فَهُمْ عَلَىٰ آثَارِهِمْ يُهْرَعُونَ

maka, mereka mengikuti jejak-jejak mereka dengan bergegas.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَهُمْ عَلَىٰ آثَارِهِمْfa-hum 'alaa aatsaarihimmaka, mereka mengikuti jejak-jejak mereka
  2. يُهْرَعُونَyuhra'uunadengan bergegas

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَهُمْfa-hummaka mereka
  2. عَلَىٰ'alaaatas
  3. آثَارِهِمْaatsaarihimjejak mereka
  4. يُهْرَعُونَyuhra'uunamereka bergegas

Inti bacaan

Kata (يُهْرَعُونَ, yuhra'uuna) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 11:78 dan 37:70.

Penjelasan pilihan kata

Kata (فَهُمْ, fa-hum) yang berarti "maka mereka" memakai fa untuk menyambung ayat ini dengan 37:69 tanpa angka waktu di antaranya, dan hum menunjuk mereka yang sama dengan akhiran -hum di (إِنَّهُمْ, innahum) pada ayat itu.

Pasangan (عَلَىٰ آثَارِهِمْ, 'alaa aatsaarihim) yang secara harfiah berarti "di atas jejak-jejak mereka" muncul enam kali di lima surah, yaitu di 5:46, 18:6, 37:70, 43:22, 43:23, dan 57:27. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 43 memuatnya dua kali. Tiga di antaranya, yaitu 37:70, 43:22, dan 43:23, datang sesudah kalimat tentang nenek moyang, dan di 43:22 serta 43:23 kalimat itu adalah (وَجَدْنَا آبَاءَنَا, wajadnaa aabaa'anaa) yang berarti "kami mendapati nenek moyang kami". Terjemahan 37:70 memakai "mengikuti jejak-jejak mereka" untuk pasangan itu, sama dengan terjemahan 18:6 yang berbunyi "membinasakan dirimu mengikuti jejak mereka", karena orang yang berjalan di atas jejak seseorang berjalan di belakangnya. Di 43:22 padanannya "atas jejak-jejak mereka", sebab kata sesudahnya (مُهْتَدُونَ, muhtaduuna) yang berarti "mendapat petunjuk" sudah memuat kata kerjanya. Di 43:23 kata "mengikuti" berasal dari (مُقْتَدُونَ, muqtaduuna), dan pasangan 'alaa aatsaarihim di sana menjadi "jejak-jejak mereka". Di 37:70 tidak ada kata kerja mengikuti yang terpisah, sehingga "mengikuti" dalam terjemahan mewakili pasangan 'alaa aatsaarihim itu sendiri.

Kata (آثَارِهِمْ, aatsaarihim) yang berarti "jejak-jejak mereka" berakar أ-ث-ر dan memakai akhiran -him yang berarti "mereka". Bentuk persis itu muncul enam kali di lima surah, pada ayat yang sama dengan pasangan di atas. Akhiran -him di 37:70 tidak menyebut sendiri siapa pemilik jejak. Sebelum akhiran itu kata benda jamak yang terdekat adalah (آبَاءَهُمْ, aabaa'ahum) di 37:69, dan urutan serupa di 43:22 sampai 43:23 menaruh nenek moyang sebagai pemilik jejak, sehingga "jejak nenek moyang" menjadi pembacaan yang paling dekat.

Kata (يُهْرَعُونَ, yuhra'uuna) yang berarti "mereka bergegas" berakar ه-ر-ع dan muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 11:78 dan 37:70. Di 11:78 bunyinya (يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ, yuhra'uuna ilayhi) yang berarti "bergegas datang kepadanya", dan kalimat itu menyebut kaum yang datang kepada seseorang. Morfologi korpus mencatat kata kerja ini dalam bentuk yang menandai bahwa gerakan itu dikenakan kepada pelakunya, dan kedua ayat tidak menyebut siapa yang menggerakkan. Terjemahan memakai "bergegas" di dua ayat itu dan tidak menambahkan "didorong" atau "digiring", karena tidak ada kata Arab yang menyebut pendorongnya. Di 11:78 gerakan itu bersambung ke seseorang, dan di 37:70 bersambung ke jejak, tanpa tujuan akhir yang disebut.

Tafsiran

Ayat ini bersambung dengan 37:69 lewat maka, dan cerita berpindah dari apa yang mereka dapati ke apa yang mereka lakukan sesudahnya: mendapati nenek moyang di 37:69, lalu bergerak di atas jejak mereka di 37:70. Urutan yang sama tersusun di 43:22 sampai 43:23, dengan penutur yang lain. Di 43:22 para pembicara menyebut jalan mereka (مُهْتَدُونَ, muhtaduuna) yang berarti "mendapat petunjuk", dan di 43:23 (مُقْتَدُونَ, muqtaduuna) yang berarti "mengikuti", sedangkan di 37:70 penutur ayat memakai (يُهْرَعُونَ, yuhra'uuna) yang berarti "mereka bergegas". Kecepatan itu tidak ada pada ucapan para pelaku di surah 43, sehingga kecepatan itu berasal dari penutur ayat, yang menambahkan keterangan tentang jejak yang tidak diberikan pelakunya sendiri.

Ayat ini memuat gerakan tanpa ucapan, dan alasan mereka bergerak tidak dicatat. Pasangan "di atas jejak" membawa gambar jalan yang sudah dilalui orang lain, dengan nenek moyang di depan dan mereka di belakang, tetapi 37:70 tidak menyebut seberapa jauh mereka dari nenek moyang dan ke mana jejak itu menuju.

