إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Sesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang agung.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُinna haadzaa la-huwa l-fawzu l-'azhiimusesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang agung
Terjemahan per kata (5 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- هَٰذَاhaadzaaini
- لَهُوَla-huwabenar-benar ini
- الْفَوْزُl-fawzukemenangan
- الْعَظِيمُl-'azhiimuMahaagung
Inti bacaan
Susunan (إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ, inna haadzaa la-huwa) muncul lima kali di empat surah, yaitu di 3:62, 27:16, 37:60, 37:106, dan 56:95.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ, inna haadzaa la-huwa) yang berarti "sesungguhnya ini benar-benar". Susunan itu tersusun dari (إِنَّ, inna) yang berarti "sesungguhnya", (هَٰذَا, haadzaa) yang berarti "ini", (لَ, la-) yang berarti "benar-benar", dan (هُوَ, huwa), kata ganti yang menghubungkan "ini" dengan kata sesudahnya dan tidak diberi padanan sendiri dalam terjemahan. Susunan inna haadzaa la-huwa muncul lima kali di empat surah, yaitu di 3:62, 27:16, 37:60, 37:106, dan 56:95. Surah 37 memuatnya dua kali, dan itu sebabnya lima kemunculan tersebar di empat surah. Di kelimanya kata benda yang menyusul menilai apa yang disebut di ayat-ayat sebelumnya, yaitu (الْقَصَصُ الْحَقُّ, l-qashashu l-haqqu) yang berarti "kisah yang hak" di 3:62, (الْفَضْلُ الْمُبِينُ, l-fadhlu l-mubiinu) yang berarti "karunia yang nyata" di 27:16, (الْبَلَاءُ الْمُبِينُ, l-balaa'u l-mubiinu) yang berarti "ujian yang nyata" di 37:106, dan (حَقُّ الْيَقِينِ, haqqu l-yaqiini) yang berarti "kebenaran yang meyakinkan" di 56:95. Di 37:60 penilaiannya (الْفَوْزُ الْعَظِيمُ, l-fawzu l-'azhiimu) yang berarti "kemenangan yang agung".
Kata tunjuk haadzaa membedakan 37:60 dari ayat-ayat lain yang memuat frasa yang sama. Frasa (الْفَوْزُ الْعَظِيمُ, l-fawzu l-'azhiimu) muncul tiga belas kali di sepuluh surah, yaitu di 4:13, 5:119, 9:72, 9:89, 9:100, 9:111, 10:64, 37:60, 40:9, 44:57, 57:12, 61:12, dan 64:9. Di dua belas ayat, frasa itu didahului (ذَٰلِكَ, dzaalika) yang berarti "itu", yaitu kata tunjuk jauh, dengan atau tanpa huwa. Hanya di 37:60 frasa itu didahului haadzaa, kata tunjuk dekat. Surah 9 memuatnya empat kali, yaitu di 9:72, 9:89, 9:100, dan 9:111, dan itu sebabnya tiga belas kemunculan tersebar di sepuluh surah. Terjemahan memakai "ini" untuk haadzaa di 37:60, dan kata tunjuk jauh untuk dzaalika di ayat-ayat lain.
Kata (الْفَوْزُ, l-fawzu) yang berarti "kemenangan" berakar ف-و-ز. Kata ini muncul enam belas kali di tiga belas surah, yaitu di 4:13, 5:119, 6:16, 9:72, 9:89, 9:100, 9:111, 10:64, 37:60, 40:9, 44:57, 45:30, 57:12, 61:12, 64:9, dan 85:11. Selain bersama l-'azhiimu, kata ini bersama sifat lain di tiga ayat, yaitu (الْمُبِينُ, l-mubiinu) di 6:16 dan 45:30, dan (الْكَبِيرُ, l-kabiiru) yang berarti "yang besar" di 85:11. Terjemahan memakai "kemenangan" di 37:60, 44:57, 45:30, dan 85:11, dan di ayat 37:60 kata itu tidak disusul keterangan tentang apa yang dimenangkan.
