وَلَقَدْ ضَلَّ قَبْلَهُمْ أَكْثَرُ الْأَوَّلِينَ

Dan sungguh, sebelum mereka, telah sesat kebanyakan orang-orang terdahulu,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَقَدْ ضَلَّ قَبْلَهُمْwa-la-qad dhalla qablahumdan sungguh, sebelum mereka, telah sesat
  2. أَكْثَرُ الْأَوَّلِينَaktsaru l-awwaliinakebanyakan orang-orang terdahulu

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
  2. ضَلَّdhallasesat
  3. قَبْلَهُمْqablahumsebelum mereka
  4. أَكْثَرُaktsarukebanyakan
  5. الْأَوَّلِينَl-awwaliinaorang-orang terdahulu

Inti bacaan

Susunan (أَكْثَرُ الْأَوَّلِينَ, aktsaru l-awwaliina) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:71.

Penjelasan pilihan kata

Pembuka (وَلَقَدْ, wa-la-qad) yang berarti "dan sungguh" tersusun dari wa yang berarti "dan", la yang menegaskan kalimat, dan qad yang berarti "sungguh". Pembuka itu muncul enam kali di surah 37, yaitu di 37:71, 37:72, 37:75, 37:114, 37:158, dan 37:171. Dua ayat berurutan, 37:71 dan 37:72, memakainya, dan terjemahan memakai "dan sungguh" di keduanya.

Kata (ضَلَّ, dhalla) yang berarti "telah sesat" berakar ض-ل-ل, sama dengan (ضَالِّينَ, dhaalliina) di 37:69. Susunan (وَلَقَدْ ضَلَّ, wa-la-qad dhalla) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:71. Kata kerja dhalla berbentuk tunggal, dan pelakunya (أَكْثَرُ, aktsaru) juga berbentuk tunggal, tidak sama dengan (الْأَوَّلِينَ, l-awwaliina) yang berbentuk jamak. Karena itu kalimatnya terbaca "telah sesat kebanyakan", dan orang-orang terdahulu menjadi keterangan bagi kebanyakan itu. Kata (قَبْلَهُمْ, qablahum) yang berarti "sebelum mereka" memakai akhiran -hum yang berarti "mereka" dan dapat dibaca menunjuk mereka yang disebut di 37:69 sampai 37:70, sehingga orang-orang terdahulu ditaruh lebih dulu dalam waktu daripada mereka. Bentuk persis qablahum muncul lima belas kali di dua belas surah, yaitu di 19:74, 19:98, 20:128, 21:6, 22:42, 36:31, 37:71, 38:12, 40:5, 44:17, 50:12, 50:36, 54:9, 55:56, dan 55:74. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 19, 50, dan 55 masing-masing memuatnya dua kali.

Kata (أَكْثَرُ, aktsaru) yang berarti "kebanyakan" berakar ك-ث-ر. Terjemahan memakai "kebanyakan" seperti pada (أَكْثَرُ النَّاسِ, aktsaru n-naasi) di 12:103 yang berarti "kebanyakan manusia". Susunan (أَكْثَرُ الْأَوَّلِينَ, aktsaru l-awwaliina) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:71. Di 6:116 bunyinya (أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ, aktsara man fii l-ardhi) yang berarti "kebanyakan orang di bumi", dan kalimat itu bersambung dengan (يُضِلُّوكَ, yudhilluuka) yang berarti "mereka menyesatkanmu", kata kerja dari akar yang sama dengan dhalla. Di 37:71 hitungan kebanyakan itu menyertai kata kerja sesat dalam bentuk lampau, dan jumlah pastinya tidak disebut.

Kata (الْأَوَّلِينَ, l-awwaliina) yang berarti "orang-orang terdahulu" berakar أ-و-ل, dan di surah 37 bentuk persisnya muncul tiga kali, yaitu di 37:71, 37:126, dan 37:168. Di 37:126 bunyinya (آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ, aabaa'ikumu l-awwaliina) yang berarti "nenek moyang kalian yang terdahulu", dan di 37:168 bunyinya (ذِكْرًا مِنَ الْأَوَّلِينَ, dzikran mina l-awwaliina) yang berarti "peringatan dari orang-orang terdahulu". Terjemahan memakai "terdahulu" di ketiganya. Di 37:126 kata itu menerangkan nenek moyang, dan di 37:71 kata itu berdiri sendiri sebagai pihak yang dibicarakan, sehingga ayat ini tidak menyatakan apakah nenek moyang di 37:69 termasuk di dalamnya.

Tafsiran

Ayat ini melebarkan sasaran dari nenek moyang di 37:69 ke orang-orang terdahulu secara umum, dan memakai satu hitungan, yaitu kebanyakan. Hitungan itu menyisakan sebagian yang tidak sesat, dan 37:74 menyebut pengecualian, (إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ, illaa 'ibaada llaahi l-mukhlashiina) yang berarti "kecuali hamba-hamba Allah yang dimurnikan". Pengecualian itu dipasang pada 37:73, yaitu akibat orang-orang yang diperingatkan, dan 37:71 sendiri tidak menyatakan bahwa sebagian kecil itu adalah golongan yang sama.

