إِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِي أَصْلِ الْجَحِيمِ
Sesungguhnya ia adalah pohon yang tumbuh di dasar neraka yang menyala-nyala,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُinnahaa syajaratun takhrujusesungguhnya ia adalah pohon yang tumbuh
- فِي أَصْلِ الْجَحِيمِfii ashli l-jahiimidi dasar neraka yang menyala-nyala
Terjemahan per kata (6 kata)
- إِنَّهَاinnahaasesungguhnya ia
- شَجَرَةٌsyajaratunpohon
- تَخْرُجُtakhrujukeluar
- فِيfiidi
- أَصْلِashlipangkal
- الْجَحِيمِl-jahiimineraka yang menyala-nyala
Inti bacaan
Susunan (فِي أَصْلِ, fii ashli) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:64.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِنَّهَا, innahaa) yang berarti "sesungguhnya ia", dengan -haa yang menunjuk pohon zaqqum seperti di 37:63. Kata (شَجَرَةٌ, syajaratun) yang berarti "pohon" berakar ش-ج-ر dan tidak memakai kata sandang, berbeda dari 37:62 yang memuat (شَجَرَةُ الزَّقُّومِ, syajaratu z-zaqquumi) yang berarti "pohon zaqqum". Pohon itu sudah disebut namanya dan tujuannya, dan di sini pohon itu diperkenalkan lewat sifat-sifatnya, sehingga terjemahan memakai "adalah pohon" tanpa "itu".
Kata (تَخْرُجُ, takhruju) yang berarti "tumbuh" berakar خ-ر-ج dan berbentuk perempuan tunggal. Arti dasar akar ini adalah keluar, seperti di 54:7, (يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ, yakhrujuuna mina l-ajdaatsi) yang berarti "mereka keluar dari kubur". Kata kerja yang sama dipakai untuk pohon di 23:20, (وَشَجَرَةً تَخْرُجُ مِنْ طُورِ سَيْنَاءَ, wa-syajaratan takhruju min thuuri saynaa'a) yang berarti "dan pohon yang tumbuh dari Bukit Sinai". Terjemahan memakai "tumbuh" di kedua tempat karena pohon keluar dari tempatnya sebagai tumbuhan. Kata depan di kedua ayat itu berbeda. Di 23:20 kata depannya min, yang berarti "dari", dan di 37:64 kata depannya (فِي, fii) yang berarti "di". Terjemahan memakai "di" untuk fii, seperti di 37:55, (فِي سَوَاءِ الْجَحِيمِ, fii sawaa'i l-jahiimi) yang berarti "di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala", dan "dari" untuk min, seperti di 23:20.
Kata (أَصْلِ, ashli) yang berarti "dasar" berakar أ-ص-ل. Di 14:24 kata ini dipakai untuk pohon, (أَصْلُهَا ثَابِتٌ, ashluhaa tsaabitun) yang berarti "akarnya kokoh", dan terjemahan di sana memakai "akar". Di 37:64 kata yang sama dimiliki neraka dan tidak dimiliki pohon, yaitu (أَصْلِ الْجَحِيمِ, ashli l-jahiimi) yang berarti "dasar neraka yang menyala-nyala", sehingga terjemahan memakai "dasar", padanan bagian paling bawah sebuah tempat. Bentuk jamaknya, (أُصُولِهَا, ushuulihaa), ada di 59:5 dan menyebut pokok pohon yang dibiarkan tegak, tidak sebuah tempat.
Kata (الْجَحِيمِ, l-jahiimi) yang berarti "neraka yang menyala-nyala" muncul enam kali di surah ini, yaitu di 37:23, 37:55, 37:64, 37:68, 37:97, dan 37:163, dan terjemahan memakai padanan yang sama di keenamnya. Bagian-bagian neraka disebut dengan kata lokasi dua kali di surah ini. Ayat 37:55 menyebut tengah-tengahnya, yaitu (فِي سَوَاءِ الْجَحِيمِ, fii sawaa'i l-jahiimi), dan 37:64 menyebut dasarnya, yaitu (فِي أَصْلِ الْجَحِيمِ, fii ashli l-jahiimi). Pasangan (سَوَاءِ الْجَحِيمِ, sawaa'i l-jahiimi) muncul dua kali, yaitu di 37:55 dan 44:47, dan pasangan fii ashli muncul satu kali, di 37:64.
Tafsiran
Ayat ini memberi pohon zaqqum sebuah tempat. Ayat 37:62 menyebut namanya, 37:63 menyebut tujuannya, dan 37:64 menyebut tempat tumbuhnya, yaitu dasar neraka yang menyala-nyala. Dengan begitu pohon itu masuk ke tempat yang sudah dua kali disebut di surah ini: sebagai ujung jalan orang-orang yang zalim di 37:23 dan sebagai tempat teman penutur terlihat di 37:55. Ayat 37:55 menaruh teman itu di tengah-tengah neraka, dan 37:64 menaruh pohon di dasarnya. Jarak antara keduanya tidak disebut.
