إِنَّا جَعَلْنَاهَا فِتْنَةً لِلظَّالِمِينَ
Sesungguhnya Kami menjadikannya sebagai cobaan bagi orang-orang yang zalim.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّا جَعَلْنَاهَا فِتْنَةًinnaa ja'alnaahaa fitnatansesungguhnya Kami menjadikannya sebagai cobaan
- لِلظَّالِمِينَli-zh-zhaalimiinabagi orang-orang yang zalim
Terjemahan per kata (4 kata)
- إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
- جَعَلْنَاهَاja'alnaahaaKami menjadikannya
- فِتْنَةًfitnatanujian
- لِلظَّالِمِينَli-zh-zhaalimiinabagi orang-orang zalim
Inti bacaan
Susunan (فِتْنَةً لِلظَّالِمِينَ, fitnatan li-zh-zhaalimiina) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:63.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِنَّا, innaa) yang berarti "sesungguhnya Kami". Kata (جَعَلْنَاهَا, ja'alnaahaa) yang berarti "Kami menjadikannya" tersusun dari kata kerja ja'ala yang berarti "menjadikan", berakar ج-ع-ل, akhiran -naa yang berarti "Kami", dan akhiran -haa yang berarti "-nya". Dalam morfologi, -haa bertanda perempuan tunggal, dan di 37:62 hanya syajarah, "pohon", yang bertanda perempuan, sehingga -haa terbaca menunjuk pohon zaqqum. Ayat 37:64 membenarkannya lewat (إِنَّهَا شَجَرَةٌ, innahaa syajaratun) yang berarti "sesungguhnya ia adalah pohon". Bentuk ja'alnaahaa muncul delapan kali di delapan surah, yaitu di 2:66, 10:24, 21:91, 22:36, 29:15, 37:63, 56:73, dan 67:5, dan di tiap tempat disebut kedudukan yang diberikan kepada benda itu. Di 22:36, (جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ, ja'alnaahaa lakum min sya'aa'iri llaahi) yang berarti "Kami jadikan ia untuk kalian sebagai bagian dari syiar Allah". Di 29:15, (وَجَعَلْنَاهَا آيَةً لِلْعَالَمِينَ, wa-ja'alnaahaa aayatan li-l-'aalamiina) yang berarti "dan Kami jadikannya tanda bagi seisi alam". Di 56:73, (جَعَلْنَاهَا تَذْكِرَةً, ja'alnaahaa tadzkiratan) yang berarti "Kami menjadikannya peringatan". Di 67:5, (وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ, wa-ja'alnaahaa rujuuman li-sy-syayaathiini) yang berarti "dan Kami jadikan ia pelempar bagi setan-setan". Di 37:63 pohon itu diberi kedudukan sebagai fitnah.
Kata (فِتْنَةً, fitnatan) yang berarti "cobaan" berakar ف-ت-ن. Bentuk persis ini muncul sepuluh kali di sepuluh surah, yaitu di 8:25, 10:85, 17:60, 21:35, 22:53, 25:20, 37:63, 54:27, 60:5, dan 74:31. Terjemahan 37:63 memakai "cobaan", seperti di 21:35, 22:53, 54:27, dan 74:31, dan tidak memakai "fitnah" yang dipakai di 8:25, 10:85, dan 60:5. Pasangan terdekatnya adalah 74:31, (وَمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ إِلَّا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا, wa-maa ja'alnaa 'iddatahum illaa fitnatan li-lladziina kafaruu) yang berarti "dan Kami tidak menentukan bilangan mereka kecuali sebagai cobaan bagi orang-orang kafir", dengan susunan yang sama: Kami menjadikan sesuatu sebagai cobaan bagi satu golongan.
Kata (لِلظَّالِمِينَ, li-zh-zhaalimiina) yang berarti "bagi orang-orang yang zalim" tersusun dari li-, "bagi", kata sandang al-, dan zhaalimiina, bentuk pelaku dari akar ظ-ل-م. Bentuk persis ini muncul sebelas kali di sepuluh surah, yaitu di 2:270, 3:192, 5:72, 18:29, 18:50, 22:71, 25:37, 35:37, 37:63, 39:24, dan 40:18, dengan surah 18 memuatnya dua kali. Di 18:29, (إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا, innaa a'tadnaa li-zh-zhaalimiina naaran) yang berarti "sesungguhnya Kami sediakan bagi orang-orang zalim api", dan di 25:37 azab disediakan bagi mereka. Di 2:270, (وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ, wa-maa li-zh-zhaalimiina min anshaarin) yang berarti "dan tidak ada bagi orang-orang zalim seorang penolong pun". Susunan (فِتْنَةً لِلظَّالِمِينَ, fitnatan li-zh-zhaalimiina) muncul satu kali, yaitu di 37:63. Di 10:85 golongan yang sama disebut dengan bentuk lain, (لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ, li-l-qawmi zh-zhaalimiina) yang berarti "bagi kaum yang zalim", dan di sana orang-orang yang bertawakal memohon agar mereka sendiri tidak dijadikan fitnah bagi golongan itu.
Tafsiran
Ayat ini memberi pohon zaqqum sebuah tujuan sebelum rupanya dituturkan. Ayat 37:62 hanya menyebut nama pohonnya, dan 37:64 sampai 37:66 baru memuat asal, rupa, dan cara pohon itu dimakan. Di antaranya 37:63 menyebut apa yang dijadikan Kami dari pohon itu. Urutan tujuan lebih dulu dan rincian kemudian ada juga di 74:31, tempat Kami menentukan bilangan para penjaga api sebagai cobaan, lalu ayat itu melanjutkan dengan maksud-maksudnya.
