إِلَّا مَوْتَتَنَا الْأُولَىٰ وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ
kecuali kematian kita yang pertama, dan kita tidak akan diazab?”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِلَّا مَوْتَتَنَا الْأُولَىٰillaa mawtatanaa l-uulaakecuali kematian kita yang pertama
- وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَwa-maa nahnu bi-mu'adzdzabiinadan kita tidak akan diazab
Terjemahan per kata (6 kata)
- إِلَّاillaakecuali
- مَوْتَتَنَاmawtatanaakematian kita
- الْأُولَىٰl-uulaayang pertama
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- نَحْنُnahnukami
- بِمُعَذَّبِينَbi-mu'adzdzabiinadiazab
Inti bacaan
Kata mawtat dalam bentuk (مَوْتَتَنَا, mawtatanaa) yang berarti "kematian kita" muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 37:59.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali", dan kata itu membatasi pertanyaan yang dibuka di 37:58. Kata (مَوْتَتَنَا, mawtatanaa) yang berarti "kematian kita" berakar م-و-ت dan tersusun dari mawtat, satu kali mati, serta akhiran -naa yang berarti "kita". Kata benda mawtat dalam bentuk satu kali mati muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:59, 44:35, dan 44:56, dan di ketiganya disusul (الْأُولَىٰ, l-uulaa) yang berarti "yang pertama". Di 44:35, (إِنْ هِيَ إِلَّا مَوْتَتُنَا الْأُولَىٰ, in hiya illaa mawtatunaa l-uulaa) yang berarti "tidak ada kecuali kematian kita yang pertama", ucapan itu didahului 44:34, (إِنَّ هَٰؤُلَاءِ لَيَقُولُونَ, inna haa'ulaa'i la-yaquuluuna) yang berarti "sesungguhnya mereka ini benar-benar berkata". Di 44:56, (لَا يَذُوقُونَ فِيهَا الْمَوْتَ إِلَّا الْمَوْتَةَ الْأُولَىٰ, laa yadzuuquuna fiihaa l-mawta illaa l-mawtata l-uulaa) yang berarti "mereka tidak merasakan kematian di dalamnya kecuali kematian yang pertama", kalimat itu menuturkan orang-orang yang menurut 44:51 bertakwa. Susunan kata illaa lalu mawtat lalu l-uulaa sama di tiga ayat itu, sedangkan pembicara dan isinya berlainan.
Kata (الْأُولَىٰ, l-uulaa) diterjemahkan "yang pertama" di tiga ayat itu. Kata yang sama diterjemahkan "dunia" di 28:70, 53:25, dan 92:13, karena di sana kata itu berpasangan dengan kata akhirat. Di 37:59 tidak ada kata akhirat di dekatnya, dan kata kematian mendahuluinya, sehingga terjemahan memakai "yang pertama". Ayat ini tidak memuat kata untuk kematian lain, dan terjemahan tidak menambahkan "kedua" atau "lagi" karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya.
Kata (وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ, wa-maa nahnu bi-mu'adzdzabiina) yang berarti "dan kita tidak akan diazab" tersusun dari (وَ, wa) yang berarti "dan", susunan maa nahnu bi- yang menegaskan penyangkalan, dan (مُعَذَّبِينَ, mu'adzdzabiina) yang berarti "orang-orang yang diazab". Akarnya ع-ذ-ب. Bentuk mu'adzdzabiina muncul empat kali di tiga surah, yaitu di 26:138, 26:213, 34:35, dan 37:59, dan kalimat utuh wa-maa nahnu bi-mu'adzdzabiina muncul tiga kali, yaitu di 26:138, 34:35, dan 37:59. Di 26:138 ucapan itu menutup kata-kata kaum yang menjawab nasihat di 26:136, dan di 34:35 ucapan itu menyambung pernyataan tentang harta dan anak. Terjemahan memakai "tidak akan diazab" di 34:35 dan 37:59. Di 26:213, (فَتَكُونَ مِنَ الْمُعَذَّبِينَ, fa-takuuna mina l-mu'adzdzabiina) yang berarti "nanti engkau termasuk orang-orang yang diazab", kata yang sama menyebut golongan, bukan ucapan.
