بَيْضَاءَ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ

putih, lezat bagi orang-orang yang meminumnya,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. بَيْضَاءَbaydhaa'aputih
  2. لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَladzdzatin li-sy-syaaribiinalezat bagi orang-orang yang meminumnya

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. بَيْضَاءَbaydhaa'aputih
  2. لَذَّةٍladzdzatinkenikmatan
  3. لِلشَّارِبِينَli-sy-syaaribiinabagi para peminum

Inti bacaan

Kelezatan tanpa cela 'bagi orang-orang yang meminumnya', kenikmatan yang dirancang murni untuk memberi kepuasan tanpa kekurangan.

Tafsiran

Ayat ini merinci sifat minuman tersebut: warna dan rasa disebutkan sebagai penegasan bahwa kenikmatan ini bersifat inderawi, bukan sekadar metafora.

Renungan dan Hikmah

  • Warnanya dan rasanya disebut Allah sekaligus. Putih. Lezat.
  • Kelezatannya disandarkan pada peminumnya. Bukan sifat bendanya. Rasa yang merasakan.
  • Bahayanya disangkal Allah di ayat sesudahnya. Enaknya dulu. Amannya kemudian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar b-y-d, l-dz-dz, sh-r-b): baydaa' diterjemahkan 'putih' (akar b-y-d); ladhdhah diterjemahkan 'lezat' (akar l-dz-dz); shaaribiin diterjemahkan 'peminum' (akar sh-r-b). gloss '(Warnanya)/(bersih)/(-nya)' dibuang.