فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُنْذَرِينَ
Maka, perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang telah diperingatkan,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَfa-nzhur kayfa kaanamaka, perhatikanlah bagaimana
- عَاقِبَةُ الْمُنْذَرِينَ'aaqibatu l-mundzariinaakibat orang-orang yang telah diperingatkan
Terjemahan per kata (5 kata)
- فَانْظُرْfa-nzhurmaka perhatikanlah
- كَيْفَkayfabagaimana
- كَانَkaanaadalah
- عَاقِبَةُ'aaqibatukesudahan
- الْمُنْذَرِينَl-mundzariinaorang-orang yang diperingatkan
Inti bacaan
Susunan (عَاقِبَةُ الْمُنْذَرِينَ, 'aaqibatu l-mundzariina) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 10:73 dan 37:73.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَانْظُرْ, fa-nzhur) yang berarti "maka perhatikanlah". Awalan (فَ, fa) yang berarti "maka" menyambungnya dengan 37:72, dan kata kerja perintah nzhur berakar ن-ظ-ر serta ditujukan kepada satu orang yang tidak disebut namanya. Bentuk persis (فَانْظُرْ, fa-nzhur) muncul tiga belas kali di delapan surah, yaitu 2:259, 7:84, 7:103, 10:39, 10:73, 27:14, 27:28, 27:51, 28:40, 30:50, 37:73, 37:102, dan 43:25. Sembilan di antaranya disusul (كَيْفَ, kayfa) yang berarti "bagaimana", yaitu 7:84, 7:103, 10:39, 10:73, 27:14, 27:51, 28:40, 37:73, dan 43:25. Empat sisanya menyuruh melihat benda atau jawaban: makanan dan minuman di 2:259, tanggapan di 27:28, jejak rahmat di 30:50, dan pendapat seorang anak di 37:102. Terjemahan memakai "perhatikanlah" di dua belas tempat itu. Hanya 37:102 yang memakai "pikirkanlah", sebab di sana yang diminta dilihat adalah pendapat, dalam (فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ, fa-nzhur maadzaa taraa) yang berarti "maka pikirkanlah, apa pendapatmu".
Kata (عَاقِبَةُ, 'aaqibatu) yang berarti "akibat" berakar ع-ق-ب. Rangkaian (كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ, kayfa kaana 'aaqibatu) muncul dua puluh satu kali di empat belas surah, yaitu 3:137, 6:11, 7:84, 7:86, 7:103, 10:39, 10:73, 12:109, 16:36, 27:14, 27:51, 27:69, 28:40, 30:9, 30:42, 35:44, 37:73, 40:21, 40:82, 43:25, dan 47:10. Kata kerja (كَانَ, kaana) yang berarti "adalah" tidak diterjemahkan sebagai kata tersendiri di tempat mana pun dalam rangkaian itu, dan 37:73 mengikuti kebiasaan yang sama. Sebutan di belakang 'aaqibatu menyatakan golongan mana yang dilihat akibatnya. Empat kali kelompok itu disebut lewat dustanya, dengan (الْمُكَذِّبِينَ, l-mukadzdzibiina) yang berarti "para pendusta", yaitu di 3:137, 6:11, 16:36, dan 43:25. Dua kali lewat dosanya, dengan (الْمُجْرِمِينَ, l-mujrimiina) yang berarti "para pendosa", yaitu di 7:84 dan 27:69. Tiga kali lewat kerusakannya, dengan (الْمُفْسِدِينَ, l-mufsidiina) yang berarti "orang-orang yang berbuat kerusakan", yaitu di 7:86, 7:103, dan 27:14. Dua kali lewat kezalimannya, yaitu di 10:39 dan 28:40. Tujuh kali lewat letak waktunya, dengan "orang-orang sebelum mereka", yaitu di 12:109, 30:9, 30:42, 35:44, 40:21, 40:82, dan 47:10. Satu kali lewat siasatnya, dengan (مَكْرِهِمْ, makrihim) yang berarti "makar mereka", yaitu di 27:51. Sisanya dua, yaitu 10:73 dan 37:73, memakai sebutan lain yang tidak menyebut perbuatan.
