إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَاذَا تَعْبُدُونَ
ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya, “Apa yang kalian abdi?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِidz qaala li-abiihi wa-qawmihiketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya
- مَاذَا تَعْبُدُونَmaadzaa ta'buduunaapa yang kalian abdi
Terjemahan per kata (6 kata)
- إِذْidzketika
- قَالَqaalaberkata
- لِأَبِيهِli-abiihikepada bapaknya
- وَقَوْمِهِwa-qawmihidan kaumnya
- مَاذَاmaadzaaapa
- تَعْبُدُونَta'buduunakalian mengabdi
Inti bacaan
Pasangan penerima (لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ, li-abiihi wa-qawmihi) muncul empat kali di Al-Qur'an (21:52, 26:70, 37:85, 43:26), dan hanya 37:85 yang memakai kata tanya (مَاذَا, maadzaa) sesudahnya.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِذْ, idz) yang berarti "ketika", kata yang juga membuka 37:84, (إِذْ جَاءَ رَبَّهُ, idz jaa'a rabbahu) yang berarti "ketika ia datang kepada Tuhannya". Terjemahan memakai "ketika" di kedua ayat itu, dan nama Ibrahim, pelaku yang dimaksud, terakhir tertulis di 37:83.
Kata (قَالَ, qaala) yang berarti "berkata" menunjuk satu pelaku laki-laki. Penerima ucapannya ditulis (لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ, li-abiihi wa-qawmihi) yang berarti "kepada bapaknya dan kaumnya". Bentuk ini tersusun dari (لِ, li) yang berarti "kepada", (أَبِي, abii) yang berarti "bapak" dari akar أ-ب-و, akhiran (هِ, -hi) yang berarti "-nya", lalu (وَقَوْمِهِ, wa-qawmihi) yang berarti "dan kaumnya" dari akar ق-و-م. Huruf li ditulis satu kali untuk dua penerima. Rangkaian (إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ, idz qaala li-abiihi wa-qawmihi) muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 21:52, 26:70, dan 37:85. Di 43:26 bentuknya (وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ, wa-idz qaala ibraahiimu li-abiihi wa-qawmihi) dengan nama Ibrahim disebut. Sesudah pembuka itu, 21:52 memuat pertanyaan (مَا هَٰذِهِ التَّمَاثِيلُ, maa haadzihi t-tamaatsiilu) yang berarti "patung-patung apa ini", 26:70 memuat pertanyaan (مَا تَعْبُدُونَ, maa ta'buduuna) yang berarti "apa yang kalian abdi", dan 37:85 memuat pertanyaan yang hampir sama dengan 26:70. Di 43:26 pembuka serupa mengantar sebuah pernyataan dengan (بَرَاءٌ, baraa'un) yang berarti "berlepas diri", bukan pertanyaan.
Kata tanya (مَاذَا, maadzaa) yang berarti "apa" muncul dua puluh enam kali di tujuh belas surah, yaitu 2:26, 2:215, 2:219, 4:39, 5:4, 5:109, 7:110, 10:32, 10:50, 10:101, 12:71, 16:24, 16:30, 26:35, 27:28, 27:33, 28:65, 31:11, 31:34, 34:23, 35:40, 37:85, 37:102, 46:4, 47:16, dan 74:31. Kedua angka itu berbeda karena surah 2, 5, 10, 16, 27, 31, dan 37 memuatnya lebih dari sekali. Susunan (مَاذَا تَعْبُدُونَ, maadzaa ta'buduuna) hanya muncul di 37:85, sedangkan pertanyaan di 26:70 memakai (مَا, maa) tanpa dzaa. Terjemahan memakai "apa" di kedua ayat dan tidak menambahkan "itu", sebab tidak ada kata penunjuk di Arabnya.
