أَذَٰلِكَ خَيْرٌ نُزُلًا أَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّومِ

Apakah itu lebih baik sebagai jamuan, ataukah pohon zaqqum?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَذَٰلِكَ خَيْرٌ نُزُلًاa-dzaalika khayrun nuzulanapakah itu lebih baik sebagai jamuan
  2. أَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّومِam syajaratu z-zaqquumiataukah pohon zaqqum

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. أَذَٰلِكَa-dzaalikaapakah itu
  2. خَيْرٌkhayrunlebih baik
  3. نُزُلًاnuzulanjamuan
  4. أَمْamataukah
  5. شَجَرَةُsyajaratupohon
  6. الزَّقُّومِz-zaqquumizaqqum

Inti bacaan

Susunan (أَذَٰلِكَ خَيْرٌ, a-dzaalika khayrun) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 25:15 dan 37:62.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (أَذَٰلِكَ, a-dzaalika) yang berarti "apakah itu", tersusun dari (أَ, a-) yang berarti "apakah", huruf tanya, dan (ذَٰلِكَ, dzaalika) yang berarti "itu". Kata tunjuk di sini berbeda dari dua ayat sebelumnya, karena 37:60 dan 37:61 memakai (هَٰذَا, haadzaa) yang berarti "ini", sehingga terjemahan berganti dari "ini" ke "itu". Alasan pergantian itu tidak dinyatakan ayat. Susunan (أَذَٰلِكَ خَيْرٌ, a-dzaalika khayrun) muncul dua kali, yaitu di 25:15 dan 37:62. Di 25:15 bunyinya (أَذَٰلِكَ خَيْرٌ أَمْ جَنَّةُ الْخُلْدِ, a-dzaalika khayrun am jannatu l-khuldi) yang berarti "apakah itu lebih baik, ataukah taman yang kekal". Kata "itu" di sana dapat dibaca menunjuk gambaran api dan (مَكَانًا ضَيِّقًا, makaanan dhayyiqan) yang berarti "tempat yang sempit" di 25:11 sampai 25:13. Urutannya berlawanan dengan 37:62: di 25:15 yang disebut lebih dulu api dan pembandingnya taman, sedangkan di 37:62 yang disebut lebih dulu taman di 37:41 sampai 37:49 dan pembandingnya pohon zaqqum.

Kata (خَيْرٌ, khayrun) yang berarti "lebih baik" berakar خ-ي-ر. Huruf (أَمْ, am) yang berarti "ataukah" menyodorkan dua pilihan, sehingga khayrun terbaca sebagai perbandingan dan terjemahan memakai "lebih baik", seperti di 25:15. Ayat ini tidak mencatat jawaban atas pertanyaannya.

Kata (نُزُلًا, nuzulan) yang berarti "sebagai jamuan" berakar ن-ز-ل. Kata nuzul muncul delapan kali di enam surah, yaitu di 3:198, 18:102, 18:107, 32:19, 37:62, 41:32, 56:56, dan 56:93, dengan surah 18 dan surah 56 masing-masing memuatnya dua kali. Empat kali kata itu menyebut taman atau pemberian: (نُزُلًا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ, nuzulan min 'indi llaahi) yang berarti "sebagai jamuan dari sisi Allah" di 3:198, (جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا, jannaatu l-firdawsi nuzulan) yang berarti "taman-taman Firdaus sebagai jamuan" di 18:107, nuzulan di 32:19, dan (نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ, nuzulan min ghafuurin rahiimin) yang berarti "sebagai jamuan dari yang pengampun lagi pengasih" di 41:32. Tiga kali kata itu menyebut hukuman: (جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ نُزُلًا, jahannama li-l-kaafiriina nuzulan) yang berarti "Jahanam bagi orang-orang kafir sebagai jamuan" di 18:102, (هَٰذَا نُزُلُهُمْ, haadzaa nuzuluhum) yang berarti "ini jamuan bagi mereka" di 56:56, dan (فَنُزُلٌ مِنْ حَمِيمٍ, fa-nuzulun min hamiimin) yang berarti "maka jamuan air mendidih" di 56:93. Ayat 37:62 memuat kemunculan kedelapan, dan kata itu dipakai dalam pertanyaan. Terjemahan memakai "jamuan" di kedelapan tempat itu. Ayat 56:52 sampai 56:55 menuturkan makan dari pohon zaqqum dan minum air mendidih, lalu 56:56 menyebut jamuan dengan kata tunjuk yang dapat dibaca menunjuk santapan itu, sehingga teks sendiri memakai kata ini untuk santapan zaqqum. Karena itu "jamuan" di 37:62 tidak membawa penilaian baik atau buruk.

