وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهُ هُمُ الْبَاقِينَ

Dan Kami jadikan keturunannya orang-orang yang bertahan,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهُwa-ja'alnaa dzurriyyatahudan Kami jadikan keturunannya
  2. هُمُ الْبَاقِينَhumu l-baaqiinaorang-orang yang bertahan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَجَعَلْنَاwa-ja'alnaadan Kami menjadikan
  2. ذُرِّيَّتَهُdzurriyyatahuketurunannya
  3. هُمُhumumerekalah
  4. الْبَاقِينَl-baaqiinaorang-orang yang tersisa

Inti bacaan

Keturunan Nuh dijadikan 'orang-orang yang bertahan', kelangsungan garis keturunan sebagai bentuk warisan konkret dari kesetiaan yang ditunjukkan sebelumnya.

Penjelasan pilihan kata

'Dzurriyyatahu' diterjemahkan 'keturunannya': kata majemuk yang sah dalam bahasa Indonesia, berbeda dari istilah kerja internal proyek yang dilarang berdiri sendiri.

Tafsiran

Ayat ini menambahkan hasil lanjutan, bukan hanya diselamatkan, keturunan Nuh dijadikan pihak yang bertahan hingga generasi-generasi berikutnya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut keturunannya yang bertahan, bukan dirinya saja. Yang diselamatkan berlanjut. Warisannya bukan barang.
  • Kata bertahan dipakai, bukan kata banyak. Bukan soal jumlah. Soal kelangsungan.
  • Balasannya disebut Allah sesudah kematiannya. Bukan diberikan saat hidup. Yang menerima generasi berikutnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar j-'-l, dz-r-r, b-q-y): dhurriyyah diterjemahkan 'keturunan' (akar dz-r-r); baaqiin diterjemahkan 'yang bertahan (tersisa)' (akar b-q-y). gloss '(di bumi)' dibuang.