وَإِنَّ مِنْ شِيعَتِهِ لَإِبْرَاهِيمَ
Dan sesungguhnya, termasuk golongannya, adalah Ibrahim,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِنَّ مِنْ شِيعَتِهِwa-inna min syii'atihidan sesungguhnya, termasuk golongannya
- لَإِبْرَاهِيمَla-ibraahiimaadalah Ibrahim
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَإِنَّwa-innadan sungguh
- مِنْmindari
- شِيعَتِهِsyii'atihigolongannya
- لَإِبْرَاهِيمَla-ibraahiimasungguh Ibrahim
Inti bacaan
Kata (شِيعَتِهِ, syii'atihi) muncul tiga kali di dua ayat, yaitu dua kali di 28:15 dan satu kali di 37:83.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَإِنَّ, wa-inna) yang berarti "dan sesungguhnya", tersusun dari wa yang berarti "dan" dan inna yang berarti "sesungguhnya". Kisah Ilyas, Lut, dan Yunus juga dibuka dengan wa-inna, yaitu (وَإِنَّ إِلْيَاسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ, wa-inna ilyaasa la-mina l-mursaliina) yang berarti "dan sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk para rasul" di 37:123, dan bentuk yang sama dipakai di 37:133 untuk Lut dan di 37:139 untuk Yunus. Di ketiganya nama itu disusul sebutan rasul, sedangkan di 37:83 kata min disusul sebutan golongan.
Kata (شِيعَتِهِ, syii'atihi) yang berarti "golongannya" berakar ش-ي-ع dan tersusun dari syii'ah yang berarti "golongan" dan akhiran -hi yang menunjuk Nuh. Bentuk syii'atihi muncul tiga kali di dua ayat, yaitu dua kali di 28:15 dan satu kali di 37:83, dan bentuk (شِيعَةٍ, syii'atin) muncul satu kali, yaitu di 19:69. Di 28:15 kata itu berpasangan dengan musuh dalam ayat yang sama, (هَٰذَا مِنْ شِيعَتِهِ وَهَٰذَا مِنْ عَدُوِّهِ, haadzaa min syii'atihi wa-haadzaa min 'aduwwihi) yang berarti "yang ini dari golongannya dan yang ini dari musuhnya", sehingga terbaca bahwa golongan menunjuk pihak yang berdiri di sisi seseorang. Di 19:69, (كُلِّ شِيعَةٍ, kulli syii'atin) yang berarti "setiap golongan" menyebut kelompok-kelompok secara umum. Terjemahan memakai "golongan" di ketiga tempat itu, sehingga hubungannya terbaca sebagai berada di pihak yang sama, tanpa menyatakan siapa mengikuti siapa.
Bagian Nuh di surah ini memakai tiga kata berbeda untuk orang yang berhubungan dengannya. Di 37:76 kata itu (أَهْلَهُ, ahlahu) yang berarti "keluarganya", di 37:77 (ذُرِّيَّتَهُ, dzurriyyatahu) yang berarti "keturunannya", dan di 37:83 syii'atihi yang berarti "golongannya". Ayat 37:83 tidak memakai kata keluarga atau keturunan untuk Ibrahim, dan tidak menyatakan apakah ada hubungan darah atau jarak waktu antara Nuh dan Ibrahim. Akhiran -hi pada syii'atihi menunjuk Nuh karena nama Nuh adalah nama terakhir yang disebut, di 37:79, dan tiga ayat sesudahnya tidak membawa nama baru.
Nama (إِبْرَاهِيمَ, ibraahiima) tertulis tiga kali di surah ini, yaitu di 37:83, 37:104, dan 37:109. Di 37:83 nama itu menempati kata terakhir, sesudah sebutan golongan, sehingga pembaca lebih dulu mengetahui bahwa seseorang berada di golongan Nuh, lalu mengetahui siapa orangnya. Huruf (لَ, la-) di depan nama itu menegaskan. Di 37:123, 37:133, dan 37:139 huruf yang sama melekat pada (لَمِنَ, la-mina) yang berarti "termasuk", dan terjemahan menulis "benar-benar termasuk", sehingga penegasan jatuh pada keanggotaan. Di 37:83 huruf itu melekat pada nama Ibrahim. Penegasan keanggotaan di sini dibawa oleh "sesungguhnya" di awal dan "adalah" di depan nama, dan "benar-benar" tidak ditambahkan di depan nama.
Tafsiran
Ayat ini membuka kisah Ibrahim dengan menempatkannya di sisi Nuh, sebelum satu pun perbuatan atau ucapan Ibrahim ditulis. Kisah tokoh dibuka dengan cara berbeda-beda di surah ini. Nuh dibuka dengan seruannya di 37:75, Ibrahim dengan sebutan golongan di 37:83, Musa dan Harun dengan (مَنَنَّا عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَارُونَ, manannaa 'alaa muusaa wa-haaruuna) yang berarti "Kami telah melimpahkan nikmat kepada Musa dan Harun" di 37:114, dan Ilyas, Lut, serta Yunus dengan sebutan rasul. Hanya Ibrahim yang dibuka dengan hubungan kepada tokoh sebelumnya.
