فَأَقْبَلُوا إِلَيْهِ يَزِفُّونَ
Kemudian, mereka datang kepadanya dengan bergegas.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَأَقْبَلُوا إِلَيْهِ يَزِفُّونَfa-aqbaluu ilayhi yaziffuunakemudian, mereka datang kepadanya dengan bergegas
Terjemahan per kata (3 kata)
- فَأَقْبَلُواfa-aqbaluumaka mereka datang
- إِلَيْهِilayhikepadanya
- يَزِفُّونَyaziffuunamereka bergegas
Inti bacaan
Kata (يَزِفُّونَ, yaziffuuna) muncul satu kali di Al-Qur'an, dan akarnya ز-ف-ف tidak terdapat di ayat lain.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (فَأَقْبَلُوا, fa-aqbaluu) yang berarti "kemudian mereka datang". Awalan (فَ, fa) di sini ditandai morfologi korpus sebagai awalan yang melanjutkan cerita, dan akhiran -uu menunjuk beberapa orang, yaitu kaum yang di 37:90 berpaling dan pergi. Kata kerja aqbala berakar ق-ب-ل dan, dalam berbagai bentuknya, muncul di sembilan ayat pada enam surah, yaitu 12:71, 12:82, 28:31, 37:27, 37:50, 37:94, 51:29, 52:25, dan 68:30. Bentuk persis (أَقْبَلُوا, aqbaluu) hanya muncul dua kali, yaitu di 12:71 dan 37:94. Susunan fa-aqbaluu dengan awalan fa hanya ada di 37:94.
Arti kata kerja ini bergantung pada kata depan yang mengikutinya. Di 12:71, 37:27, 37:50, 52:25, dan 68:30 kata kerja itu disusul (عَلَىٰ, 'alaa) yang berarti "atas" atau gabungannya dengan akhiran, 'alayhim di 12:71, dan terjemahannya "menghadap kepada", misalnya (وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ, wa-aqbala ba'dhuhum 'alaa ba'dhin) di 37:27 yang berarti "dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain". Di 37:94 kata kerja itu disusul (إِلَيْهِ, ilayhi) yang tersusun dari (إِلَىٰ, ilaa) yang berarti "kepada" dan akhiran (هِ, -hi) yang berarti "-nya", sehingga terjemahannya "datang kepadanya", seperti 51:29 yang diterjemahkan "datang". Akhiran -hi menunjuk satu orang laki-laki, berbeda dari akhiran jamak -him di 37:93, sehingga Ibrahim yang didatangi, dan tuhan-tuhan yang ditimpa pukulan tidak.
Kata kerja ini mempunyai lawan di dalam surah yang sama. Di 37:90 kaum itu disebut (مُدْبِرِينَ, mudbiriina), kata yang muncul di enam ayat pada enam surah, yaitu 9:25, 21:57, 27:80, 30:52, 37:90, dan 40:33. Di 28:31 dua kata itu berhadapan dalam satu ayat, (وَلَّىٰ مُدْبِرًا, wallaa mudbiran) yang berarti "berbalik lari" dan (أَقْبِلْ, aqbil) yang berarti "majulah". Di 37:90 mereka berpaling, dan di 37:94, empat ayat kemudian, mereka datang menghadap, tanpa ayat yang mengatakan apa yang membuat arah itu berbalik.
Kata (يَزِفُّونَ, yaziffuuna) yang berarti "dengan bergegas" berakar ز-ف-ف dan hanya muncul di 37:94, satu kali dalam seluruh Al-Qur'an, sehingga tidak ada ayat lain yang bisa dipakai untuk mengujinya. Arti kata ini hanya dapat didekati lewat letaknya. Di lima dari sembilan ayat tadi, kata kerja aqbala disusul keterangan tentang apa yang dilakukan pelakunya ketika datang atau menghadap. Di 37:27, 37:50, dan 52:25 disusul (يَتَسَاءَلُونَ, yatasaa'aluuna) yang berarti "saling bertanya", di 68:30 disusul (يَتَلَاوَمُونَ, yatalaawamuuna) yang berarti "saling mencela", dan di 51:29 disusul (فِي صَرَّةٍ, fii sharratin) yang berarti "dalam teriakan". Maka yaziffuuna di ayat ini terbaca sebagai cara mereka datang, dan terjemahan memilih "bergegas", yaitu gerak cepat tanpa menyebut sebabnya. Pilihan itu bertumpu pada konteks gerak datang, dan sebaran korpus tidak dapat memastikan arti yang lain.
Terjemahan tidak menambahkan "marah", "beramai-ramai", atau "berlari", karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya. Ayat tidak menyebut apa yang mereka ketahui atau lihat sebelum datang, dan tidak menyebut jumlah mereka.
Tafsiran
Ayat ini memperlihatkan kaum Ibrahim berbalik arah. Di 37:90 mereka berpaling darinya dan pergi, dan di sini mereka datang kepadanya. Dua ayat itu dipisahkan tiga ayat yang memuat gerak dan ucapan Ibrahim, dan di antara tiga ayat itu kaum tersebut hanya muncul sebagai pemilik tuhan-tuhan di 37:91. Ayat tidak menyebut bagaimana mereka mengetahui apa yang terjadi di 37:93 atau siapa yang memberi tahu mereka.
Ayat ini tidak memuat ucapan kaum itu. Mereka datang kepadanya, dan ucapan pertama yang dikutip sesudah kedatangan itu berasal dari Ibrahim di 37:95. Ucapan kaum itu baru tercatat di 37:97. Karena itu ayat ini menghubungkan tindakan di 37:93 dengan pertanyaan di 37:95 sampai 37:96, dan tidak memuat isi hati orang-orang yang datang.
