وَنَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ

Kami telah menyelamatkan dia dan keluarganya dari bencana yang agung.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَنَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُwa-najjaynaahu wa-ahlahudan Kami telah menyelamatkan dia dan keluarganya
  2. مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِmina l-karbi l-'azhiimidari bencana yang agung

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَنَجَّيْنَاهُwa-najjaynaahudan Kami menyelamatkannya
  2. وَأَهْلَهُwa-ahlahudan keluarganya
  3. مِنَminadari
  4. الْكَرْبِl-karbikesusahan
  5. الْعَظِيمِl-'azhiimiyang agung

Inti bacaan

Penyelamatan dari 'bencana yang agung' mencakup dia dan keluarganya, kepedulian yang meluas melampaui keselamatan pribadi kepada orang-orang terdekat yang turut menyertai perjuangan.

Penjelasan pilihan kata

'Ahlahu' (akar Ahl, 'keluarga/kaum kerabat') dikoreksi dari 'pengikutnya': akar kata ini bermakna kekerabatan/keluarga, bukan pengikut dalam pengertian umum.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan hasil dari seruan Nuh: keselamatan yang diberikan mencakup dirinya dan keluarganya, dari bencana besar yang menimpa generasi yang sesat.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyelamatkan orangnya bersama keluarganya. Bukan dia sendirian. Yang dekat ikut terangkut.
  • Kata keluarganya dipakai, bukan pengikutnya. Yang disebut hubungan darah. Cakupannya jelas.
  • Bencananya disebut Allah agung, seperti pada Musa dan Harun. Kalimat yang sama dipakai lagi. Polanya berulang di surah ini.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (takrif diterjemahkan 'Sang Agung'; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.