وَعِنْدَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ عِينٌ

Dan di sisi mereka ada yang menahan pandangannya, bermata indah,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَعِنْدَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِwa-'indahum qaashiraatu th-tharfidan di sisi mereka ada yang menahan pandangannya
  2. عِينٌ'iinunbermata indah

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَعِنْدَهُمْwa-'indahumdan di sisi mereka
  2. قَاصِرَاتُqaashiraatuyang membatasi
  3. الطَّرْفِth-tharfipandangan
  4. عِينٌ'iinunbermata jeli

Inti bacaan

Rangkaian (وَعِنْدَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ, wa-'indahum qaashiraatu th-tharfi) tertulis dua kali di Al-Qur'an (37:48, 38:52), dan bagian (قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ, qaashiraatu th-tharfi) tertulis tiga kali (37:48, 38:52, 55:56).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَعِنْدَهُمْ, wa-'indahum) yang berarti "dan di sisi mereka". Rangkaian (وَعِنْدَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ, wa-'indahum qaashiraatu th-tharfi) muncul dua kali, yaitu di 37:48 dan 38:52. Bagian (قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ, qaashiraatu th-tharfi) muncul tiga kali, yaitu di 37:48, 38:52, dan 55:56, dan di 55:56 bagian itu didahului (فِيهِنَّ, fiihinna) yang berarti "di dalamnya". Di tiap tempat bagian itu disusul keterangan lain: (عِينٌ, 'iinun) di 37:48, (أَتْرَابٌ, atraabun) yang berarti "sebaya umurnya" di 38:52, dan (لَمْ يَطْمِثْهُنَّ, lam yathmitshunna) yang berarti "tidak pernah dijamah" di 55:56.

Kata (قَاصِرَاتُ, qaashiraatu) yang berarti "yang menahan" berbentuk pelaku jamak perempuan, dan kata sesudahnya, (الطَّرْفِ, th-tharfi), berarti "pandangan". Ayat ini tidak memuat kata ganti sesudah tharf. Bentuk "-nya" pada "pandangannya" ditambahkan oleh terjemahan, karena bentuk pelaku pada qaashiraatu menunjuk mereka sendiri yang menahan. Kata tharf dalam bentuk-bentuk ini muncul enam kali: (الطَّرْفِ, th-tharfi) tiga kali di 37:48, 38:52, dan 55:56; (طَرْفُهُمْ, tharfuhum) di 14:43 yang berarti "kedipan mata mereka"; (طَرْفُكَ, tharfuka) di 27:40 yang oleh terjemahan ditulis "matamu berkedip"; dan (طَرْفٍ, tharfin) di 42:45 yang berarti "pandangan". Di 37:48, 38:52, dan 55:56 pandangan itu menjadi sesuatu yang ditahan, sedangkan di 14:43 pandangan itu tidak kembali kepada pemiliknya. Bentuk lain dari akar ق-ص-ر, (مَقْصُورَاتٌ, maqshuuraatun), tertulis sekali di 55:72 dan diterjemahkan "yang terpelihara", sehingga bentuk itu berbeda dari "yang menahan": yang pertama dikenai tindakan tanpa pelaku yang disebut, yang kedua melakukannya sendiri.

Kata (عِينٌ, 'iinun) berakar ع-ي-ن, akar yang sama dengan (عَيْنٌ, 'aynun) yang berarti "mata" dan "mata air". Bentuk persis 'iinun muncul dua kali, yaitu di 37:48 dan 56:22, dan dengan akhiran lain, (عِينٍ, 'iinin), muncul dalam (بِحُورٍ عِينٍ, bi-huurin 'iinin) di 44:54 dan 52:20. Kata itu karenanya muncul di empat ayat, yaitu 37:48, 44:54, 52:20, dan 56:22, dan semuanya menggambarkan balasan. Di 56:22 kata itu menyifati (حُورٌ, huurun) dalam (وَحُورٌ عِينٌ, wa-huurun 'iinun), tetapi di 37:48 kata benda yang disifati tidak tertulis. Arti "indah" tidak dapat dibuktikan dari kata itu sendiri, dan terjemahan "bermata indah" mempertahankan unsur mata dari akarnya serta membaca sifatnya dari konteks keempat ayat tersebut, tanpa menyebut ukuran atau warna mata.

Ayat ini tidak menyebut siapa yang berada di sisi mereka, berapa jumlahnya, atau apa hubungannya dengan para penghuni. Keterangan "sebaya umurnya" di 38:52 dan "tidak pernah dijamah" di 55:56 berdiri di ayatnya masing-masing, dan keduanya tidak dibawa ke 37:48.

Tafsiran

Ayat ini menghadirkan pihak baru dalam gambaran: sesudah tempat, dipan, gelas, dan isinya, kini disebut yang berada di sisi para penghuni. Pihak itu digambarkan lewat dua sifat tanpa nama. Sifat pertama menyangkut sikap, yaitu menahan pandangan, dan sifat kedua menyangkut rupa, yaitu bermata indah, sehingga sikap disebut lebih dahulu.

Urutan itu berulang di tempat lain. Pada ketiga ayat yang memuat (قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ, qaashiraatu th-tharfi), yaitu 37:48, 38:52, dan 55:56, sikap menahan pandangan selalu disebut pertama, lalu keterangan lain menyusul: bermata indah di 37:48, sebaya umurnya di 38:52, dan tidak pernah dijamah oleh manusia maupun jin sebelum mereka di 55:56. Ketiga keterangan susulan itu berlainan dan masing-masing berdiri dalam ayatnya sendiri.

