Ayat 37:75

وَلَقَدْ نَادَانَا نُوحٌ فَلَنِعْمَ الْمُجِيبُونَ

Dan sungguh, Nuh telah menyeru Kami, maka, Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَلَقَدْ نَادَانَا نُوحٌwa-la-qad naadaanaa nuuhundan sungguh, Nuh telah menyeru Kami
  2. فَلَنِعْمَ الْمُجِيبُونَfa-la-ni'ma l-mujiibuunamaka, Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan
Aplikasi

Seruan Nuh direspons 'sebaik-baik yang memperkenankan', bukti bahwa seruan tulus dalam kesulitan besar, betapapun lama penantiannya, tidak pernah benar-benar sia-sia.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar n-d-w, n-'-m, j-w-b): naadaanaa diterjemahkan 'menyeru Kami' (akar n-d-w); ni'ma l-mujiibuun diterjemahkan 'sebaik-baik yang memperkenankan' (akar j-w-b). Selaras.

Ayat 37:76

وَنَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ

Kami telah menyelamatkan dia dan keluarganya dari bencana yang agung.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَنَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُwa-najjaynaahu wa-ahlahudan Kami telah menyelamatkan dia dan keluarganya
  2. مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِmina l-karbi l-azhiimidari bencana yang agung
Aplikasi

Penyelamatan dari 'bencana yang agung' mencakup dia dan keluarganya, kepedulian yang meluas melampaui keselamatan pribadi kepada orang-orang terdekat yang turut menyertai perjuangan.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (takrif diterjemahkan 'Sang Agung'; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.

Ayat 37:77

وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهُ هُمُ الْبَاقِينَ

Dan Kami jadikan keturunannya orang-orang yang bertahan,

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهُwa-ja'alnaa dzurriyyatahudan Kami jadikan keturunannya
  2. هُمُ الْبَاقِينَhumu l-baaqiinaorang-orang yang bertahan
Aplikasi

Keturunan Nuh dijadikan 'orang-orang yang bertahan', kelangsungan garis keturunan sebagai bentuk warisan konkret dari kesetiaan yang ditunjukkan sebelumnya.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar j-'-l, dz-r-r, b-q-y): dhurriyyah diterjemahkan 'keturunan' (akar dz-r-r); baaqiin diterjemahkan 'yang bertahan (tersisa)' (akar b-q-y). gloss '(di bumi)' dibuang.

Ayat 37:78

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ

dan Kami tinggalkan untuknya, di kalangan orang-orang yang datang kemudian,

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَتَرَكْنَا عَلَيْهِwa-taraknaa alayhidan Kami tinggalkan untuknya
  2. فِي الْآخِرِينَfii l-aakhiriinadi kalangan orang-orang yang datang kemudian
Aplikasi

Kenangan baik yang 'diabadikan pada orang-orang yang datang kemudian', reputasi positif yang bertahan melampaui generasi langsung, dorongan membangun pengaruh baik yang berkelanjutan bukan hanya untuk masa hidup sendiri.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar t-r-k, a-kh-r): taraknaa diterjemahkan 'Kami tinggalkan (abadikan)' (akar t-r-k); aakhiriin diterjemahkan 'orang kemudian' (akar '-kh-r, meninggalkan kenangan baik, sepola lisaana sidq 26:84). gloss '(pujian)' dibuang.