فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا بِالْيَمِينِ

Lalu, ia menghadap mereka sambil memukul dengan tangan kanan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَرَاغَ عَلَيْهِمْfa-raagha 'alayhimlalu, ia menghadap mereka
  2. ضَرْبًا بِالْيَمِينِdharban bi-l-yamiinisambil memukul dengan tangan kanan

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. فَرَاغَfa-raaghalalu ia beranjak
  2. عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
  3. ضَرْبًاdharbanpukulan
  4. بِالْيَمِينِbi-l-yamiinidengan tangan kanan

Inti bacaan

Kata (ضَرْبًا, dharban) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:273 dan 37:93, dan di 2:273 artinya berusaha.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَرَاغَ, fa-raagha) yang berarti "lalu menghadap". Awalan (فَ, fa) di sini ditandai morfologi korpus sebagai awalan yang melanjutkan cerita, sama dengan di 37:91 dan 51:26. Bentuk (فَرَاغَ, fa-raagha) muncul tiga kali di dua surah, yaitu 37:91, 37:93, dan 51:26. Di 37:91 dan 51:26 kata kerja itu disusul (إِلَىٰ, ilaa) yang berarti "ke", yaitu kata depan yang menunjuk tujuan. Di 37:93 kata kerja itu disusul (عَلَيْهِمْ, 'alayhim) yang tersusun dari (عَلَىٰ, 'alaa) yang berarti "atas" dan akhiran (هِمْ, -him) yang berarti "mereka". Susunan fa-raagha 'alayhim hanya ada di sini. Terjemahan membedakan kedua kata depan itu: "menyelinap ke" di 37:91 dan "menghadap mereka" di sini, supaya terbaca bahwa yang satu menunjuk tempat tuju dan yang lain menunjuk sasaran gerak.

Kata ganti -him di sini tidak menyebut siapa yang dimaksud, dan dikenali dari urutan ayat. Di 37:91 akhiran yang sama menunjuk pemilik tuhan-tuhan, yaitu kaum Ibrahim, sedangkan di 37:93 kaum itu sudah pergi di 37:90 dan baru datang di 37:94, sehingga -him di sini terbaca menunjuk tuhan-tuhan yang disebut di 37:91. Pembacaan ini didukung penuturan lain di 21:58, (فَجَعَلَهُمْ جُذَاذًا, fa-ja'alahum judzaadzan) yang berarti "lalu ia menjadikan mereka hancur berkeping-keping", yang memakai kata ganti "mereka" untuk berhala-berhala yang disebut di 21:57. Ayat 37:93 sendiri tidak menyebut nama atau benda.

Kata (ضَرْبًا, dharban) yang berarti "pukulan" adalah kata benda yang menamai tindakan, berakar ض-ر-ب, dan ditandai korpus sebagai kata benda tak tentu. Terjemahan mengubahnya menjadi kata kerja, "sambil memukul", supaya terbaca mengalir, dan ayat tidak memuat kata kerja terpisah untuk memukul. Bentuk persis dharban muncul dua kali di dua surah, yaitu di 2:273 dan 37:93. Di 2:273, (لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِي الْأَرْضِ, laa yastathii'uuna dharban fii l-ardhi) yang berarti "mereka tidak dapat berusaha di bumi", kata yang sama berarti berusaha, dan di 37:93 kata itu berarti memukul. Akar ض-ر-ب juga dipakai di (ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا, dharaba llaahu matsalan) yang berarti "Allah membuat perumpamaan", yang muncul di 14:24, 16:75, 16:76, 16:112, 39:29, 66:10, dan 66:11. Dengan demikian makna kata ini ditentukan oleh kata yang menyertainya: matsalan membawa "membuat", fii l-ardhi membawa "berusaha", dan di ayat ini bi-l-yamiini membawa "memukul".

