وَلَوْلَا نِعْمَةُ رَبِّي لَكُنْتُ مِنَ الْمُحْضَرِينَ
dan sekiranya bukan karena nikmat Tuhanku, pastilah aku termasuk orang-orang yang dihadirkan.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَوْلَا نِعْمَةُ رَبِّيwa-lawlaa ni'matu rabbiidan sekiranya bukan karena nikmat Tuhanku
- لَكُنْتُ مِنَ الْمُحْضَرِينَla-kuntu mina l-muhdhariinapastilah aku termasuk orang-orang yang dihadirkan
Terjemahan per kata (6 kata)
- وَلَوْلَاwa-lawlaadan sekiranya tidak
- نِعْمَةُni'matunikmat
- رَبِّيrabbiiTuhanku
- لَكُنْتُla-kuntusungguh aku adalah
- مِنَminadari
- الْمُحْضَرِينَl-muhdhariinaorang-orang yang dihadirkan
Inti bacaan
Kelanjutan pengakuan: 'sekiranya bukan karena nikmat Tuhanku, pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret', kesadaran bahwa keselamatan bukan semata usaha pribadi, melainkan anugerah yang nyaris terlewat karena pengaruh negatif orang lain.
Penjelasan pilihan kata
'Al-muhdariina' (akar hdr, 'dihadirkan/didatangkan') dikoreksi dari 'diseret': akar hdr bermakna kehadiran/pendatangan, bukan tindakan menyeret secara paksa yang tidak eksplisit pada akar katanya. Ayat ini menutup kutipan yang dibuka di 37:56.
Tafsiran
Ayat ini menutup ucapan penutur kepada temannya dengan pengakuan rendah hati: keselamatannya bukan karena keunggulan pribadi, melainkan semata nikmat dari Tuhannya.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam ia berkata: sekiranya bukan karena nikmat Tuhanku, pastilah aku termasuk yang dihadirkan. Bukan karena pilihannya. Yang selamat menyebut sebabnya di luar dirinya.
- Allah menempatkan kalimat ini ketika ia melihat kawannya di tengah api. Sambil memandang. Perbandingan itu bukan gagasan; ia sedang berdiri di depan matanya.
- Kata yang dipakai dihadirkan. Bukan disiksa. Yang ia takutkan bukan rasanya, melainkan berada di tempat itu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-'-m, r-b-b, k-w-n, h-d-r): ni'mat rabbii diterjemahkan 'nikmat Tuhanku' (akar n-'-m); muhdariin diterjemahkan 'yang diseret (dihadirkan)' (akar h-d-r). gloss '(ke neraka)' dibuang.