Kata (تَعْبُدُونَ, ta'buduuna) yang berarti "kalian abdi" berakar ع-ب-د dan ditujukan kepada beberapa orang, dengan bentuk kata kerja yang menandai perbuatan yang sedang atau terus berlangsung. Bentuk persis ini muncul di dua puluh dua ayat pada tiga belas surah, yaitu 2:83, 2:133, 2:172, 5:76, 10:28, 10:104, 12:40, 16:114, 21:66, 21:67, 21:98, 26:70, 26:75, 26:92, 29:17, 37:85, 37:95, 37:161, 41:37, 43:26, 60:4, dan 109:2. Surahnya lebih sedikit karena surah 2, 10, 21, 26, dan 37 memuatnya lebih dari sekali. Terjemahan ayat ini memakai "abdi" untuk akar ini, sejalan dengan (نَعْبُدُ, na'budu) yang berarti "kami mengabdi" di 1:5. Alasannya terlihat di 29:17, yang memakai akar yang sama untuk dua arah, yaitu apa yang dilakukan kepada berhala, (تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا, ta'buduuna min duuni llaahi awtsaanan) yang berarti "kalian mengabdi kepada berhala-berhala selain Allah", dan perintah kepada Allah, (وَاعْبُدُوهُ, wa-'buduuhu) yang berarti "dan mengabdilah kepada-Nya". Pemakaian akar yang sama untuk dua tujuan itu menjadi alasan memilih padanan "abdi" di ayat ini, yang tidak terikat pada satu tindakan ritual tertentu. Terjemahan 26:70 dan 29:17 memakai "sembah" untuk bentuk yang sama.
Tafsiran
Ayat ini bertanya tanpa menyebut jawabannya, dan pertanyaannya tidak membawa isi apa pun dari pihak penanya. Ibrahim menanyakan apa yang diabdi bapak dan kaumnya tanpa menyebut patung, berhala, atau tuhan, sehingga jawabannya sepenuhnya milik orang yang ditanya. Ucapan ini dibuka di sini dan baru ditutup di 37:87, tempat tanda kutip terjemahan menutup, sehingga 37:85, 37:86, dan 37:87 terbaca sebagai satu ucapan dengan tiga pertanyaan.
Ayat 37:84 menyebut Ibrahim datang kepada Tuhannya dengan hati yang selamat, dan 37:85 menyusul dengan ucapan kepada bapaknya dan kaumnya. Teks menaruh kedatangan kepada Tuhan lebih dulu, lalu pertanyaan kepada manusia, tanpa menyatakan bahwa yang pertama menjadi sebab yang kedua.
Pertanyaan ini tidak dijawab di surah 37. Di 26:70 sampai 26:71 pertanyaan yang sama dijawab, (قَالُوا نَعْبُدُ أَصْنَامًا, qaaluu na'budu ashnaaman) yang berarti "mereka berkata, kami mengabdi kepada berhala-berhala". Di 37:102 Ibrahim memakai kata tanya yang sama kepada anaknya, (فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ, fa-nzhur maadzaa taraa) yang berarti "maka perhatikanlah apa yang engkau lihat", dan jawabannya dikutip pada kalimat berikutnya, (قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ, qaala yaa abati if'al maa tu'maru) yang berarti "ia berkata, wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu". Di 37:85 tidak ada kalimat jawaban semacam itu, dan 37:88 sudah beralih ke gerak Ibrahim berikutnya. Ayat ini sendiri tidak memuat jawaban dari bapak maupun kaum.
Dua ayat berikutnya menamai sasaran pertanyaan itu: 37:86 menyebut tuhan-tuhan selain Allah dan 37:87 menyebut Tuhan seisi alam, sehingga pertanyaan yang dibuka di sini berjalan dari apa yang diabdi menuju siapa yang disebut Tuhan.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 37:84 menyebut Ibrahim datang kepada Tuhannya dengan hati yang selamat, lalu 37:85 memuat pertanyaannya kepada bapak dan kaumnya. Urutan itu dapat dibaca sebagai pertanyaan dari orang yang lebih dulu berdiri di hadapan Tuhannya, walaupun teks tidak menyatakan bahwa yang pertama menjadi sebab yang kedua. Orang yang hendak menanyai sesamanya tentang apa yang mereka abdi dapat memeriksa urutan yang sama pada diri sendiri. Sudahkah pertanyaan itu lebih dulu dijawabnya di hadapan Tuhannya, dan apakah nada pertanyaannya berubah setelah dijawab untuk diri sendiri?