Kata (بِالْيَمِينِ, bi-l-yamiini) yang berarti "dengan yang kanan" tersusun dari (بِ, bi-) yang berarti "dengan", kata sandang al-, dan (يَمِينِ, yamiini) yang berarti "kanan". Bentuk bi-l-yamiini muncul dua kali di dua surah, yaitu di 37:93 dan 69:45. Di 69:45, (لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ, la-akhadznaa minhu bi-l-yamiini) yang berarti "niscaya Kami renggut dia dengan tangan kanan", susunan yang sama dipakai untuk pelaku yang berbeda. Kata yamiin dengan kata sandang al- muncul di tiga belas ayat, yaitu 16:48, 18:17, 18:18, 37:28, 37:93, 50:17, 56:27, 56:38, 56:90, 56:91, 69:45, 70:37, dan 74:39. Di enam ayat kata itu berarti arah atau sisi kanan, yaitu 16:48, 18:17, 18:18, 37:28, 50:17, dan 70:37. Di lima ayat kata itu berarti golongan kanan, yaitu 56:27, 56:38, 56:90, 56:91, dan 74:39. Hanya di 37:93 dan 69:45 kata itu didahului bi- dan menjadi alat. Di 37:28 kata ini berarti arah, dalam (عَنِ الْيَمِينِ, 'ani l-yamiini) yang berarti "dari arah kanan", dan ayat itu berada di surah yang sama dengan ayat ini.

Kata "tangan" dalam terjemahan tidak punya kata Arab pasangannya di 37:93 maupun di 69:45, karena kata (يَدِ, yad) tidak muncul di kedua ayat itu. Terjemahan menambahkannya sebagai pelengkap "kanan" yang didahului "dengan", dan teks tidak menyebut anggota tubuh lain. Terjemahan juga tidak menambahkan "keras" atau "sekuat tenaga", dan tidak menambahkan "hancur" atau "berhala", sebab tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya, dan akibat dari pukulan itu tidak disebut.

Tafsiran

Ayat ini memuat perpindahan dari ucapan ke tindakan. Di 37:91 dan 37:92 Ibrahim bertanya dua kali kepada tuhan-tuhan kaumnya tanpa jawaban, dan di 37:93 ia bergerak. Kata kerja yang membuka gerak di 37:91 dan gerak di sini sama, fa-raagha, tetapi tujuannya berbeda: ke tuhan-tuhan di 37:91, dan menimpa mereka dengan pukulan di 37:93. Di antara keduanya ada dua pertanyaan yang tidak dijawab, dan ayat tidak mencatat jeda.

Ayat ini tidak memuat ucapan apa pun. Berbeda dari 37:91 yang memakai fa-qaala untuk ucapan, 37:93 hanya memuat satu tindakan dengan satu penyebutan alat. Ayat tidak menyebut apa yang terjadi pada sasaran pukulan, dan tidak menyebut apakah ada ucapan yang menyertai pukulan itu. Akibat tindakan itu dituturkan di tempat lain, yaitu di 21:58, yang memuat hasilnya berupa hancur berkeping-keping dan satu benda yang tersisa, tetapi 21:58 dan 37:93 memuat rincian yang berbeda dan ayat-ayat itu tidak menyatakan bahwa keduanya menceritakan kejadian yang sama.

Ayat 37:94 menyambung dengan gerak kaum Ibrahim yang datang kepadanya, dan awalan fa di sana menghubungkan kedatangan itu dengan tindakan di 37:93. Urutan ini memperlihatkan bahwa tindakan Ibrahim di ayat ini disusul oleh kedatangan orang lain, sedangkan kedua pertanyaan di 37:91 dan 37:92 tidak disusul tanggapan apa pun. Dari 37:91 sampai 37:94 tercatat tiga gerak berurutan, yaitu Ibrahim pergi ke tuhan-tuhan, Ibrahim menimpa mereka dengan pukulan, lalu kaumnya bergegas kepadanya.

