أَإِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَإِنَّا لَمَدِينُونَ
Apabila kami telah mati dan menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibalas?’”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَإِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًاa-idzaa mitnaa wa-kunnaa turaaban wa-'izhaamanapabila kami telah mati dan menjadi tanah dan tulang-belulang
- أَإِنَّا لَمَدِينُونَa-innaa la-madiinuunaapakah kami benar-benar akan dibalas
Terjemahan per kata (7 kata)
- أَإِذَاa-idzaaapakah apabila
- مِتْنَاmitnaakami mati
- وَكُنَّاwa-kunnaadan kami adalah
- تُرَابًاturaabantanah
- وَعِظَامًاwa-'izhaamandan tulang-belulang
- أَإِنَّاa-innaaapakah sesungguhnya kami
- لَمَدِينُونَla-madiinuunabenar-benar akan dibalas
Inti bacaan
Pertanyaan sinis yang mengulang skeptisisme klasik: 'apabila kami telah mati. apakah kami akan dimintai pertanggungjawaban?', pola ejekan terhadap keyakinan akhirat yang familiar diulang lewat mulut teman dekat.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(lalu)' dan '(akan dibangkitkan untuk)' tidak dipakai sepenuhnya. 'La-madiinuuna' (akar dyn, bentuk pasif) diterjemahkan 'akan dibalas': pemakaian akar dyn di sini memakai makna leksikal 'pembalasan/pengadilan', konsisten dengan nuansa 'yawm ad-diin' di 37:20, bukan makna 'ketaatan' yang berlaku pada konteks jalan-hidup/sistem-nilai. Ayat ini menutup dua lapisan kutipan sekaligus: kutipan dalam (ucapan sang teman, dibuka 37:52) dan kutipan luar (cerita penutur, dibuka 37:51); keduanya berakhir bersamaan pada kalimat tanya retoris yang sama.
Tafsiran
Ayat ini menutup ucapan sang teman dengan inti keraguannya: penolakan terhadap gagasan pembalasan setelah kematian dan kehancuran jasad menjadi debu.
Renungan dan Hikmah
- Alasan yang diajukan bertumpu pada yang kasatmata: tanah dan tulang-belulang. Yang tak terlihat tak masuk hitungan. Menolak sesuatu karena tak bisa dibayangkan bagaimana caranya adalah menjadikan daya bayang sendiri sebagai ukuran atas kuasa Allah.
- Ucapan ini bukan dari musuh yang jauh, melainkan dari seorang teman yang dikisahkan dekat. Keraguan yang paling menggoyahkan memang datang dari orang yang duduk di sebelah kita, bukan dari yang berseberangan, sebab dari sana ia tidak terdengar sebagai serangan.
- Kata yang dipakai menyebut dibalas, bukan sekadar dihidupkan kembali. Yang berat baginya bukan gagasan hidup lagi, melainkan gagasan diperhitungkan. Sebagian besar penolakan atas hari akhir sebenarnya penolakan atas satu bagiannya saja, dan Allah menyebut bagian itu dengan tepat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain menerjemahkan diin di sini sbg 'pembalasan/balasan'. terjemahan ini menyeragamkan ke 'pertanggungjawaban' lintas 87 ayat akar diin. Rollout kelompok (b) akar diin. Penyeragaman 'pertanggungjawaban' menegakkan Prinsip #1 (konsistensi leksikal) & menyanggah reduksi 'agama=institusi'. PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn kata diin ditukar. ”' akar d-y-n (dyn), sense 'balasan/perhitungan'. Diverifikasi corpus Leeds (root dyn). Konvensi terjemahan ini: diin diterjemahkan 'pertanggungjawaban' (kata payung; definisi-jangkar & entri kanonik 1:4).