قَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ إِنِّي كَانَ لِي قَرِينٌ
Berkatalah salah seorang di antara mereka, “Sesungguhnya aku dahulu mempunyai seorang teman,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْqaala qaa'ilun minhumberkatalah salah seorang di antara mereka
- إِنِّي كَانَ لِي قَرِينٌinnii kaana lii qariinunsesungguhnya aku dahulu mempunyai seorang teman
Terjemahan per kata (7 kata)
- قَالَqaalaberkata
- قَائِلٌqaa'ilunseorang yang berkata
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- كَانَkaanaada
- لِيliibagiku
- قَرِينٌqariinunpendamping
Inti bacaan
Seseorang mengenang 'teman' yang dulu dimilikinya, pengingat bahwa hubungan pertemanan duniawi tetap menjadi kenangan yang relevan bahkan di kehidupan berikutnya.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini membuka kutipan berlapis: seorang penghuni taman bercerita, dan di dalam ceritanya nanti akan ada kutipan kedua (ucapan sang teman). Tanda kutip ganda (“) dipakai untuk lapisan luar, tanda kutip tunggal (‘) untuk lapisan dalam, sesuai konvensi kutipan bersarang.
Tafsiran
Ayat ini membuka kisah dialog antar-penghuni taman: salah seorang mulai bercerita tentang seorang teman semasa hidup di dunia yang dahulu meragukan kebangkitan.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam percakapan di dalam taman. Bukan cuma kenikmatannya. Yang digambarkan orang-orang yang masih saling bercerita.
- Yang diceritakan seorang teman dari dunia. Bukan amalnya. Yang teringat di tempat itu justru orang lain.
- Allah merekam ia menyebut dahulu mempunyai. Sudah lewat. Pertemanannya disebut sebagai sesuatu yang pernah ada.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, k-w-n, q-r-n): qaa'il diterjemahkan 'yang berkata' (akar q-w-l); qariin diterjemahkan 'teman' (akar q-r-n). gloss '(di dunia)' dibuang.