قَالَ أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِتُونَ

Ia berkata, “Apakah kalian menyembah apa yang kalian pahat,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قَالَqaalaia berkata
  2. أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِتُونَa-ta'buduuna maa tanhituunaapakah kalian menyembah apa yang kalian pahat

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. أَتَعْبُدُونَa-ta'buduunaapakah kalian mengabdi
  3. مَاmaaapa yang
  4. تَنْحِتُونَtanhituunakalian pahat

Inti bacaan

Bentuk (تَنْحِتُونَ, tanhituuna) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:74, 26:149, dan 37:95.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (قَالَ, qaala) yang berarti "ia berkata", kata kerja berakar ق-و-ل untuk satu pelaku laki-laki. Ayat sebelumnya, 37:94, memakai pelaku jamak untuk kaum yang datang, sehingga pergantian ke bentuk tunggal di sini menandai bahwa yang berbicara kembali Ibrahim, yang dikenali dari 37:91 sampai 37:93. Kata kerja ini tidak diawali fa, berbeda dari (فَقَالَ, fa-qaala) di 37:91, dan terjemahan memakai "ia berkata" tanpa "lalu" atau "kemudian" karena tidak ada penghubung di depannya.

Kata (أَتَعْبُدُونَ, a-ta'buduuna) yang berarti "apakah kalian menyembah" tersusun dari huruf tanya (أَ, a) dan kata kerja (تَعْبُدُونَ, ta'buduuna) yang berarti "kalian menyembah", berakar ع-ب-د dan ditujukan kepada beberapa orang yang diajak bicara. Bentuk (أَتَعْبُدُونَ, a-ta'buduuna) muncul dua kali di dua surah, yaitu di 5:76 dan 37:95. Bentuk ta'buduuna sendiri muncul di dua puluh dua ayat pada tiga belas surah, yaitu di 2:83, 2:133, 2:172, 5:76, 10:28, 10:104, 12:40, 16:114, 21:66, 21:67, 21:98, 26:70, 26:75, 26:92, 29:17, 37:85, 37:95, 37:161, 41:37, 43:26, 60:4, dan 109:2. Di 5:76 bentuk ini disusul (مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا, min duuni llaahi maa laa yamliku lakum dharran) yang berarti "selain Allah sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kepada kalian mudarat", sehingga benda yang disembah ditentukan lewat ketidakmampuannya. Di 37:95 benda yang disembah ditentukan lewat asalnya. Terjemahan memakai "menyembah" di ayat ini, sama dengan 37:161 dan 26:75, dan objeknya di sini berupa benda pahatan.

Kata (مَا تَنْحِتُونَ, maa tanhituuna) yang berarti "apa yang kalian pahat" tersusun dari (مَا, maa) yang berarti "apa yang" dan (تَنْحِتُونَ, tanhituuna) yang berarti "kalian pahat". Kata kerja itu berakar ن-ح-ت dan muncul di empat ayat pada empat surah, yaitu 7:74, 15:82, 26:149, dan 37:95. Bentuk tanhituuna persis seperti di sini muncul tiga kali, yaitu di 7:74, 26:149, dan 37:95. Di 7:74, (وَتَنْحِتُونَ الْجِبَالَ بُيُوتًا, wa-tanhituuna l-jibaala buyuutan) yang berarti "dan kalian memahat gunung-gunung menjadi rumah-rumah", dan di 26:149, (وَتَنْحِتُونَ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا, wa-tanhituuna mina l-jibaali buyuutan) yang berarti "dan kalian memahat rumah-rumah dari gunung-gunung", benda yang dipahat dan hasilnya disebut: gunung dan rumah. Di 37:95 benda yang dipahat hanya ditunjuk oleh maa, dan bahan, bentuk, serta hasilnya tidak disebut. Terjemahan memakai "pahat" untuk akar ini di keempat ayat itu.

Kedua kata kerja di ayat ini, ta'buduuna dan tanhituuna, memakai pelaku yang sama, yaitu kalian. Orang yang memahat dan orang yang menyembah disebut dengan akhiran yang sama, dan kata maa menghubungkannya: benda yang disembah adalah benda yang dipahat. Ayat ini tidak memuat kata untuk patung atau berhala. Benda itu dikenali dari 37:91, yang menyebut (آلِهَتِهِمْ, aalihatihim) yang berarti "tuhan-tuhan mereka". Karena itu terjemahan tidak menambahkan "patung", "berhala", atau "dengan tangan kalian sendiri", sebab tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya. Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa pertanyaan berlanjut ke 37:96.

Tafsiran

Ayat ini membuka ucapan Ibrahim kepada kaumnya yang baru datang, dan ucapan itu berupa pertanyaan yang menaruh dua kata kerja kaum itu sendiri, menyembah dan memahat, dalam satu kalimat. Di 37:85 sampai 37:87 Ibrahim juga bertanya kepada orang-orang yang sama, tetapi pertanyaannya tentang apa yang mereka sembah dan bagaimana anggapan mereka tentang Tuhan seisi alam. Di sini Ibrahim menanyakan asal benda yang mereka sembah.

Ukuran yang dipakai di 37:91 dan 37:92 berbeda dari ukuran di ayat ini. Dua ayat itu menanyakan tindakan yang bisa diperiksa langsung, makan dan bicara, kepada tuhan-tuhan itu sendiri, sedangkan 37:95 menanyakan asal mereka kepada kaum yang memahatnya. Dalam rangkaian ini ukuran kemampuan dan ukuran asal muncul berurutan. Tiga penuturan lain tentang Ibrahim memakai ukuran kemampuan: di 21:66 Ibrahim menanyakan benda yang tidak memberi manfaat dan mudarat, di 26:72 sampai 26:73 Ibrahim menanyakan apakah benda itu mendengar, memberi manfaat, atau mudarat, dan di 19:42 Ibrahim menanyakan kepada bapaknya mengapa menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak mencukupkan.

