كَأَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَكْنُونٌ
seakan-akan mereka telur yang tersimpan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- كَأَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَكْنُونٌka-annahunna baydhun maknuununseakan-akan mereka telur yang tersimpan
Terjemahan per kata (3 kata)
- كَأَنَّهُنَّka-annahunnaseakan-akan mereka
- بَيْضٌbaydhuntelur
- مَكْنُونٌmaknuununyang tersimpan
Inti bacaan
Kata (بَيْضٌ, baydhun) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:49.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (كَأَنَّهُنَّ, ka-annahunna) yang berarti "seakan-akan mereka". Kata ini tersusun dari (كَأَنَّ, ka-anna) yang berarti "seakan-akan" dan akhiran (هُنَّ, -hunna) yang berarti "mereka" untuk jamak perempuan. Bentuk persis ka-annahunna muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:49 dan 55:58. Di 55:58 bunyinya (كَأَنَّهُنَّ الْيَاقُوتُ وَالْمَرْجَانُ, ka-annahunna l-yaaquutu wa-l-marjaanu) yang berarti "seakan-akan mereka yakut dan marjan". Kedua ayat itu menyusul (قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ, qaashiraatu th-tharfi) yang berarti "yang menahan pandangannya", frasa yang muncul tiga kali, yaitu di 37:48, 38:52, dan 55:56. Di 38:52 frasa itu berlanjut tanpa perumpamaan, sedangkan di 37:49 perumpamaan menyusul langsung dan di 55:58 menyusul sesudah satu ayat penyela, yaitu 55:57. Terjemahan memakai "mereka" tanpa menambahkan kata benda seperti "perempuan" atau "bidadari", karena kata benda itu tidak tertulis di 37:48 maupun di 37:49. Ayat ini juga tidak memuat kata kerja, sehingga terjemahan tidak menambahkan "adalah" atau "bagaikan".
Kata (بَيْضٌ, baydhun) yang berarti "telur" muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:49, sehingga artinya tidak bisa dibandingkan dengan ayat lain. Kata ini tanpa kata sandang al-, dan terjemahan memakai "telur" tanpa "itu". Akar ب-ي-ض dipakai di dua belas ayat, yaitu 2:187, 3:106, 3:107, 7:108, 12:84, 20:22, 26:33, 27:12, 28:32, 35:27, 37:46, dan 37:49. Akar itu juga memuat kata sifat warna, misalnya (بَيْضَاءَ, baydhaa'a) yang berarti "putih" di 37:46, yaitu sesudah gelas yang diedarkan di 37:45, dan (بَيْضَاءَ مِنْ غَيْرِ سُوءٍ, baydhaa'a min ghayri suu'in) yang berarti "putih tanpa cacat" di 20:22. Data morfologi menaruh baydhun dan baydhaa'a pada akar yang sama, tetapi 37:49 tidak memuat kata warna, sehingga terjemahan tidak menambahkan "putih" pada telur itu.
Kata (مَكْنُونٌ, maknuunun) yang berarti "yang tersimpan" berakar ك-ن-ن. Bentuknya menyebut benda yang disimpan, dan pihak yang menyimpannya tidak disebut. Bentuk persis maknuunun muncul dua kali, yaitu di 37:49 dan 52:24. Di 52:24 bunyinya (لُؤْلُؤٌ مَكْنُونٌ, lu'lu'un maknuunun) yang berarti "mutiara yang tersimpan", sehingga kata sifat yang sama menyifati mutiara di sana dan telur di 37:49. Kata yang sama dengan akhiran berbeda ada di (الْمَكْنُونِ, l-maknuuni) yang berarti "yang tersimpan" di 56:23, dan di (مَكْنُونٍ, maknuunin) di 56:78, tempat kata itu menyifati sebuah kitab. Seluruhnya kata ini terdapat di empat ayat, yaitu 37:49, 52:24, 56:23, dan 56:78.