Nuh dan Ibrahim disebut berdampingan di beberapa tempat lain, dan di sana hubungan keduanya berupa urutan atau pilihan. Di 3:33 Allah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran atas seisi alam, dan 3:34 menyebut mereka keturunan yang sebagiannya dari sebagian yang lain. Di 57:26, (وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا وَإِبْرَاهِيمَ, wa-la-qad arsalnaa nuuhan wa-ibraahiima) yang berarti "dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh dan Ibrahim", disusul keturunan keduanya yang di antara mereka ada yang mendapat petunjuk dan banyak yang fasik. Kata golongan tidak dipakai di ayat-ayat itu, dan 37:83 menambahkannya sebagai satu cara lagi menyebut hubungan itu.
Ayat ini tidak selesai sendiri. Terjemahannya berakhir dengan koma karena 37:84 melanjutkannya dengan (إِذْ, idz) yang berarti "ketika". Apa yang dikatakan 37:83 tentang Ibrahim terbaca bersama keadaan yang disebut 37:84, yaitu datang kepada Tuhannya dengan hati yang selamat. Ayat tidak menyatakan bahwa golongan itu terbentuk oleh keadaan tersebut, dan juga tidak menyatakan sebaliknya.
Renungan dan Hikmah
- Bagian Nuh menyebut keluarganya di 37:76, keturunannya di 37:77, dan golongannya di 37:83, tiga hubungan yang masing-masing memakai kata sendiri. Ayat 37:83 memasukkan Ibrahim ke dalam yang ketiga, dan tidak menyebutnya keluarga atau keturunan. Pembaca dapat memeriksa hubungan-hubungan dalam hidupnya dengan tiga kata itu: siapa yang berada di keluarganya, siapa yang berada di garis keturunannya, dan siapa yang berada di pihak yang sama dengannya tanpa hubungan darah. Apakah daftar ketiga lebih panjang atau lebih pendek daripada yang dikira, dan apakah orang-orang di dalamnya tahu bahwa mereka termasuk?
- Ayat 37:83 menyebut golongan lebih dulu dan nama Ibrahim di kata terakhir. Pembaca yang mengikuti urutan kata ayat ini mengetahui pihak yang dituju sebelum mengetahui orangnya. Pembaca dapat memeriksa cara dirinya mengenali orang baru, apakah nama dan jabatan yang lebih dulu dicatat atau pihak yang dibelanya. Bila urutannya dibalik, siapa saja yang selama ini tidak dihiraukan karena namanya belum dikenal, padahal pihaknya sudah jelas?
- Di 3:33 Allah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran, dan 3:34 menyebut mereka keturunan yang sebagiannya dari sebagian yang lain, sambil menegaskan bahwa Allah mendengar lagi berilmu. Ayat 37:83 menaruh Ibrahim di golongan Nuh dengan kata yang berbeda, dan dua ayat itu tidak saling menafsirkan. Meski begitu keduanya sama-sama menggambarkan tokoh yang tidak berdiri sendiri, melainkan berada dalam sebuah rangkaian. Pembaca dapat bertanya apa yang diterimanya dari orang-orang sebelumnya, dan apa yang akan diteruskannya kepada yang datang sesudahnya. Apakah rangkaian itu terputus di tangannya, atau berlanjut?
- Di 28:15 kata golongan dan kata musuh dipakai berpasangan dalam satu ayat, dan orang dari golongan itu meminta tolong kepada Musa melawan orang dari pihak musuhnya. Ayat 37:83 memakai kata golongan tanpa menyebut musuh. Perbedaan itu menunjukkan bahwa sebutan golongan dapat dipakai dengan atau tanpa lawan yang disebut. Pembaca dapat memperhatikan bagaimana golongannya sendiri disebut, apakah selalu dengan menunjuk siapa yang berada di seberang. Siapa yang dipilih sebagai golongannya bila tidak ada seorang pun yang boleh disebut musuh?
- Di 2:124 Ibrahim bertanya tentang keturunannya, dan Tuhannya menjawab bahwa janji-Nya tidak sampai kepada orang-orang yang zalim. Ayat 37:83 menyebut Ibrahim berada di golongan Nuh dan tidak menyebut keturunan, sedangkan 2:124 berbicara tentang keturunan Ibrahim dan tidak menyebut golongan. Dua ayat itu menyangkut hal yang berbeda, sehingga hubungan keduanya hanya dapat dibaca sebagai perbandingan. Pembaca dapat mencatat bahwa dalam 2:124 hubungan darah tidak otomatis membuat janji itu sampai. Bila keanggotaan sebuah golongan tidak turun dengan sendirinya, apa yang harus dimiliki seseorang agar sungguh berada di dalamnya, menurut Dia yang menjawab Ibrahim?
- Di 42:13 Dia mensyariatkan bagi kalian apa yang telah Dia wasiatkan kepada Nuh dan yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan Isa, yaitu menegakkan pertanggungjawaban dan tidak berpecah-belah di dalamnya. Ayat 37:83 menaruh Ibrahim di golongan Nuh, dan 42:13 menaruh keduanya dalam satu daftar penerima wasiat yang sama. Keduanya sama-sama menampilkan satu garis yang melewati beberapa tokoh. Pembaca dapat memperhatikan garis apa yang sedang dilewatinya sendiri, dan apakah ada bagian dari wasiat itu yang sedang dibagi-bagi menjadi golongan yang saling berseberangan. Sudah berapa jauh jarak antara dirinya dan orang lain yang menerima wasiat yang sama?