Ayat ini tidak memuat tuduhan dan tidak memuat nama benda yang dimaksud. Bentuknya pertanyaan yang jawabannya sudah dimiliki oleh kaum itu sendiri, karena merekalah pelaku kata kerja memahat. Ayat ini juga tidak lengkap sendirian, sebab kalimatnya berhenti dengan koma dan disambung 37:96. Ayat 37:94 menunjukkan kaum itu datang, dan ayat 37:97 menunjukkan ucapan mereka berikutnya, berupa perintah membangun, tanpa jawaban atas pertanyaan di ayat ini.

Renungan dan Hikmah

  • Dua kata kerja di 37:95, menyembah dan memahat, memakai pelaku yang sama, yaitu kalian. Di 7:74 kata kerja memahat dipakai untuk gunung yang dijadikan rumah, dan ayat itu disusul perintah, maka ingatlah nikmat-nikmat Allah. Dua ayat itu berlainan konteks, sebab 7:74 menyebut keterampilan yang menghasilkan tempat tinggal dan 37:95 menyebut keterampilan yang menghasilkan benda yang disembah. Dibaca berdampingan, keterampilan memahat sendiri tidak disebut salah di kedua ayat. Pembaca dapat memeriksa apa yang pernah dibuat tangannya sendiri lalu menjadi sesuatu yang dilayaninya, entah jabatan, nama baik, atau sebuah kebiasaan. Siapa yang sebenarnya melayani siapa di antara pembuat dan buatannya?
  • Di 37:91 dan 37:92 Ibrahim menanyakan makan dan bicara, yaitu ukuran kemampuan, dan di 37:95 Ibrahim menanyakan asal, yaitu siapa yang memahat. Di 21:66 ukuran yang dipakai manfaat dan mudarat bagi mereka yang menyembah selain Allah. Dalam surah ini kedua ukuran itu muncul berurutan, dan ayat tidak menyebut mana yang lebih kuat. Pembaca dapat menanyai sesuatu yang diandalkan dengan dua pertanyaan, apa yang bisa dilakukannya dan dari mana ia berasal, lalu melihat pertanyaan mana yang lebih sulit dijawab. Bila jawaban atas pertanyaan kedua ternyata tangannya sendiri, apa yang masih tersisa dari kepercayaan itu?
  • Pertanyaan di 37:95 mengambil pengetahuan yang sudah ada pada kaum Ibrahim, karena merekalah yang memahat apa yang mereka sembah. Ayat tidak menyuruh mereka mencari bukti baru. Di 21:65 kaum Ibrahim dalam penuturan itu menundukkan kepala dan berkata, engkau pasti tahu bahwa mereka tidak dapat berbicara, sehingga ucapan yang paling kuat di sana berasal dari pendengar sendiri. Dua ayat itu berlainan penuturan dan tidak disamakan. Pembaca dapat memperhatikan hal-hal yang sebenarnya sudah diketahui tentang asal sesuatu yang dipercayai, dan yang selama ini tidak pernah ditanyakan kepada diri sendiri. Apa yang sudah diketahui pembaca tentang kepercayaannya, tetapi belum diucapkannya?
  • Kaum Ibrahim datang bergegas di 37:94, dan yang tercatat pertama sesudah kedatangan itu adalah pertanyaan di 37:95, disusul 37:96 yang menyebut Allah sebagai yang menciptakan mereka dan apa yang mereka kerjakan. Ayat 37:97 mencatat ucapan kaum itu berupa perintah, dan tidak memuat jawaban atas pertanyaan tersebut. Ayat 37:95 menaruh pertanyaan di tempat pertama sesudah kedatangan itu, dan ayat tidak mencatat pembelaan atau tuduhan dari Ibrahim. Pembaca dapat mengingat saat didatangi orang yang bergegas, lalu bertanya apa yang pertama kali keluar dari mulutnya, pembelaan, tuduhan, atau pertanyaan. Kalau pertanyaan yang pertama keluar, apakah pembaca siap mendengar jawabannya?
  • Ayat 37:95 menyebut benda yang disembah hanya dengan maa, apa yang, dan tidak memakai kata patung atau berhala. Dalam ayat ini benda itu dikenali dari perbuatan kaum itu sendiri, yaitu memahat. Di 25:3 ayat menyebut tuhan-tuhan yang diambil selain Dia sebagai yang tidak menciptakan apa pun dan malah diciptakan. Ayat 25:3 menaruh perhatian pada ketidakmampuan mencipta dan 37:95 pada asal dari tangan manusia, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa sesuatu bisa dibicarakan lewat perbuatan orang yang membuatnya dan tidak lewat namanya. Bila nama sesuatu diganti dengan perbuatan yang melahirkannya, apakah kepercayaan kepadanya berubah?
  • Kata kerja memahat dipakai di 15:82 untuk orang yang memahat gunung menjadi rumah dengan rasa aman, dan di 37:95 untuk benda yang disembah. Di 26:149 pemahat gunung disebut mahir, dan 37:95 tidak menyebut mutu pahatan. Ayat-ayat itu tidak menyebut bahwa pemahat gunung di 15:82 dan kaum di 37:95 adalah orang yang sama atau kaum yang berhubungan. Dibaca berdampingan, keterampilan yang sama tampak melayani dua tujuan, tempat berlindung dan benda sembahan. Pembaca dapat bertanya, keterampilan yang paling dikuasainya sekarang melayani tujuan yang mana, dan bagaimana hal itu diketahuinya? Apakah keterampilan itu sedang membuat tempat berlindung, atau sesuatu yang kelak dimintai perlindungan?