إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ
kecuali hamba-hamba Allah yang dimurnikan.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَillaa 'ibaada llaahi l-mukhlashiinakecuali hamba-hamba Allah yang dimurnikan
Terjemahan per kata (4 kata)
- إِلَّاillaakecuali
- عِبَادَ'ibaadahamba-hamba
- اللَّهِllaahiAllah
- الْمُخْلَصِينَl-mukhlashiinayang dimurnikan
Inti bacaan
Rangkaian (إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ, illaa 'ibaada llaahi l-mukhlashiina) muncul empat kali di Al-Qur'an, semuanya di surah 37, yaitu di 37:40, 37:74, 37:128, dan 37:160.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِلَّا, illaa) yang berarti "kecuali", dan seluruh ayatnya sama dengan 37:40, yaitu (إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ, illaa 'ibaada llaahi l-mukhlashiina) yang berarti "kecuali hamba-hamba Allah yang dimurnikan". Rangkaian ini muncul empat kali, semuanya di surah 37, yaitu di 37:40, 37:74, 37:128, dan 37:160. Pernyataan sebelumnya berbeda di tiap tempat. Di 37:39 pernyataan itu menyebut balasan yang hanya sebanding dengan perbuatan, di 37:73 menyebut akibat orang-orang yang telah diperingatkan, di 37:127 menyebut bahwa mereka akan dihadirkan, dan di 37:159 menyebut penyucian Allah dari apa yang mereka sifatkan, yang di 37:158 didahului pernyataan bahwa mereka akan dihadirkan. Karena itu illaa di 37:74 menyisihkan sebuah kelompok dari sebutan di 37:73, dan terjemahan menutup ayat dengan titik sebab kalimat yang dibuka di 37:73 selesai di sini. Ayat ini tidak memberi bilangan bagi kelompok yang disisihkan.
Kata (عِبَادَ, 'ibaada) yang berarti "hamba-hamba" berakar ع-ب-د. Sebutan hamba-hamba Allah muncul tujuh kali di tiga surah. Enam kali bentuknya (عِبَادَ اللَّهِ, 'ibaada llaahi), yaitu di 37:40, 37:74, 37:128, 37:160, 37:169, dan 44:18, dan satu kali (عِبَادُ اللَّهِ, 'ibaadu llaahi), yaitu di 76:6. Perbedaan harakat pada huruf dal mengikuti kedudukan kata itu dalam kalimat. Di 76:6 hamba-hamba Allah adalah pihak yang minum dari sebuah mata air. Di 44:18, dalam (أَدُّوا إِلَيَّ عِبَادَ اللَّهِ, adduu ilayya 'ibaada llaahi) yang berarti "serahkanlah kepadaku hamba-hamba Allah", mereka adalah pihak yang diminta untuk diserahkan. Di 37:74 mereka adalah pihak yang disisihkan. Ketiga peran itu berbeda, sedangkan kata Allah di belakang kata hamba tetap sama dan menyebut pemiliknya. Di 37:81, 37:111, 37:122, dan 37:132 surah yang sama memakai sebutan lain untuk tokoh-tokoh yang baru diceritakan, yaitu (مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ, min 'ibaadinaa l-mu'miniina) yang berarti "termasuk hamba-hamba Kami yang beriman".
Kata (الْمُخْلَصِينَ, l-mukhlashiina) yang berarti "yang dimurnikan" berakar خ-ل-ص dan muncul delapan kali di empat surah, yaitu 12:24, 15:40, 37:40, 37:74, 37:128, 37:160, 37:169, dan 38:83. Kelompok dengan sebutan ini juga disisihkan dalam ucapan Iblis. Di 38:82 Iblis menyatakan akan menyesatkan mereka semuanya, lalu di 38:83 Iblis mengucapkan (إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ, illaa 'ibaadaka minhumu l-mukhlashiina) yang berarti "kecuali hamba-hamba-Mu yang dimurnikan di antara mereka". Rangkaian yang sama berbunyi di 15:40, sesudah pernyataan serupa di 15:39. Pengecualian dengan sebutan ini karena itu diucapkan oleh dua pembicara berbeda, yaitu pembicara surah ini di 37:74 dan Iblis di 15:40 dan 38:83. Terjemahan memakai "dimurnikan" di 38:83 seperti di 37:74.
