فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا بِالْيَمِينِ
Lalu, ia menghadap mereka sambil memukul dengan tangan kanan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَرَاغَ عَلَيْهِمْfa-raagha 'alayhimlalu, ia menghadap mereka
- ضَرْبًا بِالْيَمِينِdharban bi-l-yamiinisambil memukul dengan tangan kanan
Terjemahan per kata (4 kata)
- فَرَاغَfa-raaghalalu ia berpaling diam-diam
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- ضَرْبًاdharbanpukulan
- بِالْيَمِينِbi-l-yamiinidengan tangan kanan
Inti bacaan
Tindakan tegas menghancurkan berhala secara langsung, keberanian bertindak nyata sebagai kelanjutan dari kritik verbal, bukan berhenti pada kata-kata tanpa konsekuensi.
Tafsiran
Ayat ini menandai tindakan Ibrahim menghancurkan berhala-berhala tersebut, konsekuensi langsung dari sindiran yang baru dilontarkannya.
Renungan dan Hikmah
- Kritiknya disusul Allah dengan perbuatan. Sindirannya dulu. Pukulannya kemudian.
- Yang disebut tangan kanan, bukan sekadar tangan. Bukan asal. Tangan kanan.
- Ibrahim menghadap, tidak menyelinap. Allah memilih kata menghadap. Bukan sembunyi-sembunyi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar r-w-gh, d-r-b, y-m-n): raagha alayhim diterjemahkan 'menghadap (menyerang) mereka' (akar r-w-gh); darban diterjemahkan 'memukul' (akar d-r-b); yamiin diterjemahkan 'tangan kanan' (akar y-m-n). gloss '(berhala-berhala)/(-nya)' dibuang.