لِمِثْلِ هَٰذَا فَلْيَعْمَلِ الْعَامِلُونَ
Untuk yang seperti ini, hendaklah orang-orang yang beramal beramal.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لِمِثْلِ هَٰذَاli-mitsli haadzaauntuk yang seperti ini
- فَلْيَعْمَلِ الْعَامِلُونَfa-l-ya'mali l-'aamiluunamaka, hendaklah orang-orang yang beramal beramal
Terjemahan per kata (4 kata)
- لِمِثْلِli-mitsliuntuk yang seperti
- هَٰذَاhaadzaaini
- فَلْيَعْمَلِfa-l-ya'malimaka hendaklah beramal
- الْعَامِلُونَl-'aamiluunaorang-orang yang beramal
Inti bacaan
Bentuk (الْعَامِلُونَ, l-'aamiluuna) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:61, dan bentuk (الْعَامِلِينَ, l-'aamiliina) muncul empat kali, yaitu di 3:136, 9:60, 29:58, dan 39:74.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (لِمِثْلِ, li-mitsli) yang berarti "untuk yang seperti", tersusun dari (لِ, li-) yang berarti "untuk" dan (مِثْلِ, mitsli) yang berarti "yang seperti", berakar م-ث-ل. Kata sesudahnya, (هَٰذَا, haadzaa) yang berarti "ini", sama dengan kata tunjuk pembuka 37:60, (إِنَّ هَٰذَا, inna haadzaa) yang berarti "sesungguhnya ini". Tidak ada kata lain di antara kedua ayat itu, sehingga haadzaa di 37:61 dapat dibaca menunjuk hal yang sama dengan di 37:60. Karena kata mitsli ada, terjemahan memakai "yang seperti ini" dan tidak "untuk ini": sasaran perbuatan di ayat ini adalah sesuatu yang serupa dengan yang baru dituturkan, dan benda itu sendiri tidak disebut. Bentuk li-mitsli, dengan atau tanpa akhiran, muncul dua kali, yaitu di 24:17 dan 37:61. Di 24:17, (لِمِثْلِهِ, li-mitslihi) yang berarti "kepada yang seperti itu" berada dalam peringatan agar tidak kembali pada sesuatu yang serupa dengan perkara di ayat-ayat sebelumnya. Di kedua tempat mitsli menunjuk kesamaan jenis, dan terjemahan memakai "yang seperti" di keduanya.
Kata (فَلْيَعْمَلِ, fa-l-ya'mali) yang berarti "maka hendaklah beramal" tersusun dari (فَ, fa-) yang berarti "maka", huruf perintah (لْ, l-) yang berarti "hendaklah", dan kata kerja (يَعْمَلِ, ya'mali) yang berarti "beramal", berakar ع-م-ل. Huruf perintah itu menunjuk pihak ketiga, sehingga ayat ini berbicara tentang orang-orang yang beramal dan tidak memakai kata "kalian". Di surah 37 awalan itu hanya ada di 37:61. Tanda koma sesudah "ini" dalam terjemahan mewakili fa, dan "hendaklah" mewakili huruf perintah. Pasangan terdekatnya adalah 18:110, (فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا, fa-l-ya'mal 'amalan shaalihan) yang berarti "maka hendaklah orang itu beramal saleh". Di 18:110 perintah itu membawa objek, yaitu amal saleh, sedangkan 37:61 menyebut sasarannya lewat li-mitsli haadzaa dan tidak memuat jenis amal. Terjemahan 37:61 karena itu tidak menambahkan "saleh" atau "baik".
Kata (الْعَامِلُونَ, l-'aamiluuna) yang berarti "orang-orang yang beramal" berakar sama, berbentuk pelaku, dan diawali kata sandang al-. Bentuk persis ini hanya ada di 37:61. Bentuk pelaku yang berakhiran -iina, (الْعَامِلِينَ, l-'aamiliina), muncul empat kali, yaitu di 3:136, 9:60, 29:58, dan 39:74. Tiga di antaranya, 3:136, 29:58, dan 39:74, memuat (أَجْرُ الْعَامِلِينَ, ajru l-'aamiliina) yang berarti "pahala orang-orang yang beramal", dan terjemahan memakai "orang-orang yang beramal" di ketiganya. Ayat keempat, 9:60, memakai kata yang sama dengan arah lain: (وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا, wa-l-'aamiliina 'alayhaa) yang berarti "dan para amil atasnya". Kata 'alayhaa di situ menyebut objek pekerjaan, sehingga terjemahan di sana memakai "amil". Di 37:61 tidak ada keterangan semacam itu, dan itu sebabnya "orang-orang yang beramal" yang dipakai.
