سَلَامٌ عَلَىٰ نُوحٍ فِي الْعَالَمِينَ

Kesejahteraan atas Nuh di seisi alam.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. سَلَامٌ عَلَىٰ نُوحٍsalaamun 'alaa nuuhinkesejahteraan atas Nuh
  2. فِي الْعَالَمِينَfii l-'aalamiinadi seisi alam

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. سَلَامٌsalaamunkesejahteraan
  2. عَلَىٰ'alaaatas
  3. نُوحٍnuuhinNuh
  4. فِيfiidi
  5. الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam

Inti bacaan

Kata (فِي الْعَالَمِينَ, fii l-'aalamiina) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:79.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (سَلَامٌ, salaamun) yang berarti "kesejahteraan", dari akar س-ل-م, tanpa kata sandang dan tanpa kata kerja di depannya. Bentuk salaamun muncul 23 kali di 18 surah, yaitu 6:54, 7:46, 10:10, 11:69, 13:24, 14:23, 16:32, 19:15, 19:47, 27:59, 28:55, 33:44, 36:58, 37:79, 37:109, 37:120, 37:130, 37:181, 39:73, 43:89, 51:25, 56:91, dan 97:5. Di enam tempat, yaitu 6:54, 7:46, 13:24, 16:32, 28:55, dan 39:73, kata itu disusul (سَلَامٌ عَلَيْكُمْ, salaamun 'alaykum) yang berarti "salam atas kalian", dan yang menerimanya adalah orang yang sedang diajak bicara. Di 37:79 penerimanya disebut dengan nama dan sebagai orang ketiga, tidak ada orang yang diajak bicara, dan tidak ada kata "berkata" di 37:75 sampai 37:79. Karena itu terjemahan memakai "kesejahteraan" dan tidak memakai "salam", sebab salam di enam ayat tadi adalah sapaan antara orang yang berhadapan, dan terjemahan juga tidak memberi tanda kutip. Ayat 36:58 memperlihatkan cara Al-Qur'an menandai sapaan semacam itu: (سَلَامٌ قَوْلًا, salaamun qawlan) yang berarti "kesejahteraan sebagai ucapan" memakai kata qawlan untuk menyatakan bahwa isinya ucapan, dan kata semacam itu tidak ada di 37:79.

Kata (عَلَىٰ نُوحٍ, 'alaa nuuhin) yang berarti "atas Nuh" memakai (عَلَىٰ, 'alaa) yang berarti "atas", seperti di 27:59, (وَسَلَامٌ عَلَىٰ عِبَادِهِ, wa-salaamun 'alaa 'ibaadihi) yang berarti "dan kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya". Susunan (سَلَامٌ عَلَىٰ, salaamun 'alaa) muncul enam kali di dua surah, yaitu di 27:59, 37:79, 37:109, 37:120, 37:130, dan 37:181. Di tiga ayat lain di surah 37, sesudah 'alaa disebut nama orang, yaitu (إِبْرَاهِيمَ, ibraahiima) di 37:109, (مُوسَىٰ وَهَارُونَ, muusaa wa-haaruuna) di 37:120, dan Ilyasin di 37:130, sedangkan 27:59 dan 37:181 menyebut sekelompok orang. Dengan demikian 37:79 membuka deretan empat kalimat berbentuk sama di surah ini, yang tertuju kepada Nuh, Ibrahim, Musa dan Harun, dan Ilyasin.

Kata (فِي الْعَالَمِينَ, fii l-'aalamiina) yang berarti "di seisi alam" memuat (الْعَالَمِينَ, l-'aalamiina) yang berarti "seisi alam", dari akar ع-ل-م, seperti pada (رَبِّ الْعَالَمِينَ, rabbi l-'aalamiina) yang berarti "Tuhan seisi alam" di 37:182. Dengan kata depan fii yang berarti "di", susunan ini muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:79. Kata yang sama muncul delapan kali sesudah 'alaa, (عَلَى الْعَالَمِينَ, 'alaa l-'aalamiina) yang berarti "atas seisi alam", yaitu di 2:47, 2:122, 2:251, 3:33, 6:86, 7:140, 44:32, dan 45:16, dan kedelapannya berbicara tentang kelebihan, pilihan, atau karunia. Di 3:33 Allah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran atas seisi alam. Di 37:79 kata depannya fii, sehingga terjemahan memakai "di seisi alam" dan tidak "atas seisi alam".

