وَإِنَّ مِنْ شِيعَتِهِ لَإِبْرَاهِيمَ

Dan sesungguhnya, termasuk golongannya, adalah Ibrahim,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَإِنَّ مِنْ شِيعَتِهِwa-inna min syii'atihidan sesungguhnya, termasuk golongannya
  2. لَإِبْرَاهِيمَla-ibraahiimaadalah Ibrahim

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَإِنَّwa-innadan sungguh
  2. مِنْmindari
  3. شِيعَتِهِsyii'atihigolongannya
  4. لَإِبْرَاهِيمَla-ibraahiimasungguh Ibrahim

Inti bacaan

Kesinambungan garis kenabian dari Nuh ke Ibrahim, pola perjuangan serupa (menegakkan tauhid di tengah kaum yang menyimpang) terus berulang lintas generasi sebagai benang merah yang menyatukan para nabi.

Penjelasan pilihan kata

'Shii'atihi' (akar shy', 'golongan/pengikut sepaham') menghubungkan Ibrahim dengan Nuh sebagai bagian dari garis keyakinan yang sama, membuka kisah nabi kedua dalam rangkaian ini.

Tafsiran

Ayat ini beralih ke kisah Ibrahim: dinyatakan sebagai bagian dari golongan yang sama dengan Nuh, menandai kesinambungan pesan lintas generasi.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menempatkan Ibrahim dalam golongan Nuh. Bukan memulai cerita baru. Menyambung yang sudah berjalan.
  • Jarak waktu antara keduanya panjang sekali. Golongannya tetap disebut sama. Yang menyatukan bukan zaman, melainkan pendirian.
  • Nama Ibrahim disebut Allah sesudah golongannya, bukan sebelumnya. Keanggotaannya dahulu. Namanya kemudian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar sh-y-'): shii'ah diterjemahkan 'golongan' (akar sh-y-', Ibrahim dari golongan/garis Nuh: kesinambungan garis kenabian). gloss '(Nuh)' + footnote dibuang.