وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ

dan Kami tinggalkan untuknya, di kalangan orang-orang yang datang kemudian,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَتَرَكْنَا عَلَيْهِwa-taraknaa 'alayhidan Kami tinggalkan untuknya
  2. فِي الْآخِرِينَfii l-aakhiriinadi kalangan orang-orang yang datang kemudian

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَتَرَكْنَاwa-taraknaadan Kami meninggalkan
  2. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  3. فِيfiidi
  4. الْآخِرِينَl-aakhiriinaorang-orang yang kemudian

Inti bacaan

Susunan (وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ, wa-taraknaa 'alayhi fii l-aakhiriina) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:78, 37:108, dan 37:129.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَتَرَكْنَا, wa-taraknaa) yang berarti "dan Kami tinggalkan", tersusun dari (وَ, wa) yang berarti "dan", kata kerja taraka yang berarti "meninggalkan", dan akhiran -naa yang berarti "Kami". Akarnya ت-ر-ك. Bentuk persis (وَتَرَكْنَا, wa-taraknaa) muncul tujuh kali di empat surah, yaitu 12:17, 18:99, 37:78, 37:108, 37:119, 37:129, dan 51:37. Pada empat ayat di surah 37 kata kerja itu langsung disusul 'alaa dan sebuah kata ganti, tanpa menyebut apa yang ditinggalkan. Pada tiga ayat lainnya yang ditinggalkan disebut: (بَعْضَهُمْ, ba'dhahum) yang berarti "sebagian mereka" di 18:99, (آيَةً, aayatan) yang berarti "suatu tanda" di 51:37, dan Yusuf di 12:17. Bentuk lain, (تَرَكْنَاهَا, taraknaahaa) yang berarti "Kami meninggalkannya", muncul di 54:15 dalam (وَلَقَدْ تَرَكْنَاهَا آيَةً, wa-la-qad taraknaahaa aayatan) yang berarti "sungguh, Kami telah meninggalkannya sebagai tanda". Di sana yang ditinggalkan ditunjuk dengan kata ganti dan diberi sebutan tanda, sedangkan di 37:78 tidak ada penunjuk atau sebutan semacam itu.

Kata (عَلَيْهِ, 'alayhi) yang berarti "atasnya" tersusun dari (عَلَىٰ, 'alaa) yang berarti "atas" dan akhiran -hi yang berarti "-nya". Akhiran -hi menunjuk Nuh, yang disebut dengan nama di 37:75 dan 37:79 dan dengan kata ganti di 37:76 dan 37:77. Susunan (وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ, wa-taraknaa 'alayhi) muncul tiga kali, yaitu 37:78, 37:108, dan 37:129, dan di 37:119 bentuknya (وَتَرَكْنَا عَلَيْهِمَا, wa-taraknaa 'alayhimaa) untuk dua orang. Terjemahan memakai "untuknya" dan "untuk keduanya" di keempat ayat itu, sedangkan kata 'alaa diterjemahkan "atas" dalam (سَلَامٌ عَلَىٰ, salaamun 'alaa) yang berarti "kesejahteraan atas" di 37:79, 37:109, 37:120, dan 37:130. Terjemahan "Kami tinggalkan atasnya" tidak terbaca sebagai kalimat Indonesia yang utuh, sehingga "untuknya" dipakai, dan kata itu menunjuk orang yang sama dengan yang disebut sesudah "atas" di ayat berikutnya.

Kata (الْآخِرِينَ, l-aakhiriina) yang berarti "orang-orang yang datang kemudian" berakar أ-خ-ر dan muncul delapan kali, yaitu 26:84, 37:78, 37:108, 37:119, 37:129, 56:14, 56:40, dan 77:17. Pada lima ayat kata itu didahului (فِي, fii) yang berarti "di kalangan", yaitu 26:84 dan empat ayat di surah 37. Di 56:14 dan 56:40 kata itu didahului mina yang berarti "dari", dalam (وَقَلِيلٌ مِنَ الْآخِرِينَ, wa-qaliilun mina l-aakhiriina) yang berarti "dan sedikit dari orang-orang yang kemudian", dan di 77:17 kata itu menjadi sasaran kata kerja menyusulkan. Di 26:84, dalam (وَاجْعَلْ لِي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ, wa-j'al lii lisaana shidqin fii l-aakhiriina) yang berarti "dan jadikanlah bagiku buah tutur yang benar di kalangan orang-orang yang datang kemudian", pembicara memohon kepada Tuhannya sesuatu bagi dirinya di tempat yang sama, sedangkan di 37:78 Kami yang meninggalkan. Kata yang menunjuk masa sebaliknya, (الْأَوَّلِينَ, l-awwaliina) yang berarti "orang-orang yang dahulu", ada di 37:71 untuk menyebut sebagian besar yang sesat.

Isi yang ditinggalkan tidak tertulis di ayat ini, dan tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 37:79, yang dibuka dengan (سَلَامٌ, salaamun) yang berarti "kesejahteraan".

Tafsiran

Ayat ini menyebut bahwa Kami meninggalkan sesuatu bagi Nuh di kalangan orang-orang yang datang kemudian, dan isi yang ditinggalkan itu tidak ditulis. Ayat 37:79 yang menyusul berbunyi "Kesejahteraan atas Nuh di seisi alam". Pola yang sama berulang pada tiga tokoh lain di surah ini: 37:108 disusul 37:109 untuk Ibrahim, 37:119 disusul 37:120 untuk Musa dan Harun, dan 37:129 disusul 37:130 untuk Ilyasin. Di keempat pasangan itu ayat yang memuat kata meninggalkan tidak menyebut isinya, dan ayat sesudahnya dibuka dengan salaamun 'alaa. Dapat dibaca bahwa ayat sesudahnya menyebut apa yang ditinggalkan, tetapi ayat-ayat itu tidak memakai kata penghubung yang menyatakannya.

