وَنَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ
Dan Kami telah menyelamatkan dia dan keluarganya dari bencana yang agung.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَنَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُwa-najjaynaahu wa-ahlahudan Kami telah menyelamatkan dia dan keluarganya
- مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِmina l-karbi l-'azhiimidari bencana yang agung
Terjemahan per kata (5 kata)
- وَنَجَّيْنَاهُwa-najjaynaahudan Kami menyelamatkannya
- وَأَهْلَهُwa-ahlahudan keluarganya
- مِنَminadari
- الْكَرْبِl-karbikesusahan
- الْعَظِيمِl-'azhiimiyang agung
Inti bacaan
Susunan (وَنَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ, wa-najjaynaahu wa-ahlahu) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:76.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَنَجَّيْنَاهُ, wa-najjaynaahu) yang berarti "dan Kami menyelamatkan dia". Bentuk ini tersusun dari (وَ, wa) yang berarti "dan", kata kerja najjaynaa yang berarti "Kami selamatkan", dan akhiran -hu yang berarti "-nya". Kata kerja berakar ن-ج-و itu memakai huruf jim ganda. Bentuk persis (وَنَجَّيْنَاهُ, wa-najjaynaahu) muncul empat kali, yaitu 21:71, 21:74, 21:88, dan 37:76, dan di 37:76 saja bentuk ini langsung disusul (وَأَهْلَهُ, wa-ahlahu) yang berarti "dan keluarganya". Di 21:76 dan 26:170 kata kerja yang sama dibuka dengan fa yang berarti "maka", dalam (فَنَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ, fa-najjaynaahu wa-ahlahu). Bentuk dengan huruf jim tunggal dipakai di 7:83 dan 27:57, dalam (فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ, fa-anjaynaahu wa-ahlahu). Terjemahan memakai "menyelamatkan" untuk kedua bentuk itu.
Kata (أَهْلَهُ, ahlahu) yang berarti "keluarganya" berakar أ-ه-ل. Rangkaian (وَأَهْلَهُ, wa-ahlahu) muncul delapan kali, dan tujuh di antaranya mengikuti kata kerja penyelamatan, yaitu 7:83, 21:76, 26:170, 27:57, 29:32, 37:76, dan 37:134. Lima dari tujuh itu menyangkut Lut, dan di kelimanya kata keluarga disusul pengecualian: (إِلَّا امْرَأَتَهُ, illaa mra'atahu) yang berarti "kecuali istrinya" di 7:83, 27:57, dan 29:32, serta (إِلَّا عَجُوزًا, illaa 'ajuuzan) yang berarti "kecuali seorang perempuan tua" di 26:171 dan 37:135. Dua sisanya, 21:76 dan 37:76, menyangkut Nuh, dan sesudah kata keluarga tidak ada pengecualian. Pengecualian bagi keluarga Nuh ditulis di tempat lain. Ayat 11:40 dan 23:27 memuat (وَأَهْلَكَ, wa-ahlaka) yang berarti "dan keluargamu" dengan syarat orang yang telah terkena ketetapan terdahulu dikecualikan, dan 11:46 memuat (لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ, laysa min ahlika) yang berarti "bukanlah termasuk keluargamu". Terjemahan 37:76 memakai "keluarganya" tanpa kata "seluruh". Kata (أَجْمَعِينَ, ajma'iina) yang berarti "semuanya" ada di 26:170 dan 37:134, sehingga terjemahannya "seluruh keluarganya", dan kata itu tidak ada di 37:76.