Bentuk l-mukhlashiina menyatakan sesuatu yang dikenakan kepada orang, sehingga pihak yang memurnikan tidak tertulis di ayat. Usaha para hamba itu juga tidak tertulis. Bentuk (مُخْلِصِينَ, mukhlishiina) yang berarti "mereka yang memurnikan" menyatakan perbuatan orang itu sendiri, dan muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 7:29, 10:22, 29:65, 31:32, 40:14, 40:65, dan 98:5, dan di ketujuhnya disusul (لَهُ الدِّينَ, lahu d-diina) yang berarti "bagi-Nya pertanggungjawaban". Terjemahan memakai "memurnikan" di 40:14 dan 40:65, dan "dimurnikan" di 37:40, 37:74, 37:128, 37:160, 37:169, dan 38:83, sehingga arah kata kerjanya terbaca: mereka yang memurnikan adalah pelaku, dan yang dimurnikan adalah penerima. Titik di ujung terjemahan 37:74 menutup kalimat yang dibuka dengan koma di 37:73.
Tafsiran
Ayat ini menyisihkan satu golongan dari orang-orang yang telah diperingatkan di 37:73, dan memberi golongan itu dua sebutan: hamba-hamba Allah dan yang dimurnikan. Apa pun akibat yang dimaksud di 37:73, golongan ini berada di luarnya, dan ayat tidak menyebut akibat itu. Dengan begitu 37:73 dan 37:74 terbaca sebagai satu kalimat yang terdiri dari ajakan melihat akibat sebuah golongan, lalu penyisihan sebagian darinya.
Syarat masuk ke dalam golongan itu tidak tertulis di ayat ini. Tidak ada perbuatan, ucapan, atau keadaan yang disebut sebagai ukuran, dan jumlahnya tidak disebut. Ayat 37:71 menyatakan bahwa sebagian besar orang terdahulu telah sesat, sehingga golongan di 37:74 dapat dibaca sebagai pihak di luar sebagian besar itu, tetapi bilangannya tidak ditulis dan ayat tidak menghubungkan keduanya secara eksplisit.
Ayat 37:75 sampai 37:81 menuturkan kisah Nuh, dan 37:81 menyebut Nuh (مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ, min 'ibaadinaa l-mu'miniina) yang berarti "termasuk hamba-hamba Kami yang beriman". Sebutan di 37:81 adalah hamba yang beriman, sedangkan 37:74 menyebut hamba yang dimurnikan. Dapat dibaca bahwa Nuh adalah contoh bagi golongan di 37:74, tetapi 37:81 memakai sebutan yang berbeda dan tidak mengaitkan keduanya secara eksplisit. Tiga ayat lain dengan rangkaian yang sama, yaitu 37:40, 37:128, dan 37:160, juga menyisihkan golongan dari kelompok yang sedang dibicarakan di ayat-ayat sebelumnya, sehingga 37:74 adalah kemunculan kedua dalam pola yang berulang di surah ini.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 37:74 menyebut hamba-hamba Allah yang dimurnikan, dan tidak menyebut satu pun perbuatan, ucapan, atau ukuran yang membuat seseorang termasuk di dalamnya. Orang yang ingin memastikan dirinya termasuk tidak menemukan daftar syarat di ayat ini. Ayat memuat dua sebutan dan sebuah pemisahan dari golongan yang telah diperingatkan. Alat apa yang selama ini dipakai pembaca untuk menilai kedudukan diri di hadapan Allah perlu diperiksa, dan apakah alat itu berasal dari bunyi ayat atau dari kebiasaan menghitung. Apa yang akan tersisa dari penilaian itu bila syaratnya harus dicari dalam teks ini saja?
