ثُمَّ إِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًا مِنْ حَمِيمٍ
Kemudian, sesungguhnya bagi mereka, di atasnya, ada campuran dari air yang mendidih.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- ثُمَّ إِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَاtsumma inna lahum 'alayhaakemudian, sesungguhnya bagi mereka, di atasnya
- لَشَوْبًا مِنْ حَمِيمٍla-syawban min hamiiminbenar-benar ada campuran dari air yang mendidih
Terjemahan per kata (7 kata)
- ثُمَّtsummakemudian
- إِنَّinnasesungguhnya
- لَهُمْlahumbagi mereka
- عَلَيْهَا'alayhaaatasnya
- لَشَوْبًاla-syawbanbenar-benar campuran
- مِنْmindari
- حَمِيمٍhamiiminair yang mendidih
Inti bacaan
Campuran 'air yang mendidih' menyertai santapan mengerikan itu, penderitaan berlapis yang tidak berhenti pada satu bentuk siksaan saja.
Tafsiran
Ayat ini menambahkan siksaan lanjutan: setelah memakan buah pohon tersebut, mereka masih harus meminum campuran air mendidih di atasnya.
Renungan dan Hikmah
- Siksanya disusun Allah berlapis. Perutnya penuh zaqqum. Lalu air mendidih di atasnya.
- Kata di atasnya berarti menyusul, bukan berdampingan. Bukan pilihan. Tambahan.
- Yang Allah sebut campuran, bukan minuman. Bukan penawar. Yang mencampur.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar sh-w-b, h-m-m): shawb diterjemahkan 'campuran' (akar sh-w-b); hamiim diterjemahkan 'air mendidih' (akar h-m-m). gloss '(Setelah makan buah zaqum,)/(minuman)/(yang sangat panas)' dibuang.