إِنَّا جَعَلْنَاهَا فِتْنَةً لِلظَّالِمِينَ

Sesungguhnya Kami menjadikannya sebagai cobaan bagi orang-orang yang zalim.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّا جَعَلْنَاهَا فِتْنَةًinnaa ja'alnaahaa fitnatansesungguhnya Kami menjadikannya sebagai cobaan
  2. لِلظَّالِمِينَli-zh-zhaalimiinabagi orang-orang yang zalim

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
  2. جَعَلْنَاهَاja'alnaahaaKami menjadikannya
  3. فِتْنَةًfitnatanujian
  4. لِلظَّالِمِينَli-zh-zhaalimiinabagi orang-orang zalim

Inti bacaan

Pohon mengerikan ini eksplisit dinyatakan sebagai 'cobaan bagi orang-orang zalim', bahkan gambaran seburuk ini memiliki fungsi pedagogis sebagai peringatan, bukan sekadar hukuman tanpa makna pembelajaran.

Penjelasan pilihan kata

'Fitnatan' (akar ftn) diterjemahkan 'cobaan', konsisten dengan pola terjemahan akar ftn di ayat-ayat lain sepanjang proyek.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan fungsi pohon zaqqum sebagai ujian: keberadaannya sendiri menjadi bagian dari pembuktian bagi orang-orang yang zalim.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut pohon itu cobaan, bukan cuma hukuman. Ada fungsi mengujinya. Bukan siksa yang kosong.
  • Yang diuji orang zalim, bukan semua orang. Sasarannya disebut. Ujiannya tidak untuk semua.
  • Gambaran yang mengerikan pun punya maksud. Allah menyebutnya berfungsi. Yang menakutkan tetap mengajar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar j-'-l, f-t-n, zh-l-m): fitnah diterjemahkan 'cobaan (azab)' (akar f-t-n); zhaalimiin diterjemahkan 'zalim'. gloss '(pohon zaqum itu)' dibuang.