إِنَّهُمْ أَلْفَوْا آبَاءَهُمْ ضَالِّينَ

Sesungguhnya mereka mendapati nenek moyang mereka dalam keadaan sesat,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّهُمْ أَلْفَوْا آبَاءَهُمْinnahum alfaw aabaa'ahumsesungguhnya mereka mendapati nenek moyang mereka
  2. ضَالِّينَdhaalliinadalam keadaan sesat

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
  2. أَلْفَوْاalfawmereka mendapati
  3. آبَاءَهُمْaabaa'ahumbapak-bapak mereka
  4. ضَالِّينَdhaalliinaorang-orang yang sesat

Inti bacaan

Pola taklid buta: 'mendapati nenek moyang mereka dalam keadaan sesat', warisan budaya yang diterima mentah-mentah tanpa evaluasi kritis menjadi akar kesesatan yang diwariskan turun-temurun.

Tafsiran

Ayat ini mulai menjelaskan akar penyebab nasib mereka, bukan kesalahan yang berdiri sendiri, melainkan warisan kesesatan dari generasi sebelumnya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut mereka mendapati, bukan memilih. Sudah ada saat mereka lahir. Tinggal diteruskan.
  • Yang diwarisi keadaan, bukan ajaran. Bukan diajari. Ditemukan lalu diikuti.
  • Kalimat ini menyebut sebab, bukan pembenaran. Allah menerangkan akarnya. Mengerti sebabnya bukan berarti memaafkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar l-f-w, a-b-w, d-l-l): alfaw aabaa'ahum daalliin diterjemahkan 'mendapati nenek moyang sesat' (akar l-f-w + akar '-b-w + akar d-l-l 78, taklid: mendapati bapak sesat, tetap ikut; cf. 2:170, 43:23). Selaras.