Kata (شَجَرَةُ الزَّقُّومِ, syajaratu z-zaqquumi) yang berarti "pohon zaqqum" tersusun dari syajarah, "pohon", berakar ش-ج-ر, dan zaqqum, berakar ز-ق-م. Zaqqum disebut tiga kali di tiga surah, yaitu di 37:62, di 44:43 dalam (شَجَرَتَ الزَّقُّومِ, syajarata z-zaqquumi), dan di 56:52 dalam (مِنْ شَجَرٍ مِنْ زَقُّومٍ, min syajarin min zaqquumin). Terjemahan memindahkan bunyi zaqqum dan tidak mencari padanan Indonesia, sebab tidak ada ayat yang memberi padanan itu. Ayat 44:44 hanya memberi sifat, yaitu (طَعَامُ الْأَثِيمِ, tha'aamu l-atsiimi) yang berarti "makanan orang yang banyak berdosa". Di 37:62 pohon itu disebut dengan kata sandang, seakan sudah dikenal, dan rupanya baru dituturkan mulai 37:64.

Tafsiran

Ayat ini memindahkan rangkaian dari seruan ke pertanyaan, dan jamuan menjadi ukuran perbandingannya. Taman di 37:41 sampai 37:47 dituturkan lewat apa yang disajikan, yaitu rezeki yang ditentukan, buah-buahan, dan gelas dari mata air yang mengalir. Pohon zaqqum dituturkan sesudah ayat ini lewat apa yang dimakan di 37:66. Kedua sisi pertanyaan sama-sama berupa makanan, sehingga isi hidangan menjadi bahan timbangan dan letak atau bangunan taman tidak ikut ditimbang. Ayat 25:15 membandingkan api dengan taman yang kekal, lalu menyebut taman itu (كَانَتْ لَهُمْ جَزَاءً وَمَصِيرًا, kaanat lahum jazaa'an wa-mashiiran) yang berarti "menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka". Di 25:15 taman ditimbang sebagai balasan dan tempat kembali, dan di 37:62 sebagai jamuan.

Ayat 25:15 dibuka dengan (قُلْ, qul) yang berarti "katakanlah", sehingga pertanyaannya diperintahkan untuk diucapkan. Ayat 37:62 tidak memuat kata semacam itu, dan siapa yang bertanya maupun kepada siapa pertanyaan itu ditujukan tidak disebut. Jawabannya pun tidak dicatat, tetapi 37:63 sampai 37:66 memuat bahan untuk menjawab: tujuan pohon itu, asalnya, rupa mayangnya, dan bahwa penghuninya memakannya. Dengan begitu 37:62 berfungsi sebagai pintu, dan empat ayat sesudahnya mengisi sisi kedua yang di sini baru disebut namanya.

