فَتَوَلَّوْا عَنْهُ مُدْبِرِينَ

Maka, mereka berpaling darinya seraya meninggalkannya.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَتَوَلَّوْا عَنْهُ مُدْبِرِينَfa-tawallaw 'anhu mudbiriinamaka, mereka berpaling darinya seraya meninggalkannya

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. فَتَوَلَّوْاfa-tawallawmaka mereka berpaling
  2. عَنْهُ'anhudarinya
  3. مُدْبِرِينَmudbiriinaberpaling ke belakang

Inti bacaan

Bentuk (مُدْبِرِينَ, mudbiriina) muncul enam kali di enam surah (9:25, 21:57, 27:80, 30:52, 37:90, 40:33), dan hanya di 37:90 bentuk itu bertemu kata kerja (تَوَلَّوْا, tawallaw).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَتَوَلَّوْا, fa-tawallaw) yang berarti "maka mereka berpaling", terdiri dari (فَ, fa) yang berarti "maka" dan kata kerja (تَوَلَّوْا, tawallaw) yang berarti "mereka berpaling" dari akar و-ل-ي. Bentuk persis fa-tawallaw hanya muncul di 37:90. Dengan atau tanpa awalan di depannya, bentuk (تَوَلَّوْا, tawallaw) muncul dua puluh empat kali di empat belas surah, yaitu 2:137, 2:246, 3:20, 3:32, 3:63, 3:64, 3:155, 4:89, 5:49, 8:20, 8:23, 8:40, 9:76, 9:92, 9:129, 11:3, 11:57, 16:82, 21:109, 24:54, 37:90, 44:14, 58:14, dan 64:6. Surahnya lebih sedikit karena surah 2, 3, 8, 9, dan 11 memuatnya lebih dari sekali. Terjemahan memakai "berpaling" untuk bentuk ini, sebab di tiga ayat yang memakai susunan tawallaw 'anhu kata itu menyebut arah menjauh dari pihak yang disebut.

Kata (عَنْهُ, 'anhu) yang berarti "darinya" tersusun dari (عَنْ, 'an) yang berarti "dari" dan akhiran (هُ, -hu) yang berarti "-nya". Susunan (تَوَلَّوْا عَنْهُ, tawallaw 'anhu) muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 8:20, 37:90, dan 44:14. Di 8:20 bunyinya (وَلَا تَوَلَّوْا عَنْهُ وَأَنْتُمْ تَسْمَعُونَ, wa-laa tawallaw 'anhu wa-antum tasma'uuna) yang berarti "dan janganlah kalian berpaling darinya, padahal kalian mendengar". Di 44:14 bunyinya (ثُمَّ تَوَلَّوْا عَنْهُ وَقَالُوا, tsumma tawallaw 'anhu wa-qaaluu) yang berarti "kemudian mereka berpaling darinya dan berkata", dan sesudah itu ayat memuat ucapan mereka. Di 37:90 tidak ada kata kerja ucapan sesudah berpaling.

Kata (مُدْبِرِينَ, mudbiriina) yang berarti "berpaling ke belakang" berakar د-ب-ر, akar yang sama dengan kata untuk punggung, seperti (الْأَدْبَارَ, l-adbaara) yang berarti "punggung" di 8:15 dan (دُبُرَهُ, duburahu) yang berarti "punggungnya" di 8:16. Bentuk persis mudbiriina muncul enam kali di enam surah, yaitu 9:25, 21:57, 27:80, 30:52, 37:90, dan 40:33. Bila bentuk tunggal (مُدْبِرًا, mudbiran) di 27:10 dan 28:31 ikut dihitung, kata dasarnya muncul delapan kali di tujuh surah. Pada lima ayat selain 37:90, mudbiriina disertai kata kerja dari akar و-ل-ي yang bentuknya berbeda dari 37:90, yaitu (وَلَّيْتُمْ, wallaytum) di 9:25, (تُوَلُّوا, tuwalluu) di 21:57, (وَلَّوْا, wallaw) di 27:80 dan 30:52, serta (تُوَلُّونَ, tuwalluuna) di 40:33. Di 37:90 mudbiriina bertemu (تَوَلَّوْا, tawallaw), bentuk yang tidak dipakai di lima ayat itu.

Terjemahan memakai "seraya meninggalkannya" untuk mudbiriina. Di beberapa ayat lain gerak membelakangi disertai gerak menjauh. Di 27:10 dan 28:31, (وَلَّىٰ مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ, wallaa mudbiran wa-lam yu'aqqib) yang berarti "ia berpaling lari tanpa menoleh". Di 21:57, (بَعْدَ أَنْ تُوَلُّوا مُدْبِرِينَ, ba'da an tuwalluu mudbiriina) yang berarti "setelah kalian pergi berpaling". Di 9:25, (ثُمَّ وَلَّيْتُمْ مُدْبِرِينَ, tsumma wallaytum mudbiriina) yang berarti "kemudian kalian berpaling mundur", sesudah bumi terasa sempit bagi mereka yang diajak bicara. Di 37:90 akhiran -hu pada 'anhu menyebut pihak yang ditinggalkan, dan terjemahan memakai "-nya" untuk pihak itu, sehingga "seraya meninggalkannya" memadukan arah punggung dari mudbiriina dengan pihak yang ditinggalkan dari 'anhu.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian 37:85 sampai 37:90 dengan tindakan para pendengar, dan tindakan itu berupa pergi. Tiga pertanyaan, satu pandangan, dan satu kalimat disusul satu kata kerja, berpaling. Teks tidak mengutip jawaban, bantahan, atau persetujuan dari mereka. Kata "mereka" tidak menyebut siapa, dan menurut urutan teks mereka dapat dibaca sebagai penerima ucapan di 37:85, yaitu bapak dan kaum Ibrahim, tetapi ayat ini tidak merinci apakah semuanya pergi.