Letak (فِي الْعَالَمِينَ, fii l-'aalamiina) di ujung ayat membuka dua pembacaan: kesejahteraan itu berlaku di seisi alam, atau Nuh disebut di seisi alam. Ayat tidak memilih salah satunya, dan terjemahan mengikuti urutan Arab supaya keduanya tetap mungkin. Terjemahan juga tidak menambahkan "semoga" atau "Kami limpahkan", karena tidak ada kata kerja Arab yang melahirkannya.

Tafsiran

Ayat ini mengisi tempat yang di 37:78 masih kosong. Ayat 37:78 menyatakan bahwa Kami meninggalkan sesuatu untuk Nuh di kalangan orang-orang yang datang kemudian, tanpa menyebut apa yang ditinggalkan, lalu 37:79 langsung dibuka dengan kata kesejahteraan tanpa kata sambung apa pun. Pasangan dua ayat itu berulang tiga kali lagi di surah ini: untuk Ibrahim di 37:108 sampai 37:109, untuk Musa dan Harun di 37:119 sampai 37:120, dan untuk Ilyasin di 37:129 sampai 37:130. Karena itu 37:79 dapat dibaca sebagai isi dari apa yang ditinggalkan, meskipun ayat tidak menyatakan hubungan itu dengan kata penghubung.

Dari delapan ayat kisah Nuh, yaitu 37:75 sampai 37:82, tujuh memuat akhiran -naa yang berarti "Kami", dan 37:79 tidak. Kalimat kesejahteraan itu berdiri sebagai pernyataan tentang Nuh tanpa penutur yang disebut, berbeda dari ayat-ayat di sekitarnya yang berbicara dengan suara Kami.

Surah ini kembali pada kata yang sama di bagian penutupnya. Ayat 37:181, (وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ, wa-salaamun 'alaa l-mursaliina) yang berarti "dan kesejahteraan atas para rasul", disusul 37:182, (وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ, wa-l-hamdu li-llaahi rabbi l-'aalamiina) yang berarti "dan segala puji bagi Allah, Tuhan seisi alam". Urutannya berbeda dari 27:59, yang lebih dulu menyebut (الْحَمْدُ لِلَّهِ, l-hamdu li-llaahi) yang berarti "segala puji bagi Allah" lalu kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya. Dengan demikian kalimat tentang Nuh di 37:79 adalah yang pertama dari lima kalimat kesejahteraan di surah ini, yaitu 37:79, 37:109, 37:120, 37:130, dan 37:181.

