أَئِفْكًا آلِهَةً دُونَ اللَّهِ تُرِيدُونَ

Apakah kebohongan, tuhan-tuhan selain Allah, yang kalian kehendaki?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَئِفْكًا آلِهَةًa-ifkan aalihatanapakah kebohongan, tuhan-tuhan
  2. دُونَ اللَّهِ تُرِيدُونَduuna llaahi turiiduunaselain Allah yang kalian kehendaki

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. أَئِفْكًاa-ifkanapakah kebohongan
  2. آلِهَةًaalihatantuhan-tuhan
  3. دُونَduunaselain
  4. اللَّهِllaahiAllah
  5. تُرِيدُونَturiiduunakalian kehendaki

Inti bacaan

Kata benda (إِفْك, ifk) muncul sembilan kali di enam surah (24:11, 24:12, 25:4, 29:17, 34:43, 37:86, 37:151, 46:11, 46:28), dan hanya di 29:17, 37:86, dan 46:28 kata itu berdampingan dengan kata untuk berhala atau tuhan-tuhan.

Penjelasan pilihan kata

Kata (أَئِفْكًا, a-ifkan) terdiri dari huruf tanya (أَ, a) yang berarti "apakah" dan (إِفْكًا, ifkan) yang berarti "kebohongan", dari akar أ-ف-ك. Bentuk persis a-ifkan hanya muncul di 37:86. Kata benda ifk sendiri muncul sembilan kali di enam surah menurut data morfologi korpus, yaitu 24:11, 24:12, 25:4, 29:17, 34:43, 37:86, 37:151, 46:11, dan 46:28, dengan surah 24, 37, dan 46 memuatnya dua kali. Di 37:86 kata itu tertulis menyatu dengan huruf tanya, sehingga hanya data morfologi yang menghitungnya. Terjemahan memakai "kebohongan" di tujuh dari sembilan tempat dan "berita bohong" di 24:11 dan 24:12, karena di sana kata itu menamai berita yang dibawa sekelompok orang.

Di 24:12, 25:4, 34:43, dan 46:11 kata itu keluar dari mulut orang-orang yang menilai sesuatu yang mereka sebut (هَٰذَا, haadzaa) yang berarti "ini", seperti (هَٰذَا إِفْكٌ قَدِيمٌ, haadzaa ifkun qadiimun) yang berarti "ini kebohongan lama" di 46:11. Di empat tempat sisanya, yaitu 29:17, 37:86, 37:151, dan 46:28, kata itu berdekatan dengan sesuatu yang dipegang sebagai tuhan atau dengan ucapan tentang Allah. Di 29:17, (وَتَخْلُقُونَ إِفْكًا, wa-takhluquuna ifkan) yang berarti "dan kalian membuat kebohongan" menyusul penyebutan berhala. Di 46:28, (وَذَٰلِكَ إِفْكُهُمْ, wa-dzaalika ifkuhum) yang berarti "dan itu kebohongan mereka" menyusul penyebutan tuhan-tuhan yang diambil selain Allah. Di 37:151, (مِنْ إِفْكِهِمْ, min ifkihim) yang berarti "dari kebohongan mereka" disusul di 37:152 oleh (وَلَدَ اللَّهُ, walada llaahu) yang berarti "Allah beranak".

Kata (آلِهَةً, aalihatan) yang berarti "tuhan-tuhan" berakar أ-ل-ه dan tidak bersandang al-. Bentuk persis ini muncul tiga belas kali di sembilan surah, yaitu 6:19, 6:74, 18:15, 19:81, 21:21, 21:24, 21:99, 25:3, 36:23, 36:74, 37:86, 43:45, dan 46:28, dengan surah 6 dan 36 memuatnya dua kali dan surah 21 tiga kali. Pada sepuluh ayat di antaranya, yaitu 6:74, 18:15, 19:81, 21:21, 21:24, 25:3, 36:23, 36:74, 43:45, dan 46:28, tuhan-tuhan itu menjadi objek kata kerja mengambil atau menjadikan, misalnya (وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً, wa-ttakhadzuu min duuni llaahi aalihatan) yang berarti "dan mereka mengambil tuhan-tuhan selain Allah" di 36:74. Tiga ayat lain tidak memakai kata kerja itu. Di 6:19, (أَنَّ مَعَ اللَّهِ آلِهَةً أُخْرَىٰ, anna ma'a llaahi aalihatan ukhraa) yang berarti "bahwa bersama Allah ada tuhan-tuhan lain" memakai kata "bersama", dan di 21:99 tuhan-tuhan itu menjadi bagian dari pengandaian. Di 37:86 tuhan-tuhan itu menjadi objek kata kerja menghendaki.

