قَالَ هَلْ أَنْتُمْ مُطَّلِعُونَ

Ia berkata, “Maukah kalian menengok?”

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قَالَqaalaia berkata
  2. هَلْ أَنْتُمْ مُطَّلِعُونَhal antum muththali'uunamaukah kalian menengok

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. هَلْhalapakah
  3. أَنْتُمْantumkalian
  4. مُطَّلِعُونَmuththali'uunaorang-orang yang melihat

Inti bacaan

Ajakan 'maukah kalian menengok?', momen dramatis sebelum pembalikan nasib terungkap, mengundang rasa ingin tahu tentang nasib akhir sang teman skeptis.

Penjelasan pilihan kata

Kutipan baru, tersendiri dalam satu ayat: penutur (penghuni taman) kini beralih menyapa para pendengarnya di taman, bukan lagi mengutip ucapan temannya.

Tafsiran

Ayat ini menunjukkan penutur mengajak pendengarnya melihat langsung nasib sang teman yang dahulu meragukan kebangkitan: sebuah undangan untuk menyaksikan bukti nyata.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam ajakan melihat, bukan ajakan bercerita. Maukah kalian menengok. Yang ditawarkan pemandangan.
  • Pertanyaannya ditujukan kepada teman-temannya di taman. Bukan kepada yang di bawah. Ia sedang berbicara ke samping.
  • Kalimatnya pendek dan menggantung. Allah menahan jawabannya satu ayat. Yang membaca ikut menunggu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, t-l-'): muttali'uun diterjemahkan 'menengok (melihat)' (akar t-l-'). gloss '(temanku itu)' dibuang.