أَفَمَا نَحْنُ بِمَيِّتِينَ

“Maka, apakah kita tidak akan mati,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. أَفَمَا نَحْنُ بِمَيِّتِينَa-fa-maa nahnu bi-mayyitiinamaka, apakah kita tidak akan mati

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. أَفَمَاa-fa-maamaka apakah tidak
  2. نَحْنُnahnukami
  3. بِمَيِّتِينَbi-mayyitiinaorang-orang yang mati

Inti bacaan

Keheranan penuh syukur 'apakah kita tidak akan mati lagi', kebahagiaan yang diekspresikan lewat kesadaran kontras antara kondisi sekarang dan ketakutan yang dulu dibayangkan tentang kematian berulang.

Penjelasan pilihan kata

Kutipan baru dibuka: penutur beralih kembali menyapa para pendengarnya sesama penghuni taman (memakai 'kita', bukan 'engkau' yang dipakai menyapa temannya di neraka pada 37:56-57).

Tafsiran

Ayat ini menandai penutur kembali kepada pendengarnya di taman, kini bertanya retoris tentang jaminan keabadian yang mereka nikmati.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam pertanyaan yang lahir dari kelegaan, bukan dari keraguan. Apakah kita tidak akan mati. Nadanya heran, bukan takut.
  • Kata kita dipakai, bukan kata aku. Ia berbicara kepada sesama penghuni. Kebahagiaannya dibagi.
  • Yang dahulu ditakuti kini ditanyakan sambil lega. Allah menaruh dua keadaan itu berjauhan. Ketakutan lama menjadi bahan syukur.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar m-w-t): mayyitiin diterjemahkan 'mati' (akar m-w-t). Selaras.