Bagi alur kisah Nuh, ayat ini terletak di tengah. Seruan Nuh di 37:75 dan penyelamatannya di 37:76 membuka kisah, keturunannya di 37:77 dan yang ditinggalkan di 37:78 melanjutkannya, lalu 37:80 dan 37:81 menjelaskan kaidah dan kedudukannya, dan 37:82 menutup dengan pihak lain yang ditenggelamkan.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 37:79 memuat kesejahteraan atas Nuh tanpa akhiran Kami dan tanpa kata "berkata", sehingga pembaca tidak diberi tahu siapa yang mengucapkannya. Di 36:58 kata yang sama diberi keterangan, yaitu ucapan dari Tuhan yang pengasih, dan keterangan itu tidak ada di 37:79. Dua ayat itu berbicara tentang hal yang berbeda, 36:58 tentang penghuni taman dan 37:79 tentang seorang tokoh dalam kisah, sehingga keduanya tidak saling menjelaskan. Pembaca dapat menimbang bagaimana kebaikan yang datang tanpa pengirim yang jelas diterimanya, misalnya bantuan yang tidak bertanda tangan atau doa dari orang yang tidak dikenalnya. Apakah rasa terima kasihnya berhenti pada orang di dekatnya, atau ikut bertanya dari mana kebaikan itu sebenarnya sampai kepadanya?
  • Di 26:105 kaum Nuh disebut telah mendustakan para rasul, dan di 26:117 Nuh berkata, "Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakanku." Ayat 37:79 menaruh nama yang sama di dalam kalimat kesejahteraan yang menjangkau seisi alam. Pembaca dapat meletakkan kedua ayat itu berdampingan, tanpa menyatakan bahwa satu menjelaskan yang lain: orang yang ditolak oleh lingkungan terdekatnya disebut dalam lingkaran yang jauh lebih luas daripada lingkungan itu. Pembaca yang pernah tidak dianggap oleh orang-orang di sekitarnya dapat bertanya, lingkaran mana yang selama ini dipakainya untuk mengukur harga dirinya, dan siapa yang berada di luar lingkaran itu tetapi menyebut namanya dengan baik?
  • Di 27:59 pujian bagi Allah disebut lebih dulu dan kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya sesudahnya, sedangkan di 37:181 sampai 37:182 kesejahteraan atas para rasul disebut lebih dulu dan pujian bagi Allah sesudahnya. Dua ayat itu tidak menyatakan mana urutan yang lebih tepat, dan 37:79 hanya memuat satu kalimat kesejahteraan tanpa pujian di dekatnya. Pembaca dapat memperhatikan urutan dalam doanya sendiri, apakah yang lebih dulu disebutnya orang-orang yang diharapkannya sejahtera atau Allah yang disyukurinya. Apa yang terasa ketika urutan itu dibalik, dan siapa yang ternyata tidak pernah masuk dalam kalimatnya?
  • Di 3:33 Allah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran atas seisi alam, sedangkan 37:79 menaruh kesejahteraan atas Nuh di seisi alam. Perbedaan kata depan itu memungkinkan satu bacaan: seseorang yang dipilih tetap berada di dalam alam yang sama dengan orang lain, dan kesejahteraannya disebut di sana, tidak di tempat yang terpisah. Bacaan ini hanya tawaran, karena 3:33 membicarakan pilihan dan 37:79 membicarakan kesejahteraan. Pembaca yang pernah dihormati karena sesuatu dapat bertanya, bagaimana penghormatan itu mengubah cara berdirinya di antara orang lain, dan apakah dirinya masih terasa berada di lingkaran yang sama dengan mereka?
  • Di enam ayat yang telah disebut, kesejahteraan disampaikan kepada orang yang sedang berhadapan dengan pembicara, dengan kata "kalian". Ayat 37:79 menyebut Nuh dengan namanya, tanpa kata "kalian" dan tanpa orang yang diajak bicara. Kalimat itu terbaca sebagai sesuatu yang dikatakan tentang orang yang tidak diajak bicara. Pembaca dapat menghitung berapa banyak kata baik yang pernah diucapkannya tentang seseorang pada saat orang itu tidak mendengar, dan apakah jumlahnya sebanyak kata baik yang diucapkannya di depan orang itu. Mana di antara keduanya yang lebih mudah ia ucapkan?
  • Sesudah seruan, penyelamatan, dan keturunan di 37:75 sampai 37:77, apa yang ditinggalkan untuk Nuh di 37:78 dan 37:79 tinggal satu kalimat pendek, tanpa daftar perbuatan. Di 26:83 sampai 26:84 Ibrahim memohon kepada Tuhannya buah tutur yang benar di kalangan orang-orang yang datang kemudian, dan frasa yang dipakai untuk permohonan itu sama dengan frasa di 37:78. Dua ayat itu berbeda, yang satu doa dan yang lain pernyataan, sehingga satu tidak menjawab yang lain. Pembaca dapat membayangkan semua uraian tentang hidupnya menghilang dan hanya satu kalimat yang tersisa di mulut orang-orang yang datang kemudian. Kalimat apa yang diharapkannya, dan apakah hidupnya sudah dijalani sedemikian rupa sehingga kalimat itu mungkin diucapkan?