فَقَالَ إِنِّي سَقِيمٌ
kemudian, ia berkata, “Sesungguhnya aku sakit.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَقَالَfa-qaalakemudian, ia berkata
- إِنِّي سَقِيمٌinnii saqiimunsesungguhnya aku sakit
Terjemahan per kata (3 kata)
- فَقَالَfa-qaalalalu ia berkata
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- سَقِيمٌsaqiimunsakit
Inti bacaan
Alasan 'aku sakit' untuk menghindari perayaan kaumnya, kecerdasan menciptakan ruang bertindak tanpa konfrontasi langsung yang prematur, strategi yang bijak sebelum momen konfrontasi sesungguhnya tiba.
Penjelasan pilihan kata
Kutipan baru, tersendiri dalam satu ayat.
Tafsiran
Ayat ini menampilkan alasan yang dikemukakan Ibrahim untuk menghindar dari kaumnya: sebuah pernyataan singkat yang membuka jalan bagi rencananya selanjutnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam alasan sependek itu. Tiga kata. Cukup untuk tidak ikut.
- Yang dihindari perayaan kaumnya, bukan orangnya. Bukan memusuhi. Cuma tidak hadir.
- Kalimatnya dibiarkan Allah tanpa keterangan. Sakit apa tidak disebut. Yang membaca dibiarkan menimbang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, s-q-m): saqiim diterjemahkan 'sakit' (akar s-q-m). Selaras.