ثُمَّ إِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًا مِنْ حَمِيمٍ
Kemudian, sesungguhnya bagi mereka, di atasnya, benar-benar ada campuran dari air mendidih.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- ثُمَّ إِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَاtsumma inna lahum 'alayhaakemudian, sesungguhnya bagi mereka, di atasnya
- لَشَوْبًا مِنْ حَمِيمٍla-syawban min hamiiminbenar-benar ada campuran dari air mendidih
Terjemahan per kata (7 kata)
- ثُمَّtsummakemudian
- إِنَّinnasesungguhnya
- لَهُمْlahumbagi mereka
- عَلَيْهَا'alayhaaatasnya
- لَشَوْبًاla-syawbanbenar-benar campuran
- مِنْmindari
- حَمِيمٍhamiiminair mendidih
Inti bacaan
Bentuk (لَشَوْبًا, la-syawban) muncul satu kali di Al-Qur'an, dan akar ش-و-ب tidak ditemukan pada kata lain mana pun.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (ثُمَّ إِنَّ, tsumma inna) yang berarti "kemudian, sesungguhnya", dan 37:68 dibuka dengan susunan yang sama. Susunan itu muncul dua belas kali di sembilan surah, yaitu di 5:32, 16:110, 16:119, 23:15, 23:16, 37:67, 37:68, 39:31, 56:51, 75:19, 83:16, dan 88:26. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 16, 23, dan 37 masing-masing memuatnya dua kali. Dua ayat yang bersebelahan memakai pembuka ini hanya di dua tempat, yaitu 23:15 dengan 23:16 dan 37:67 dengan 37:68. Kata (ثُمَّ, tsumma) menyatakan urutan, dan antara 37:66 dan 37:67 tidak ada keterangan waktu berupa angka.
Kata (لَهُمْ, lahum) yang berarti "bagi mereka" menyebut pihak yang memiliki bagian, dan kata (عَلَيْهَا, 'alayhaa) yang berarti "di atasnya" tersusun dari (عَلَىٰ, 'alaa) yang berarti "di atas" dan akhiran -haa yang berarti "-nya" dalam bentuk perempuan tunggal. Akhiran itu menunjuk pohon yang disebut di 37:64, (شَجَرَةٌ, syajaratun) yang berarti "pohon", seperti akhiran pada (مِنْهَا, minhaa) di 37:66. Letak "di atas" muncul lagi di 56:54 dalam urutan makan yang mirip, (عَلَيْهِ, 'alayhi) yang berarti "di atasnya", dengan akhiran -hi dalam bentuk laki-laki. Ayat 56:54 memuat (فَشَارِبُونَ, fa-syaaribuuna) yang berarti "kemudian para peminum", yaitu kata pelaku untuk orang yang minum, sedangkan 37:67 tidak memuat kata kerja maupun kata pelaku seperti itu. Karena itu terjemahan 37:67 memakai "ada" untuk susunan lahum, dan tidak menambahkan "meminum" atau "disiramkan".
Susunan (لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ, lahum syaraabun min hamiimin) muncul dua kali, yaitu di 6:70 dan 10:4, dan bendanya (شَرَابٌ, syaraabun) berarti "minuman". Di 37:67 benda yang menempati tempat itu lain, yaitu (لَشَوْبًا, la-syawban), dan di 56:93 benda itu (فَنُزُلٌ, fa-nuzulun) yang berarti "maka, jamuan". Tiga kata benda berbeda berdiri di depan (مِنْ حَمِيمٍ, min hamiimin) di empat ayat yang hamiim-nya air, sehingga terjemahan 37:67 memakai "campuran" dan tidak memakai "minuman" atau "jamuan".
Kata (لَشَوْبًا, la-syawban) tersusun dari huruf (لَ, la) yang menegaskan kalimat dan (شَوْبًا, syawban) yang berarti "campuran". Terjemahan memakai "benar-benar" untuk la, seperti pada (لَآكِلُونَ, la-aakiluuna) di 37:66 yang berarti "benar-benar memakan". Bentuk (لَشَوْبًا, la-syawban) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:67, dan akar ش-و-ب tidak dipakai di ayat lain. Karena itu arti "campuran" tidak dapat dibandingkan dengan ayat lain, dan padanan ini bertumpu pada ayat ini saja. Akhiran -an pada syawban menandai benda tak tentu, sehingga ayat menyebut "suatu campuran". Ayat menyebut bahannya, yaitu air mendidih, tetapi tidak menyebut apa yang dicampurkan padanya.
