قَالَ هَلْ أَنْتُمْ مُطَّلِعُونَ

Ia berkata, “Maukah kalian menengok?”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قَالَqaalaia berkata
  2. هَلْ أَنْتُمْ مُطَّلِعُونَhal antum muththali'uunamaukah kalian menengok

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. هَلْhalapakah
  3. أَنْتُمْantumkalian
  4. مُطَّلِعُونَmuththali'uunaorang-orang yang melihat

Inti bacaan

Susunan (هَلْ أَنْتُمْ مُطَّلِعُونَ, hal antum muththali'uuna) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:54.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (قَالَ, qaala) yang berarti "ia berkata". Kata kerja ini berbentuk lampau untuk satu pelaku laki-laki, dan ayat tidak menyebut namanya. Sejak 37:51 satu penutur dikutip dengan sebutan (قَائِلٌ, qaa'ilun) yang berarti "seseorang yang berkata", dan kutipan teman di 37:52 sampai 37:53 sudah ditutup, sehingga kutipan baru dibuka di 37:54. Terjemahan memakai "Ia" untuk kata ganti pelaku itu dan membuka tanda kutip ganda yang baru.

Kata (هَلْ, hal) yang berarti "apakah" membuka pertanyaan, dan kata (أَنْتُمْ, antum) yang berarti "kalian" menunjuk beberapa orang yang diajak bicara. Susunan (هَلْ أَنْتُمْ, hal antum) muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu di 5:91, 11:14, 14:21, 21:80, 21:108, 26:39, 37:54, dan 40:47. Di semua tempat itu kata pelaku jamak menyusulnya: (مُنْتَهُونَ, muntahuuna) yang berarti "yang berhenti" di 5:91, (مُسْلِمُونَ, muslimuuna) yang berarti "yang berserah diri" di 11:14 dan 21:108, (مُغْنُونَ, mughnuuna) yang berarti "yang mencukupi" di 14:21 dan 40:47, (شَاكِرُونَ, syaakiruuna) yang berarti "yang bersyukur" di 21:80, dan (مُجْتَمِعُونَ, mujtami'uuna) yang berarti "yang berkumpul" di 26:39. Tiap pertanyaan itu menanyakan apakah yang diajak bicara termasuk golongan pelaku sebuah perbuatan, dan di 37:54 golongan itu pelaku menengok. Terjemahan di tempat-tempat itu berbeda menurut maknanya: "tidakkah kalian mau berhenti" di 5:91, "apakah kalian mau berserah diri" di 11:14, "dapatkah kalian mencukupi" di 14:21 dan 40:47, "apakah kalian bersyukur" di 21:80, dan "apakah kalian sudah berkumpul" di 26:39. Terjemahan 37:54 memakai "maukah" seperti "mau" di 5:91 dan 11:14, yang berupa ajakan kepada pendengar. Kata Arab untuk "mau" tidak ada di ayat ini, dan 21:80, 21:108, serta 26:39 tidak memakainya.

Kata (مُطَّلِعُونَ, muththali'uuna) yang berarti "yang menengok" berakar ط-ل-ع, dan bentuk persisnya muncul satu kali di Al-Qur'an. Kata dari akar yang sama dengan pola yang sama muncul di delapan ayat, yaitu 5:13, 18:18, 19:78, 28:38, 37:54, 37:55, 40:37, dan 104:7. Di 37:55 bunyinya (فَاطَّلَعَ فَرَآهُ, fa-ththala'a fa-ra'aahu) yang berarti "maka ia menengok, lalu melihatnya". Kata kerja menengok dan kata kerja melihat berdiri sendiri-sendiri di sana, sehingga terjemahan memakai "menengok" untuk gerakannya dan "melihat" untuk hasilnya. Kata "menengok" juga dipakai di 40:37, (فَأَطَّلِعَ إِلَىٰ إِلَٰهِ مُوسَىٰ, fa-aththali'a ilaa ilaahi muusaa) yang berarti "aku dapat menengok tuhan Musa". Di ayat lain kata kerjanya disusul penunjuk arah atau sasaran, yaitu 'alaa di 5:13, 18:18, dan 104:7, ilaa di 28:38 dan 40:37, dan objek langsung di 19:78. Di 37:54 tidak ada penunjuk arah atau sasaran, sehingga pertanyaannya menanyakan mau tidaknya menengok, dan apa yang akan terlihat baru tertulis di 37:55.

Tafsiran

Ayat ini mengubah cerita dari ucapan yang dikutip menjadi ajakan kepada pendengar. Sampai 37:53 penutur mengutip temannya, dan di 37:54 penutur berbicara dengan suaranya sendiri kepada para penghuni lain, yang di 37:50 saling menghadap dan saling bertanya. Pertanyaan di ayat ini berhenti tanpa jawaban yang dikutip. Ayat 37:55 langsung memuat kata kerja tunggal, (فَاطَّلَعَ, fa-ththala'a) yang berarti "maka ia menengok", dan tidak jamak, sehingga yang tercatat menengok hanya penutur, sedangkan teks tidak mencatat apakah para pendengar ikut menengok atau menolak.