Di Al-Qur'an ada empat ayat tempat kata kerja berawalan huruf perintah langsung disusul bentuk pelaku dari akar yang sama, yaitu 12:67, 14:12, 37:61, dan 83:26. Di 14:12 bunyinya (فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ, fa-l-yatawakkali l-mutawakkiluuna) yang berarti "maka hendaklah orang-orang yang bertawakal bertawakal", dan di 83:26 bunyinya (فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ, fa-l-yatanaafasi l-mutanaafisuuna) yang berarti "maka hendaklah orang-orang yang berlomba berlomba". Di keempat ayat itu sasaran perbuatan disebut sebelum perintahnya: (وَعَلَيْهِ, wa-'alayhi) yang berarti "dan kepada-Nya" di 12:67, (وَعَلَى اللَّهِ, wa-'alaa llaahi) yang berarti "dan kepada Allah" di 14:12, (وَفِي ذَٰلِكَ, wa-fii dzaalika) yang berarti "dan untuk itu" di 83:26, dan li-mitsli haadzaa di 37:61. Terjemahan 37:61 mempertahankan pengulangan akar seperti Arabnya, sehingga bunyinya "hendaklah orang-orang yang beramal beramal".
Tafsiran
Ayat ini mengubah arah rangkaian. Sejak 37:41 ayat-ayat memuat benda dan percakapan, yaitu rezeki yang ditentukan, buah-buahan, gelas dari mata air yang mengalir, lalu penghuni taman yang saling bertanya, dan 37:60 menyebut semuanya kemenangan yang agung. Di 37:61 untuk pertama kalinya sejak 37:41 muncul kata kerja perintah, dan perintah itu ditujukan kepada orang-orang yang beramal tanpa menyapa "kalian". Kata kerja perintah berikutnya baru ada di 37:73, (فَانْظُرْ, fa-nzhur) yang berarti "maka perhatikanlah".
Ayat 37:60 dan 37:61 tidak memuat kata kerja berkata. Siapa yang mengucapkan kedua ayat itu tidak disebut, dan pembicara yang jelas baru tampak di 37:63 lewat kata Kami.
Ayat 37:39 di surah yang sama memuat (وَمَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, wa-maa tujzawna illaa maa kuntum ta'maluuna) yang berarti "dan kalian tidak dibalas kecuali atas apa yang dahulu kalian kerjakan", dengan akar yang sama seperti ya'mali. Ayat itu mengikuti 37:38 tentang orang-orang yang akan merasakan azab, dan 37:40 mengecualikan (إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ, illaa 'ibaada llaahi l-mukhlashiina) yang berarti "kecuali hamba-hamba Allah yang dimurnikan". Ayat 37:41 menyebut rezeki mereka, sehingga "yang seperti ini" di 37:61 dapat dibaca menunjuk keadaan yang dituturkan sejak 37:41. Ayat 37:57 mengaitkan keselamatan penutur dengan (وَلَوْلَا نِعْمَةُ رَبِّي, wa-lawlaa ni'matu rabbii) yang berarti "dan seandainya nikmat Tuhanku tidak ada", sedangkan 37:61 menyebut amal. Hubungan antara nikmat di 37:57 dan amal di 37:61 tidak dinyatakan ayat mana pun di rangkaian 37:41 sampai 37:62.
Sesudahnya 37:62 membuka pertanyaan perbandingan dengan pohon zaqqum, sehingga 37:61 berdiri di antara dua gambaran, yaitu taman yang sudah dituturkan dan pohon yang akan dituturkan. Seruan beramal di ayat ini ditaruh sesudah gambaran yang pertama dan sebelum gambaran yang kedua.