Kata (الْكَرْبِ, l-karbi) yang berarti "bencana" berakar ك-ر-ب dan muncul empat kali seluruhnya, yaitu 6:64, 21:76, 37:76, dan 37:115. Tiga di antaranya memakai kata sandang al- dan selalu dalam (مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ, mina l-karbi l-'azhiimi) yang berarti "dari bencana yang agung", yaitu 21:76, 37:76, dan 37:115. Satu lagi, di 6:64, memakai bentuk tanpa kata sandang dalam (وَمِنْ كُلِّ كَرْبٍ, wa-min kulli karbin) yang berarti "dan dari setiap kesusahan". Terjemahan memakai "kesusahan" di 6:64 karena kata kulli, "setiap", mendahuluinya dan mencakup kesusahan jenis apa pun. Terjemahan memakai "bencana" di tiga ayat lainnya karena kata sandang al- menunjuk sesuatu yang sudah tertentu dan kata sifat (الْعَظِيمِ, l-'azhiimi) yang berarti "agung" menyebut ukurannya. Frasa yang sama dipakai untuk dua penerima yang berbeda. Di 37:76 dan 21:76 penerimanya Nuh dan keluarganya, sedangkan di 37:115 penerimanya Musa dan Harun beserta (وَقَوْمَهُمَا, wa-qawmahumaa) yang berarti "dan kaum keduanya". Kata ahl dan kata qawm menyebut dua lingkaran yang berbeda, keluarga dan kaum.
Terjemahan menaruh "telah" pada "Kami telah menyelamatkan" karena kata kerja (نَجَّيْنَا, najjaynaa) yang berarti "Kami selamatkan" berbentuk lampau, dan awalan wa di awal ayat diterjemahkan "dan", seperti wa di awal 37:77 dan 37:78.
Tafsiran
Ayat ini menuturkan penyelamatan Nuh dan keluarganya dari bencana yang agung, dengan Kami sebagai pelaku. Penyelamatan itu disambung ke ayat sebelumnya dengan wa yang berarti "dan", sedangkan di 21:76 jawaban atas seruan dan penyelamatan dihubungkan dengan fa yang berarti "maka". Di 37:76 hubungan antara seruan di 37:75 dan penyelamatan hanya terbaca dari urutannya, sebab kata penghubung sebab tidak dipakai.
Bencana yang agung tidak diberi nama di ayat ini. Ayat 21:77 meneruskan penuturan 21:76 dengan penenggelaman kaum yang mendustakan tanda-tanda Kami, dan 37:82 menyebut penenggelaman yang lain. Dapat dibaca bahwa bencana agung di 37:76 berkaitan dengan penenggelaman itu, tetapi 37:76 sendiri tidak menyebutnya, dan 37:82 memakai kata kerja (أَغْرَقْنَا, aghraqnaa) yang berarti "Kami tenggelamkan" yang tidak ada di 37:76. Dengan demikian pembaca memegang dua potongan, yaitu bencana yang disebut besar di satu ayat dan penenggelaman yang disebut di ayat lain, dan hubungan keduanya hanya dapat dibaca sebagai kemungkinan.
Frasa penyelamatan dari bencana yang agung muncul di surah ini dua kali, yaitu di 37:76 untuk Nuh dan keluarganya dan di 37:115 untuk Musa dan Harun beserta kaum keduanya. Dua peristiwa itu berbeda, tetapi surah ini memakai kalimat yang sama untuk menyebut hasil keduanya. Dalam rangkaian kisah Nuh, 37:76 menyebut penyelamatan lebih dulu, lalu 37:77 menyebut keturunan yang tersisa, dan 37:82 menyebut penenggelaman yang lain. Urutan itu menaruh kabar tentang yang selamat sebelum kabar tentang yang tenggelam.
Renungan dan Hikmah
- Pelaku penyelamatan di 37:76 menyebut dirinya Kami. Surah ini menyebut hamba-hamba sebagai milik Allah di 37:74 dan sebagai milik Kami di 37:81, sehingga Kami dapat dibaca sebagai Allah, dan penyelamatan Nuh sebagai perbuatan Allah. Di ayat ini Nuh tidak melakukan apa pun yang tercatat, karena yang tertulis hanya kata kerja Kami menyelamatkan dan dua penerimanya. Orang yang menceritakan pertolongan dalam hidupnya biasanya memilih siapa yang ditaruhnya sebagai pelaku kalimat. Dalam kisah keselamatan yang paling dekat dengannya, siapa yang berdiri sebagai subjek kata kerja menyelamatkan?
