طَلْعُهَا كَأَنَّهُ رُءُوسُ الشَّيَاطِينِ
mayangnya seperti kepala-kepala setan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- طَلْعُهَا كَأَنَّهُthal'uhaa ka-annahumayangnya seperti
- رُءُوسُ الشَّيَاطِينِru'uusu sy-syayaathiinikepala-kepala setan
Terjemahan per kata (4 kata)
- طَلْعُهَاthal'uhaamayangnya
- كَأَنَّهُka-annahuseakan-akan ia
- رُءُوسُru'uusukepala
- الشَّيَاطِينِsy-syayaathiinisetan-setan
Inti bacaan
Bentuk (طَلْعُهَا, thal'uhaa) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 26:148 dan 37:65.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (طَلْعُهَا, thal'uhaa) yang berarti "mayangnya", tersusun dari thal' yang berarti "mayang", berakar ط-ل-ع, dan akhiran -haa yang berarti "-nya", menunjuk pohon zaqqum yang bertanda perempuan di 37:64. Kata thal' muncul empat kali di empat surah, yaitu di 6:99, 26:148, 37:65, dan 50:10. Tiga ayat lainnya menyebut pohon kurma: (وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا, wa-mina n-nakhli min thal'ihaa) yang berarti "dan dari pohon kurma, dari mayangnya" di 6:99, (طَلْعُهَا هَضِيمٌ, thal'uhaa hadhiimun) yang berarti "mayangnya lembut" di 26:148, dan (بَاسِقَاتٍ لَهَا طَلْعٌ نَضِيدٌ, baasiqaatin lahaa thal'un nadhiidun) yang berarti "yang tinggi, yang mayangnya bersusun-susun" di 50:10. Di 37:65 kata itu dipakai untuk pohon yang bukan kurma. Bentuk persis thal'uhaa muncul dua kali, yaitu di 26:148 dan 37:65, dan terjemahan memakai "mayang" di keempat ayat.
Kata (كَأَنَّهُ, ka-annahu) yang berarti "seperti" tersusun dari ka-anna, yang menyerupakan dua hal, dan akhiran -hu yang berarti "ia" untuk satu benda laki-laki. Dalam morfologi, thal' bertanda laki-laki dan syajarah bertanda perempuan, sehingga -hu terbaca menunjuk mayang dan tidak menunjuk pohonnya. Karena itu kepala setan disamakan dengan mayang pohon itu, dan tidak dengan pohonnya secara keseluruhan. Terjemahan ini memakai dua padanan untuk ka-anna. Di 54:7, (كَأَنَّهُمْ جَرَادٌ مُنْتَشِرٌ, ka-annahum jaraadun muntasyirun) yang berarti "seperti belalang yang beterbangan", padanannya "seperti", sedangkan di 37:49, (كَأَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَكْنُونٌ, ka-annahunna baydhun maknuunun) yang berarti "seakan-akan mereka telur yang tersimpan", padanannya "seakan-akan". Di 37:65 dipakai "seperti", sama dengan 54:7.
Kata (رُءُوسُ, ru'uusu) yang berarti "kepala-kepala" berakar ر-أ-س dan berbentuk jamak. Kata ru'uusu muncul dua kali di dua surah, yaitu di 2:279 dan 37:65. Di 2:279, (فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ, fa-lakum ru'uusu amwaalikum) yang berarti "maka bagi kalian pokok harta kalian", terjemahan memakai "pokok" karena yang disebut harta. Di 37:65 yang disebut makhluk, sehingga terjemahan memakai "kepala-kepala". Susunan (رُءُوسُ الشَّيَاطِينِ, ru'uusu sy-syayaathiini) muncul satu kali, yaitu di 37:65.
Kata (الشَّيَاطِينِ, sy-syayaathiini) yang berarti "setan-setan" berakar ش-ط-ن dan berbentuk jamak. Bentuk persis ini tanpa awalan muncul empat kali di empat surah, yaitu di 17:27, 21:82, 23:97, dan 37:65. Di tiga ayat lain tidak ada keterangan tentang rupa atau kepala setan: (إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ, ikhwaana sy-syayaathiini) yang berarti "saudara-saudara setan" di 17:27, (وَمِنَ الشَّيَاطِينِ, wa-mina sy-syayaathiini) yang berarti "dan sebagian setan" di 21:82, dan (مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ, min hamazaati sy-syayaathiini) yang berarti "dari bisikan-bisikan setan" di 23:97. Terjemahan 37:65 karena itu menyampaikan "kepala-kepala setan" tanpa tambahan sifat atau bentuk.
Tafsiran
Ayat ini memberi pohon zaqqum sebuah rupa. Sesudah nama di 37:62, tujuan di 37:63, dan tempat di 37:64, ayat 37:65 menyebut mayangnya dan menyerupakannya dengan kepala-kepala setan. Dari seluruh pohon itu hanya mayangnya yang digambarkan, sedangkan batang dan daunnya tidak disebut.