Ajakan ini menjembatani dua hal yang berbeda sifatnya, yaitu cerita yang didengar dan keadaan yang dilihat. Dari 37:51 sampai 37:53 para pendengar hanya mendengar penutur mengutip teman itu, dan di 37:55 penutur melihat teman itu di tengah neraka. Ajakan di 37:54 menjadi titik pindah dari mendengar ke melihat. Urutan 37:54 lalu 37:55 juga menaruh pertanyaan lebih dulu dan tindakan sesudahnya: penutur menawarkan sebelum menengok.

Pertanyaan yang di 37:50 diajukan saling oleh para penghuni sekarang diajukan oleh satu orang kepada banyak orang. Kata kerja saling bertanya di 37:50 jamak, dan di 37:54 penutur bertanya sendiri. Dalam urutan 37:50 sampai 37:55 pembicaraan bergerak dari kelompok yang saling bertanya, ke satu orang yang bercerita, ke satu orang yang mengajak, lalu ke satu orang yang menengok.

Renungan dan Hikmah

  • Penutur di 37:54 bertanya lebih dulu, maukah kalian menengok, dan baru di 37:55 menengok. Urutan itu menaruh pertanyaan kepada orang lain sebelum tindakan sendiri. Ayat tidak menyebut alasan penutur mengajak dan tidak mencatat jawaban pendengarnya. Sesudah menengok, penutur bersumpah dengan nama Allah di 37:56 kepada temannya, sehingga tawaran itu mendahului sumpah di 37:56. Pembaca dapat bertanya, ajakan apa yang pernah ditawarkannya kepada orang lain sebelum bertindak sendiri, dan apakah ajakan itu menunggu jawaban?
  • Ayat 37:54 tidak diikuti jawaban pendengar, dan 37:55 langsung memuat kata kerja tunggal, maka menengok. Pendengar yang tidak dicatat itu tetap berada di dalam adegan. Di 37:50 mereka saling bertanya, di 37:54 mereka menjadi pihak yang ditanya, dan jawaban mereka tidak dikutip. Teks tidak memutuskan apakah mereka menengok, menolak, atau diam. Pembaca dapat menimbang diam yang tidak tercatat dalam hidupnya sendiri: apa jawabannya ketika ditawari sesuatu yang berat untuk dilihat?
  • Sampai 37:53 para pendengar hanya mendengar cerita tentang seorang teman, dan 37:54 menawarkan peralihan ke melihat. Mendengar cerita dan melihat keadaan merupakan dua cara yang berbeda untuk mengetahui. Ayat 37:55 menuturkan hasil melihat itu: teman tersebut berada di tengah neraka. Satu pembacaan dapat dicoba: sesuatu yang selama ini hanya didengar dapat berubah sifatnya ketika dilihat. Hal apa yang selama ini hanya didengarnya dan belum pernah dilihatnya sendiri?
  • Dua ayat lain memakai bentuk pertanyaan yang sama dan keduanya menyebut Allah di kalimat sebelumnya. Ayat 5:91 menyebut setan yang menghalangi manusia dari mengingat Allah dan dari salat, lalu bertanya tidakkah mereka mau berhenti, dan 11:14 menyebut ilmu Allah lalu bertanya apakah mereka mau berserah diri. Di 37:54 pertanyaannya menyangkut menengok, tanpa menyebut Allah di kalimat itu. Bentuk pertanyaan yang sama dipakai untuk ajakan berhenti, ajakan berserah diri, dan ajakan melihat. Ajakan jenis apa yang paling sering terdengar oleh pembaca, dan siapa yang biasanya mengucapkannya?
  • Penutur yang mengajak menengok di 37:54 menyebut di 37:57 nikmat Tuhannya dan mengakui bahwa sekiranya nikmat itu tidak ada, dirinya termasuk orang-orang yang dihadirkan. Ajakan melihat dan pengakuan nikmat berada dalam ucapan orang yang sama, dan jarak keduanya hanya tiga ayat. Ayat tidak menjelaskan hubungan sebab antara melihat dan mengakui. Pembaca dapat menimbang bahwa melihat keadaan orang lain dan menyebut nikmat Tuhan dapat terjadi dalam satu tarikan napas. Kapan terakhir pembaca menyebut nikmat Tuhan tepat sesudah melihat keadaan orang lain?
  • Ayat 37:54 tidak menyebut arah atau sasaran menengok, dan arahnya baru tertulis di 37:55 lewat apa yang terlihat, yaitu di tengah neraka. Pendengar menerima ajakan sebelum mengetahui apa yang akan dilihat. Ajakan semacam itu meminta kesediaan lebih dulu dan memberi isi sesudahnya. Pembaca dapat menimbang, kesediaan melihat apa saja yang masih dimilikinya bila isinya belum diberi tahu terlebih dahulu?