iinin) muncul dua kali, yaitu di 37:45 dan 56:18. Kata ma'iin berfungsi sebagai kata benda di 23:50, 37:45, dan 56:18, dan sebagai sifat bagi air di (بِمَاءٍ مَعِينٍ, bi-maa'in ma'iinin) pada 67:30. Karena itu terjemahan "mata air yang mengalir" memuat dua unsur: "mata air" untuk pemakaian sebagai benda, dan "yang mengalir" untuk pemakaian sebagai sifat air di 67:30. Kata Arab untuk "mengalir" di 88:12 adalah (جَارِيَةٌ, jaariyatun), kata yang lain dari ma'iin, sehingga "yang mengalir" di 37:45 tidak berasal dari kata itu.

Ayat ini juga tidak menamai isi gelas. Yang disebut hanya asalnya, yaitu mata air, dan sifat-sifat isinya baru muncul di 37:46 dan 37:47. Jumlah gelas, ukurannya, dan bahannya tidak dirinci.

Tafsiran

Ayat ini membawa peristiwa pertama sesudah lima ayat berturut-turut, 37:40 sampai 37:44, yang menyebut keadaan. Selama 37:40 sampai 37:44 para penghuni taman digambarkan berada di suatu tempat, dan baru di 37:45 sesuatu bergerak ke arah mereka. Arah geraknya menuju mereka, dan kata kerjanya tidak menyebut siapa yang membawanya.

Dua ayat dari surah lain memperlihatkan jamuan yang serupa dengan sudut yang berbeda. Di 52:23 para penghuni sendiri yang saling mengulurkan gelas, dan di 76:19 pengedarnya disebut sebagai para pemuda yang tetap muda. Di 37:45 gelas itu datang kepada mereka tanpa pengantar yang disebut. Ketiganya melukiskan jamuan yang tidak sama susunannya, dan tidak ada yang dipakai untuk menggantikan yang lain.

Ayat ini berakhir dengan koma dan tidak memuat apa yang ada di dalam gelas, sehingga 37:46 dan 37:47 melanjutkan kalimat yang sama. Gelas dan asalnya disebut lebih dulu, sedangkan warna, rasa, dan hal yang ditiadakan dari isinya menyusul di dua ayat berikutnya. Dalam alur surah, ayat ini membuka bagian jamuan pada gambaran taman, dan jamuan itu dibandingkan dengan jamuan lain di 37:62 sampai 37:67, ketika pohon zaqqum dan campuran dari air mendidih disebut sebagai hidangan bagi orang yang lain. Ayat 37:45 sendiri tidak menyebut perbandingan itu.