Kesesatan di sini ditaruh lebih dulu dalam waktu daripada mereka yang disebut di 37:69 sampai 37:70. Apakah nenek moyang termasuk orang terdahulu tidak dinyatakan: 37:126 memakai (آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ, aabaa'ikumu l-awwaliina) sehingga dua sebutan itu dapat berdampingan, tetapi 37:71 tidak menggabungkannya.

Pasangan 37:71 dan 37:72 dibuka dengan pembuka yang sama. Yang pertama menyebut kesesatan kebanyakan orang terdahulu dan yang kedua menyebut pengutusan para pemberi peringatan di kalangan mereka. Dua pernyataan itu diletakkan berdampingan tanpa kata sambung sebab. Letak berdampingan menyatakan bahwa kesesatan terjadi di lingkungan yang sama dengan pengutusan, dan hubungan sebab di antaranya tidak ditulis.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 6:116 menyatakan, jika engkau menaati kebanyakan orang di bumi, mereka menyesatkanmu dari jalan Allah, dan 37:71 menyebut kebanyakan orang terdahulu telah sesat. Dua ayat itu memakai hitungan yang sama, tetapi menyangkut hal yang tidak sama: yang pertama tentang akibat menaati kebanyakan orang dan yang kedua tentang keadaan kebanyakan orang terdahulu. Di dua ayat itu kata kebanyakan menyebut ukuran jumlah dan tidak menyebut ukuran benar. Pembaca dapat memeriksa seberapa sering pilihan dalam hidupnya ditentukan oleh jumlah orang yang memilih hal yang sama. Seberapa besar bagian jumlah dalam menimbang jalan yang dipilih pembaca?
  • Ayat 37:71 tidak memuat nama kaum, tempat, atau tahun, dan hanya memakai sebutan orang-orang terdahulu. Sebutan yang luas itu memberi pembaca tempat berdiri yang tidak terikat pada satu kisah, dan setiap pembaca dapat mengisinya dengan orang yang dikenalnya dari sejarah. Karena ayat tidak menyebut siapa, bayangan pembaca tentang mereka berasal dari pembaca sendiri dan bukan dari ayat. Bayangan itu dapat berubah bila pembaca mengetahui lebih banyak, dan ayat tidak menghalangi perubahan itu. Bila tidak ada nama yang disebut ayat, siapa yang pembaca bayangkan ketika membaca orang-orang terdahulu?
  • Kata kebanyakan menyisakan sebagian yang tidak sesat, dan 37:74 menyebut pengecualian, kecuali hamba-hamba Allah yang dimurnikan. Pengecualian itu dipasang pada ayat sebelumnya, 37:73, dan tidak dinyatakan sebagai sebagian kecil dari 37:71, sehingga dua ayat itu tidak disamakan. Pembaca yang membaca ayat tentang kesesatan banyak orang dapat menyadari bahwa teks yang sama menyediakan ruang bagi yang lain tanpa menyebut jumlahnya. Ruang itu tidak menjadi jaminan bagi siapa pun yang membaca. Dari sisi mana pembaca membaca ayat ini, dari sisi kebanyakan atau dari sisi yang dikecualikan?
  • Kata kerja telah sesat dicatat dalam bentuk lampau, sehingga kesesatan orang terdahulu hadir sebagai catatan yang sudah selesai. Catatan yang sudah selesai dapat dibaca tanpa dorongan membela diri, sebab pelakunya tidak berada di ruangan. Pembaca dapat mengamati apakah catatan serupa tentang dirinya akan dibaca dengan ketenangan yang sama. Ayat ini tidak menyatakan bahwa catatan tentang masa sekarang akan berbunyi sama, dan hanya menyebut yang sudah terjadi pada orang terdahulu. Kapan terakhir pembaca membaca catatan tentang kesalahan yang sudah selesai tanpa sibuk membela pelakunya?
  • Ayat 35:43 menyebut ketetapan orang-orang yang terdahulu, lalu menyatakan bahwa engkau tidak akan mendapatkan perubahan atas ketetapan Allah dan tidak pula penyimpangan baginya. Ayat 37:71 menyebut keadaan orang terdahulu tanpa kata ketetapan, sehingga dua ayat itu tidak disamakan. Bila keduanya dibaca berdampingan, sejarah orang terdahulu terbaca sebagai bahan bagi mereka yang menunggu. Pembaca dapat memeriksa apakah sejarah itu dibacanya sebagai tontonan atau sebagai bahan yang menyangkut dirinya. Sebagai apa pembaca membaca sejarah orang terdahulu, tontonan atau bahan?
  • Kata kebanyakan memberi proporsi tanpa angka, dan 37:71 tidak merinci berapa. Pembaca dapat memperhatikan angka apa yang spontan diisinya sendiri, entah mendekati semua, entah sedikit di atas separuh. Angka yang diisi itu mengatakan sesuatu tentang pembaca, yaitu seberapa besar rasa waswas atau rasa aman yang dibawanya ke dalam ayat. Ayat tidak mengajak mengisi angka itu, dan membiarkan kata kebanyakan berdiri sebagaimana adanya. Angka berapa yang spontan terlintas ketika membaca kata kebanyakan, dan apa yang dikatakan angka itu tentang pembaca?