فَرَاغَ إِلَىٰ آلِهَتِهِمْ فَقَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ

Lalu, ia menyelinap ke tuhan-tuhan mereka, seraya berkata, “Mengapa kalian tidak makan?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَرَاغَ إِلَىٰ آلِهَتِهِمْfa-raagha ilaa aalihatihimlalu, ia menyelinap ke tuhan-tuhan mereka
  2. فَقَالَ أَلَا تَأْكُلُونَfa-qaala a-laa ta'kuluunaseraya berkata, mengapa kalian tidak makan

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. فَرَاغَfa-raaghalalu ia berpaling diam-diam
  2. إِلَىٰilaake
  3. آلِهَتِهِمْaalihatihimtuhan-tuhan mereka
  4. فَقَالَfa-qaalaseraya berkata
  5. أَلَاa-laamengapa tidak
  6. تَأْكُلُونَta'kuluunakalian makan

Inti bacaan

Sindiran tajam kepada berhala 'mengapa kalian tidak makan?', metode konfrontatif yang membiarkan kekosongan berhala terbukti sendiri lewat pertanyaan sederhana yang jelas tak terjawab.

Tafsiran

Ayat ini membuka episode konfrontasi Ibrahim dengan berhala-berhala kaumnya: pertanyaan mengejek yang menyindir ketidakberdayaan berhala tersebut.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam Ibrahim menawari makan kepada patung. Bukan berdebat. Menawari makan.
  • Kata menyelinap dipakai. Bukan menyerbu. Masuk diam-diam.
  • Ia tidak menjelaskan, ia menguji. Allah merekam caranya. Buktinya dibiarkan berbicara sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-w-gh, a-l-h, q-w-l, a-k-l): raagha diterjemahkan 'menyelinap (berbelok diam-diam)' (akar r-w-gh); aalihah diterjemahkan 'tuhan-tuhan' (ilaah); ta'kuluun diterjemahkan 'makan' (akar '-k-l). gloss '(secara diam-diam)' + footnote dibuang.