Kata (دُونَ, duuna) yang berarti "selain" disusul (اللَّهِ, llaahi) yang berarti "Allah". Bentuk (دُونَ اللَّهِ, duuna llaahi) tanpa huruf min hanya muncul di 37:86. Di tempat lain kata itu didahului (مِنْ, min), seperti (مِنْ دُونِ اللَّهِ, min duuni llaahi) di 19:81, 29:17, dan 36:74. Terjemahan memakai "selain" di semua tempat itu, sehingga 37:86 terbaca sejajar dengan tiga ayat tersebut.

Kata (تُرِيدُونَ, turiiduuna) yang berarti "kalian kehendaki" berakar ر-و-د dan ditujukan kepada beberapa orang. Bentuk persis ini muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 2:108, 4:88, 4:144, 8:67, 14:10, 30:39, dan 37:86, dengan surah 4 memuatnya dua kali. Di empat ayat, yaitu 2:108, 4:88, 4:144, dan 14:10, kata kerja itu disusul an dan kata kerja lain, seperti (تُرِيدُونَ أَنْ تَصُدُّونَا, turiiduuna an tashudduunaa) yang berarti "kalian ingin menghalangi kami" di 14:10. Di tiga ayat lainnya kata kerja itu langsung bertemu benda: (تُرِيدُونَ عَرَضَ الدُّنْيَا, turiiduuna 'aradha d-dunyaa) yang berarti "kalian menghendaki kesenangan dunia" di 8:67, (تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ, turiiduuna wajha llaahi) yang berarti "kalian menghendaki wajah Allah" di 30:39, dan 37:86 dengan kebohongan serta tuhan-tuhan. Terjemahan memakai "menghendaki" di ketiganya, sebagai kata yang netral tentang kuat lemahnya keinginan.

Dua kata benda tak tentu dalam (أَئِفْكًا آلِهَةً, a-ifkan aalihatan) berdampingan tanpa kata penghubung. Terjemahan menaruh koma di antaranya tanpa menambahkan "yaitu" atau "berupa", sehingga hubungan keduanya dibiarkan setertutup teksnya. Kata "yang" di "yang kalian kehendaki" tidak berpasangan dengan kata Arab mana pun, dan dipakai agar urutan Arab, yang menaruh kedua benda di depan kata kerja, terbaca sebagai pertanyaan wajar dalam bahasa Indonesia.

Tafsiran

Ayat ini menamai apa yang ditanyakan di 37:85, dan penamaannya berbentuk pertanyaan. Ibrahim menanyakan apakah kebohongan, tuhan-tuhan selain Allah, itu yang mereka kehendaki, dan sesembahan itu tidak dinyatakan sebagai kebohongan dalam kalimat berita. Dari 37:85 ke 37:86 kata kerjanya berganti, dari (تَعْبُدُونَ, ta'buduuna) "kalian abdi" ke (تُرِيدُونَ, turiiduuna) "kalian kehendaki", sehingga pertanyaan berpindah dari apa yang dilakukan ke apa yang diinginkan.

Di ayat ini nama Allah untuk pertama kali muncul dalam ucapan Ibrahim itu, dan muncul sebagai pembanding, "selain Allah", tanpa keterangan tentang siapa Dia. Sesudahnya 37:87 memakai sebutan lain, Tuhan seisi alam. Dua sebutan itu menjadi dua ujung pertanyaan.