Di 74:31 salah satu maksud cobaan itu tampak pada ucapan pendengar, (مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًا, maadzaa araada llaahu bi-haadzaa matsalan) yang berarti "apakah yang dikehendaki Allah dengan ini sebagai suatu perumpamaan", yang diucapkan oleh orang yang di hatinya ada penyakit dan oleh orang-orang kafir. Ayat 37:63 tidak mencatat tanggapan siapa pun, dan kapan cobaan itu berlaku tidak dinyatakan. Pembaca hanya diberi tahu bahwa sasarannya golongan tertentu.
Golongan itu sudah muncul di 37:22, (احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ, ihsyuru lladziina zhalamuu wa-azwaajahum) yang berarti "kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta pasangan mereka", dan 37:23 menyebut apa yang dahulu mereka sembah selain Allah serta jalan menuju neraka yang menyala-nyala. Ayat 37:63 kembali kepada golongan itu dengan akar yang sama dan menaruh pohon zaqqum sebagai cobaan bagi mereka. Kata "mereka" di 37:66 karena itu dapat dibaca menunjuk golongan yang disebut di ayat ini.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 37:63 menyebut penerima cobaan itu, yaitu orang-orang yang zalim, dan tidak menyatakan bahwa cobaan itu berlaku untuk semua orang. Di 74:31 penerimanya orang-orang kafir, dan ayat itu mencatat tanggapan mereka lewat pertanyaan tentang apa yang dikehendaki Allah dengan gambaran itu. Gambaran yang sama dapat menjadi peringatan bagi satu orang dan cobaan bagi orang lain. Sesudah mendengar tentang pohon di dasar neraka, tanggapan pertama yang muncul pada pembaca dapat diperiksa, apakah pertanyaan tentang maksudnya atau pertanyaan tentang siapa yang dimaksud?
- Ucapan di 74:31, apakah yang dikehendaki Allah dengan ini sebagai suatu perumpamaan, diucapkan oleh orang yang di hatinya ada penyakit dan oleh orang-orang kafir. Ayat itu menaruh pertanyaan tentang maksud di mulut mereka, dan ayat 37:63 tidak memuat tanggapan apa pun. Pertanyaan yang sama dapat diajukan dengan nada mencari dan dengan nada menolak, dan teks tidak memberi tanda nada pada kalimatnya. Pembaca dapat mengingat sebuah gambaran yang pernah didengarnya dan terasa mengganggu, lalu menimbang nada pertanyaan yang muncul. Apakah pertanyaan itu menunggu jawaban, atau sudah membawa jawabannya sendiri?
- Di 10:85 orang-orang yang bertawakal kepada Allah memohon kepada Tuhan mereka agar tidak dijadikan fitnah bagi kaum yang zalim, dan di 37:63 Kami menjadikan sebuah pohon sebagai cobaan bagi orang-orang yang zalim. Kata kerja menjadikan sama, dan pihak yang menjadikan disebut di kedua tempat, yaitu Tuhan di 10:85 dan Kami di 37:63. Pembaca yang sedang menjadi bahan penilaian orang lain dapat menimbang dalam hal apa dirinya menjadi cobaan bagi pihak yang zalim, dan kepada siapa permohonan seperti di 10:85 dialamatkan. Apakah permohonan itu pernah disebutkannya dengan kata Tuhan?
- Ayat ini menyebut tujuan tanpa menyebut cara kerjanya, karena tidak dikatakan apa yang diuji, bagaimana hasilnya diukur, atau kapan. Biasanya tujuan datang bersama caranya, tetapi di sini tujuan datang sendirian dan rincian pohonnya menyusul di 37:64 sampai 37:66. Orang yang pernah menerima sebuah ujian tanpa penjelasan dapat mengingat bagian mana yang paling berat, ujiannya atau ketidaktahuannya. Apakah kata cobaan di ayat ini membuat pembaca menyimak 37:64 dengan mata yang berbeda dari sebelumnya?
- Orang-orang yang zalim disebut di 37:22 bersama apa yang dahulu mereka sembah selain Allah, dan disebut lagi di 37:63 sebagai penerima cobaan. Dua sebutan itu berjarak puluhan ayat di surah yang sama, dan di keduanya mereka menjadi nama golongan yang menerima sesuatu, yaitu jalan di 37:23 dan cobaan di 37:63. Pembaca dapat menimbang cara memperlakukan nama golongan semacam itu, sebagai pihak lain yang jauh atau sebagai kemungkinan bagi dirinya sendiri. Bila nama itu dibacakan di depan cermin, bagian mana yang terasa jauh dan bagian mana yang terasa dekat?
- Kata kerja Kami jadikan menghasilkan syiar Allah di 22:36, tanda bagi seisi alam di 29:15, peringatan di 56:73, pelempar bagi setan-setan di 67:5, dan cobaan di 37:63. Benda yang dibicarakan di tiap ayat berbeda, jadi hasil-hasil itu tidak dapat dipertukarkan. Satu kata kerja menampung banyak kedudukan, dan kedudukan itu diberikan oleh yang menjadikannya. Pembaca dapat mendaftar benda di sekitarnya yang berkedudukan seperti tanda, peringatan, atau cobaan, lalu bertanya benda mana yang selama ini dikiranya sekadar benda. Apakah ada yang berkedudukan sebagai cobaan tanpa pernah dinamai begitu?