لَا فِيهَا غَوْلٌ وَلَا هُمْ عَنْهَا يُنْزَفُونَ
Tidak ada di dalamnya yang membahayakan, dan mereka tidak mabuk karenanya.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لَا فِيهَا غَوْلٌlaa fiihaa ghawluntidak ada di dalamnya yang membahayakan
- وَلَا هُمْ عَنْهَا يُنْزَفُونَwa-laa hum 'anhaa yunzafuunadan mereka tidak mabuk karenanya
Terjemahan per kata (7 kata)
- لَاlaatidak
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- غَوْلٌghawlunyang memabukkan
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- هُمْhummereka
- عَنْهَا'anhaadarinya
- يُنْزَفُونَyunzafuunamereka mabuk
Inti bacaan
Akar ن-ز-ف hanya diwakili dua bentuk dalam seluruh mushaf, yaitu (يُنْزَفُونَ, yunzafuuna) di 37:47 dan (يُنْزِفُونَ, yunzifuuna) di 56:19, dan keduanya diterjemahkan "mabuk".
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini memuat dua penafian yang masing-masing dibuka dengan (لَا, laa) yang berarti "tidak": (لَا فِيهَا غَوْلٌ, laa fiihaa ghawlun) yang berarti "tidak ada di dalamnya yang membahayakan", dan (وَلَا هُمْ عَنْهَا يُنْزَفُونَ, wa-laa hum 'anhaa yunzafuuna) yang berarti "dan mereka tidak mabuk karenanya". Penafian pertama menyangkut sesuatu yang ada di dalam, dan penafian kedua menyangkut apa yang terjadi pada para penghuni. Kata (فِيهَا, fiihaa) dan (عَنْهَا, 'anhaa) memakai kata ganti perempuan tunggal yang sama. Kata ganti itu dapat merujuk pada (كَأْسٍ, ka'sin) di 37:45, sebab kata gelas berbentuk perempuan dan dirujuk dengan kata ganti serupa di (مِزَاجُهَا, mizaajuhaa) pada 76:5 yang berarti "campurannya". Kata ganti itu juga dapat merujuk pada taman-taman di 37:43, sebab taman-taman dirujuk dengan kata ganti yang sama dalam (خَالِدِينَ فِيهَا, khaalidiina fiihaa) pada 9:72 yang berarti "kekal di dalamnya". Ayat ini tidak memutuskan di antara keduanya, dan terjemahan "di dalamnya" membiarkan keduanya terbuka.
Kata (غَوْلٌ, ghawlun) yang berarti "yang membahayakan" berakar غ-و-ل dan tertulis sekali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 37:47. Karena tidak ada pemakaian lain, artinya tidak dapat dibandingkan dengan ayat lain, dan terjemahan memilih kata yang luas sebab ayat ini tidak merinci jenis bahayanya. Kata ghawlun berbeda dari (لَغْوٌ, laghwun) di 52:23 yang berarti "perkataan sia-sia", meskipun huruf-hurufnya mirip. Letak kata ini membantu membacanya: di ayat ini kata itu ditiadakan bersama mabuk, dan di 56:19 kata (يُصَدَّعُونَ, yushadda'uuna) yang berarti "pening" ditiadakan bersama mabuk. Dapat dibaca bahwa yang ditiadakan di kedua ayat itu berupa gangguan pada para peminum, tetapi 37:47 sendiri tidak merincinya.
Kata kerja (يُنْزَفُونَ, yunzafuuna) berakar ن-ز-ف dan tertulis sekali dengan harakat ini, yaitu di 37:47. Bentuk yang berbeda satu harakat, (يُنْزِفُونَ, yunzifuuna), tertulis sekali di 56:19 dalam (لَا يُصَدَّعُونَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُونَ, laa yushadda'uuna 'anhaa wa-laa yunzifuuna) yang berarti "mereka tidak pening karenanya dan tidak mabuk". Kedua bentuk itu tidak muncul di tempat lain, sehingga arti "mabuk" dibaca dari kedudukannya: kata itu mengikuti penyebutan isi gelas dan mendampingi hal yang merugikan peminum. Terjemahan memakai "mabuk" di kedua ayat dan "karenanya" untuk (عَنْهَا, 'anhaa) di kedua ayat.
Ayat ini tidak menyebut apa yang membahayakan itu, dan tidak menyebut apakah penafian itu berlaku bagi sebagian penghuni atau bagi semuanya. Kata (هُمْ, hum) merujuk pada mereka yang disebut sejak 37:40.
Tafsiran
Ayat ini menutup gambaran isi gelas dengan dua penafian, sesudah 37:45 menyebut asalnya dan 37:46 menyebut sifatnya yang menyenangkan. Dua hal yang disebut ada di ayat-ayat sebelumnya, yaitu asal dan sifat, dan dua hal yang ditiadakan ada di ayat ini, yaitu yang membahayakan dan mabuk. Isi gelas itu dengan demikian dilukiskan dari dua arah: apa yang ada padanya dan apa yang tidak menyertainya.
Pola dua penafian muncul dalam gambaran jamuan di surah lain. Di 52:23 gelas yang saling diulurkan disertai penafian perkataan sia-sia dan dosa, dan di 56:19 penafiannya pening dan mabuk. Kata mabuk ada di 37:47 dan 56:19, sedangkan 52:23 meniadakan hal yang menyangkut ucapan. Ketiga ayat itu masing-masing meniadakan dua hal dan berdiri dengan konteksnya sendiri.