Kata yang diragukan teman di 37:53 adalah (لَمَدِينُونَ, la-madiinuuna) yang berarti "benar-benar akan dimintai pertanggungjawaban", dan kata di 37:59 adalah mu'adzdzabiina. Akar keduanya berbeda, yaitu د-ي-ن dan ع-ذ-ب, sehingga terjemahan menjaga keduanya sebagai dua hal, yaitu "dimintai pertanggungjawaban" dan "diazab". Tanda tanya di ujung ayat menutup satu pertanyaan yang dibuka di 37:58, dan tanda kutip di ujungnya menutup ucapan yang tidak disebut pembicaranya.
Tafsiran
Ayat ini menyelesaikan pertanyaan yang dibuka di 37:58 dengan satu pengecualian dan satu pertanyaan kedua. Pertanyaan pertama menyebut mati, lalu kata kecuali menyisakan kematian yang pertama, dan pertanyaan kedua menyebut azab. Dua hal itu, jumlah kematian dan ada tidaknya azab, ditanyakan dalam satu kalimat.
Isi ayat ini dapat dibandingkan dengan 44:56, yang memuat dua hal yang sama dalam bentuk pemberitaan. Di 44:56 orang-orang bertakwa tidak merasakan kematian di dalam taman kecuali kematian yang pertama, dan Dia melindungi mereka dari azab neraka yang menyala-nyala. Pengecualian dan penyebutan azab di 37:59 berada dalam urutan yang sama dengan 44:56. Perbedaannya, 44:56 berbentuk berita dan menyebut Dia sebagai pelindung, sedangkan 37:59 berbentuk pertanyaan dan tidak menyebut pelindung. Persamaan ini dapat dipakai sebagai bahan bacaan, tetapi dua ayat itu berada di surah yang berlainan.
Kerangka kalimat 37:58 sampai 37:59 juga dipakai orang lain. Di 44:35 orang-orang yang menurut 44:34 berkata memakai kata kecuali kematian yang pertama, lalu menyatakan bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Di 37:59 pembicara yang dibaca sebagai penghuni taman memakai kata yang sama untuk sebuah pertanyaan tentang azab. Dua ayat itu memakai pengakuan akan satu kali mati, tetapi arah kesimpulannya berbeda, karena 44:35 menyangkal yang menyusul sesudah mati dan 37:59 menanyakan apakah azab ikut menyusul.
Dalam surah 37, kata azab sudah disebut di 37:38, yaitu azab yang pedih bagi orang-orang yang diajak bicara di sana, dan 37:40 mengecualikan hamba-hamba Allah yang dimurnikan. Pertanyaan 37:59 muncul empat ayat sesudah pemandangan neraka di 37:55, sehingga kata azab di ayat ini terbaca sesudah apa yang dilihat penutur. Ayat ini tidak mencatat jawaban atas pertanyaan itu, dan 37:60 menyusul dengan penilaian.
Renungan dan Hikmah
- Pertanyaan di 37:59 menyisakan satu kematian, yang pertama, dan menanyakan apakah ada hal lain sesudahnya. Di 44:56 kalimat yang serupa menuturkan orang-orang bertakwa yang tidak merasakan kematian di dalam taman kecuali kematian yang pertama, dan ayat itu melanjutkan bahwa Dia melindungi mereka dari azab neraka. Dua ayat itu berada di surah yang berlainan dan tidak disamakan. Dapat dibaca bahwa kematian pertama diperlakukan sebagai kenyataan yang diterima, dan azab sebagai hal yang dipertanyakan. Pembaca dapat bertanya, apa yang diterimanya begitu saja sebagai kepastian tentang akhir hidupnya, dan apa yang masih dibiarkannya menjadi pertanyaan di hadapan Dia?