Akar ك-ن-ن muncul di dua belas ayat, yaitu 2:235, 6:25, 16:81, 17:46, 18:57, 27:74, 28:69, 37:49, 41:5, 52:24, 56:23, dan 56:78. Di delapan ayat selain keempat ayat bentuk maknuun, akar ini menyangkut sesuatu yang berada di dalam atau di balik penutup. Hati berada di balik (أَكِنَّةً, akinnatan) yang berarti "penutup" di 6:25, dan bentuk yang sama ada di 17:46 dan 18:57, sedangkan 41:5 memakai (أَكِنَّةٍ, akinnatin) dengan akhiran berbeda. Isi dada disebut dalam (مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ, maa tukinnu shuduuruhum) yang berarti "apa yang disembunyikan dada mereka" di 27:74, dan bunyi itu terulang di 28:69. Di 2:235 kata kerjanya bersama (فِي أَنْفُسِكُمْ, fii anfusikum) yang berarti "dalam diri kalian". Di 16:81 (أَكْنَانًا, aknaanan) yang berarti "tempat-tempat tertutup" disebut di antara hal-hal yang Allah jadikan bagi manusia. Dari pola itu terjemahan memakai "tersimpan" untuk maknuunun: kata itu menyatakan benda yang berada di dalam sesuatu, dan penutupnya tidak harus disebut. Ayat 37:49 tidak menyebut apa pun yang menutupi telur itu, sehingga terjemahan tidak menambahkan keterangan tempat.
Tafsiran
Ayat ini memberi pendamping di taman sebuah perumpamaan yang berbeda dari perumpamaan serupa di ayat lain. Dari 37:41 sampai 37:48 gambaran taman disusun dari rezeki, buah-buahan, taman, dipan yang berhadapan, gelas yang diedarkan, minuman yang tidak membahayakan, dan pendamping yang menahan pandangannya, dan tak satu pun dari ayat-ayat itu memuat kata pembanding. Perumpamaan pertama datang di 37:49. Kata gantinya juga berganti. Ayat 37:42 memakai -hum, seperti pada (وَهُمْ مُكْرَمُونَ, wa-hum mukramuuna) yang berarti "dan mereka orang-orang yang dimuliakan", sedangkan 37:49 memakai (هُنَّ, -hunna), jamak perempuan, yang menunjuk kelompok di 37:48.
Tiga ayat lain membandingkan pendamping atau pelayan di taman dengan benda. Di 52:24 anak-anak muda yang berkeliling disamakan dengan mutiara yang tersimpan, di 56:23 bidadari yang disebut di 56:22 disamakan dengan mutiara yang tersimpan, dan di 55:58 pendamping yang menahan pandangannya disamakan dengan yakut dan marjan. Telur hanya dipakai di 37:49. Keempat ayat itu tidak menyebut segi persamaannya secara langsung. Tiga di antaranya memberi benda pembanding sifat tersimpan, sedangkan 55:58 tidak memberi sifat apa pun, dan segi seperti warna atau bentuk tidak tertulis di ayat mana pun. Pembaca perlu menahan diri agar tidak mengisi segi itu dari luar ayat.
Sesudah ayat ini gambaran benda berhenti. Ayat 37:50 sampai 37:60 memuat percakapan dan apa yang dilihat salah seorang penghuni, dan tak satu pun dari ayat-ayat itu memuat perumpamaan. Perumpamaan di 37:49 karena itu menjadi gambaran terakhir dari rangkaian taman sebelum cerita dimulai.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 37:49 membandingkan mereka dengan telur yang tersimpan tanpa menyebut segi persamaannya, sehingga dua pembaca dapat membawa dua gambar berbeda dari ayat yang sama. Gambar itu dapat dibentuk oleh pengalaman masing-masing pembaca dengan telur, tidak oleh kata yang tertulis. Sebelum ayat ini, 37:40 menyebut mereka yang memperoleh gambaran taman itu sebagai hamba-hamba Allah yang dimurnikan, dan sifat itu tertulis, sedangkan segi persamaan telur tidak tertulis. Pembaca dapat memeriksa gambar taman yang dibawanya sebelum membaca ayat ini: berapa bagian darinya tertulis di ayat, dan berapa bagian yang ditambahkan ingatannya sendiri?