Renungan dan Hikmah

  • Dalam rangkaian ini gerak Ibrahim punya tiga arah yang tercatat. Di 37:91 Ibrahim pergi ke tuhan-tuhan kaumnya, di 37:93 Ibrahim menimpakan pukulan atas mereka, dan di 37:99 Ibrahim berkata, "Sesungguhnya aku pergi kepada Tuhanku". Tiga gerak itu tidak saling menafsirkan, sebab 37:99 memakai kata pergi yang lain, (ذَاهِبٌ, dzaahibun), dan berada sesudah peristiwa kaumnya. Dibaca berdampingan, ketiga ayat itu memakai kata depan ilaa, 'alaa, dan ilaa untuk arah geraknya. Pembaca dapat menelusuri tiga atau empat gerak besarnya dalam setahun terakhir, lalu memeriksa kepada siapa tiap gerak itu menuju. Ke arah mana gerak yang paling terakhir, dan apakah arah itu pernah dipilih dengan sadar?
  • Di 7:195 ayat bertanya kepada orang yang menyeru selain Allah, apakah yang mereka seru memiliki tangan untuk memegang dengan keras. Ayat itu menanyakan apakah yang diseru punya tangan, sedangkan 37:93 menyebut kanan seorang manusia yang memukul, dan 37:92 sebelumnya sudah menanyakan bicara kepada tuhan-tuhan itu. Pembaca dapat memperhatikan sesuatu yang selama ini dipegang dan dipelihara dengan tangannya sendiri, lalu bertanya apakah benda itu memegang balik. Apa yang sebenarnya digenggam, dan siapa yang menggenggam siapa?
  • Susunan bi-l-yamiini di 37:93 dipakai untuk Ibrahim yang memukul, dan di 69:45 untuk pembicara yang berkata Kami merenggut seseorang yang mengarang perkataan atas Kami. Ayat 69:43, dua ayat sebelumnya, menyebut perkataan yang dibicarakan itu diturunkan dari Tuhan seisi alam. Dua ayat itu tidak disamakan, sebab pelakunya, korbannya, dan sebabnya berlainan. Yang sama hanya alat yang disebut, yaitu kanan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kata yang sama bisa muncul pada tindakan yang sangat berbeda, dan bahwa ukuran tindakan tidak ada pada kata yang menamai alatnya. Apa yang memisahkan dua tindakan yang tampak serupa dari luar, dan siapa yang menilai pemisah itu?
  • Ayat 37:93 memuat satu tindakan, dan 37:94 menyambung dengan kaum Ibrahim yang datang kepadanya. Awalan fa pada kata kedatangan itu menghubungkan keduanya, sehingga kedatangan dibaca sebagai akibat dari tindakan sebelumnya. Sebelum tindakan itu, dua pertanyaan di 37:91 dan 37:92 tidak disusul kedatangan siapa pun. Pembaca dapat memperhatikan perbuatan yang pernah membuat orang lain bergerak mendekat, dan membandingkannya dengan ucapan yang tidak menggerakkan siapa pun. Dari ucapan dan tindakan yang pernah dilakukan, mana yang membuat orang akhirnya datang dan menanyai alasannya?
  • Ayat 37:93 mencatat tindakan dan alatnya, dan tidak mencatat akibat pada sasarannya. Di 21:58 akibatnya disebut, yaitu hancur berkeping-keping dan satu benda tersisa, dengan rincian yang berbeda dari 37:93. Ayat ini menaruh perhatian pada tindakan dan tidak pada hasilnya, sedangkan ayat lain menaruh perhatian pada hasil. Pembaca dapat menyusun cerita tentang perbuatannya sendiri dengan dua cara, yaitu menyebut apa yang dikerjakan atau menyebut apa yang berubah karenanya, lalu memperhatikan cara mana yang lebih mudah dipakai. Bila hasil sebuah perbuatan tidak tertulis di mana pun, apa lagi yang menjadi ukuran perbuatan itu?
  • Sebelum tindakan di 37:93, Ibrahim bertanya dua kali di 37:91 dan 37:92, dan kedua pertanyaan itu tidak mendapat jawaban. Ayat tidak mencatat bahwa Ibrahim menunggu lebih lama, dan tidak mencatat pertanyaan ketiga. Dua pertanyaan itu terhitung sebagai seluruh kesempatan bicara yang tercatat sebelum Ibrahim bertindak. Pembaca dapat menghitung berapa kali bertanya kepada sesuatu yang tidak menjawab sebelum memutuskan sesuatu, dan apa yang membuatnya berhenti pada hitungan itu. Setelah dua kali, apakah pembaca bertindak atau terus bertanya?