فَقَالَ إِنِّي سَقِيمٌ
lalu, ia berkata, “Sesungguhnya aku sakit.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَقَالَfa-qaalalalu, ia berkata
- إِنِّي سَقِيمٌinnii saqiimunsesungguhnya aku sakit
Terjemahan per kata (3 kata)
- فَقَالَfa-qaalalalu ia berkata
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- سَقِيمٌsaqiimunsakit
Inti bacaan
Bentuk (سَقِيمٌ, saqiimun) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 37:89 dan 37:145, dan keduanya berada di surah yang sama.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَقَالَ, fa-qaala) yang berarti "lalu ia berkata", terdiri dari (فَ, fa) yang berarti "lalu" dan (قَالَ, qaala) yang berarti "ia berkata" dari akar ق-و-ل. Bentuk persis ini muncul dua puluh tujuh kali di dua puluh surah, yaitu 2:31, 2:243, 5:110, 7:59, 11:27, 11:45, 11:65, 14:21, 17:101, 18:34, 20:10, 23:23, 23:24, 27:20, 27:22, 28:24, 29:36, 37:89, 37:91, 38:23, 38:32, 41:11, 43:46, 50:2, 74:24, 79:24, dan 91:13. Kedua angka itu berbeda karena surah 2, 11, 23, 27, 37, dan 38 memuatnya lebih dari sekali. Terjemahan memakai "lalu ia berkata" untuk fa-qaala, seperti di 43:46.
Kata (إِنِّي, innii) yang berarti "sesungguhnya aku" membuka ucapan tentang diri pengucapnya. Susunan (فَقَالَ إِنِّي, fa-qaala innii) muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 37:89, 38:32, dan 43:46. Di 38:32, (فَقَالَ إِنِّي أَحْبَبْتُ, fa-qaala innii ahbabtu) yang berarti "lalu ia berkata, sesungguhnya aku mencintai", ucapan itu menyebut perasaan, dan kalimatnya memuat (رَبِّي, rabbii) yang berarti "Tuhanku". Di 43:46, (فَقَالَ إِنِّي رَسُولُ رَبِّ الْعَالَمِينَ, fa-qaala innii rasuulu rabbi l-'aalamiina) yang berarti "lalu ia berkata, sesungguhnya aku utusan Tuhan seisi alam", ucapan itu menyebut kedudukan. Di 37:89 ucapan itu menyebut keadaan tubuh.
Kata (سَقِيمٌ, saqiimun) yang berarti "sakit" berakar س-ق-م dan bertanwin, tanpa kata sandang. Bentuk ini muncul dua kali di satu surah, yaitu 37:89 dan 37:145. Di 37:145, (وَهُوَ سَقِيمٌ, wa-huwa saqiimun) yang berarti "sedang ia dalam keadaan sakit" menyatakan keadaan Yunus dengan suara penutur, sedangkan di 37:89 kata itu berada di dalam kutipan ucapan Ibrahim sendiri dan ayat tidak menambahkan keterangan benar atau tidaknya.
Akar lain untuk sakit, (مَرِضْتُ, maridhtu) yang berarti "aku sakit" dari akar م-ر-ض, dipakai Ibrahim di 26:80, (وَإِذَا مَرِضْتُ, wa-idzaa maridhtu) yang berarti "dan apabila aku sakit". Bahasa Indonesia memakai satu kata, "sakit", untuk kedua akar itu, dan terjemahan memakai kata itu di 37:89, 37:145, dan 26:80. Teks 37:89 tidak menjelaskan perbedaan di antara kedua akar itu, dan perbedaan itu tidak dibangun di sini.
Di surah 37 kata (إِنِّي, innii) diucapkan Ibrahim tiga kali, yaitu di 37:89, 37:99, dan 37:102. Di 37:99, (إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَىٰ رَبِّي, innii dzaahibun ilaa rabbii) yang berarti "sesungguhnya aku pergi kepada Tuhanku", dan di 37:102, (إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ, innii araa fii l-manaami) yang berarti "sesungguhnya aku melihat dalam mimpi". Di antara ketiganya, 37:89 tidak menyebut tujuan atau penglihatan sesudah kata aku, dan memuat satu kata tunggal bertanwin, (سَقِيمٌ, saqiimun). Terjemahan tidak menambahkan keterangan tentang sakitnya, sebab sakit apa, seberapa lama, dan kepada siapa ucapan itu ditujukan tidak disebut oleh kata Arab mana pun di ayat ini.
Tafsiran
Dari rangkaian 37:88 sampai 37:90, kutipan ucapan Ibrahim hanya ada di 37:89, dan kutipan itu pendek. Tiga ayat sebelumnya menanyai pendengar dengan tiga kata kerja dan kata benda yang menunjuk kepada mereka, yaitu "kalian abdi", "kalian kehendaki", dan "sangkaan kalian", dan 37:87 berakhir pada Tuhan seisi alam. Di 37:89 pembicara berpindah dari menanyai ke menyatakan diri, dari kata "kalian" ke kata "aku".