Renungan dan Hikmah
- Di empat ayat yang memuat kata kerja perintah disusul pelakunya, sasaran perbuatan disebut lebih dulu, yaitu "kepada-Nya" di 12:67, "kepada Allah" di 14:12, "untuk itu" di 83:26, dan "untuk yang seperti ini" di 37:61. Dua di antaranya menunjuk Allah, dan dua lagi menunjuk sesuatu yang baru digambarkan. Susunan itu menaruh arah di depan dan pekerjaan di belakang. Pembaca yang sedang bekerja dapat memeriksa urutan pada dirinya sendiri, apakah arah sudah terang sebelum tangannya bergerak atau arah baru dicari sesudah pekerjaan berjalan. Bila arah itu disebutkan, apakah bunyinya lebih mirip 12:67 dan 14:12 yang menyebut Allah, atau lebih mirip 83:26 dan 37:61 yang menyebut sebuah keadaan?
- Ayat 18:110 menyebut jenis amalnya, yaitu amal saleh, dan menyebut sasarannya, yaitu pertemuan dengan Tuhannya. Ayat 37:61 tidak memuat jenis amal, dan sasarannya berupa keadaan yang serupa dengan yang diceritakan sejak 37:41. Pembaca tidak menerima daftar pekerjaan dari ayat ini, dan yang diberikan kepadanya adalah arah. Orang yang hari ini ingin beramal dapat memilah pekerjaannya menjadi dua kelompok, yang dikerjakan karena arahnya sudah diketahui dan yang dikerjakan karena kebiasaan. Untuk pekerjaan pagi tadi, ke arah mana orang itu menghadap, dan apakah arah tersebut pernah disebutkannya kepada diri sendiri?
- Penutur di 37:57 menyebut nikmat Tuhannya sebagai alasan dirinya tidak termasuk orang-orang yang dihadirkan, lalu empat ayat kemudian 37:61 menyeru orang-orang yang beramal. Di 39:74 pujian kepada Allah dan sebutan pahala orang-orang yang beramal berada dalam satu ayat, sebab mereka berkata bahwa segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya, lalu ayat itu ditutup dengan sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal. Bagaimana nikmat dan amal bertemu belum diterangkan di ayat-ayat itu. Orang yang baru menyelesaikan sebuah pekerjaan dapat memperhatikan kalimat pertama yang terlintas dalam dirinya, tentang jerih payahnya atau tentang apa yang telah diberikan kepadanya. Dapatkah kedua kalimat itu hadir bersamaan, seperti di 39:74?
- Di 3:136, 29:58, dan 39:74 sebutan orang-orang yang beramal datang sesudah gambaran taman, dan di 37:61 sebutan itu datang sesudah gambaran taman di 37:43. Orang-orang itu dinamai menurut apa yang mereka kerjakan. Pembaca dapat membayangkan namanya diganti dengan daftar pekerjaan yang dilakukannya sepanjang pekan ini. Nama apa yang akan tertulis, dan apakah nama itu sama dengan nama yang biasa dipakainya ketika memperkenalkan diri kepada orang lain?
- Kata mitsli membuat sasaran di 37:61 berupa yang serupa, dan benda yang dituturkan itu sendiri tidak disebut. Keadaan yang dituturkan sejak 37:41 hanya diketahui pembaca lewat kata-kata, yaitu rezeki yang ditentukan, buah-buahan, dan gelas dari mata air yang mengalir. Orang yang bekerja menuju sesuatu yang belum pernah dilihatnya memakai gambaran dari kata-kata itu sebagai penunjuk arah. Pembaca dapat menanyakan gambaran mana dalam ayat-ayat itu yang paling sering teringat ketika bekerja, dan apakah gambaran itu berubah ketika pekerjaannya terasa berat? Apakah arah yang dipegangnya masih serupa dengan yang dituturkan?
- Rangkaian ini dibuka di 37:40 dengan hamba-hamba Allah yang dimurnikan, dan 37:41 menyebut rezeki mereka. Sebutan orang-orang yang beramal di 37:61 datang sesudah rangkaian yang panjang, dan teksnya tidak menyatakan bahwa kedua sebutan itu menunjuk kelompok yang sama. Dua sebutan itu menaruh pembaca di dua kedudukan, sebagai penerima rezeki seperti di 37:41 dan sebagai pelaku seperti di 37:61. Pembaca dapat menimbang kedudukan mana yang lebih sering dipakainya ketika memikirkan diri sendiri, dan apakah ia dapat memegang keduanya sekaligus di hadapan Allah?