Berbeda dari 44:14, tempat yang berpaling juga mengucapkan sesuatu tentang orang yang ditinggalkan, 37:90 hanya memuat gerak. Yang tercatat di sini adalah arah badan, dan pikiran mereka tentang pertanyaan Ibrahim tidak dituliskan.

Di 21:57 Ibrahim menyebut kepergian itu lebih dulu, (بَعْدَ أَنْ تُوَلُّوا مُدْبِرِينَ, ba'da an tuwalluu mudbiriina) yang berarti "setelah kalian pergi berpaling", dalam kalimat yang diawali sumpah demi Allah, dan 21:58 memuat apa yang kemudian dilakukan terhadap berhala. Dua surah itu menuturkan bagian cerita yang berbeda, dan kepergian orang-orang itu disebut di 21:57 sebagai syarat waktu dan di 37:90 sebagai peristiwa. Teks 37:90 tidak menyebut apa yang direncanakan Ibrahim ketika mereka pergi.

Ayat sesudahnya, 37:91, membuka dengan gerak Ibrahim menuju (آلِهَتِهِمْ, aalihatihim) yang berarti "tuhan-tuhan mereka". Kata ganti "mereka" di sana mengikuti kata ganti "mereka" di 37:90 yang baru saja berpaling. Karena itu 37:90 berdiri di antara pembicaraan dengan manusia di 37:85 sampai 37:89 dan gerak menuju benda-benda sesembahan di 37:91.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat ini mencatat kepergian tanpa satu kata pun dari mereka, padahal di 44:14 orang yang berpaling dari seseorang sempat mengucapkan penilaian atas orang itu. Dua cara berpaling itu berbeda dalam apa yang tertulis, yang satu disertai ucapan dan yang lain tidak. Orang yang pernah ditinggalkan di tengah pembicaraan mengenal diam yang menyertai kepergian, dan teks tidak membantu mengisi diam itu. Apa yang diisikan seseorang ke dalam diam semacam itu, dan dari mana isinya berasal?
  • Di 8:20 larangan berpaling dari-Nya disambung dengan frasa "padahal kalian mendengar", sehingga berpaling digambarkan sebagai gerak orang yang sudah mendengar, dalam ayat yang memerintahkan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Di 37:85 sampai 37:87 tiga pertanyaan diucapkan kepada pendengar, lalu 37:90 mencatat mereka berpaling. Dua ayat itu berbeda konteks, yang satu perintah kepada orang beriman dan yang lain laporan tentang kaum Ibrahim, tetapi keduanya menaruh telinga dan punggung berdampingan. Pertanyaan apa yang pernah didengar pembaca dan dijawabnya dengan berpindah tempat?
  • Di 21:57 Ibrahim menyebut kepergian orang-orang itu sebelum terjadi, dalam kalimat yang dibuka dengan (وَتَاللَّهِ, wa-ta-llaahi) yang berarti "dan demi Allah", sedangkan 37:90 mencatat kepergian orang-orang yang ditanyainya sebagai peristiwa, dan dua ayat itu dapat dibaca berdampingan. Orang yang menyebut sebuah kemungkinan lebih dulu, lalu melihatnya terjadi, berhadapan dengan pertanyaan lain, yaitu apa yang dilakukannya ketika kesempatan itu datang. Teks 37:90 tidak menyebut apa yang direncanakan Ibrahim, dan dua surah itu tidak perlu dilebur. Apa yang akan dilakukan pembaca bila sesuatu yang pernah diikrarkannya demi Allah tiba-tiba terbuka kesempatannya?
  • Di 40:33 orang-orang berbalik membelakangi pada hari ketika tidak ada bagi mereka dari Allah seorang pelindung pun, dan di 37:90 gerak membelakangi yang sama dituturkan tanpa penyebutan hari. Satu gerak muncul dalam dua keadaan yang amat berbeda, yang satu pada hari tanpa pelindung dan yang lain pada waktu yang tidak disebut harinya. Pembaca dapat menimbang bahwa gerak membelakangi yang tampak ringan pada waktu yang tidak disebut ditemukan juga pada hari yang genting menurut 40:33. Dalam hal apa punggungnya sering dipalingkan tanpa terasa berarti?
  • Ayat ini mencatat arah badan mereka, dan tidak mencatat pendapat mereka tentang tiga pertanyaan itu. Arah badan dan isi pikiran dapat berjalan sendiri-sendiri, karena orang dapat berbalik sambil terus memikirkan pertanyaan yang ditinggalkan di belakangnya. Dari sudut orang yang ditanyai, pertanyaan mana yang paling lama menempel sesudah berbalik: apa yang diabdi, apa yang dikehendaki, atau apa sangkaannya? Teks tidak menjawab, dan pembaca dapat menaruh diri sendiri di antara kedua arah itu.
  • Rangkaian 37:84 sampai 37:90 dibuka dengan kata kerja gerak menuju, (جَاءَ, jaa'a) yang berarti "datang", dan ditutup dengan kata kerja gerak menjauh, (تَوَلَّوْا, tawallaw) yang berarti "berpaling". Gerak pertama diarahkan kepada Tuhannya dengan hati yang selamat, dan gerak kedua diarahkan dari orang yang bertanya. Dua gerak itu berlawanan arah. Ketika sebuah pertanyaan tentang Tuhan diajukan di dekat pembaca, ke arah mana tubuh dan perhatiannya bergerak lebih dulu, mendekat atau menjauh?