Sebutan itu berbunyi (الْمُنْذَرِينَ, l-mundzariina) yang berarti "orang-orang yang telah diperingatkan", berakar ن-ذ-ر. Ayat sebelumnya memuat kata dengan akar yang sama, yaitu (مُنْذِرِينَ, mundziriina) yang berarti "pemberi-pemberi peringatan" di 37:72. Satu harakat pada huruf dzal membedakan keduanya: yang memperingatkan di 37:72 dan yang menerima peringatan di 37:73. Bentuk mundziriina muncul tiga kali, yaitu 37:72, 44:3, dan 46:29, sedangkan l-mundzariina muncul lima kali di empat surah, yaitu 10:73, 26:173, 27:58, 37:73, dan 37:177. Dua dari lima itu, 26:173 dan 27:58, memuat sebutan ini dalam (فَسَاءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِينَ, fa-saa'a matharu l-mundzariina) yang berarti "maka sangat buruklah hujan orang-orang yang telah diperingatkan", dan 37:177 memuat (فَسَاءَ صَبَاحُ الْمُنْذَرِينَ, fa-saa'a shabaahu l-mundzariina) yang berarti "maka sangat buruklah pagi orang-orang yang telah diperingatkan". Di ketiga tempat itu penilaiannya sudah tertulis, sedangkan di 10:73 dan 37:73 pendengar disuruh melihat dulu. Terjemahan memakai "orang-orang yang telah diperingatkan" supaya penerima peringatan terbaca berbeda dari pemberinya di 37:72.
Terjemahan memakai "akibat" untuk 'aaqibatu karena ayat ini menyuruh melihat hasil dari sesuatu yang sudah terjadi pada sebuah golongan, dan hasil itu tidak ditulis di ayatnya. Terjemahan tidak menambahkan kata "itu" di ujung, sebab ayat memuat kata sandang al- pada l-mundzariina dan tidak memuat kata penunjuk. Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 37:74, yang dibuka dengan (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali".
Tafsiran
Ayat ini menyuruh seorang pendengar memeriksa sendiri hasil akhir sebuah golongan, dan hasil itu tidak ditulis di dalam ayatnya. Perintah ini mengikuti dua ayat yang saling menyambung. Ayat 37:71 menyatakan bahwa sebagian besar orang terdahulu telah sesat, dan 37:72 menyatakan bahwa Kami telah mengutus pemberi-pemberi peringatan di kalangan mereka. Dari keduanya 37:73 mengambil satu sebutan, yaitu orang-orang yang telah diperingatkan, lalu meminta pendengar melihat bagaimana akibat mereka.
Rangkaian yang sama muncul di 10:73, tetapi letaknya berbeda. Di 10:73 perintah memperhatikan datang sesudah ayat itu sendiri menuturkan penyelamatan satu kelompok dan penenggelaman kelompok lain, sehingga pendengar sudah tahu apa yang akan dilihatnya. Di 37:73 perintah itu datang tanpa tuturan di depannya. Jawabannya muncul bertahap. Ayat 37:74 menyisihkan hamba-hamba Allah yang dimurnikan, 37:75 sampai 37:77 menuturkan seruan Nuh, penyelamatannya, dan keturunannya, dan 37:82 menyebut penenggelaman yang lain. Pembacaan bahwa kisah Nuh menjawab perintah di 37:73 dapat dipegang sebagai kemungkinan saja, sebab 37:73 tidak menyebut Nuh dan 37:75 membuka kisahnya dengan (وَ, wa) yang berarti "dan", tidak dengan kata yang menyatakan sebab.
Sebutan yang sama dipakai di 37:177 dalam keadaan lain. Di sana pendengar tidak diminta melihat, karena penilaiannya sudah tertulis. Ayat 37:177 berada dalam rangkaian yang menyebut azab yang diminta disegerakan, dalam 37:176, dan karena peristiwanya berbeda dari 37:73, keduanya tidak disamakan. Perbandingannya hanya memperlihatkan bahwa surah ini memuat sebutan itu dua kali, sekali sebagai ajakan melihat dan sekali sebagai penilaian. Bagi alur surah, 37:73 menjadi jeda antara pernyataan umum tentang kesesatan di 37:71 dan pengecualian di 37:74.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 37:73 menyuruh memperhatikan akibat sebuah golongan, dan tidak menuliskan akibat itu di dalam ayatnya. Di 10:73 perintah yang sama datang sesudah tuturan tentang penyelamatan dan penenggelaman, sehingga pendengarnya sudah memegang jawaban sebelum melihat. Di sini pendengar diberi tugas memeriksa, dan kesimpulannya belum diberikan. Perbedaan keduanya dapat dilihat pembaca pada diri sendiri, karena ada keyakinan yang dipegang sesudah akibatnya pernah dilihat sendiri dan ada keyakinan yang dipegang karena sudah ditulis orang lain. Kesimpulan mana yang selama ini dipegang pembaca tanpa pernah sempat memeriksa akibatnya?