Ayat 37:68 menyebut tempat kembali mereka menuju neraka sesudah mereka makan dan minum di 37:66 dan 37:67. Sementara itu 37:64 menaruh pohonnya di dasar neraka. Bagaimana kedua letak itu selaras, apakah pohon itu di dalam neraka atau neraka menjadi tempat kembali sesudah jamuan, tidak dijelaskan ayat mana pun di rangkaian 37:62 sampai 37:68.
Ayat 14:24 menaruh pohon yang baik pada dua titik, akarnya kokoh dan cabangnya menjulang ke langit, sedangkan 37:64 menaruh pohon ini di dasar tempat azab. Kedua ayat berbeda jenisnya, karena 14:24 menuturkan perumpamaan tentang sebuah kalimat yang baik dan 37:64 memberi keterangan tentang pohon tertentu, sehingga keduanya tidak disamakan. Perbandingan itu memperlihatkan bahwa dua ayat memberi perhatian pada tempat tumbuh, satu di sisi atas dan satu di sisi bawah.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 14:24 menyebut bahwa Allah membuat perumpamaan sebuah kalimat yang baik, seperti pohon yang baik, akarnya kokoh dan cabangnya menjulang ke langit, dan 14:25 menambahkan bahwa pohon itu memberi buahnya setiap waktu dengan izin Tuhannya. Pohon di 37:64 diberi tempat yang berlawanan, yaitu di dasar neraka. Kedua ayat berbeda jenisnya, sebab 14:24 perumpamaan dan 37:64 keterangan tentang sebuah pohon, jadi keduanya tidak dipadankan. Keduanya sama-sama menaruh perhatian pada tempat tumbuh. Pembaca dapat menanyakan tempat tumbuh apa yang selama ini diperhatikannya pada hal-hal yang diterimanya, seperti kata-kata, kebiasaan, dan penghasilan, dan ke arah mana akarnya menjalar?
- Ayat 37:23 menyebut orang-orang zalim dituntun ke jalan menuju neraka bersama apa yang dahulu mereka sembah selain Allah, dan 37:64 menaruh sebuah pohon di dasar tempat jalan itu berujung. Jalan dan ujungnya disebut di dua ayat yang berjauhan, sehingga pembaca perlu menyambungkannya sendiri. Dengan ayat 37:64, ujung jalan itu diberi satu benda yang dapat dibayangkan. Pembaca dapat bertanya jalan apa yang sedang dilaluinya sekarang, dan benda apa yang menunggu di ujungnya. Apakah ujung itu pernah disebutnya dengan nama bendanya, dan bukan dengan kata yang samar?
- Teman di 37:55 terlihat di tengah-tengah neraka, dan penutur menanggapinya di 37:56 dengan sumpah demi Allah dan di 37:57 dengan menyebut nikmat Tuhannya. Pohon di 37:64 berada di dasar. Jarak antara tengah dan dasar tidak disebut, dan tidak dikatakan apakah teman itu berada dekat pohon. Pembaca dapat membayangkan dirinya melihat orang yang dikenalnya dari tempat yang selamat. Kata apa yang pertama kali terucap, dan apakah kata itu menyebut nama Allah seperti di 37:56 dan 37:57, atau menyebut orangnya saja?
- Ayat 37:68 menyebut tempat kembali mereka menuju neraka sesudah makan dan minum, sedangkan 37:64 menaruh pohonnya di dasar neraka, dan teksnya tidak menjelaskan bagaimana dua letak itu selaras. Pembaca yang menemukan dua keterangan yang belum bertemu dapat memeriksa kebiasaannya sendiri, apakah penyelaras disusun agar keduanya cocok atau keduanya dibiarkan berdiri berdampingan. Dari dua kebiasaan itu, mana yang lebih sering dipakai ketika sebuah bacaan berhenti sebelum selesai dijelaskan?
- Kata kerja takhruju dipakai untuk pohon di 23:20, yang tumbuh dari Bukit Sinai dan memberi minyak bagi orang-orang yang makan, dan untuk pohon di 37:64, yang tumbuh di dasar neraka dan dimakan di 37:66. Dua pohon itu tumbuh dengan kata kerja yang sama dan keduanya dimakan, dengan tempat tumbuh yang berlainan. Ayat 5:88 menyebut makanan halal lagi baik sebagai apa yang Allah rezekikan. Pembaca dapat membandingkan makanan yang dikenalnya dengan asalnya: apakah asal makanan hari ini diketahui, dan dari tangan siapa rezeki itu sampai kepadanya?
- Dua hidangan yang dibandingkan di 37:62 sama-sama diberi alamat dengan kata depan yang sama, yaitu fii. Hidangan pertama berada di taman-taman kenikmatan bagi hamba-hamba Allah yang dimurnikan, menurut 37:40 sampai 37:43, dan hidangan kedua berada di dasar neraka menurut 37:64. Dua alamat itu diperlakukan sejajar oleh teks. Pembaca dapat menanyakan alamat apa yang tertulis untuk rezekinya sendiri, dan apakah alamat itu pernah ditimbangnya sebelum ia menerima hidangan dari tempat itu?