- Pertanyaan di ayat ini hanya memuat kata tanya dan kata kerja, tanpa nama benda yang diabdi. Ibrahim tidak menyebut patung, berhala, atau tuhan, sehingga yang ditanya harus menyebutnya sendiri sebelum ada pihak lain yang menilainya. Pertanyaan yang tersusun begitu memberi ruang bagi pengakuan, karena jawabannya keluar dari mulut orang yang ditanya dan tidak diputuskan lebih dulu oleh penanya. Bila pertanyaan itu diajukan kepada pembaca di tengah hari yang sibuk, jawaban apa yang keluar sebelum sempat dipikirkan, dan apakah jawaban itu sama dengan jawaban yang sudah disiapkannya?
- Akar yang sama dengan (نَعْبُدُ, na'budu) di 1:5 dipakai di sini, dengan subjek kalian dan objek yang dibiarkan kosong. Di 1:5 objeknya sudah dinyatakan lewat kata ganti Engkau, yaitu Dia yang di 1:2 disebut Tuhan seisi alam, sedangkan di 37:85 objek itu sedang ditanyakan kepada orang lain. Dua ayat ini menaruh satu akar di dua keadaan, yang satu sudah menjawab dan yang lain menunggu jawaban. Akar itu bisa diletakkan di depan hidup sendiri, dengan objeknya diisi apa adanya. Apakah isinya sama dengan yang diucapkan di 1:5, dan pada jam berapa dalam sehari keduanya mulai berbeda?
- Di 19:42 Ibrahim membuka ucapan kepada bapaknya dengan sapaan (يَا أَبَتِ, yaa abati) yang berarti "wahai ayahku", dan di 19:47 Ibrahim membalas dengan salam serta janji memohonkan ampunan, (سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ رَبِّي, sa-astaghfiru laka rabbii) yang berarti "aku akan memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhanku". Pertanyaan di 37:85 tidak memuat sapaan itu, dan tidak ada kalimat di ayat ini yang menyatakan nada pertanyaannya. Dua penuturan itu terpisah surah dan tidak perlu dipaksa menjadi satu adegan. Orang yang pernah harus mengajukan pertanyaan berat kepada keluarganya dapat menimbang apa yang dibawanya bersama pertanyaan itu, sapaan, doa, atau tidak sama sekali?
- Bapak dan kaum menerima pertanyaan ini dalam satu rangkaian. Pertanyaan yang sampai ke keluarga dan lingkungan dalam satu ucapan tidak memisahkan jawaban untuk rumah dari jawaban untuk khalayak. Bila pertanyaan serupa diajukan di meja makan, apakah jawabannya akan berbeda dari yang diucapkan di tempat kerja atau di lingkungan tempat tinggal, dan bila berbeda, jawaban mana yang lebih dekat dengan keadaan yang sebenarnya?
- Di 37:102 pertanyaan Ibrahim kepada anaknya langsung diikuti jawaban yang dikutip, (قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ, qaala yaa abati if'al maa tu'maru) yang berarti "ia berkata, wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu", dan jawaban itu memuat (إِنْ شَاءَ اللَّهُ, in syaa'a llaahu) yang berarti "jika Allah menghendaki". Di 37:85 tidak ada jawaban yang dikutip, sehingga pertanyaan itu berhenti di telinga pembaca. Apa yang akan dikatakan pembaca bila pertanyaan itu sampai kepadanya, dan apakah di dalam jawabannya ada tempat bagi nama Allah seperti di 37:102?