Dalam alur surah, 37:48 berakhir dengan koma, dan 37:49 menyusulnya dengan (كَأَنَّهُنَّ, ka-annahunna) yang berarti "seakan-akan mereka", kata ganti jamak perempuan yang menunjuk pihak yang disebut di 37:48. Kata ka-annahunna tertulis dua kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 37:49 dan 55:58, dan di keduanya ia menyusul bagian qaashiraatu th-tharfi, sedangkan 38:52 tidak memuat perumpamaan. Sesudah itu 37:50 beralih ke percakapan antara para penghuni, sehingga 37:48 dan 37:49 menjadi bagian penutup dari gambaran benda dan pendamping sebelum percakapan dimulai.

Renungan dan Hikmah

  • Di 37:48, 38:52, dan 55:56 sikap menahan pandangan disebut lebih dahulu, lalu keterangan lain menyusul: bermata indah, sebaya umurnya, atau tidak pernah dijamah. Ketiga ayat itu berdiri dalam konteksnya masing-masing dan keterangan susulannya berlainan, sehingga tidak disatukan. Dapat dicatat bahwa dalam ketiganya urutan penyebutan tidak berubah. Pembaca yang pernah memperkenalkan seseorang kepada orang lain dapat bertanya, keterangan apa yang diucapkan lebih dahulu, sikapnya atau rupanya, dan apa yang diperlihatkan urutan itu tentang hal yang dianggap paling penting?
  • Di 55:72 akar yang sama muncul dalam bentuk lain, (مَقْصُورَاتٌ, maqshuuraatun), yang berarti "yang terpelihara", untuk bidadari-bidadari dalam kemah-kemah, sedangkan di 37:48 bentuknya pelaku, "yang menahan". Perbedaan itu dapat dibaca sebagai dua arah: ada yang menahan atas kehendak sendiri dan ada yang dipelihara oleh keadaan sekitarnya. Ayat 55:72 dan 37:48 berbicara tentang golongan yang digambarkan dengan cara berbeda, sehingga tidak disamakan. Pembaca dapat bertanya, sikap yang selama ini dijaganya berasal dari dirinya sendiri yang menahan, atau dari keadaan di sekitarnya yang memelihara?
  • Di 24:30 ayat itu meminta laki-laki yang beriman "menjaga pandangannya", dan 24:31 meminta hal yang sama kepada perempuan yang beriman, lalu 24:30 ditutup dengan "Sesungguhnya Allah waskita terhadap apa yang mereka perbuat". Kata Arab untuk menjaga pandangan di 24:30, (يَغُضُّوا, yaghudhdhuu), berbeda dari qaashiraatu di 37:48, dan 24:30 berbicara kepada orang di dunia sedangkan 37:48 menggambarkan pihak yang berada di sisi para penghuni. Keduanya tidak disamakan. Dapat dicatat bahwa dua ayat memakai dua kata yang berlainan untuk sikap yang sama-sama diterjemahkan sebagai menjaga atau menahan pandangan. Pembaca dapat bertanya, ke mana pandangannya paling sering pergi sebelum disadari, dan apa artinya bahwa Allah disebut waskita terhadap hal itu di 24:30?
  • Di 14:42 Allah disebut tidak lalai terhadap apa yang diperbuat orang-orang zalim, dan 14:43 menggambarkan hari ketika mata mereka terbelalak: "kedipan mata mereka tidak kembali kepada mereka". Kata tharf yang sama menamai pandangan yang ditahan di 37:48 dan pandangan yang tidak kembali di 14:43. Kedua ayat itu berbicara tentang pihak yang berbeda, sehingga tidak disamakan. Dapat dicatat bahwa pandangan muncul sebagai sesuatu yang ditahan oleh pemiliknya dan sebagai sesuatu yang tidak lagi dapat dikendalikan. Pembaca dapat bertanya, kapan terakhir pandangannya dapat dialihkan dengan sengaja, dan kapan terbawa begitu saja ke arah yang tidak dipilihnya?
  • Kata 'inda dipakai di 37:48 untuk pihak yang berada di sisi para penghuni, dan di 68:34 untuk taman-taman yang berada di sisi Tuhan mereka, yaitu (عِنْدَ رَبِّهِمْ, 'inda rabbihim). Ayat 68:34 berbicara tentang orang-orang yang bertakwa dan 37:48 tentang pihak yang menyertai para penghuni, sehingga keduanya tidak disamakan. Dapat dicatat bahwa kata yang sama menandai dua kedekatan, yaitu kedekatan kepada sesama dan kedekatan kepada Tuhan. Pembaca dapat bertanya, siapa saja yang berada di sisinya setiap hari, dan apakah di antara mereka ada yang membuatnya mengingat sisi Tuhan yang disebut di 68:34?
  • Pihak yang disebut di 37:48 tidak diberi nama, jumlah, atau asal, dan digambarkan lewat dua sifat yang berurutan. Ayat ini tidak menilai cara menggambarkan orang dengan nama, jabatan, atau asal, dan hanya memperlihatkan satu cara lain. Bila pembaca diminta menggambarkan seseorang tanpa menyebut nama, jabatan, atau asal, sifat apa yang akan disebut lebih dahulu, dan berapa sifat yang sudah cukup? Pertanyaan itu menyangkut cara pembaca memandang orang di sekitarnya, dan 37:48 tidak menjawabnya, karena ayat itu hanya memuat dua sifat tersebut.