Penuturan lain tentang Ibrahim dan berhala-berhala memuat urutan yang berbeda. Di 21:59 sampai 21:62 kaum itu lebih dulu bertanya siapa yang berbuat terhadap tuhan-tuhan mereka, menyebut nama Ibrahim, lalu memintanya dibawa di hadapan orang banyak, dan di 21:62 mereka bertanya langsung kepadanya. Di 37:94 tidak ada pertanyaan seperti itu dari mereka, dan mereka datang kepadanya. Kedua penuturan itu tidak dinyatakan sebagai satu kejadian, sehingga perbedaan urutan hanya dicatat.
Ayat sesudahnya memuat pertanyaan Ibrahim, dan ayat sesudah itu menyebut Allah menciptakan mereka. Kedatangan di 37:94 karena itu disambut dengan pertanyaan tentang asal apa yang mereka sembah, tidak dengan penjelasan tentang tindakan di 37:93.
Renungan dan Hikmah
- Di 37:90 kaum Ibrahim berpaling dan pergi, dan di 37:94 mereka datang menghadap. Di 28:31 kata untuk berbalik dan kata untuk menghadap berhadapan dalam satu ayat, berbalik lari dan majulah, sesudah 28:30 menyebut suara yang memanggil Musa memperkenalkan diri sebagai Allah, Tuhan seluruh alam. Dua ayat itu berlainan peristiwa dan tidak disamakan, tetapi sama-sama menaruh arah ke belakang dan arah menghadap berdekatan. Pembaca dapat mengingat saat berbalik dari sesuatu, lalu bertanya apa yang kemudian membuatnya menghadap lagi, entah rasa takut, rasa ingin tahu, atau sebuah panggilan. Apa yang menggerakkan balik arah itu, dan apakah pembaca menyadarinya ketika terjadi?
- Ayat 37:94 menyebut cara mereka datang, yaitu bergegas, dan tidak menyebut sebab mereka bergegas. Di 51:29 istri tuan rumah dalam kisah tamu datang dalam teriakan, dan sesudahnya ayat itu mencatat apa yang diucapkannya, sedangkan di 37:94 ucapan kaum itu tidak ikut tercatat. Dua ayat itu berlainan kisah dan tidak disamakan, tetapi di keduanya kata kerja datang disusul cara datangnya. Pembaca dapat memperhatikan kapan dirinya sendiri bergegas menuju sesuatu, dan apakah sebabnya sanggup disebut sebelum langkah itu dimulai. Bila kecepatan datang lebih dulu dan alasan menyusul belakangan, apa yang sebenarnya menjadi penggeraknya?
- Di 37:94 kaum itu datang kepada Ibrahim, dan ayat tidak mencatat bahwa ada yang memanggil mereka. Di 21:61 kaum itu berkata, bawalah ia di hadapan mata orang banyak, sehingga di sana ada perintah mendatangkan, sedangkan di 37:94 kedatangan itu terjadi tanpa perintah yang tercatat. Dua penuturan itu tidak disamakan. Pembaca dapat memperhatikan perbedaan antara orang yang datang karena diminta dan orang yang datang karena sesuatu menggerakkannya dari dalam. Bila pembaca sendiri datang tanpa diminta, apa yang dibawanya bersama langkah itu?
- Kedatangan kaum Ibrahim di 37:94 disambut pertanyaan di 37:95 tentang apa yang mereka pahat, lalu 37:96 menyebut Allah sebagai yang menciptakan mereka dan apa yang mereka kerjakan. Ayat 37:94 sendiri tidak mencatat apa yang mereka harapkan dari kedatangan itu. Ayat 37:97 mencatat ucapan mereka berupa perintah membangun, dan tidak memuat jawaban atas pertanyaan tentang asal itu. Pembaca dapat memperhatikan pertanyaan yang pernah menyambutnya ketika datang dengan terburu-buru, dan apakah pertanyaan itu sempat dijawab atau dibawa pulang. Pertanyaan apa yang menunggu di ujung langkah yang paling tergesa?
- Ayat 37:94 menyebut mereka datang kepadanya, dengan akhiran yang menunjuk satu orang laki-laki, dan tidak kepada tuhan-tuhan yang ditimpa pukulan di 37:93. Ayat tidak menjelaskan mengapa mereka menuju Ibrahim, dan tidak menyebut langkah ke arah tuhan-tuhan itu. Di 37:99 Ibrahim berkata bahwa ia pergi kepada Tuhannya, sehingga dalam rangkaian ini tercatat langkah orang-orang kepada Ibrahim dan langkah Ibrahim kepada Tuhannya. Dua langkah itu tidak dihubungkan oleh ayat mana pun. Pembaca hanya dapat memeriksa dirinya sendiri. Ketika sesuatu yang selama ini dipercayainya terusik, kepada siapa langkah pertamanya menuju, kepada yang terusik atau kepada orang yang mengusiknya?
- Dari 37:91 sampai 37:93 kaum Ibrahim tidak melakukan atau mengucapkan apa pun yang tercatat, dan yang tercatat adalah gerak dan ucapan Ibrahim. Ayat tidak menyebut apa yang dilakukan kaum itu selama itu, dan tidak menyebut bahwa mereka menunggu atau berjalan jauh. Ketika mereka muncul lagi di 37:94, yang tercatat adalah arah dan caranya, tanpa sebab dan tanpa perjalanannya. Pembaca dapat memperhatikan orang yang datang kepadanya dari tempat yang tidak disaksikannya, dan menimbang bahwa yang terlihat hanya ujung dari rangkaian yang tidak diketahui. Seberapa banyak dari kejadian di tempat yang ditinggalkan pembaca yang sebenarnya diketahuinya?