Kata (حَمِيمٍ, hamiimin) berakar ح-م-م dan dipakai di sembilan belas ayat dalam berbagai bentuk, yaitu 6:70, 10:4, 22:19, 26:101, 37:67, 38:57, 40:18, 40:72, 41:34, 44:46, 44:48, 47:15, 55:44, 56:42, 56:54, 56:93, 69:35, 70:10, dan 78:25. Di empat belas ayat artinya air mendidih, dan di lima ayat artinya teman karib, yaitu 26:101, 40:18, 41:34, 69:35, dan 70:10. Bentuk persis (مِنْ حَمِيمٍ, min hamiimin) muncul lima kali, yaitu di 6:70, 10:4, 37:67, 40:18, dan 56:93. Di 40:18 kata itu berdampingan dengan pemberi syafaat, (مِنْ حَمِيمٍ وَلَا شَفِيعٍ, min hamiimin wa-laa syafii'in) yang berarti "seorang teman akrab, dan tidak seorang pemberi syafaat", sehingga artinya orang. Di 37:67 kata itu berdampingan dengan "campuran", sehingga artinya air. Padanan kata per kata di 6:70, 10:4, 55:44, dan 56:93 adalah "air mendidih", dan terjemahan 37:67 memakai padanan yang sama.
Tafsiran
Ayat ini menambahkan satu bagian pada makanan di 37:66, dan bentuk kalimatnya berubah. Ayat 37:66 memuat dua kata pelaku, yaitu (لَآكِلُونَ, la-aakiluuna) yang berarti "benar-benar memakan" dan (فَمَالِئُونَ, fa-maali'uuna) yang berarti "lalu memenuhi", sedangkan 37:67 tidak memuat kata kerja dan menyebut apa yang ada bagi mereka. Perhatian bergeser dari perbuatan mereka ke sesuatu yang diletakkan pada mereka, dan ayat tidak menyebut siapa yang meletakkannya.
Urutan makan, memenuhi perut, lalu sesuatu di atasnya juga dituturkan di 56:52 sampai 56:54. Perbedaannya, 56:54 menyebut para peminum dan 37:67 tidak menyebut tindakan minum, sehingga campuran di sini tampil sebagai bagian yang sudah ada.
Surah 37 menyusun rangkaian ini dalam tiga langkah. Ayat 37:66 memakai fa untuk makan dan memenuhi perut, lalu tsumma membuka 37:67 dan 37:68, yaitu campuran di atas pohon dan tempat kembali. Di antara langkah-langkah itu tidak ada angka waktu.
Pohon itu semula ditawarkan sebagai jamuan di 37:62, (خَيْرٌ نُزُلًا, khayrun nuzulan) yang berarti "lebih baik sebagai jamuan", lalu disebut cobaan bagi orang-orang zalim di 37:63. Di 56:93 air mendidih sendiri disebut jamuan, (فَنُزُلٌ مِنْ حَمِيمٍ, fa-nuzulun min hamiimin). Dengan 37:67 jamuan itu terdiri dari dua bagian, pohon dan air mendidih, dan keduanya sudah punya nama di ayat lain. Ayat 37:68 sesudahnya menyebut tempat kembali mereka, sehingga 37:67 berdiri di antara makanan dan tempat kembali itu.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 37:66 berakhir pada perut yang dipenuhi, dan 37:67 masih meletakkan sesuatu lagi di atasnya dengan kata kemudian sebagai sambungan. Rangkaian itu memperlihatkan bahwa keadaan penuh tidak otomatis menjadi titik selesai, sebab sesudah batas yang tampak teks tetap melanjutkan. Pembaca dapat membandingkannya dengan urusan dalam hidupnya yang pernah disebutnya sudah cukup, entah pekerjaan, simpanan, atau pujian, lalu ternyata masih disusul sesuatu di atasnya. Ayat ini tidak menggambarkan perasaan mereka ketika campuran itu datang, sehingga gambaran itu tersisa untuk dibayangkan pembaca sendiri. Pada urusan apa pembaca sudah berkata cukup, padahal belum diketahuinya apa yang akan diletakkan di atasnya?
