فَاطَّلَعَ فَرَآهُ فِي سَوَاءِ الْجَحِيمِ
Maka ia menengok, lalu melihatnya di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَاطَّلَعَ فَرَآهُfa-ththala'a fa-ra'aahumaka ia menengok, lalu melihatnya
- فِي سَوَاءِ الْجَحِيمِfii sawaa'i l-jahiimidi tengah-tengah neraka yang menyala-nyala
Terjemahan per kata (5 kata)
- فَاطَّلَعَfa-ththala'alalu ia melihat
- فَرَآهُfa-ra'aahulalu ia melihatnya
- فِيfiidi
- سَوَاءِsawaa'itengah
- الْجَحِيمِl-jahiimineraka yang menyala-nyala
Inti bacaan
Pemandangan mengejutkan: teman yang dulu meremehkan kini berada 'di tengah-tengah Jahim', pembalikan nasib total antara yang dulu diejek dan yang dulu mengejek, momen konfirmasi keadilan yang puitis dan tajam.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini beralih ke suara narator (orang ketiga: 'ia menengok', 'melihatnya'), bukan lagi kutipan langsung. 'Al-jahiimi' diterjemahkan 'neraka yang menyala-nyala', konsisten dengan 37:23 dan ayat-ayat lain yang memakai akar jhm.
Tafsiran
Ayat ini menandai titik balik kisah: sang teman yang dahulu meragukan kebangkitan kini terlihat sendiri berada di tengah azab yang dahulu ia ingkari.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam ia menengok. Sesudah bertanya-tanya. Yang di taman diberi kesempatan melihat sendiri.
- Yang dilihatnya di tengah-tengah. Bukan di tepi. Letaknya disebut, dan letak itu sendiri sudah keterangan.
- Allah memakai kata yang sama dengan yang dipakai sepanjang surah untuk neraka. Konsisten. Tempat yang disangkal temannya dinamai persis seperti sebelumnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar t-l-', r-a-y, s-w-y, j-h-m): ittala'a diterjemahkan 'menengok' (akar t-l-'); ra'aahu diterjemahkan 'melihatnya' (akar r-'-y); sawaa' al-jahiim diterjemahkan 'tengah-tengah Jahim' (akar s-w-y). gloss '(teman)-nya' dibuang.