يَقُولُ أَإِنَّكَ لَمِنَ الْمُصَدِّقِينَ

yang berkata, ‘Apakah engkau benar-benar termasuk orang-orang yang membenarkan?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. يَقُولُyaquuluyang berkata
  2. أَإِنَّكَ لَمِنَ الْمُصَدِّقِينَa-innaka la-mina l-mushaddiqiinaapakah engkau benar-benar termasuk orang-orang yang membenarkan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. يَقُولُyaquuluberkata
  2. أَإِنَّكَa-innakaapakah sesungguhnya engkau
  3. لَمِنَla-minasungguh termasuk
  4. الْمُصَدِّقِينَl-mushaddiqiinaorang-orang yang membenarkan

Inti bacaan

Kata (أَإِنَّكَ, a-innaka) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 12:90 dan 37:52.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (يَقُولُ, yaquulu) yang berarti "yang berkata". Kata kerja ini berakar ق-و-ل, berbentuk sedang berlangsung, dan menunjuk satu pelaku laki-laki. Ayat 37:51 memakai bentuk lampau (قَالَ, qaala) yang berarti "berkatalah" untuk penutur. Terjemahan memakai "yang berkata" supaya kata kerja ini terbaca sebagai keterangan bagi teman di 37:51. Alasannya ada di kutipan sesudahnya: kata (أَإِنَّكَ, a-innaka) memuat -ka yang berarti "engkau", dan penutur di 37:51 berbicara tentang temannya dengan kata "aku", sehingga "engkau" menunjuk penutur dan pelaku kata kerja ini adalah teman itu. Terjemahan tidak menambahkan "dahulu" atau "selalu", karena bentuk sedang berlangsung tidak menyatakan sekali atau berulang, dan ayat ini tidak menyebut berapa kali ucapan itu diucapkan.

Kata (أَإِنَّكَ, a-innaka) yang berarti "apakah engkau" tersusun dari (أَ, a) yang berarti "apakah", (إِنَّ, inna), dan (كَ, -ka) yang berarti "engkau". Bentuk persis a-innaka muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 12:90 dan 37:52. Di 12:90 bunyinya (أَإِنَّكَ لَأَنْتَ يُوسُفُ, a-innaka la-anta Yuusufu) yang berarti "apakah engkau benar-benar Yusuf", dan di 37:52 bunyinya (أَإِنَّكَ لَمِنَ, a-innaka la-mina) yang berarti "apakah engkau benar-benar termasuk". Di dua ayat itu huruf (لَ, la-) yang berarti "benar-benar" menyusul a-innaka, dan terjemahan memakai "benar-benar" untuk keduanya. Isi kedua pertanyaan berlainan, karena yang satu menanyakan siapa orang yang diajak bicara dan yang lain menanyakan golongan orang yang diajak bicara, sehingga keduanya tidak saling menafsirkan. Kata inna tidak diterjemahkan "sesungguhnya" di dalam kalimat tanya, sebab "apakah ... benar-benar" sudah memuat penekanannya.

Kata (الْمُصَدِّقِينَ, l-mushaddiqiina) yang berarti "orang-orang yang membenarkan" berakar ص-د-ق. Bentuk jamak ini muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:52. Bentuk tunggalnya, seperti (مُصَدِّقًا لِمَا, mushaddiqan li-maa) yang berarti "sebagai pembenar bagi apa yang" di 2:41, muncul di tujuh belas ayat, dan di empat belas di antaranya disusul (لِمَا, li-maa) yang menyebut apa yang dibenarkan, yaitu 2:41, 2:89, 2:91, 2:97, 2:101, 3:3, 3:50, 3:81, 4:47, 5:46, 5:48, 35:31, 46:30, dan 61:6. Tiga ayat lain, yaitu 3:39, 6:92, dan 46:12, tidak memakai li-maa. Di 37:52 kata itu berdiri tanpa objek, sehingga terjemahan tidak menambahkan "kebangkitan" atau "hari akhir"; isi ucapan teman itu baru tampak di 37:53.

Kata kerja dari akar yang sama ada di surah yang sama, yaitu (وَصَدَّقَ الْمُرْسَلِينَ, wa-shaddaqa l-mursaliina) yang berarti "dan membenarkan para rasul" di 37:37 dan (قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا, qad shaddaqta r-ru'yaa) yang berarti "sungguh, engkau telah membenarkan mimpi" di 37:105. Di dua ayat itu yang dibenarkan disebut, yaitu para rasul dan mimpi, dan terjemahan memakai "membenarkan" di keduanya serta di 37:52. Bentuk jamak yang bunyinya hampir sama, (الْمُصَّدِّقِينَ, l-mushshaddiqiina) di 57:18, berasal dari kata kerja lain menurut data morfologi dan diterjemahkan "orang-orang yang bersedekah", sehingga 37:52 dan 57:18 tidak disamakan.

Tafsiran

Ayat ini membawa percakapan masuk ke lapisan kedua. Penutur di 37:51 sedang bercerita. Di 37:52 penutur mengutip ucapan temannya, dan kutipan di dalam kutipan itu berlangsung sampai 37:53. Isi ayat ini satu pertanyaan tentang pembenaran, dan alasan pertanyaan itu baru tertulis di 37:53. Pertanyaan yang berhenti sebelum alasannya membuat pembaca menunggu seperti pendengar cerita menunggu.