Kata (الْعَظِيمُ, l-'azhiimu) yang berarti "yang agung" berakar ع-ظ-م. Di surah 37 kata ini muncul empat kali, yaitu di 37:60, 37:76, 37:107, dan 37:115. Di 37:60 kata ini menyifati kemenangan, di 37:76, (مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ, mina l-karbi l-'azhiimi) yang berarti "dari bencana yang agung", menyifati bencana, dan di 37:107, (بِذِبْحٍ عَظِيمٍ, bi-dzibhin 'azhiimin) yang berarti "dengan sembelihan yang agung", menyifati sembelihan. Terjemahan memakai "agung" di semua tempat itu, sehingga kata ini terbaca sebagai ukuran besarnya sesuatu dan tidak membawa penilaian baik atau buruk. Ayat 37:60 tidak merinci apa yang ditunjuk kata ini, dan terjemahan tidak menambahkan keterangan apa pun sesudah "kemenangan".
Tafsiran
Ayat ini memberi nama kepada apa yang dituturkan sejak 37:43, yaitu kemenangan yang agung. Dua ucapan sebelumnya, 37:56 sampai 37:57 dan 37:58 sampai 37:59, memakai kata aku, engkau, dan kita. Ayat ini tidak memakai satu pun dari kata ganti itu dan tidak memuat kata kerja. Terjemahan tidak membuka tanda kutip di sini, dan teks tidak menyebut apakah penilaian ini ucapan penutur yang sama atau suara pencerita.
Kata ini menunjuk sesuatu tanpa menyebut apa. Letaknya dekat dengan pertanyaan di 37:58 sampai 37:59, sehingga dapat dibaca bahwa yang ditunjuk adalah keadaan tidak mati kecuali sekali dan tidak diazab. Dapat pula dibaca bahwa yang ditunjuk seluruh gambaran taman sejak 37:43, termasuk percakapan dan pemandangan yang dilihat penutur. Ayat 37:61 memakai kata yang sama dalam bentuk (لِمِثْلِ هَٰذَا, li-mitsli haadzaa) yang berarti "untuk yang seperti ini", dan itu tidak mempersempit pilihan di antara dua bacaan tadi.
Penilaian dengan susunan yang sama muncul di surah yang sama pada 37:106. Di sana (إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ, inna haadzaa la-huwa l-balaa'u l-mubiinu) yang berarti "sesungguhnya ini benar-benar ujian yang nyata" menutup adegan 37:102 sampai 37:105, dan di 37:60 susunan itu menutup adegan 37:50 sampai 37:59. Dua adegan itu berbeda, yang pertama tentang seorang ayah, anaknya, dan mimpi tentang penyembelihan, dan yang kedua tentang percakapan di taman, tetapi surah ini menutup keduanya dengan penilaian bentuk yang sama.
Kata kemenangan di ayat lain disebut sesudah penuturan tentang karunia dan perlindungan. Di 44:57, (فَضْلًا مِنْ رَبِّكَ, fadhlan min rabbika) yang berarti "sebagai karunia dari Tuhanmu" mendahului kemenangan yang agung. Di 40:9 ayat menyebut orang yang dilindungi dari keburukan pada hari itu sebagai orang yang telah dianugerahi rahmat, lalu menyebut kemenangan yang agung. Di 37:60 tidak ada keterangan seperti itu dalam ayat yang sama, tetapi 37:57 memuat nikmat Tuhan penutur dan 37:56 memuat sumpah atas nama Allah.
Renungan dan Hikmah
- Surah 37 menutup adegan di taman dengan penilaian kemenangan yang agung, dan menutup adegan Ibrahim di 37:106 dengan penilaian ujian yang nyata, dalam susunan kalimat yang sama. Ayat 37:102 memuat jawaban seorang anak kepada ayahnya, bahwa jika Allah menghendaki, ayahnya akan mendapatinya termasuk orang-orang yang sabar. Dua adegan itu tidak disamakan, tetapi keduanya diberi nama sesudah selesai dituturkan. Pembaca dapat bertanya, nama apa yang akan diberikannya pada masa hidup yang baru dilaluinya, apakah ujian, kemenangan, atau nama lain, dan siapa yang berhak menentukan nama itu?