Para peminum yang disebut di 37:46 dilanjutkan oleh kata "mereka" di 37:47, sehingga kalimat ini tidak menyatakan bahwa mereka tidak minum. Peniadaan itu menyangkut akibatnya. Ayat 37:48 kemudian membuka gambaran tentang yang berada di sisi mereka, sehingga pembicaraan beralih dari benda yang diedarkan ke pihak yang menyertai para penghuni. Ayat 37:45 dan 37:46 berakhir dengan koma dan 37:47 berakhir dengan titik, sehingga ketiganya terbaca sebagai satu kalimat yang selesai di sini.
Renungan dan Hikmah
- Di 52:23 gelas yang saling diulurkan disertai penafian "tidak ada perkataan sia-sia di dalamnya dan tidak ada dosa", dan beberapa ayat sesudahnya, di 52:27, para penghuni berkata, "maka Allah menganugerahkan karunia kepada kami dan menjaga kami dari azab yang sangat panas". Ayat 52:23 meniadakan hal yang menyangkut ucapan, sedangkan 37:47 meniadakan yang membahayakan dan mabuk, sehingga isi keduanya tidak disamakan. Dapat dicatat bahwa dalam gambaran jamuan di surah 52, ucapan yang dikutip dari para penghuni memuat pengakuan kepada Allah. Pembaca dapat bertanya, dalam percakapan yang berlangsung di sekitar makanan dan minuman, ucapan apa yang paling sering keluar, dan adakah di antaranya yang berupa pengakuan seperti di 52:27?
- Di 56:19 dari isi gelas ditiadakan "pening" dan "mabuk", dan di 37:47 "yang membahayakan" dan "mabuk". Kata mabuk sama di keduanya, sedangkan kata pertamanya berbeda, dan 37:47 tidak merinci apa yang membahayakan itu. Kedua ayat berdiri dalam konteksnya masing-masing. Dapat dibaca bahwa peniadaan disebut berpasangan, dengan bagian pertama yang berganti-ganti dan bagian kedua yang tetap, yaitu mabuk. Pembaca yang membayangkan sesuatu yang sangat menyenangkan dapat bertanya, akibat apa yang paling dicemaskannya darinya, dan apakah akibat itu termasuk yang ditiadakan dalam gambaran ini?
- Kalimat penafian dua hal juga dipakai di 35:35 untuk tempat kediaman: "di dalamnya tidak menyentuh kami kepenatan, dan tidak pula menyentuh kami kelelahan". Kalimat itu ditulis sebagai ucapan para penghuni yang di 35:34 dimulai dengan "Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami", dan di 35:35 mereka menyebut tempat itu diberikan "dengan karunia-Nya". Ayat 35:35 berbicara tentang kepenatan dan 37:47 tentang bahaya dan mabuk, sehingga keduanya tidak disamakan. Karena kata ganti di 37:47 dapat merujuk pada gelas atau pada taman-taman, bacaan yang mengarahkannya ke taman-taman sejalan dengan bentuk penafian di 35:35. Pembaca dapat bertanya, untuk tempat yang disebutnya rumah, penafian apa yang paling diharapkan tertulis di pintunya?
- Kata ghawlun tertulis sekali di seluruh Al-Qur'an, dan kata ganti di ayat ini dapat merujuk pada gelas atau pada taman-taman. Kedua hal itu menyisakan ruang yang tidak diisi teks, dan terjemahan membiarkannya terbuka dengan kata "yang membahayakan" dan "di dalamnya". Ayat ini menyatakan bahwa tidak ada yang membahayakan di dalamnya, dan jenis bahayanya tidak dikatakan. Pembaca dapat menandai itu sebagai batas pengetahuan teks. Pembaca yang cenderung mengisi kekosongan dengan gambaran yang sudah dimilikinya dapat bertanya, dari mana gambaran itu berasal, dan apakah ayat ini pernah menyebutnya?
- Pembuka (وَلَا هُمْ, wa-laa hum) yang berarti "dan tidak pula mereka" juga dipakai di 10:62 untuk wali-wali Allah, "tidak ada ketakutan atas mereka dan tidak pula mereka bersedih", dan di 10:63 mereka disebut sebagai orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa. Ayat 10:62 meniadakan rasa takut dan sedih, sedangkan 37:47 meniadakan akibat dari isi gelas, sehingga keduanya tidak disamakan. Dapat dicatat bahwa kalimat penafian yang sama dipakai untuk keadaan batin dan untuk akibat dari sesuatu yang dinikmati. Pembaca dapat bertanya, di antara hal yang ingin ditiadakannya dari hidup, mana yang berupa rasa takut, mana yang berupa akibat dari sesuatu yang dinikmati, dan kepada siapa permintaan penafian itu ditujukan?
- Ayat 37:46 menyebut mereka sebagai peminum, dan 37:47 menyatakan mereka tidak mabuk karenanya, sehingga yang ditiadakan adalah akibat dari minum, sedangkan minumnya sendiri tidak dihilangkan. Kata "karenanya" menempatkan gelas sebagai sumber akibat itu. Dapat dibaca bahwa kenikmatan dan akibatnya disebut sebagai dua hal yang dapat dipisahkan. Pembaca dapat bertanya, dari kenikmatan yang sedang dijalaninya, akibat apa yang sudah dikenalnya dan belum pernah dipisahkan darinya?