وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ
dan Kami tinggalkan untuknya, di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَتَرَكْنَا عَلَيْهِwa-taraknaa 'alayhidan Kami tinggalkan untuknya
- فِي الْآخِرِينَfii l-aakhiriinadi kalangan orang-orang yang datang kemudian
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَتَرَكْنَاwa-taraknaadan Kami meninggalkan
- عَلَيْهِ'alayhiatasnya
- فِيfiidi
- الْآخِرِينَl-aakhiriinaorang-orang yang kemudian
Inti bacaan
Kenangan baik yang 'diabadikan pada orang-orang yang datang kemudian', reputasi positif yang bertahan melampaui generasi langsung, dorongan membangun pengaruh baik yang berkelanjutan bukan hanya untuk masa hidup sendiri.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(pujian)' tidak dipakai: kata itu tidak ada padanan eksplisit dalam teks Arab ('taraknaa alayhi', 'Kami tinggalkan atasnya', tanpa objek eksplisit). Ayat ini menyambung langsung ke 37:79, yang berisi apa yang ditinggalkan tersebut.
Tafsiran
Ayat ini membuka penjelasan tentang warisan Nuh bagi generasi-generasi setelahnya, yang dirinci pada ayat berikutnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut Dia yang meninggalkannya. Bukan Nuh yang mewariskan. Kenangan itu ditinggalkan oleh yang lain, bukan diusahakan sendiri.
- Apa yang ditinggalkan tak disebut di ayat ini. Ditunda satu ayat. Yang menggantung baru diisi di kalimat berikutnya.
- Allah menyebut penerimanya orang-orang yang datang kemudian. Yang belum ada. Yang ditinggalkan diperuntukkan bagi yang belum lahir.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar t-r-k, a-kh-r): taraknaa diterjemahkan 'Kami tinggalkan (abadikan)' (akar t-r-k); aakhiriin diterjemahkan 'orang kemudian' (akar '-kh-r, meninggalkan kenangan baik, sepola lisaana sidq 26:84). gloss '(pujian)' dibuang.