أَذَٰلِكَ خَيْرٌ نُزُلًا أَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّومِ

Apakah itu lebih baik sebagai hidangan, ataukah pohon zaqqum?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَذَٰلِكَ خَيْرٌ نُزُلًاa-dzaalika khayrun nuzulanapakah itu lebih baik sebagai hidangan
  2. أَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّومِam syajaratu z-zaqquumiataukah pohon zaqqum

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. أَذَٰلِكَa-dzaalikaapakah itu
  2. خَيْرٌkhayrunlebih baik
  3. نُزُلًاnuzulanhidangan
  4. أَمْamatau
  5. شَجَرَةُsyajaratupohon
  6. الزَّقُّومِz-zaqquumizaqqum

Inti bacaan

Pertanyaan retoris tajam membandingkan hidangan surga dengan pohon zaqqum, kontras ekstrem sengaja digunakan agar perbedaan konsekuensi tertanam kuat dalam benak, bukan sekadar deskripsi netral tanpa maksud mendidik.

Penjelasan pilihan kata

'Dzaalika' (demonstrativa jauh) benar diterjemahkan 'itu', merujuk kembali pada balasan taman yang baru digambarkan di rangkaian sebelumnya.

Tafsiran

Ayat ini membuka kontras tajam: pertanyaan retoris yang membandingkan kenikmatan taman dengan pohon zaqqum, memulai gambaran balasan bagi orang-orang zalim.

Renungan dan Hikmah

  • Allah membandingkan hidangan dengan pohon, bukan surga dengan neraka. Yang disandingkan makanannya. Perbandingannya dibuat sehari-hari.
  • Pertanyaannya terdengar seperti pilihan, padahal bukan. Jawabannya sudah jelas. Bentuknya saja yang bertanya.
  • Zaqqum disebut Allah sebagai pohon, bukan sebagai azab. Namanya dibiarkan seperti tumbuhan biasa. Justru itu yang membuatnya mengganggu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar kh-y-r, n-z-l, sh-j-r, z-q-m): khayr nuzulan diterjemahkan 'lebih baik sbg hidangan' (akar kh-y-r + akar n-z-l); shajarat az-zaqquum diterjemahkan 'pohon zaqqum' (akar sh-j-r). gloss '(makanan surga)' dibuang.