- Kata yang dipakai di 37:74 menyatakan sesuatu yang dikenakan kepada hamba-hamba itu. Pihak yang memurnikan tidak tertulis, dan usaha mereka juga tidak tertulis. Di 40:14 dan 40:65 akar yang sama dipakai dalam bentuk pelaku, untuk mereka yang memurnikan pertanggungjawaban kepada-Nya. Satu akar menjangkau dua arah, yaitu kemurnian yang dikerjakan orang dan kemurnian yang dikenakan kepada orang. Orang yang menimbang kemurnian niatnya biasanya menaruh kata itu ke satu arah, yaitu ke dalam usahanya sendiri atau ke dalam apa yang dikenakan Tuhannya kepadanya. Bila kata di 37:74 dibaca menurut bunyinya, bagian mana dari kemurnian itu yang dapat diakuinya sebagai miliknya?
- Sebutan hamba-hamba Allah muncul di tiga ayat dengan tiga peran: mereka disisihkan dari orang-orang yang telah diperingatkan di 37:74, minum dari mata air di 76:6, dan diminta diserahkan kepada seorang rasul di 44:18. Pemilik mereka sama di ketiga ayat, yaitu Allah, sedangkan yang dilakukan atau dikenakan kepada mereka berbeda. Dari sini pembaca yang menyebut dirinya hamba Allah mendapati bahwa sebutan itu tidak mengunci satu peran. Peran apa yang sedang dipikulnya sekarang, yang disisihkan, yang minum, atau yang diminta diserahkan, dan dari mana pembaca akan mengetahuinya?
- Surah ini memuat kalimat pengecualian yang sama empat kali, dan pernyataan sebelumnya tidak pernah sama: balasan yang sebanding dengan perbuatan di 37:39, akibat orang-orang yang telah diperingatkan di 37:73, dihadirkannya sebuah golongan di 37:127, dan penyucian Allah dari apa yang mereka sifatkan di 37:159. Kalimatnya tidak berubah, sedangkan keadaan yang dikecualikannya berubah. Bagi pembaca yang melihat keadaan buruk di sekitarnya, surah ini menaruh pengecualian yang sama di empat keadaan itu. Keadaan mana dari keempatnya yang paling mudah dibayangkannya terjadi pada orang lain, dan keadaan mana yang terasa dekat pada dirinya sendiri?
- Ayat 37:71 memakai kata sebagian besar untuk orang terdahulu yang sesat, dan 37:74 tidak memberi kata bilangan apa pun bagi golongan yang disisihkan. Pada ayat lain pengecualian disertai bilangan, misalnya 11:40 yang menyebut bahwa tidak ada yang beriman bersama Nuh kecuali sedikit. Karena itu pembaca tidak dapat memakai 37:74 untuk menghitung peluang dirinya, sebab tidak ada angka yang dapat dipegang. Ayat ini menaruh pengecualian itu tanpa ukuran. Apakah pembaca siap menaruh dirinya di antara mereka yang tidak terhitung, atau masih mencari angka untuk dipegang?
- Ayat 37:74 menyebut golongannya lebih dulu, dan nama pertama muncul satu ayat sesudahnya, yaitu Nuh di 37:75. Ayat 37:81 menyebut Nuh termasuk hamba-hamba Kami yang beriman, dengan sebutan yang berbeda dari 37:74. Pembaca yang mencari wajah seseorang di balik sebutan hamba-hamba Allah tidak menemukannya di ayat ini, karena sebutan itu datang lebih dulu dan contohnya menyusul. Urutan ini membuat sebutan terbaca sebelum orangnya terlihat. Sebutan mana yang lebih dulu hadir ketika pembaca menilai seseorang, ukuran yang tertulis atau wajah yang dikenalnya?
- Di 38:82 Iblis menyatakan akan menyesatkan mereka semuanya, lalu di 38:83 Iblis sendiri menyisihkan hamba-hamba yang dimurnikan, dan di 15:40 Iblis mengucapkan hal serupa. Pengecualian yang diucapkan pembicara surah ini di 37:74 ternyata juga dipakai oleh pihak yang berniat menyesatkan. Hubungan antara kedua golongan itu tidak dijelaskan di ayat mana pun, dan Iblis menyebutnya dalam ucapan kepada Tuhannya. Bila pihak yang berniat menyesatkan semua orang pun menyebut adanya hamba yang dikecualikan, bagaimana pembaca menimbang anggapan bahwa semua orang pasti ikut arus?