Ayat 37:68 menyebut tempat kembali mereka dan 37:70 menyebut gerak mereka, dan teks tidak menyatakan bahwa gerak itu menuju tempat kembali tersebut. Dua ayat yang bersebelahan itu, yaitu 37:69 dan 37:70, menerangkan sikap mereka, sedangkan 37:62 sampai 37:68 menggambarkan apa yang menimpa mereka, dan hubungan antara keduanya dibiarkan terbaca dari urutan. Dengan ayat ini keterangan tentang nenek moyang selesai, dan 37:71 melebarkan sasaran dari nenek moyang ke seluruh orang terdahulu.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 37:70 menggambarkan gerak cepat di atas jejak yang sudah ada, dan tidak menyebut tujuan gerak itu. Orang yang berjalan di atas jejak tidak perlu memilih arah, sebab arahnya sudah ditetapkan oleh langkah orang sebelumnya, dan karena itu kecepatan dapat bertambah tanpa pertanyaan tentang tujuan. Pembaca dapat memeriksa jalan-jalan dalam hidupnya yang ditempuh dengan cepat karena sudah ada yang melaluinya lebih dulu. Ayat ini tidak menyatakan bahwa setiap jalan warisan keliru, dan menggambarkan satu jalan yang dilalui sambil bergegas. Pada jalan mana pembaca bergerak cepat tanpa pernah menanyakan ke mana jalan itu menuju?
  • Ayat 12:38 memuat seorang pembicara yang berkata mengikuti ajaran leluhurnya, Ibrahim, Ishaq, dan Ya'qub, dan kalimat berikutnya menyatakan tidak pantas mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah. Di 37:70 mengikuti jejak nenek moyang berdampingan dengan kesesatan mereka di 37:69. Leluhur di dua ayat itu berbeda isinya, dan teks masing-masing menunjukkan apa yang ada pada leluhur yang diikuti. Pembaca dapat membedakan dua pertanyaan, apakah sesuatu berasal dari leluhur dan apakah sesuatu itu sejalan dengan Allah. Apa yang lebih dulu diperiksa pembaca pada leluhur yang diikutinya?
  • Di 43:22 dan 43:23 jejak nenek moyang muncul dalam ucapan pelakunya yang menyatakan mendapat petunjuk dan mengikuti, sedangkan di 37:70 hanya ada gerak, dan tidak ada satu pun ucapan mereka yang dicatat. Gerak tanpa ucapan memberi pembaca sedikit bahan untuk menilai niat, sebab yang tampak adalah kecepatan dan arah. Pembaca dapat membandingkan apa yang diucapkannya tentang jalannya dengan apa yang tampak dari gerakannya. Dua ayat itu dari surah yang berbeda dan tidak saling menjelaskan, sehingga perbandingan ini hanya bahan renungan. Bila gerakannya saja yang dicatat, apa yang akan terbaca tentang jalan pembaca?
  • Kata kerja bergegas di 37:70 dan 11:78 dicatat dalam bentuk yang menandai gerakan dikenakan kepada pelakunya, dan kedua ayat tidak menyebut penggeraknya. Di 11:78 kaum yang bergegas itu mendapat seruan, Maka bertakwalah kepada Allah, sedangkan di 37:70 tidak ada seruan yang dicatat dalam ayat itu sendiri. Dua ayat itu membicarakan kaum dan kejadian yang berbeda, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat bertanya apa yang menggegaskan dirinya pada hal-hal yang dikerjakannya hari ini, dan apakah ada seruan yang sempat terdengar di tengah gerak itu. Apa yang menggegaskan pembaca, dan seruan apa yang terlewat di tengah gerak itu?
  • Ayat 30:50 memakai kata jejak untuk sesuatu yang diminta dilihat, yaitu jejak-jejak rahmat Allah, bagaimana Dia menghidupkan bumi setelah matinya. Di 37:70 kata dari akar yang sama dipakai untuk jejak yang dilalui sambil bergegas. Jejak di 30:50 milik rahmat Allah dan jejak di 37:70 milik nenek moyang, sehingga keduanya tidak disamakan. Sikap terhadap jejak itu pun berbeda: jejak yang satu diminta dipandang dan jejak yang lain dilalui. Pembaca dapat menghitung jejak siapa yang lebih sering dipandangnya dan jejak siapa yang lebih sering dilaluinya. Jejak siapa yang lebih sering dipandang pembaca, dan jejak siapa yang lebih sering dilalui?
  • Ayat 37:70 dibuka dengan kata maka, sehingga gerak itu bersambung langsung dengan mendapati di 37:69, dan di antaranya tidak ada kata kerja yang menyebut memeriksa atau menimbang. Di 2:170 ajakan mengikuti apa yang diturunkan Allah dijawab dengan mengikuti apa yang didapati dari leluhur, lalu ayat itu bertanya apakah demikian walaupun leluhur mereka tidak berakal sedikit pun dan tidak mendapat petunjuk. Dua ayat itu memuat kejadian yang berbeda, dan 2:170 dipakai untuk menunjukkan bahwa pertanyaan semacam itu pernah diajukan. Pembaca dapat mencari tempat bagi pertanyaan di antara apa yang didapatinya dan apa yang dilakukannya. Di antara mendapati dan bergegas, di mana pembaca menaruh pertanyaannya?