Kisah Nuh di surah ini terletak di antara dua penunjuk waktu. Ayat 37:71 menyebut orang-orang yang dahulu, yang sebagian besarnya telah sesat, dan 37:78 menyebut orang-orang yang datang kemudian. Dengan susunan itu kisah Nuh terbaca sebagai bagian yang menghubungkan dua masa. Ayat 37:77 menyebut keturunan Nuh dijadikan tersisa, dan 37:78 menyebut orang-orang yang datang kemudian, dan ayat-ayat itu tidak menyatakan bahwa keduanya kelompok yang sama.

Ayat 54:15 menyebut yang ditinggalkan sebagai tanda, sedangkan 37:78 tidak memberi sebutan semacam itu. Karena itu apakah yang ditinggalkan di 37:78 berupa benda atau berupa sesuatu yang diucapkan tidak dapat diputuskan dari ayat ini saja, dan keputusan itu menunggu ayat berikutnya.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 37:78 menyebut bahwa Kami meninggalkan sesuatu bagi Nuh dan tidak menyebut isinya, sehingga pembaca memegang kata kerja tanpa benda. Surah ini menyebut hamba-hamba sebagai milik Allah di 37:74 dan sebagai milik Kami di 37:81, sehingga Kami dapat dibaca sebagai Allah, dan perbuatan meninggalkan itu sebagai perbuatan Allah. Bagi pembaca yang memikirkan jejak apa yang akan tertinggal dari hidupnya, ayat ini menyebut tindakannya lebih dulu dan isinya menyusul. Bila isi jejaknya baru terbaca oleh orang lain sesudah pembaca tiada, apakah pembaca sudah memikirkan sebelum itu apa yang akan dikatakan tentang dirinya?
  • Di 26:84 seorang pembicara memohon kepada Tuhannya agar dijadikan buah tutur yang benar di kalangan orang-orang yang datang kemudian. Di 37:78 Kami yang meninggalkan, dan permintaan Nuh tidak tercatat di ayat ini. Dua ayat itu memakai ungkapan yang sama tentang tempatnya, di kalangan orang-orang yang datang kemudian, dengan arah yang berbeda: yang satu diminta, yang lain diberikan. Orang yang mengharapkan dikenang dengan baik mendapati kedua ayat ini menaruh kenangan itu pada pihak yang diminta di 26:84 dan pihak yang meninggalkannya di 37:78. Apakah kenangan yang dicari pembaca untuk dirinya sama dengan yang ditinggalkan Allah bagi orang yang dikenangnya?
  • Ayat 37:78 menyebut penerimanya sebagai orang-orang yang datang kemudian, yaitu mereka yang belum ada ketika Nuh menyeru di 37:75. Dari sudut Nuh, pembaca hari ini dapat dihitung termasuk golongan yang datang kemudian, meskipun pembaca dan apa yang sampai kepadanya tidak tertulis di ayat. Kalimat tentang orang-orang yang datang kemudian itu sudah tertulis sebelum pembaca ada. Apa dari kisah Nuh yang telah sampai kepada pembaca, dan dari mana diketahuinya bahwa itu bagian dari yang ditinggalkan Allah?
  • Kalimat dan Kami tinggalkan untuknya di kalangan orang-orang yang datang kemudian dipakai untuk Nuh di 37:78, Ibrahim di 37:108, Musa dan Harun di 37:119, dan Ilyasin di 37:129. Empat tokoh yang kisahnya berbeda mendapat kalimat yang sama, dan ayat sesudah masing-masing dibuka dengan kesejahteraan atas mereka. Surah ini memakai kata kerja yang sama untuk yang ditinggalkan bagi mereka. Orang yang mengenang beberapa tokoh sekaligus perlu memperhatikan apa yang dipakainya untuk membedakan mereka. Bila kalimat yang ditinggalkan bagi mereka sama, di mana letak perbedaan yang selama ini dirasakan pembaca di antara mereka?
  • Kata kerja meninggalkan dipakai di 54:15 untuk sesuatu yang diberi sebutan tanda, dan di 37:78 untuk sesuatu yang tidak diberi sebutan apa pun. Satu kata kerja menjangkau benda yang menjadi tanda dan sesuatu yang diperuntukkan bagi seseorang di kalangan generasi lain. Isi yang akan ditinggalkan seseorang dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu yang dapat dipegang orang dan yang dapat dikenang orang. Dari kedua macam itu, mana yang selama ini lebih banyak dibangunnya, dan mana yang lebih jarang dipikirkannya?
  • Dua penunjuk waktu mengapit peristiwa Nuh di surah ini: orang-orang yang dahulu di 37:71 dan orang-orang yang datang kemudian di 37:78, tempat sesuatu ditinggalkan bagi Nuh. Ayat 37:71 menilai sebagian besar orang yang dahulu sebagai yang sesat, sedangkan 37:78 tidak menilai orang yang datang kemudian dan hanya menyebut posisi waktu mereka. Orang yang membandingkan zamannya dengan masa lalu mendapati kedua kata waktu itu muncul berdampingan dalam satu kisah. Pada sisi mana dari kisah ini pembaca biasa menaruh dirinya, di sisi dahulu atau di sisi kemudian?