Surah ini memakai ka-anna di dua tempat, yaitu 37:49 untuk taman dan 37:65 untuk neraka. Di 37:49 pembandingnya telur yang tersimpan, dan di 77:33, (كَأَنَّهُ جِمَالَتٌ صُفْرٌ, ka-annahu jimaalatun shufrun) yang berarti "seakan-akan iringan unta kuning", pembandingnya unta kuning. Kedua pembanding itu benda yang disebut dengan namanya. Di 37:65 pembandingnya kepala setan, dan rupa kepala itu tidak diterangkan di ayat ini maupun di tiga ayat lain yang memuat bentuk sy-syayaathiini tanpa awalan. Pembaca dengan begitu menerima gambaran yang satu sisinya sudah dikenal, yaitu mayang, dan sisi lainnya tidak memuat bentuk. Ayat ini juga tidak menyatakan dari segi apa kemiripan itu dimaksud, apakah bentuk, warna, atau kesan.
Rupa pohon disampaikan sebelum pohon itu dimakan. Ayat 37:66 baru menyebut bahwa mereka memakannya, sehingga ayat yang menceritakan makan datang kepada pembaca yang sudah mendengar rupa hidangannya. Urutan itu tidak ada pada taman, yang di 37:41 sampai 37:42 dituturkan lewat rezeki dan buah-buahan yang disebut dengan namanya saja.
Renungan dan Hikmah
- Pembanding di 37:65 adalah kepala setan, dan di tiga ayat lain yang memuat bentuk sy-syayaathiini tanpa awalan, yaitu 17:27, 21:82, dan 23:97, tidak ada penggambaran rupanya. Pembaca menerima perbandingan yang satu sisinya jelas, yaitu mayang, dan sisi lainnya tanpa bentuk. Orang yang pernah diberi tahu bahwa sesuatu digambarkan seperti hal yang belum pernah dilihatnya dapat mengingat bagaimana maksudnya tertangkap. Apa yang tersisa dalam benak pembaca dari kata kepala-kepala setan, bentuknya atau rasa takutnya?
- Di 6:99 kata mayang berada dalam ayat tentang Dia yang menurunkan air dari langit, dan menjadi salah satu tanda bagi kaum yang beriman. Di 50:10 mayang bersusun pada pohon kurma yang tinggi, dan 50:11 menyebut semua itu rezeki bagi hamba-hamba. Di 37:65 kata yang sama dipakai untuk pohon di dasar neraka. Kata yang di tempat lain menyertai rezeki dan tanda, di sini menyertai kepala setan. Pembaca dapat memperhatikan perasaan yang muncul ketika kata sehari-hari dipakai di tempat ini. Adakah kata lain yang akrab di telinga yang belum pernah dibayangkannya di tempat seperti ini?
- Di 23:97 dan 23:98 orang berseru kepada Tuhannya, memohon perlindungan dari bisikan-bisikan setan dan dari kehadiran mereka. Ayat 37:65 menyebut setan dari sisi lain, yaitu sebagai pembanding rupa sebuah mayang. Dua ayat itu menaruh kata yang sama di kalimat yang berbeda, satu berupa doa dan satu berupa gambaran. Pembaca dapat memeriksa ke mana pikirannya berjalan ketika kata setan muncul, ke gambaran atau ke doa. Apakah doa seperti di 23:97 terlintas lebih dulu, atau sesudah gambarannya selesai terbayang?
- Taman di 37:42 dituturkan lewat buah-buahan yang disebut dengan namanya, dengan penerimanya hamba-hamba Allah yang dimurnikan menurut 37:40, sedangkan pohon di 37:65 dituturkan lewat pembanding yang tidak memuat bentuk. Dua sisi pertanyaan di 37:62 itu tidak disajikan dengan cara yang sama. Sisi pertama dapat dibayangkan lewat benda yang dikenal, dan sisi kedua lewat pembanding yang rupanya tidak diterangkan. Pembaca yang menimbang dua pilihan dapat memeriksa apakah bahan yang diterimanya dari keduanya setara, dan ke mana bahan yang tidak setara itu mengarahkan penimbangannya?
- Rupa pohon disampaikan di 37:65, dan makan baru disebut di 37:66. Pembaca mendengar rupa hidangan lebih dulu, lalu mendengar bahwa hidangan itu dimakan. Urutan ini memberi pembaca waktu untuk memandang sebelum menelan. Orang yang akan menerima sebuah hidangan dapat memeriksa urutannya sendiri, apakah rupanya diperhatikan sebelum ditelan atau sesudahnya, dan apakah rasa ngeri pada rupa itu cukup untuk menahan tangan?
- Ayat 37:65 memakai kata seperti dan tidak menyatakan bahwa mayang itu kepala setan. Dari segi apa keduanya serupa tidak disebut, apakah bentuk, warna, atau kesan. Pembaca memegang kemiripan, dan identitas tidak diberikan. Orang yang mendengar sebuah perumpamaan memilih sendiri segi kemiripannya, dan pilihan itu memperlihatkan apa yang lebih dulu tertangkap pada sebuah gambaran. Segi mana yang dipilih pembaca untuk ayat ini, dan apakah segi itu berubah bila ayat 37:64 dibaca ulang lebih dulu?