- Adegan di 37:50 sampai 37:59 memuat percakapan, pemandangan, sumpah, dan pertanyaan, dan tidak memuat musuh yang dikalahkan. Hal yang paling mendekati lawan adalah teman yang menurut 37:56 hampir membinasakan penutur, dan penutur tidak menyebut dirinya mengalahkan teman itu. Penutur menyebut nikmat Tuhannya di 37:57 sebagai sebab dirinya selamat. Di 40:9 kemenangan yang agung disebut sesudah penyebutan orang yang dilindungi dari keburukan, dan itu pun tidak menyebut musuh yang kalah. Pembacaan ini bersifat kemungkinan. Apa yang pembaca sebut kemenangan dalam hidupnya, dan apakah di dalamnya ada orang yang harus kalah?
- Di 44:57 kemenangan yang agung disebut sesudah penyebutan karunia dari Tuhanmu, dan di 9:72 disebut sesudah penyebutan rida Allah yang lebih besar. Kedua ayat itu tidak disamakan, karena yang dibicarakan di dalamnya orang yang berbeda. Di keduanya kemenangan tidak berdiri sendiri, sebab ada penyebutan pemberi atau yang meridai tepat sebelum kata itu. Di 37:60 penyebutan serupa ada pada ayat-ayat sebelumnya, yaitu nama Allah di 37:56 dan Tuhanku di 37:57. Orang yang menyebut sesuatu sebagai kemenangan dapat memperhatikan siapa yang disebutnya sebelum kata itu. Dalam menyebut keberhasilannya, apakah pembaca menyebut Tuhan lebih dulu atau sesudahnya?
- Kata agung di surah 37 dipakai untuk kemenangan di 37:60, untuk bencana di 37:76 dan 37:115, dan untuk sembelihan di 37:107. Satu kata yang sama menyifati sebuah kemenangan, sebuah bencana, dan sebuah sembelihan, sehingga kata itu menyatakan ukuran besarnya dan tidak menyatakan baik atau buruknya. Ketiga hal itu dituturkan di bagian surah yang berlainan, dan ayat tidak menyamakan satu dengan yang lain. Pembaca dapat bertanya, dalam hidupnya apa saja yang berukuran agung, dan apakah ia sudah membedakan ukuran itu dari penilaian bahwa hal itu menguntungkan atau merugikannya?
- Kata ini di 37:60 menunjuk sesuatu tanpa menyebut apa, dan pembaca memilih sendiri apakah yang ditunjuk keadaan tidak diazab di 37:59 atau seluruh gambaran taman sejak 37:43. Penutur sudah menyebut nama Allah di 37:56 dan Tuhannya di 37:57 sebelum kata ini muncul. Ayat tidak merinci isi kata itu, dan pembacaan ini bersifat kemungkinan. Bila pembaca mengatakan ini kemenangan yang agung tentang hidupnya, apa yang ia tunjuk dengan kata ini, dan apakah Allah ada di dalam apa yang ditunjuknya?
- Di dua belas ayat lain kemenangan yang agung didahului kata tunjuk jauh, dan hanya di 37:60 didahului kata tunjuk dekat. Dapat dibaca bahwa kata dekat dipakai oleh pembicara yang berada di dalam keadaan itu, dan kata jauh oleh pembicara yang menuturkan keadaan itu dari luar. Pembacaan ini bersifat kemungkinan, sebab 37:60 tidak menyebut siapa yang berbicara. Orang yang berada di dalam sebuah keadaan menyebutnya dengan nada yang berbeda dari orang yang menuturkannya dari luar. Dari posisi mana pembaca menyebut sesuatu kemenangan, dari dalam keadaan itu atau dari luar, dan apa yang berubah pada rasa syukurnya bila kata tunjuknya berganti dari itu menjadi ini?