Ucapan keraguan yang di 37:53 diucapkan teman itu mirip ucapan banyak orang di 37:16. Dua ayat itu berada di surah yang sama dan kalimat pembukanya sama sampai kata terakhir. Di 37:15 orang-orang itu juga disebut mengatakan bahwa ini sihir yang nyata, dan di 37:18 jawaban atas ucapan mereka satu kata, "Ya", disusul pernyataan bahwa mereka akan terhina. Dengan 37:52 dan 37:53, ucapan keraguan yang mirip muncul lagi dari mulut satu orang dekat, tidak dari keramaian.

Pertanyaan di 37:52 menanyakan keadaan penutur, yaitu apakah penutur termasuk orang-orang yang membenarkan, sedangkan 37:53 baru menyebut isi yang diragukan. Ayat 37:56 dan 37:57 dapat dibaca sebagai tanggapan atas pertanyaan itu: penutur berkata bahwa temannya hampir mencelakakannya dan bahwa sekiranya nikmat Tuhannya tidak ada, dirinya termasuk orang-orang yang dihadirkan. Teks tidak mencatat apakah penutur menjawab teman itu ketika pertanyaan diajukan, dan yang tertulis adalah ucapan penutur di dua ayat tersebut.

Renungan dan Hikmah

  • Pertanyaan di 37:52 menanyakan apakah penutur benar-benar termasuk orang-orang yang membenarkan, dan pertanyaan itu tidak bisa dijawab dengan menyebut sebuah fakta. Pertanyaan semacam itu menempatkan penutur sebagai orang yang keyakinannya digugat oleh seseorang yang dekat. Ayat 12:90 memakai susunan pertanyaan yang sama untuk hal lain, yaitu mengenali seseorang, dan keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat bertanya, siapa yang pernah menggugat keyakinannya dengan cara itu, dan apakah jawabannya berupa kata-kata atau berupa cara hidup?
  • Ayat 37:52 menanyakan pembenaran tanpa menyebut apa yang dibenarkan, dan isinya baru tertulis di 37:53. Di 37:37 yang dibenarkan disebut, yaitu para rasul, dan di 37:105 yang dibenarkan berupa mimpi. Pembaca yang diminta mengiyakan sesuatu sebelum mendengar isinya berada dalam keadaan yang sama dengan pendengar di 37:52: kata ya sudah ditunggu sebelum objeknya tiba. Pembaca dapat menimbang berapa kali sudah dijawabnya ya atas sebuah ajakan sebelum mendengar apa yang diajakkan, dan apa yang membuatnya berani menjawab begitu?
  • Ucapan keraguan di 37:53 hampir sama dengan ucapan orang-orang di 37:16, tetapi di 37:16 banyak orang berbicara dan di 37:53 satu teman berbicara. Keraguan yang sama sampai kepada penutur lewat orang yang dikenalnya. Adegan di 37:16 dan di 37:53 berlainan, dan keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat menimbang bahwa sebuah ucapan lama tidak berubah isinya ketika pindah dari keramaian ke satu orang, tetapi cara terdengarnya berubah. Dari mulut siapa sebuah keraguan terdengar paling berat bagi pembaca?
  • Pertanyaan di 37:52 memakai kata termasuk: apakah engkau termasuk orang-orang yang membenarkan. Jawaban penutur di 37:57 memakai kata yang sama: sekiranya nikmat Tuhanku tidak ada, pastilah aku termasuk orang-orang yang dihadirkan. Pertanyaan menanyakan golongan, dan jawaban menyebut golongan lain beserta sebabnya, yaitu nikmat Tuhan. Jawaban yang tertulis tidak memakai kata benar atau salah, dan menyebut golongan serta sebab. Pembaca dapat bertanya, golongan mana yang akan disebutnya bila ditanya hal yang sama, dan sebab apa yang akan disandarkannya kepada Tuhan?
  • Di 50:27 teman yang menyertai seseorang berkata, "Tuhan kami, aku tidak membuatnya melampaui batas." Teman itu berbicara kepada Tuhan, dan di 37:52 teman berbicara kepada penutur. Dua teman itu berada dalam kisah yang berlainan, sehingga keduanya tidak disamakan. Satu pembacaan dapat dicoba: kepada siapa sebuah ucapan diarahkan ikut menentukan isinya. Ucapan yang diarahkan kepada Tuhan memakai kata kami dan menyebut tanggung jawab, sedangkan ucapan di 37:52 mengarah kepada seseorang dan menanyakan keyakinannya. Pembaca dapat bertanya, ucapannya sendiri hari ini lebih banyak mengarah kepada siapa?
  • Ayat 82:19 menyebut hari ketika seseorang tidak berkuasa apa pun bagi orang lain, dan menambahkan bahwa urusan pada hari itu milik Allah. Pertanyaan teman di 37:52 mempersoalkan keyakinan penutur, dan 82:19 menaruh kuasa atas urusan di tangan Allah. Dua ayat itu berbicara tentang hal yang berbeda, karena 37:52 adalah ucapan seorang teman dan 82:19 adalah pernyataan tentang sebuah hari. Satu pembacaan dapat dicoba: seorang teman dapat menanyakan keyakinan, tetapi tidak dapat mengambil alih urusan yang di 82:19 disebut milik Allah. Pembaca dapat bertanya, urusan apa dalam hidupnya yang selama ini diperlakukannya seperti miliknya sendiri?