Penilaian atas sesembahan yang sama dituturkan dengan kata lain di surah lain. Di 6:74, (فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ, fii dhalaalin mubiinin) yang berarti "dalam kesesatan yang nyata" dipakai Ibrahim terhadap bapaknya dan kaumnya, dan di 21:54 terhadap mereka bersama bapak-bapak mereka. Keduanya berupa pernyataan, sedangkan 37:86 berupa pertanyaan dengan kata "kebohongan". Ketiga ayat itu berasal dari tiga penuturan, dan teks tidak menyatakan bahwa ketiganya mengulang satu ucapan. Ayat 37:86 sendiri tidak memuat jawaban, dan 37:87 melanjutkan ucapan yang sama.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini memuat penilaian yang keras, yaitu kebohongan, tetapi penilaian itu tersusun di dalam pertanyaan, dan bentuk itu dapat dibaca membuka tempat bagi jawaban. Pembaca yang pernah melihat sesuatu yang dianggapnya keliru pada orang dekatnya dapat memeriksa bentuk kalimat pertama yang diucapkannya, apakah berupa putusan atau pertanyaan. Nama Allah di ayat ini disebut sebagai pembanding tanpa keterangan, sehingga pertanyaan itu menaruh sesembahan mereka di seberang Dia yang namanya diucapkan. Apakah penilaian yang tajam masih dapat diucapkan dengan cara yang membuka jawaban, seperti di ayat ini?
  • Kata kerja menghendaki di 37:86 menerima kebohongan dan tuhan-tuhan selain Allah, di 8:67 menerima kesenangan dunia di samping kehendak Allah atas akhirat, dan di 30:39 menerima wajah Allah, sehingga satu kata kerja melayani tiga objek yang berbeda. Seseorang dapat menuliskan daftar apa saja yang paling sering dikehendakinya dalam sepekan, lalu melihat objek mana yang mengisi tempat itu paling banyak. Di manakah nama Allah berada dalam daftar itu, dan adakah objek yang dikehendakinya lebih lama daripada yang disadarinya?
  • Di 29:17 kebohongan disebut sebagai sesuatu yang dibuat oleh kalian, dan ayat yang sama menyatakan bahwa yang mereka abdi selain Allah tidak memiliki rezeki bagi mereka, lalu menyuruh mencari rezeki di sisi Allah. Dua ayat itu dapat dibaca berdampingan: kebohongan yang dikehendaki di 37:86 dapat berupa sesuatu yang dibuat tangan sendiri lalu dilayani. Bagi sebagian orang, reputasi, rencana, dan cerita tentang diri sendiri termasuk hal yang dibuat lalu dilayani setiap hari. Adakah di antaranya yang mencukupi kebutuhannya seperti rezeki yang menurut 29:17 dicari di sisi Allah?
  • Di 46:28 ayat bertanya mengapa tuhan-tuhan yang diambil selain Allah sebagai sarana pendekatan tidak menolong, lalu menyatakan bahwa mereka lenyap dari yang mengambilnya dan menamai semuanya kebohongan. Di 37:86 nama kebohongan itu diucapkan lebih dulu, dalam pertanyaan, sedangkan di 46:28 kata itu datang sesudah pertolongan yang tidak tiba. Kedua ayat itu berbeda konteks, dan keduanya dapat dibaca sebagai dua waktu bagi penilaian yang sama, sebelum dan sesudah kenyataan menjawab. Untuk apa sandaran hari ini dipegang, dan apakah sandaran itu masih hadir ketika paling dibutuhkan?
  • Di 6:19 tuhan-tuhan lain disebut berada (مَعَ, ma'a) yang berarti "bersama" Allah, sedangkan di 37:86 mereka berada (دُونَ, duuna) yang berarti "selain" Allah. Kata pertama menaruh mereka berdampingan dengan Allah, dan kata kedua menaruh mereka di luar Dia. Pertanyaan Ibrahim memakai kata yang kedua. Sesuatu yang dipegang kuat dalam hidup, apakah diletakkan di samping nama Allah atau di luar-Nya, dan apakah pernah diperhatikan bahwa dua kedudukan itu berbeda?
  • Kata kebohongan dipakai juga di 37:151 untuk kalimat tentang Allah, (وَلَدَ اللَّهُ, walada llaahu) yang berarti "Allah beranak", dan 37:152 menilai pengucapnya dengan (لَكَاذِبُونَ, la-kaadzibuuna) yang berarti "benar-benar para pendusta". Kebohongan di ayat itu berupa kalimat, sedangkan di 37:86 berupa tuhan-tuhan selain Allah. Kata yang sama dipakai untuk benda dan untuk kalimat. Dari kalimat-kalimat yang sering diucapkan tentang Allah, mana yang diucapkan karena mengetahuinya dan mana yang diulang karena sudah biasa didengar?