Ayat 56:52 sampai 56:56 memuat unsur yang sama dengan rangkaian ini, yaitu pohon zaqqum, perut yang penuh, air mendidih, dan sebutan jamuan. Bedanya, 56:56 menaruh sebutan jamuan di akhir, sedangkan 37:62 menaruhnya di awal sebagai ukuran perbandingan. Ayat 37:62 juga berdiri di antara 37:61, seruan kepada orang-orang yang beramal, dan 37:63, yang memuat kata Kami dan menyebut pohon itu cobaan. Pertanyaan ini dengan demikian diajukan sesudah seruan beramal dan sebelum pohon itu diberi nama fungsinya.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini membandingkan dua hal dengan satu ukuran, yaitu jamuan. Kata itu dipakai untuk taman di 3:198, yang menyebutnya jamuan dari sisi Allah, dan di 41:32, yang menyebutnya jamuan dari yang pengampun lagi pengasih, juga untuk santapan zaqqum di 56:56. Satu kata menaungi dua keadaan yang berlawanan, sehingga kata itu sendiri tidak menunjukkan apakah sebuah jamuan baik atau buruk. Isi dan asal jamuan yang menjelaskannya. Pembaca yang sedang memilih di antara dua jalan dapat menanyakan ukuran yang dipakainya: rasa pada hari ini atau apa yang tersaji pada akhirnya? Bila penyaji kedua jamuan itu ditanyakan, nama siapa yang akan disebutnya untuk masing-masing?
  • Pertanyaan di 37:62 tidak diikuti jawaban, dan 37:63 sampai 37:66 memberi bahan untuk menjawab. Di 25:15 pertanyaan serupa disusul keterangan bahwa taman itu balasan dan tempat kembali, lalu 25:16 menyebut semua itu janji atas Tuhanmu yang diminta. Pertanyaan yang jawabannya dibiarkan kosong menaruh pembaca sebagai penjawab. Orang yang sedang menimbang sebuah pilihan dapat menuliskan jawabannya lebih dulu, lalu membaca rincian pihak kedua dan melihat apakah jawaban itu bertahan. Jawaban apa yang tertulis bila pertanyaan itu diajukan kepadanya hari ini?
  • Ayat 3:198 dan 41:32 menyebut asal jamuan taman, yaitu dari sisi Allah dan dari yang pengampun lagi pengasih. Ayat 56:56 menyebut santapan zaqqum sebagai jamuan bagi mereka tanpa menyebut penyajinya. Tentang jamuan semacam itu pembaca dapat bertanya lebih dulu, dari siapa datangnya. Dua ayat tadi menaruh asal jamuan di depan, sebelum isinya. Bagaimana pembaca memperlakukan undangan dari pihak yang sifatnya dikenal dibanding pihak yang namanya tidak disebut, dan apakah sifat yang disebut di 41:32 mengubah rasa jamuan itu?
  • Sisi pertama pertanyaan ini sudah dituturkan dengan rincian lewat 37:41 sampai 37:49, yaitu bagi hamba-hamba Allah yang dimurnikan, sedangkan sisi kedua baru disebut dengan satu nama, zaqqum, dan rinciannya menyusul. Pembaca menimbang perbandingan itu pada saat satu pihak punya wajah dan pihak lain baru punya nama. Orang yang pernah memilih di antara dua jalan dapat mengingat sisi mana yang rinciannya diketahui dan sisi mana yang hanya diketahui namanya. Seberapa jauh pilihannya dibuat sebelum rincian sisi kedua selesai dibaca?
  • Di 25:15 api disebut lebih dulu dan taman disodorkan sebagai pembanding, sedangkan di 37:62 taman disebut lebih dulu dan pohon zaqqum menjadi pembandingnya. Urutan penyajian dua pilihan itu berlawanan, dan rumus pertanyaannya sama. Pembaca dapat membayangkan dua ayat itu bertukar tempat. Apakah jawabannya akan sama bila pohon zaqqum dituturkan lebih dulu dan taman datang sesudahnya, seperti urutan api dan taman di 25:15?
  • Ayat 18:107 menyebut taman Firdaus sebagai jamuan bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan 32:19 menyebut taman sebagai jamuan atas apa yang dahulu mereka kerjakan. Ayat 37:61 menyeru orang-orang yang beramal, dan 37:62 langsung menanyakan jamuan, sehingga seruan beramal dan sebutan jamuan terletak berdampingan di surah ini, seperti di dua ayat tadi. Pembaca dapat mengamati apa yang ia bayangkan ketika bekerja, hasil kerjanya atau jamuan yang menyertainya. Bila pekerjaannya hari ini diletakkan di samping kata jamuan, pekerjaan mana yang terasa seperti benih jamuan itu dan mana yang tidak?