وَلَقَدْ نَادَانَا نُوحٌ فَلَنِعْمَ الْمُجِيبُونَ

Dan sungguh, Nuh telah menyeru Kami, maka, Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَقَدْ نَادَانَا نُوحٌwa-la-qad naadaanaa nuuhundan sungguh, Nuh telah menyeru Kami
  2. فَلَنِعْمَ الْمُجِيبُونَfa-la-ni'ma l-mujiibuunamaka, Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
  2. نَادَانَاnaadaanaamenyeru Kami
  3. نُوحٌnuuhunNuh
  4. فَلَنِعْمَfa-la-ni'mamaka sebaik-baik
  5. الْمُجِيبُونَl-mujiibuunayang memperkenankan

Inti bacaan

Seruan Nuh direspons 'sebaik-baik yang memperkenankan', bukti bahwa seruan tulus dalam kesulitan besar, betapapun lama penantiannya, tidak pernah benar-benar sia-sia.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini membuka kisah Nuh: contoh pertama dari rangkaian kisah para nabi yang akan mengisi sisa surah ini, menjawab langsung pengecualian 'hamba-hamba yang dimurnikan' di ayat sebelumnya.

Tafsiran

Ayat ini memulai kisah Nuh sebagai teladan konkret dari hamba yang dimurnikan: seruannya kepada Tuhannya dijawab dengan sebaik-baik jawaban.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut jawabannya sendiri sebagai yang terbaik. Bukan Nuh yang memuji. Yang menjawab yang menilai.
  • Seruan itu disebut sesudah bertahun-tahun berlalu. Panjangnya tidak diceritakan di sini. Yang disebut cuma dijawab.
  • Nuh dipakai Allah sebagai contoh pertama. Sesudah menyebut hamba yang dimurnikan. Nama itu yang pertama keluar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar n-d-w, n-'-m, j-w-b): naadaanaa diterjemahkan 'menyeru Kami' (akar n-d-w); ni'ma l-mujiibuun diterjemahkan 'sebaik-baik yang memperkenankan' (akar j-w-b). Selaras.