إِذْ جَاءَ رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang selamat,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِذْ جَاءَ رَبَّهُidz jaa'a rabbahuketika ia datang kepada Tuhannya
  2. بِقَلْبٍ سَلِيمٍbi-qalbin saliimindengan hati yang selamat

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. إِذْidzketika
  2. جَاءَjaa'adatang
  3. رَبَّهُrabbahuTuhannya
  4. بِقَلْبٍbi-qalbindengan hati
  5. سَلِيمٍsaliiminyang bersih

Inti bacaan

Kata (بِقَلْبٍ, bi-qalbin) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 26:89, 37:84, dan 50:33.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (إِذْ, idz) yang berarti "ketika", kata waktu yang membuka sebuah keadaan atau peristiwa. Ayat ini tidak memuat kalimat utamanya sendiri, karena ayat ini menyambung ke 37:83 yang menyebut Ibrahim. Ayat 37:85 membuka lagi dengan kata yang sama, (إِذْ قَالَ, idz qaala) yang berarti "ketika dia berkata". Dua pembuka itu berurutan, tetapi ayat tidak menyatakan apakah datang kepada Tuhan dan berkata kepada bapaknya adalah satu saat atau dua saat, sehingga terjemahan mempertahankan dua "ketika" yang sejajar.

Kata kerja (جَاءَ, jaa'a) yang berarti "datang" berakar ج-ي-أ, dan tujuannya (رَبَّهُ, rabbahu) yang berarti "Tuhannya" ditulis langsung tanpa kata depan. Terjemahan menambahkan "kepada", seperti pada (جَاءَكَ, jaa'aka) di 6:54 yang berarti "datang kepadamu", yaitu kata kerja yang sama dengan tujuan yang menempel padanya. Di 26:89 kata kerja yang berbeda, (أَتَى اللَّهَ, ataa llaaha) yang berarti "datang kepada Allah", juga memakai tujuan langsung, dan terjemahan memakai "kepada" di sana pula. Kata rabbahu berakar ر-ب-ب dan berakhiran -hu yang menunjuk Ibrahim, yaitu pelaku jaa'a. Bentuk jaa'a rabbahu muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:84.

Kata (بِقَلْبٍ, bi-qalbin) yang berarti "dengan hati" berakar ق-ل-ب dan tanpa kata sandang, sehingga hati itu disebut sebagai hati yang diterangkan sifatnya dan tidak sebagai hati yang sudah dikenal. Susunan bi-qalbin muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 26:89, 37:84, dan 50:33, dan ketiganya menyusul kata kerja datang: ataa di 26:89, jaa'a di 37:84, dan (وَجَاءَ بِقَلْبٍ مُنِيبٍ, wa-jaa'a bi-qalbin muniibin) yang berarti "dan datang dengan hati yang kembali" di 50:33. Sifat yang disebut ada dua macam, saliim di dua ayat dan muniib di satu ayat.

Kata (سَلِيمٍ, saliimin) yang berarti "yang selamat" berakar س-ل-م, akar yang sama dengan (سَلَامٌ, salaamun) di 37:79 yang berarti "kesejahteraan". Kata saliim muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 26:89 dan 37:84, dan susunan (بِقَلْبٍ سَلِيمٍ, bi-qalbin saliimin) juga dua kali di dua ayat itu. Keduanya berada di kisah Ibrahim. Di 26:88, (يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ, yawma laa yanfa'u maalun wa-laa banuuna) yang berarti "pada hari harta dan anak-anak tidak berguna", hati yang selamat disebut sebagai pengecualian bagi hari itu. Terjemahan memakai "selamat", sama dengan padanan di 26:89, dan tidak memakai "bersih" atau "lurus", karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang menyatakan kebersihan atau kelurusan. Ayat juga tidak menyatakan apa yang membuat hati itu selamat.

Tafsiran

Ayat ini menyebut apa yang dibawa Ibrahim ketika datang kepada Tuhannya, yaitu hati, tanpa memuat satu perbuatan pun. Semua yang tertulis tentang Ibrahim sesudahnya adalah ucapan atau perbuatan: bertanya kepada bapaknya dan kaumnya di 37:85, memandang bintang di 37:88, berkata bahwa dirinya sakit di 37:89, dan menghadapi tuhan-tuhan mereka dengan tangan kanan di 37:93. Hati disebut lebih dulu daripada semuanya, sehingga ayat ini menaruh keadaan batin di depan rangkaian peristiwa dan tidak di akhirnya sebagai kesimpulan.

Sebutan untuk Tuhan di bagian ini juga berubah. Di 37:75 sampai 37:82, kecuali 37:79, penuturnya memakai Kami, lalu di 37:84 sebutannya (رَبَّهُ, rabbahu) yang berarti "Tuhannya", yaitu Tuhan dari sudut Ibrahim. Sebutan itu kembali dalam ucapan Ibrahim sendiri di 37:99, (إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَىٰ رَبِّي, innii dzaahibun ilaa rabbii) yang berarti "sesungguhnya aku pergi kepada Tuhanku". Dua ayat itu memuat dua arah gerak kepada Tuhan, datang di 37:84 yang dituturkan pihak lain, dan pergi di 37:99 yang diucapkan Ibrahim.