- Dari dua puluh satu tempat yang memakai rangkaian "bagaimana akibat", sembilan belas menyebut golongan itu lewat dusta, dosa, kerusakan, kezaliman, siasat, atau letak waktunya, dan 37:73 menyebutnya lewat satu keadaan: mereka telah diperingatkan. Ayat 37:72 menyebut Kami sebagai pengutus pemberi peringatan. Surah ini menyebut hamba-hamba sebagai milik Allah di 37:74 dan sebagai milik Kami di 37:81, sehingga Kami dapat dibaca sebagai Allah, dan pengutusan di 37:72 dapat dibaca sebagai perbuatan Allah. Bagi pembaca yang pernah menerima peringatan, sebutan di 37:73 menunjuk pada keadaan sudah mendengar. Peringatan terakhir yang sampai kepadanya, sudah menjadi bahan untuk memeriksa akibat, atau baru menjadi kenangan?
- Tiga ayat berurutan memuat kesesatan sebagian besar orang terdahulu di 37:71, pengutusan pemberi peringatan di 37:72, dan perintah melihat akibat di 37:73. Berapa lama jarak antara peringatan dan akibatnya tidak tertulis di ketiganya. Kata kerja kaana di 37:73 memakai bentuk lampau, sehingga akibat yang diminta dilihat dibicarakan sebagai sesuatu yang sudah terjadi. Pembaca yang sedang menunggu hasil dari sebuah keputusan dapat memperhatikan bahwa ayat ini menyuruh melihat hasilnya dan tidak memberi ukuran waktu. Berapa lama sebuah akibat boleh dinantikan sebelum pembaca menyimpulkan bahwa akibat itu tidak ada?
- Dua ayat berurutan memakai akar kata yang sama untuk dua pihak. Ayat 37:72 menyebut pemberi-pemberi peringatan yang diutus, dan 37:73 menyebut orang-orang yang telah diperingatkan. Pihak pertama diutus oleh Kami menurut 37:72, dan Kami dapat dibaca sebagai Allah karena hamba-hamba disebut milik Allah di 37:74 dan milik Kami di 37:81. Perintah di 37:73 menyuruh melihat akibat pihak kedua. Pembaca lebih sering menempati salah satu dari dua pihak itu, yang menyampaikan peringatan kepada orang lain atau yang menerimanya. Pihak ketiga yang berdiri di luar keduanya tidak tertulis. Adakah peringatan yang lebih mudah disampaikannya kepada orang lain daripada didengarkannya untuk diri sendiri?
- Ayat 37:73 berakhir dengan koma dalam terjemahan, dan kalimatnya selesai di 37:74 dengan pengecualian, yaitu hamba-hamba Allah yang dimurnikan. Selama kata kecuali belum terbaca, pendengar memegang separuh pernyataan: ada golongan yang telah diperingatkan, dan pendengar diminta melihat akibatnya. Pengecualian yang mengubah arti kalimat datang paling akhir. Pembaca yang cepat menyimpulkan dari separuh kalimat dapat mengingat susunan ini. Apa yang akan berubah pada kesimpulan pembaca bila menunggu sampai kata kecuali terbaca sebelum menilai orang lain?
- Perintah (fa-nzhur) yang sama dipakai di 37:102 oleh seorang ayah kepada anaknya, dan anak itu menjawab di ayat yang sama dengan menyebut Allah di dalam jawabannya, yaitu bahwa jika Allah menghendaki, ayahnya akan mendapatinya termasuk orang-orang yang sabar. Di 37:73 perintah itu juga ditujukan kepada satu pendengar, dan jawabannya tidak dicatat di ayat ini. Pembaca ditempatkan pada posisi pendengar yang diminta memeriksa, sementara jawaban itu belum tertulis. Apa yang akan dituliskannya bila ayat berikutnya tidak membawa jawaban itu?
- Surah ini memuat sebutan orang-orang yang telah diperingatkan dua kali. Di 37:73 pendengar disuruh memperhatikan akibat mereka, dan di 37:177 pagi mereka disebut sangat buruk ketika azab turun di halaman mereka. Kedua ayat berada dalam peristiwa yang berbeda, jadi tidak ditarik satu garis. Pembaca dapat membandingkan dua cara menerima kabar tentang orang lain, yaitu diajak melihat sendiri dulu atau diberi penilaian dulu. Surah ini memakai kedua cara itu, dan ayat berikutnya menyebut hamba-hamba Allah yang disisihkan sebelum ada penilaian lain yang tertulis. Cara mana yang lebih sering dipilihnya ketika menilai keadaan orang lain?