- Di 44:35 orang-orang yang menurut 44:34 berkata memakai kata kecuali kematian yang pertama untuk menolak dibangkitkan, dan di 37:59 pembicara yang dibaca sebagai penghuni taman memakai kata yang sama untuk menanyakan azab. Ayat sesudah 44:56, yaitu 44:57, menyebut keadaan orang-orang bertakwa sebagai karunia dari Tuhanmu dan menyebutnya kemenangan yang agung. Pengakuan bahwa orang mati satu kali dapat dipakai untuk dua kesimpulan yang berlawanan, dan ayat tidak memerinci apa yang membuat kesimpulan itu berbeda. Dari satu fakta yang sama tentang kematian, pembaca dapat bertanya kesimpulan apa yang ditariknya tentang kehidupan sesudahnya, dan apakah kesimpulan itu lahir dari kebiasaan berpikirnya sendiri atau dari apa yang didengarnya tentang Tuhan?
- Di 34:35 orang-orang yang bermewah-mewah menyatakan bahwa mereka lebih banyak harta dan anak dan tidak akan diazab, sedangkan penutur di 37:57 menyebut nikmat Tuhannya sebagai sebab dirinya tidak termasuk orang-orang yang dihadirkan. Kalimat tentang tidak diazab di 37:59 datang sesudah ucapan itu. Rasa aman dalam dua ayat itu bersumber dari dua hal yang berbeda, yaitu harta dan anak di 34:35, dan nikmat Tuhan di 37:57. Dua ayat itu berbicara tentang pembicara yang berlainan. Pembaca dapat bertanya, rasa aman dalam hidupnya bersandar pada apa, apakah pada apa yang dimilikinya atau pada nikmat Tuhan yang disadarinya, dan apa yang akan tersisa bila salah satunya diambil?
- Kata azab di 37:59 muncul empat ayat sesudah pemandangan neraka di 37:55, dan sesudah sumpah atas nama Allah di 37:56. Penutur melihat tempat itu lebih dulu, lalu berbicara tentang nikmat Tuhannya, dan baru kemudian kata azab disebut dalam pertanyaan yang memakai kata kita. Urutan itu menaruh pengamatan sebelum bahasa tentang hukuman. Dapat dibaca bahwa kata azab terasa berbeda ketika sebuah tempat sudah terlihat, tetapi 37:59 tidak mengatakannya. Pembaca dapat menimbang kapan terakhir kali kata azab dipakainya dengan gambaran yang sungguh pernah dilihatnya, dan apakah kata itu pernah diucapkannya tanpa gambaran apa pun?
- Surah 37 menyebut azab yang pedih di 37:38 bagi orang-orang yang diajak bicara di sana, dan 37:40 mengecualikan hamba-hamba Allah yang dimurnikan. Pembicara di 37:59, yang dibaca sebagai penghuni taman, berada di taman yang menurut 37:41 sampai 37:43 menjadi tempat hamba-hamba itu, dan pertanyaannya menyebut azab dengan kata tidak. Pengecualian di 37:40 dan pertanyaan di 37:59 memakai kata yang sama, yaitu kecuali, dan keduanya menyangkut azab. Ayat tidak menyatakan bahwa pembicara adalah salah satu dari hamba-hamba itu dengan kata-kata langsung, dan pembacaan ini bersifat kemungkinan. Orang yang membaca kalimat kecuali hamba-hamba Allah yang dimurnikan dapat bertanya, kepada siapa kata kecuali itu menunjuk, dan di sisi mana dirinya berdiri?
- Ayat 26:213 menyebut satu jalan menuju golongan orang-orang yang diazab, yaitu menyeru tuhan lain bersama Allah. Di 37:59 kata yang sama, orang-orang yang diazab, muncul dalam pertanyaan yang tidak menyebut jalan menuju atau jalan menghindarinya. Dua ayat itu berbicara tentang keadaan yang berlainan, dan 37:59 tidak menyebut alasan apa pun. Dapat dibaca bahwa jalan itu dibiarkan di luar kalimat, sebab di 37:57 penutur menyebut nikmat Tuhannya sebagai alasan. Pembaca dapat bertanya, siapa atau apa yang dalam kesehariannya diseru bersama Allah tanpa sempat diperiksa, dan apakah semuanya dapat disebutkannya satu per satu?