- Ayat 37:66 menyebut apa yang mereka kerjakan, yaitu memakan dan memenuhi perut, sedangkan 37:67 memakai susunan yang berbunyi bagi mereka ada campuran, tanpa kata kerja dan tanpa menyebut siapa yang menyediakannya. Peralihan dari yang dikerjakan ke yang sudah ada itu dapat dibaca sebagai perubahan kedudukan: di 37:66 mereka bertindak, di 37:67 sesuatu sudah menanti mereka. Pembaca dapat menaruh dua daftar berdampingan, pekerjaan yang dimulainya sendiri dan hal-hal yang sudah ada sebelum pekerjaan dimulai, lalu melihat daftar mana yang lebih panjang. Bagaimana rasanya mendapati bahwa sebagian dari bagiannya sudah disiapkan sebelum kedatangannya?
- Kata jamuan dipakai di Al-Qur'an dengan tuan rumah yang disebut dan yang tidak disebut. Di 3:198 taman bagi orang-orang bertakwa disebut jamuan dari sisi Allah, dan di 18:102 Jahanam disebut jamuan yang Kami sediakan bagi orang-orang kafir, sedangkan di 37:62 pohon zaqqum disebut jamuan tanpa menyebut siapa yang menjamu. Ayat 37:67 menambahkan campuran ke jamuan yang tuan rumahnya tidak dinamai. Dua ayat pembanding itu berbicara tentang taman dan Jahanam, sehingga keduanya tidak dipakai untuk menjawab siapa penyedia campuran di 37:67. Pembaca dapat bertanya, bila makanan di mejanya hari ini ikut dihitung sebagai jamuan, siapa yang disebutnya sebagai tuan rumah?
- Ayat 6:70 menyebut minuman dari air mendidih bagi orang-orang yang diserahkan pada azab, dan ayat yang sama menyatakan bahwa bagi mereka tidak ada pelindung dan pemberi syafaat selain Allah. Ayat 6:70 berbicara tentang jiwa yang diserahkan pada azab karena perbuatannya sendiri, dan 37:67 menyebut campuran bagi mereka tanpa merinci sebabnya, sehingga kedua ayat tidak disamakan. Kedua ayat menyebut air yang sama, dan ayat 6:70 menaruh pelindung dan pemberi syafaat di sampingnya. Pembaca dapat menyebut dalam hati siapa saja yang kini dipegangnya sebagai pelindung. Kepada siapa selain Allah pembaca menggantungkan perlindungan hari ini, dan apa yang tersisa dari gantungan itu bila 6:70 benar?
- Ayat 10:4 menyebut bahwa Dia memulai penciptaan lalu mengembalikannya, agar Dia membalas orang-orang yang beriman dan beramal saleh dengan adil, dan ayat yang sama menyebut bahwa bagi orang-orang yang kufur ada minuman dari air mendidih dan azab yang pedih karena mereka selalu kufur. Dua balasan yang berlawanan diletakkan dalam satu napas, dan keduanya dikaitkan pada perbuatan masing-masing. Ayat 37:67 tidak memuat bagian pertama dari pasangan itu dan tidak memuat alasan, sehingga ayat ini dibaca bersama ayat-ayat di sekitarnya. Pembaca yang hanya mengingat satu sisi pasangan itu dapat memeriksa mengapa sisi itu yang tersimpan. Bagian mana dari pasangan dalam 10:4 yang lebih sering disebutnya, dan mengapa?
- Pohon di 37:65 digambarkan dengan perumpamaan, yaitu mayangnya seperti kepala-kepala setan, sedangkan campuran di 37:67 hanya disebut bahannya, air mendidih, tanpa perumpamaan dan tanpa kata sifat tentang rasanya. Dua ayat itu dapat dibandingkan sebagai dua cara menyebut hal yang berat, yang satu dengan citra yang menakutkan dan yang lain dengan keterangan yang datar. Pembaca yang pernah menerima kabar berat dalam kalimat yang sangat pendek dapat mengingat bahwa kabar itu tetap sampai tanpa hiasan. Ayat ini menyerahkan penilaian rasa kepada pembaca. Bagaimana pembaca membayangkan campuran dari air mendidih bila ayat tidak menyebut apa pun tentang rasanya?