Renungan dan Hikmah

  • Di 52:24, 56:17, dan 76:19 para pengedar disebut sebagai anak-anak muda, sedangkan di 37:45, 43:71, dan 76:15 kata kerjanya berbentuk tanpa pelaku. Di 37:45 pembaca hanya diberi tahu bahwa sesuatu diedarkan kepada mereka, tanpa nama atau jumlah yang mengedarkan. Ayat-ayat itu berdiri dalam konteksnya masing-masing, sehingga yang satu tidak dipakai untuk mengisi bagian kosong yang lain. Kata kerja tanpa pelaku ini memberi bahan untuk menimbang kebaikan yang sampai ke tangan pembaca tanpa terlihat siapa yang membawanya. Pembaca dapat bertanya, kebaikan apa dalam seminggu terakhir yang sudah sampai kepadanya tanpa diketahui siapa yang mengedarkannya, dan ke arah mana ucapan terima kasih itu selama ini ditujukan?
  • Di 43:71 wadahnya disebut terbuat dari emas dan di 76:15 dari perak, sedangkan di 37:45 gelasnya tidak diberi bahan, dan keterangan yang diberikan menyangkut asal isinya, yaitu mata air yang mengalir. Ayat-ayat itu berbicara tentang jamuan yang sama jenisnya, yaitu sesuatu yang diedarkan kepada mereka, tetapi keterangannya berbeda, dan ayat yang satu tidak menggantikan yang lain. Dapat dicatat bahwa pada 37:45 perhatian ayat tertuju pada dari mana isi itu datang. Pembaca yang pernah menjamu tamu dapat bertanya, tentang hidangan di meja, keterangan mana yang lebih dahulu diceritakan: wadahnya yang mahal atau asal isinya?
  • Di 76:6 mata air disebut dengan kata lain, (عَيْنًا, 'aynan), dalam kalimat "Mata air yang diminum oleh hamba-hamba Allah, yang mereka pancarkan dengan sungguh-sungguh". Di 37:45 mata air itu disebut sebagai asal isi gelas yang diedarkan kepada mereka. Kedua ayat memakai kata yang berbeda, ma'iin di 37:45 dan 'ayn di 76:6, dan hubungannya berbeda pula: di 76:6 hamba-hamba Allah memancarkannya, sedangkan di 37:45 isi gelas sampai kepada mereka. Ayat-ayat itu tidak disamakan. Dapat dicatat bahwa kedua ayat menyebut sumber minuman dari dua sisi, yaitu yang dipancarkan penerimanya dan yang diedarkan kepada penerimanya. Pembaca dapat bertanya, sumber apa dalam hidupnya yang dipancarkan sendiri, dan sumber apa yang baru sampai ketika sudah berupa gelas di tangannya?
  • Kata kerja dari akar yang sama dengan "diedarkan" muncul di 68:19 dalam (فَطَافَ عَلَيْهَا طَائِفٌ مِنْ رَبِّكَ, fa-thaafa 'alayhaa thaa'ifun min rabbika), yaitu "kebun itu ditimpa bencana dari Tuhanmu" ketika para pemiliknya tidur. Kebun di 68:19 adalah kebun dunia seperti para pemilik kebun di 68:17. Ayat 68:19 berbicara tentang kebun yang rusak dan 37:45 tentang gelas yang diedarkan, sehingga keduanya tidak disamakan. Kesamaannya terletak pada gerak: sesuatu berkeliling lalu sampai kepada yang menerima. Di 37:45 gelas dari mata air sampai kepada penerimanya, dan di 68:19 bencana dari Tuhanmu sampai kepada kebun itu. Pembaca dapat bertanya, bila sesuatu datang kepadanya tanpa pernah dipilihnya, apa yang diperhatikan lebih dahulu: isi kirimannya atau dari mana kiriman itu datang?
  • Sesudah lima ayat tanpa kata kerja, 37:45 membawa kata kerja pertama, dan arahnya menuju hamba-hamba Allah yang disebut di 37:40. Di rangkaian sebelumnya mereka berada, dimuliakan, dan duduk berhadapan; di sini untuk pertama kali sesuatu bergerak ke arah mereka. Ayat ini tidak menyebut apa yang dilakukan para penerima terhadap gelas itu, dan keterangan tentang isinya baru ada di 37:46 dan 37:47. Pembaca yang terbiasa menjadi pihak yang bergerak mengerjakan sesuatu dapat bertanya, kapan terakhir kali pembaca hanya didatangi, dan bagaimana rasanya ketika hamba-hamba Allah di ayat ini ditulis sebagai pihak yang menerima?
  • Kata ma'iin muncul sebagai sifat air di 67:30 dalam pertanyaan, "maka siapa yang mendatangkan kepada kalian air yang mengalir?", yang didahului pengandaian bahwa air mereka surut ke dalam tanah. Ayat 67:30 berbicara tentang air di dunia dan tidak memuat jawabannya di dalam ayat itu sendiri, sehingga tidak disamakan dengan mata air di 37:45. Dapat dicatat bahwa kata yang sama muncul sekali sebagai pertanyaan tentang siapa yang mendatangkan air itu, dan sekali sebagai asal gelas yang diedarkan. Bagi pembaca yang mengambil air dari keran atau sumur setiap hari, pertanyaan di 67:30 dapat dibayangkan dengan sungguh-sungguh, yaitu siapa yang mendatangkan air itu bila airnya surut?