- Ayat 37:76 menyebut Nuh dan keluarganya diselamatkan bersama, sedangkan 37:75 mencatat bahwa Nuh menyeru Kami dan tidak menuliskan isi seruan itu, sehingga tidak diketahui apakah keluarganya disebut di dalamnya. Keluarganya tetap termasuk dalam penyelamatan. Bagi pembaca yang pernah berdoa untuk dirinya sendiri, ayat ini memperlihatkan hasil seruan yang mencakup orang-orang terdekat. Apakah ada orang yang selama ini ikut terbawa oleh jawaban atas doa pembaca tanpa pernah tercantum dalam doa itu, dan sudahkah pembaca memperhatikan siapa mereka?
- Kata keluarga di 37:76 tidak disertai pengecualian, padahal 11:40 dan 23:27 memuat syarat bahwa orang yang telah terkena ketetapan terdahulu dikecualikan, dan 11:46 memuat jawaban kepada Nuh yang menyebut orang yang disebutnya di 11:45, yaitu anaknya, bukan termasuk keluarganya. Jawaban itu datang sesudah Nuh memohon kepada Tuhannya di 11:45. Ayat 37:76 sendiri tidak menentukan siapa yang masuk dan siapa yang tidak. Karena orang itu disebut anak Nuh di 11:45 dan disebut bukan keluarga di 11:46, batas keluarga di ayat-ayat itu tidak sama dengan batas darah. Orang yang menghitung siapa saja yang termasuk keluarganya dapat mengingat hal ini. Siapa yang selama ini dihitungnya sebagai keluarga karena hubungan darah saja, dan siapa yang dihitung berdasarkan ketetapan yang tertulis?
- Ayat 37:76 menyebut bencana yang agung dan tidak menyebut bentuknya. Ukurannya disebut lewat kata sifat agung, dan hanya itu yang tersedia bagi pembaca. Ayat 21:77 menuturkan penenggelaman dalam penuturan yang sama, tetapi 37:76 tidak menunjuk ke sana. Penyelamatan disebut lebih dulu daripada isi bencananya, dan pembaca mengetahui ukurannya sebelum mengetahui apa isinya. Dalam hidup pembaca, ada bencana yang ukurannya baru ketahuan sesudah lewat. Bencana mana yang dulu dianggap kecil, dan baru terlihat besarnya setelah selamat dari akibatnya?
- Frasa penyelamatan dari bencana yang agung dipakai di 37:76 untuk Nuh dan keluarganya, dan di 37:115 untuk Musa dan Harun beserta kaum keduanya. Peristiwanya berbeda, dan kalimatnya sama. Kata keluarga dan kata kaum menyebut lingkaran yang berbeda, tetapi kata kerja dan jenis bencananya tidak berubah. Surah ini memakai satu ukuran untuk dua pertolongan yang tidak serupa. Apa yang membuat dua pertolongan Allah, yang dibaca di balik kata Kami, dan yang berbeda isinya disebut dengan kata yang sama, ukuran bencananya atau ukuran penolongnya?
- Dalam kisah Nuh di surah ini, 37:76 menyebut penyelamatan, 37:77 menyebut keturunan yang tersisa, dan penenggelaman yang lain baru disebut di 37:82. Kabar tentang yang selamat datang lebih dulu daripada kabar tentang yang tenggelam. Ayat 37:73 menyuruh memperhatikan akibat orang-orang yang telah diperingatkan, dan kisah Nuh yang menyusul, bila dibaca sebagai bagian dari jawabannya, tidak dimulai dari yang tenggelam. Orang yang menerima kabar tentang sebuah musibah biasanya mencari kabar tertentu lebih dulu. Apakah selamatnya yang selamat, atau nasib yang lain yang lebih dulu dicarinya?