Kutipan di ayat ini dibuka dan ditutup dalam satu ayat, berbeda dari ucapan 37:85 sampai 37:87 yang tersebar di tiga ayat. Ayat ini tidak menyebut kepada siapa kalimat itu ditujukan, dan 37:90 menyebut reaksi "mereka" tanpa menyebut siapa saja. Ayat ini juga tidak menyatakan apakah sakit itu keadaan sebenarnya. Di 37:145 penutur Al-Qur'an sendiri yang menyebut Yunus sakit, jadi surah yang sama memuat dua cara memakai kata sakit, yang satu sebagai laporan penutur dan yang lain sebagai ucapan seorang tokoh, dan keduanya tidak boleh dicampur.
Letak kalimat ini terlihat dari urutan di sekitarnya. Ayat 37:88 memuat pandangan tanpa ucapan, 37:89 memuat kalimat tanpa penjelasan, dan 37:90 memuat kepergian orang-orang yang tadi ditanyai. Ketiganya dirangkai dengan fa, yang menyatakan urutan, dan tidak ada kata di ayat-ayat itu yang menyatakan bahwa pandangan menjadi sebab kalimat atau kalimat menjadi sebab kepergian. Sesudahnya, 37:91 memuat gerak berikutnya menuju tuhan-tuhan mereka.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini mengutip kalimat Ibrahim tanpa menyatakan benar atau tidaknya, sedangkan di 37:145 penutur sendiri yang menyatakan Yunus sakit. Dua ayat itu menaruh kata yang sama pada dua tingkat kepastian, yang satu sebagai laporan dan yang lain sebagai ucapan yang dicatat. Berapa banyak kalimat pendek dari orang lain diterima sebagai laporan keadaan, padahal teksnya hanya mencatat bahwa kalimat itu pernah diucapkan? Seberapa sering sebuah kalimat yang tampak seperti laporan sebenarnya hanya sebuah ucapan pada waktu tertentu?
- Tiga ayat menanyai kalian dan berakhir pada Tuhan seisi alam, lalu 37:89 berbicara tentang aku dalam tiga kata. Orang yang beberapa kalimat lamanya menanyai pihak lain dapat melihat kapan giliran berbicara tentang diri sendiri tiba, dan apa isi kalimat pertama itu. Apakah kalimat pertama itu menyebut keadaan yang sebenarnya, atau sesuatu yang lebih ringan diucapkan di hadapan banyak orang?
- Di 26:80 Ibrahim menyebut siapa yang menyembuhkannya bila sakit, (فَهُوَ يَشْفِينِ, fa-huwa yasyfiini) yang berarti "maka Dia menyembuhkanku". Kata kerja sakit di sana berasal dari akar lain dan teks 37:89 tidak menghubungkan keduanya. Dua ayat itu dapat dibaca berdampingan tanpa dilebur, karena yang satu menyebut kepada siapa sakit dikembalikan, dan yang lain mencatat kalimat tentang sakit yang diucapkan di depan orang. Ketika pembaca sakit, kepada siapa kalimat "aku sakit" pertama kali diucapkannya, dan apakah pernah diucapkan kepada Dia yang di 26:80 disebut menyembuhkan?
- Di 37:145 Yunus dilemparkan ke daratan yang tandus dalam keadaan sakit, dan 37:146 menyambung dengan penumbuhan sebatang pohon labu untuknya. Dalam penuturan itu kata sakit disusul perawatan, dan yang merawat disebut dengan kata Kami. Ayat 37:89 tidak memuat kelanjutan semacam itu bagi kalimat Ibrahim, sehingga dua ayat itu tidak boleh dicampur. Apa saja yang tumbuh di sekitar pembaca selama masa sakit, tanpa diminta dan tanpa direncanakan?
- Tiga ucapan dengan pembuka yang sama memperkenalkan pengucapnya lewat tiga hal, yaitu keadaan tubuh di 37:89, perasaan di 38:32, dan kedudukan di 43:46. Dua di antaranya menyebut Tuhan dalam kalimat yang sama, "Tuhanku" di 38:32 dan "Tuhan seisi alam" di 43:46, sedangkan 37:89 tidak menyebut-Nya. Pembaca dapat memperhatikan apa yang pertama kali disebutnya ketika memperkenalkan diri, apakah keadaan tubuh, perasaan, atau kedudukan. Di bagian kalimat yang mana nama Tuhan berada, dan adakah kalimat tentang diri sendiri yang tidak pernah memuat nama itu?
- Kalimat tiga kata di 37:89 disusul kepergian di 37:90, dan tidak ada pertanyaan balik atau permintaan bukti yang dikutip di antaranya. Teks tidak menyatakan sebabnya, sehingga pembaca tidak dapat memastikan apakah kalimat itu diterima, tidak dihiraukan, atau dibiarkan begitu saja. Berapa banyak penjelasan yang biasa ditambahkan pada kalimat pendek berguna bagi pendengar, dan berapa banyak berguna bagi pengucapnya sebagai penenang? Kalimat apa dalam hidup pembaca yang cukup diucapkan sekali tanpa tambahan?