Ungkapan hati yang selamat juga ada di 26:89, sesudah doa Ibrahim di 26:83 sampai 26:87 yang memohon agar dirinya tidak dihinakan pada hari mereka dibangkitkan. Ayat 26:88 dan 26:89 menyambung doa itu tanpa penanda pergantian penutur, sehingga dapat dibaca sebagai bagian dari ucapan Ibrahim, meskipun ayat tidak menyatakannya. Di 37:84 hati itu dibawa Ibrahim ketika datang kepada Tuhannya, dan di 26:89 hati itu menjadi pengecualian pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna. Dua ayat itu tidak menjelaskan satu sama lain, tetapi memakai ungkapan yang sama di sekitar tokoh yang sama.

Ayat ini menutup kalimat yang dibuka 37:83. Golongan Nuh di 37:83 dan hati yang selamat di 37:84 terbaca bersama, tanpa kata penghubung yang menyatakan sebab atau akibat.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 26:88 menyebut hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, dan 26:89 mengecualikan orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat, sedangkan 37:84 menyebut hati itu dibawa Ibrahim. Pembaca dapat membuat daftar apa saja yang biasa dibawanya ketika menghadap sesuatu yang penting, misalnya berkas, jabatan, atau nama keluarga. Di mana hati berada dalam daftar itu, dan di urutan keberapa?
  • Perbuatan Ibrahim yang tertulis sesudah 37:84 dimulai dari pertanyaan kepada bapaknya di 37:85 dan berlanjut ke tindakan di 37:93, dan semuanya dituturkan sesudah hati itu disebut. Ayat ini tidak mengatakan bahwa hati yang selamat membuat tindakan itu benar, dan juga tidak mengatakan sebaliknya. Pembaca dapat menengok keputusan penting yang pernah diambilnya dan bertanya keadaan batin apa yang dibawanya saat itu, padahal keadaan batin itu tidak ikut terlihat di mata orang lain. Sekiranya keadaan batin itu ikut tertulis di samping tindakannya, bagian mana yang akan membuat pembaca ragu untuk dibaca orang lain?
  • Di 50:33 orang yang takut kepada Ar-Rahman secara gaib datang dengan hati yang kembali, dan di 37:84 Ibrahim datang kepada Tuhannya dengan hati yang selamat. Kata datang dan kata hati sama di dua ayat itu, tetapi sifat hatinya berbeda, yang satu selamat dan yang lain kembali. Dua ayat itu berbicara tentang pelaku yang berbeda, sehingga perbedaan sifatnya tidak ditafsirkan sebagai perbedaan tingkat. Pembaca dapat menimbang sifat mana yang sedang paling dibutuhkan hatinya hari ini. Bila hati yang dibawa itu ditanyakan, adakah jawaban yang sudah siap, dan apakah jawaban itu ditulis di hari yang sama?
  • Di 37:84 Ibrahim datang kepada Tuhannya, dan di 37:85 dia berkata kepada bapaknya dan kaumnya, dengan pembuka yang sama untuk dua kalimat itu. Ayat tidak menyatakan apakah keduanya satu saat atau dua saat, tetapi urutan penyebutannya menaruh kedatangan kepada Tuhan lebih dulu daripada ucapan kepada orang-orang terdekat. Pembaca yang akan membicarakan hal berat dengan keluarga atau lingkungannya dapat memperhatikan kepada siapa lebih dulu kedatangannya tertuju, dan apa yang dibawanya ke sana. Seberapa sering pembicaraan berat dimulai tanpa pernah ada perjalanan menuju Tuhan sebelumnya?
  • Kesejahteraan di 37:79 dan hati yang selamat di 37:84 dibentuk dari akar yang sama, dan tidak ada ayat yang menyatakan hubungan antara keduanya. Satu muncul di 37:79, dan satu lagi di ayat kedua kisah Ibrahim. Pembaca dapat membiarkan hubungan itu sebagai pertanyaan yang terbuka dan tidak buru-buru menjawabnya. Apakah kesejahteraan yang diterima dari orang lain berkaitan dengan keselamatan yang ada di dalam, atau keduanya berjalan sendiri-sendiri, dan bagaimana pembaca dapat mengetahui hal itu dari hidupnya sendiri?
  • Di 37:99 Ibrahim berkata bahwa dia pergi kepada Tuhannya dan bahwa Dia akan menunjukinya, sehingga Tuhan itu disebut sebagai yang memberi arah. Ayat 37:84 menyebut kedatangan Ibrahim kepada Tuhannya, dan 37:99 menyebut perginya, dengan Tuhan yang sama sebagai tujuan dan sebagai penunjuk. Pembaca dapat bertanya siapa yang biasanya disebutnya penunjuk arah ketika bingung: orang yang paling dekat, mesin pencari, atau Dia. Dan sudahkah arah itu pernah ditanyakan kepada Dia sebelum ditanyakan kepada yang lain?