- Akar yang sama dengan maknuunun dipakai di 27:74 dan 28:69 untuk apa yang tersimpan di dalam dada, dan di kedua ayat itu yang mengetahuinya adalah Tuhan: Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan dada mereka dan apa yang mereka nyatakan. Ayat 37:49 membicarakan benda yang tersimpan, sedangkan 27:74 dan 28:69 membicarakan isi dada, sehingga keduanya tidak disamakan. Satu pembacaan dapat dicoba: sesuatu yang tersimpan, entah benda atau isi dada, tetap berada dalam pengetahuan Tuhan menurut dua ayat itu. Pembaca dapat bertanya, apa yang disimpannya dalam diri sendiri hari ini tanpa pernah dinyatakan kepada siapa pun, dan apakah isi itu terasa berbeda bila dibaca sebagai sesuatu yang diketahui Tuhan?
- Ayat 16:81 menyebut tempat-tempat tertutup di gunung-gunung di antara hal-hal yang Allah jadikan bagi manusia, bersama tempat bernaung dan pakaian, lalu menutup daftar itu dengan pernyataan bahwa Dia menyempurnakan nikmat-Nya. Akar kata yang di 37:49 menjadi "tersimpan" dipakai di sana untuk tempat berlindung. Dua ayat itu berbicara tentang hal yang berbeda, yaitu perlindungan di dunia dan perumpamaan tentang pendamping di taman, sehingga keduanya tidak saling menafsirkan. Di 16:81 keadaan terlindung muncul sebagai bagian dari nikmat yang Allah berikan. Pembaca dapat menghitung perlindungan yang pernah diterimanya tanpa pernah memintanya, dan menimbang kepada siapa 16:81 menyandarkannya.
- Mutiara yang tersimpan di 52:24 dan 56:23 serta telur yang tersimpan di 37:49 memakai kata sifat yang sama untuk benda yang berbeda, dan yakut serta marjan di 55:58 memakai benda lain lagi. Empat ayat itu memberi empat gambar untuk keadaan yang serupa, dan tidak ada ayat yang menyatukannya menjadi satu gambar baku. Pembaca tidak diminta memilih satu di antaranya sebagai yang paling benar, karena tiap ayat berdiri dengan benda pilihannya sendiri. Gambar mana yang paling cepat muncul di benak pembaca ketika membaca kata tersimpan, dan apa yang dikatakan kecepatan itu tentang kebiasaannya membaca?
- Di 55:56 sampai 55:59 perumpamaan ka-annahunna di 55:58 diapit dua ayat yang bunyinya sama, yaitu 55:57 dan 55:59, yang menanyakan nikmat Tuhan kalian mana yang kalian berdua dustakan. Pertanyaan itu ditujukan kepada dua pihak yang diajak bicara, dan bunyinya tidak ada di 37:48 sampai 37:50. Ayat 37:49 menaruh perumpamaan yang sama bentuknya tanpa pertanyaan penyela. Pembaca dapat menimbang bagaimana perumpamaan itu terbaca dengan pertanyaan penyela dan tanpanya, dan kapan terakhir pembaca menanyai diri sendiri nikmat Tuhan mana yang didustakannya?
- Ayat 37:49 memakai kata ganti yang berbeda dari ayat-ayat di sekitarnya: 37:42 dan 37:47 memakai -hum, dan 37:49 memakai (هُنَّ, -hunna). Pembaca yang membaca cepat dapat menganggap "mereka" di 37:49 sebagai penghuni yang sama dengan 37:42, padahal kata gantinya menunjuk kelompok yang disebut di 37:48. Kejelasan siapa yang dimaksud di sebuah ayat bergantung pada kata ganti yang sering terlewat. Di ayat lain, kapan pembaca terbawa oleh kata "mereka" tanpa memeriksa siapa yang dimaksud?